Kamis, 28 Maret 2013

★ X38 Combat Boat Kopaska: Dipercaya Untuk Evakuasi Darurat Barack Obama

x38_combat_i_3_b
 X38 Combat Boat
Andaikan terjadi gangguan keamanan yang mengharuskan evakuasi darurat kepada VVIP (Very Very Important Person). Adalah kapal serbu (combat boat) dari Kopaska (Komado Pasukan Katak) TNI AL yang akan beraksi untuk melakukan evakuasi presiden dari titik penjemputan ke safe house. Inilah yang menjadi skenario dalam pengamanan saat digelarnya KTT ASEAN ke-19 tahun 2011 di Nusa Dua, Bali. Lho kenapa harus dengan combat boat?

Wahana untuk evakuasi tentu banyak ragam dan pilihan, apalagi kalau yang di akan evakuasi presiden AS, Barack Obama. Karena lokasi KTT digelar di kawasan pantai Nusa Dua, maka jalur evakuasi yang efektif bisa melalui udara dan laut, dimana yang menjadi safe house dalam skenario ini adalah kapal induk helikopter USS Essex yang berlabuh di perairan Nusa Dua. Meski syukur tidak ada insiden yang mengganggu berlangsungnya KTT, tapi patut diacungi jempol bahwa Secret Service memberi kepercayaan evakuasi presiden Obama kepada combat boat X38 Kopaska yang kala itu standby 1 unit menjaga perairan Nusa Dua.

Reputasi dan kehandalan Satkopaska tak usah diragukan lagi, tapi yang menarik disini adalah sosok X38 Combat Boat. Kapal ini bukan termasuk kapal perang, persenjataannya pun tidak bisa dibilang dahsyat. Lalu apa yang membuat kapal buatan PT. Lundin Industry Invest (NorthSeaBoats), Banyuwangi, Jawa Timur ini begitu diandalkan oleh Kopaska? Jawabannya beragam, kapal dengan panjang 12 meter ini mampu melaju dengan kecepatan tinggi, 40 knot per jam! Dipandang dari sisi desain, kental pula dengan nuansa ‘stealth.’

42186_20120307055359
x38_special_ops_cat2_full

Berdesain catamaran dengan dua lunas, X38 mampu melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap stabil dan aman. Dari spesifikasi yang dimiliki, X38 dapat didaulat untuk misi penyerbuan cepat, anti pembajakan, evakuasi medis, SAR, patroli rutin, dan karena dapat beroperasi di perairan dangkal/sungai, X38 sangat ideal untuk mendukung operasi pendaratan amfibi.

USS Essex berperan sebagai safe house untuk  presiden Obama
USS Essex berperan sebagai safe house untuk presiden Obama

X38 dibangun dari galangan yang juga sama dengan KRI Klewang 625. Dimana ada ciri khas yang serupa dengan KRI Klewang, dimana lambung kapal dibuat dari bahan fiberglass komposit dengan memanfaatkan sistem vakum resin infus. Konstruksi terbuat dari balsa dan divinicell sandwich dari Diab Swedia. Oleh pabrikannya material yang ditanamkan akan lebih menghemat dalam biaya operasional perawatan. Untuk dapur pacu kapal ini dipercayakan pada dua mesin Marine Diesel VGT 400 PK bertenaga 220 HP buatan Swedia.

Combat_boat
catamaran-kopaska11

Selain mampu ngebut hingga 40 knot, kapal andalan Detasemen 6 Satkopaska Special Boat Unit ini memang ideal untuk operasi pasukan katak, pasalnya pasa sisi buritan terdapat platform untuk memudahkan proses turun dan naik kapal bagi pengelam. Nah bagaimana dengan soal senjata? Kapal ini tidak punya persenjataan yang embedded, semua yang ada memang serba optional, seperti pada sisi haluan (depan ruang kemudi), disiapkan dudukan untuk senjata sekelas FN/M-60 GPMG (general purpoise machine gun) kaliber 7,62 mm, tapi bisa ingin lebih ‘galak’ bisa pula dipasangkan peluncur granat otomatis kaliber 40 mm. Sudut pandang juru tembak di posisi ini bisa mencapai 270 derajat. Sementara di posisi buritan, juga dipasangkan dua unit senjata ringan, bahkan dalam release disebutkan sisi buritan dapat dipasangi dudukan 4 sampai 8 rudal Hellfire.

