Sabtu, 21 April 2012

Lantamal VII Kupang terima Kapal Patroli Catamaran

623.JPG
Acara serah terima kapal patrol tipe Catamaran 1202 dilaksanakan di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VII Kupang, Selasa (17/04). Penandatanganan Berita Acara kapal Patroli Catamaran dilaksanakan di ruang kerja Danlantamal VII Laksma TNI Karma Suta,SE dengan  Letkol Laut (P) Atmu Edi selaku Kasub bag Ops Bakorkamla yang disaksikan oleh Wadan Lantamal VII Kolonel Laut (P) Ketut Arya Budana SE, para Asisten dan Komandan Satkamla Lantamal VII Mayor Laut (P) Yudhoko Timuryanto.

Keistimewaan Kapal Patroli Catamaran 1202 dapat mengarungi perairan dangkal dan sungai. Itu dikarenakan spesifikasi bagian draft nya yang rendah. Kapal ini cukup berbeda dengan jenis kapal-kapal lainnya sebelumnya, kapal ini bisa mengarungi perairan dangkal dan sungai karena spesifikasi draft nya yang rendah, dengan demikian kapal ini cukup ampuh mengejar para pelaku pelanggar hukum laut seperti penyelundup hingga ke perairan dangkal dan sungai yang sering dijadikan basis pelarian potensial mereka.

Kapal Patroli Catamaran 1202 ini juga dilengkapi dengan sarana navigasi dengan sistem komputerisasi yang canggih dan lengkap seperti radar, AIS, echo sounder dan alat komunikasi radio, dua unit mesin pendorong masing-masing berkekuatan 300 PK juga membuat kapal patroli Catamaran 1202 bisa menembus kecepatan 40 knot per jam. Bodinya yang didominasi dari bahan fiberglass juga semakin memudahkan kapal tersebut melaju dengan cepat. Meski tergolong berukuran sedang 10 x 3 meter, namun kapal yang diawaki 4 orang ini mampu mengangkut tambahan personel berikut perlengkapannya sebanyak 10 hingga 12 orang.

622.JPG
Diharapkan dengan kehadiran kapal patrol jenis Catamaran 1202 kemampuan Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal VII dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran dilaut dapat lebih ditingkatkan.

Setelah melaksanakan penandatanganan Berita Acara serah terima Kapal Komandan Lantamal VII Laksma TNI Karma Suta,SE didampingi oleh Asops Danlantamal VII Kolonel Laut (P) Sunarno Adi, Dansatkamla Mayor Laut (P) Yudhoko Timuryanto bersama Letkol Laut (P) Atmu Edi Kasub bag Ops Bakorkamla melaksanakan  uji coba kapal dengan berlayar menggunakan Kapal Patroli Catamaran 1202 di Sekitar selat Semau Kupang.

Pada kesempatan tersebut Danlantamal VII Laksma TNI Karma Suta, SE. memberikan pengarahan kepada seluruh awak kapal untuk selalu memelihara dan mengoperasikan kapal patrol tersebut sesuai dengan prosedur, sehingga usia pakai kapal dapat dimaksimalkan, guna mendukung operasi kamla di wilayah Lantamal VII. (Penerangan Lant7)


- Lantamal 7 -

Dakota RI-001 Seulawah

Replika Dakota RI-001 Seulawah
Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat angkut pertama milik Republik Indonesia yang dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh.

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.

Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg serta mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 km/jam.

KSAU Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma memprakarsai pembelian pesawat angkut. Biro Rencana dan Propaganda TNI-AU yang dipimpin oleh OU II Wiweko Supono dan dibantu oleh OMU II Nurtanio Pringgoadisuryo dipercaya sebagai pelaksana ide tersebut.

Biro tersebut kemudian menyiapkan sekira 25 model pesawat Dakota. Kemudian, Kepala Biro Propaganda TNI AU, OMU I J. Salatun ditugaskan mengikuti Presiden Soekarno ke Sumatra dalam rangka mencari dana.

Pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Kutaraja, Presiden Soekarno berhasil membangkitkan patriotisme rakyat Aceh. Melalui sebuah kepanitiaan yang diketuai Djuned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji, berhasil dikumpulkan sumbangan dari rakyat Aceh setara dengan 20 kg emas.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat Dakota dan menjadi pesawat angkut pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Pesawat Dakota sumbangan dari rakyat Aceh itu kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti "Gunung Emas".

Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo.

Di Kutaraja, pesawat tersebut digunakan joy flight bagi para pemuka rakyat Aceh dan penyebaran pamflet. Pada tanggal 4 Desember 1948 pesawat digunakan untuk mengangkut kadet ALRI dari Payakumbuh ke Kutaraja, serta untuk pemotretan udara di atas Gunung Merapi.

Pada awal Desember 1948 pesawat Dakota RI-001 Seulawah bertolak dari Lanud Maguwo-Kutaraja dan pada tanggal 6 Desember 1948 bertolak menuju Kalkuta, India. Pesawat diawaki Kapten Pilot J. Maupin, Kopilot OU III Sutardjo Sigit, juru radio Adisumarmo, dan juru mesin Caesselberry.

Perjalanan ke Kalkuta adalah untuk melakukan perawatan berkala. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, Dakota RI-001 Seulawah tidak bisa kembali ke tanah air. Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal Dakota RI-001 Seulawah itulah, maka didirikanlah perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways, dengan kantor di Birma (kini Myanmar).

Seiring dengan perkembangan teknologi, khususnya di bidang kedirgantaraan, beberapa jenis pesawat terbang generasi tua pun dinyatakan berakhir masa operasinya. Salah satunya adalah jenis Dakota.

Namun, karena jasanya yang dinilai besar bagi cikal bakal berdirinya sebuah maskapai penerbangan komersial di tanah air, TNI AU memprakarsai berdirinya sebuah monumen perjuangan pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Banda Aceh.

Pada tanggal 30 Juli 1984, Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani pun meresmikan monumen yang terletak di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Monumen ini menjadi lambang bahwa sumbangan rakyat Aceh sangatlah besar bagi perjuangan Republik Indonesia di awal berdirinya.

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah diparkir dan dijadikan sebuah Monumen sebagai bukti betapa besarnya Perjuangan & Pengorbanan Rakyat Aceh atas Kemederdekaan Republik Indonesia.

Berikut ini beberapa foto :

Dakota RI-001 Seulawah (Foto sandinmyboots)
Dakota RI-001 Seulawah (Foto cyberamd)
Dakota RI-001 Seulawah (Foto herwindo)
Dakota RI-001 Seulawah (Foto K.Art)
Dakota RI-001 Seulawah (Foto abdulafatah)
Dakota RI-001 Seulawah (Foto abdulafatah)


Dibawah pesawat ada sebuah Prasasti yang isi dari tulisannya seperti yang dibawah ini :
PERANAN PESAWAT DAKOTA RI-001 “SEULAWAH” DALAM PERANG KEMERDEKAAN

PESAWAT JENIS INILAH YANG DISUMBANGKAN OLEH RAKYAT ACEH, KEPADA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PADA MASA PERJUANGAN KEMERDEKAAN DENGAN NOMOR RI. 001.

DENGAN PESAWAT INI BLOKADE BELANDA DAPAT DI TEROBOS DAN HUBUNGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DI YOGYAKARTA DENGAN DAERAH-DAERAH DI SUMATERA KHUSUSNYA ACEH DAPAT DIWUJUDKAN SEHINGGA MEMPERLANCAR JALANNYA RODA PEMERINTAHAN.

AGRESI MILITER BELANDA II PADA TAHUN 1948 MEMAKSA PESAWAT RI OO1 “SEULAWAH” BERPANGKALAN DAN BEROPERASI DI RANGOON BIRMA.

PERJUANGAN YANG DILAKUKAN SELAMA DI LUAR NEGERI ANTARA LAIN :
  • PENEROBOSAN PADA MALAM HARI TERHADAP BLOKADE BELANDA DENGAN MENGANGKUT SENJATA & MESIU KE PANGKALAN UDARA LHO’NGA
  • MENDIRIKAN “INDONESIAN AIRWAYS” DALAM MEMBANTU MEMBIAYAI PENGADAAN SENJATA & MESIU, PENGADAAN PESAWAT-PESAWAT C-47 DAKOTA RI-007 DAN RI-009, MEMBANTU MEMBIAYAI PERWAKILAN-PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI DAN PENDIDIKAN CALON PENERBANG SERTA TEKNISI AURI DI LUAR NEGERI
  • MELALUI PEMANCAR RADIO “INDONESIAN AIRWAYS” BERITA-BERITA PERJUANGAN DI TANAH AIR DITERUSKAN KEBEBERAPA PERWAKILAN RI DI LUAR NEGERI DAN PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA

PERJUANGAN RAKYAT ACEH DALAM PERJUANGAN MENEGAKKAN DAN MEMPERTAHANKAN NEGERA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG DIWUJUDKAN DENGAN SUMBANGAN PESAWAT INI MENCERMINKAN JIWA KEJUANGAN YANG PATUT DITAULADANI DAN DILESTARIKAN OLEH SELURUH RAKYAT INDONESIA SEPANJANG MASA.

UDEP SARE MATE SAHID

BANDA ACEH,


29 JULI 1984

-------


Prasasti yang Lain, tulisan lengkapnya dibawah ini….
DENGAN RAHMAT ALLAH SUBHANAHU WA TA’ ALA

MONUMEN PERJUANGAN RI-001 “SEULAWAH” INI DIBANGUN SEBAGAI TANDA PENGHARGAAN YANG TULUS IKHLAS DARI TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA KEPADA RAKYAT ACEH DALAM RANGKA MENEGAKKAN DAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945 PADA MASA 1948-1950.

BANDA ACEH, 29 JULI 1984

KEPALA STAFF TNI ANGKATAN UDARA

SUKARDI
- MARSEKAL TNI -


GUBERNUR/KEPADA DAERAH ISTIMEWA ACEH

- H. HADI THAJEB -

--------
UDEP SARE MATE SAHID artinya kira-kira “ HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID !! “

Sumber :
  • wikipedia
  • abulafatah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...