Awak X38 Combat Boat terdiri dari 2 – 4 personel, yakni utamanya adalah komandan dan nahkoda. Meski ukurannya terbilang imut, kapal serbu ini punya ruang kabin yang nyaman dan dilengkapi beragam instrumen elektronik modern, termasuk radar. Desain jendela yang menghadap depan sangat ergonomis karena dapat menahan silau dan panas. Sebagai kapal untuk misi khusus, X38 juga dapat mengangkut 16 – 20 personel pasukan dengan perlengkapan lengkap.

Beragam instrumen modern (digital) untuk navigasi
Beragam instrumen modern (digital) untuk navigasi

Kapal dengan kendali hidrolik ini dapat membawa bahan bakar solar hingga 700 liter. Sementara untuk menunjang operasi, body kapal dapat membawa 100 liter air tawar untuk kebutuhan awak dan penumpang. Untuk menunjang operasi yang penuh tantangan, sistem teknologo navigasi dipercayakan pada Raymarine C80 yang mencakup integrasi radar, GPS (global positioning system), speed-log, echo sounder, dan chart plotter.


Dalam operasi pengamanan KTT ASEAN ke-19 di Nusa Dua, Bali, X38 mengibarkan bendera tengkorak Jolly Rogers yang khas bajak laut. Dalam gelar tempurnya, X38 dapat diangkut ke daerah operasi menggunakan LST (landing ship tank). Kapal yang mulai dirancang pada tahun 2008 ini akrab dengan sebutan “Blackship” oleh masyarakat Manado. Memang dengan warna kamuflasenya sosok X38 terlihat sangar.(Gilang Perdana)

☆ Soeharto di Mata 34 Wartawan Istana (I)

 Ada tiga hal penting dengan menghadirkan buku ini kepada masyarakat

Mengenang sejarah kepemimpinan Presiden Indonesia kedua, Soeharto, tentu tak bisa dilepaskan dari pencapaian kesuksesan pembangunan nasional Indonesia. Tapi, tentu perlu juga memahami kegagalannya dalam pemerintahan Orde Baru.

Untuk mengenang itu, 34 wartawan senior yang pernah bertugas di Istana Presiden pada kurun tahun 1968 - 1998 telah berhasil menuangkan kisahnya tentang kenangan dan kesan bertugas meliput kegiatan Presiden Soeharto dalam sebuah buku.

Buku berjudul "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto" ini diluncurkan oleh Universitas Mercu Buana yang bekerja sama dengan Persaudaraan Wartawan Istana (PEWARIS). Buku ini juga berusaha mengungkapkan hal-hal yang belum pernah diketahui sebelumnya oleh masyarakat tentang Soeharto.

Menurut Rektor Universitas Mercu Buana, Arissetyanto Nugroho, ada tiga hal penting dengan terciptanya buku ini. "Pertama, buku ini mengungkapkan sisi lain Soeharto. Kedua, ada banyak wartawan senior yang menuliskan pengalamannya, Ketiga, para wartawan senior itu menulis dengan tingkat analisa yang baik dan berimbang," kata Arissetyanto dalam peluncuran buku itu di Jakarta, 27 Maret 2013.

Ia menyampaikan, di dalam buku ini ada yang menuturkan suka-duka pengalaman pribadinya dalam menjalankan tugas.  Selain itu, ada juga yang menyoroti, mengenang, dan menimbang kembali apa saja yang telah dilakukan oleh Presiden Soeharto.

"Namun, umumnya mencoba melihat sisi positif yang sudah diwariskan dari masa kepresidenan Soeharto ke masa sekarang," ujar Arissetyanto.

Sementara menurut Johannes Baptista Sumarlin atau lebih kenal JB Sumarlin, Mantan Menteri Keuangan pada zaman Orde Baru, buku ini telah membuat ia bernostalgia dan tersenyum.

"Banyak celotehan para penulis naskah saat berada di lingkungan kepresidenan. Saya terharu membaca perjuangan para kameramen dan fotografer saat mengabadikan momen bersama Presiden Soeharto. Semoga pengalaman para wartawan menjadi kenangan, pengalaman, dan pengabdian jurnalistik yang bermanfaat," kata JB Sumarlin.(eh) 


 Soeharto Sudah Disarankan Lengser di Tahun 1988 

Usul itu disampaikan Kepala BAKIN Yoga Soegama, dan Bu Tien setuju.

Sebanyak 34 mantan wartawan Istana yang pernah bertugas di Istana Negara pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto menuliskan kisah-kisah mereka dalam buku “34 Wartawan Istana Bicara tentang Pak Harto.” Salah satu cerita yang diangkat terjadi menjelang kejatuhan Soeharto pada tahun 1998. Kisah itu ditulis oleh B Wiwoho, wartawan harian Suara Karya.

Wiwoho menceritakan, 10 tahun sebelum kekuasaan Soeharto berakhir, Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) Yoga Soegomo sesungguhnya telah “memperingatkan” Pak Harto tentang situasi negara yang ia nilai tidak menguntungkan sang Presiden. Dalam pertemuan rutin mingguan di antara keduanya, Yoga menyampaikan empat poin pandangannya.

• Pertama, Pak Harto akan mencapai usia 67 tahun pada Pemilu 1988 dan sudah menjadi kepala negara selama 22 tahun, sehingga ia akan sampai pada tahap jenuh dan lelah.

• Kedua, pemerintahan Soeharto dikhawatirkan akan melemah karena puncak keemasan kepemimpinannya diprediksi hanya berlangsung pada periode 1983-1988.

• Ketiga, bisnis keluarga Soeharto – terutama bisnis putra-putranya – terus membesar dan menggurita sehingga Soeharto rawan menjadi sumber kecemburuan sosial dan sasaran tembak.

• Keempat, informasi yang diterima Soeharto dari orang-orang dekatnya dikhawatirkan akan semakin tidak akurat karena sumber dan jaringan informasi milik Pak Harto semakin menyempit akibat kesenjangan generasi.

Intinya, sang Kepala BAKIN Yoga Soegomo menyarankan Soeharto untuk mundur dari jabatan presiden dengan jiwa besar, dan mempersiapkan suksesi kepemimpinan pada Pemilu 1988. Yoga berjanji akan mendukung penuh dan menjamin keamanan siapapun suksesor yang ditunjuk Soeharto.

Namun usul Yoga tersebut tak ditanggapi oleh Soeharto. Dalam perdebatan yang menegangkan, dua pejabat penting negara menolak saran Yoga mentah-mentah, sedangkan Ibu Negara Tien Soeharto yang diam-diam mengamati diskusi sambil melintas di ruang pertemuan, tampak cenderung menyetujui pendapat Yoga. Soeharto sendiri diam seribu bahasa, sehingga akhirnya usul agar Pak Harto lengser keprabon pada tahun 1988 itu kandas.

Sepuluh tahun kemudian, 1998, pemerintahan Soeharto terbukti di ujung tanduk. Sebelas menteri mundur dari kabinet yang baru berumur 70 hari. Mereka menyatakan keberatan mendukung Pak Harto, terlebih desakan mundur dari rakyat menguat dan demonstrasi besar terjadi hampir di seantero nusantara. Surat pengunduran 11 menteri itu diterima Soeharto pada Rabu malam, 20 Mei 1998, di tengah meningkatnya eskalasi gejolak rakyat. Soeharto pun mengambil keputusan.

“Ora dadi Presiden yo ra patekan,” kata Soeharto. Artinya, tidak jadi Presiden pun tidak rugi apa-apa. Kamis, 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Presiden.

Sang penulis kisah itu, Wiwoho, mengatakan terlepas dari berbagai kelemahan Soeharto sebagai manusia, ia adalah orang besar yang pernah memimpin Indonesia tumbuh menjadi negara yang disegani oleh pemimpin dunia.

“Sekuat-kuatnya orang, suatu saat pasti akan lemah juga. Stamina akan turun dan kejenuhan menghampiri,” kata Wiwoho. Inilah yang menurutnya kerap dilupakan para penguasa dunia, termasuk Soeharto.(umi)

 Bila Wartawan Sepiring Berdua dengan Soeharto

Kisah wartawan menikmati hidangan di Istana Negara, 1977.

Presiden Soeharto dikenal sebagai sosok yang angker, karena pembawaannya yang pendiam. Banyak kalangan yang takut atau sungkan saat berhadapan dengan beliau.

Tapi, berbeda dengan Tarman Azzam, Wartawan Harian Terbit, yang menuliskan kisahnya saat melakukan peliputan di Istana Negara. Di dalam buku "34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto", Tarman menceritakan pengalaman berkesannya.

Kisahnya pada akhir tahun 1977, pada waktu itu di Istana Negara digelar hidangan diversifikasi makanan sehat, khususnya penganan daging kelinci.

"Saat itu Pak Harto mengambil tiga tusuk sate kelinci dan membawa piringnya ke kursi kosong. Di sana Pak Harto menikmati tusuk sate pertamanya," tulis Tarzam, dalam buku 34 Wartawan Istana Bicara Tentang Pak Harto.

Tarzam pun mendatangi Pak Harto sambil senyum dan menanyakan, "Apa satenya enak, pak?". Pak Harto pun menoleh, tangannya mengambil setusuk sate dan memberikan kepada Tarzam sambil berkata "Nih, coba sendiri,".

Tak pikir panjang, Tarzam langsung menerima pemberian setusuk sate dari Pak Harto, lalu mengunyah potongan pertama daging sate kelinci. Belum selesai dagingnya tertelan, Pak Harto balik bertanya, "Gimana, enak kan?"

"Belum sempat saya merasakan nikmatnya sate itu, akhirnya langsung mengangguk dan berkata "iya pak, enak" kemudian tertawa. Tak disangka, Pak Harto juga tertawa dan ditimpali oleh undangan yang datang ke acara, terutama para wartawan," tulis Tarzam.

Kejadian ini ternyata terekam oleh kamera Televisi Republik Indonesia (TVRI) dan disiarkan secara nasional ke seluruh Indonesia.

"Tak lama banyak teman dari berbagai daerah yang menelpon memberikan selamat kepada saya. Itu menjadi kenangan yang sangat indah dan tidak terlupakan," kenang Tarzam.

Ini mengubah kesannya terhadap Presiden era Orde Baru itu. Soeharto ternyata bukan sosok yang menyeramkan. Saat mood-nya sedang baik, ia juga bisa berkelakar dan mau bercanda dengan orang-orang di sekitarnya.(eh) 

 Kisah Soeharto Hendak Ditipu "Guci Wasiat" dari Belanda 

Alat itu diklaim dapat menyuburkan tanah.

Masih ingat proyek blue energy yang bikin heboh pada tahun 2008? Penemuan yang sempat dipresentasikan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diklaim dapat mengubah air menjadi bahan bakar. Namun di kemudian hari, proyek tersebut ternyata gagal. Nah, penawaran inovasi teknologi yang belum jelas keampuhannya semacam ini ternyata juga pernah terjadi di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Ansor Fahim, wartawan harian Berita Yudha yang pernah bertugas di Istana Negara pada era Soeharto, menuliskan kisah tentang “bodem korektor” atau guci wasiat, alat yang diklaim dapat menyuburkan tanah. Kisah itu ia muat dalam buku “34 Wartawan Istana Bicara tentang Pak Harto” yang diluncurkan Rabu, 27 Maret 2013.

Ansor menceritakan, suatu hari Menteri Muda Urusan Transmigrasi pada Kabinet Pembangunan III periode 1978-1983, Martono, mendatangi Presiden Soeharto di kediaman pribadinya di Jalan Cendana, Jakarta. Ia menghadap Soeharto untuk memperkenalkan tamu dari Belanda yang membawa alat “ajaib.” Tamu itu disebut Martono sebagai ahli di bidang kesuburan tanah.

Tamu Belanda itu kemudian mengeluarkan alat yang ia sebut “bodem korektor.” “Bodem korektor bisa menyuburkan tanah. Saya lebih suka menyebutnya “guci wasiat”,” kata Martono. Jika guci wasiat itu diaktifkan, maka tanah tandus dalam radius beberapa ratus meter diklaim dapat berubah menjadi subur. Sungguh menakjubkan.

Namun ketika ditanya apakah Soeharto akan menggunakan guci wasiat tersebut, Martono menjawab tidak. “Pak Harto meminta alat ini diteliti dan dikaji dulu. Kalau memang benar (sesuai klaim), mungkin bisa digunakan di daerah Gunungkidul, Nusa Tenggara Timur, atau daerah-daerah yang kurang subur lainnya,” ujar Martono.

Selang beberapa lama, salah satu lembaga penelitian merilis hasil penelitiannya atas guci wasiat itu. Ternyata teknologi pengubah tanah tandus menjadi subur tersebut hanya tipuan belaka. Isi guci wasiat hanya kumparan kabel biasa yang tidak dapat menyuburkan tanah.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Ansor berpikir tidak mungkin Soeharto bisa ditipu atas nama teknologi canggih. “Pak Harto sangat fasih dalam sektor pertanian. Tidak mungkin diperdaya oleh peralatan-peralatan yang berkaitan dengan kebutuhan para petani,” kata dia.(eh)

  ● Vivanews  

[Foto] Latihan Parsial Korps Marinir TNI AL

Situbondo • Sedikitnya 2000 prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Pasrat 13 melakukan pendaratan amfibi di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Rabu, (27/3). Kegiatan ini merupakan latihan Parsial menjelang Latihan Gabungan TNI tahun 2013 yang akan digelar Mei 2013.

http://us.images.detik.com/content/2013/03/27/464/mstory-marinir4.jpg
http://i1338.photobucket.com/albums/o681/Gheg_Ghel/130328alatgab1_zps4d3d8feb.jpg


Seluruh personel dan material tempur Korps Marinir TNI AL tersebut melaksanakan latihan Parsial Latgab TNI tahun 2013 dengan menggunakan KRI Makassar-590, KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Sibolga-544, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cendrawasih-534, KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Cirebon-543.(dok. Korps Marinir)

http://i1338.photobucket.com/albums/o681/Gheg_Ghel/130328alatgab2_zpsd4c8f439.jpg


Pendaratan amfibi prajurit Korps Marinir TNI AL yang disaksikan Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S  dan beberapa pejabat teras dijajaran Koarmatim dan Korps Marinir.(dok. Korps Marinir)


http://us.images.detik.com/content/2013/03/27/464/mstory-marinir2.jpg


Selain melibatkan 2000 prajuritnya, Korps Marinir TNI AL juga menurunkan material tempurnya dalam latihan tersebut.(dok. Korps Marinir)


http://us.images.detik.com/content/2013/03/27/464/mstory-marinir3.jpg
http://i1338.photobucket.com/albums/o681/Gheg_Ghel/130328alatgab6_zps0aa8452f.jpg


Material tempur yang diturunkan diantaranya 4 unit LVT-7, 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit Kapa K-61, 2 unit Kapa PTS, 2 unit Roket RM 70 Grad, 2 unit BVP-2 dan 4 unit How 105 mm serta 16 perahu karet beserta motor tempelnya.(dok. Korps Marinir)




Pesawat Sukhoi, F-16 dan Super Tucano juga diterjunkan dalam latihan ini.(dok. Korps Marinir)


  ● detikFoto | Liputan6  

Rabu, 27 Maret 2013

TNI AU Uji Coba Rudal Maverick

Situbondo • TNI Angkatan Udara (TNI AU) menguji coba persenjataan canggihnya di pusat latihan tempur Karang Tekok, Situbondo, Rabu (27/3/2013). Salah satunya dengan menembakkan rudal Maverick dari pesawat tempur F-16.

Penembakan rudal maverick yang dapat menembus bungker itu dilakukan dalam sebuah operasi udara TNI AU untuk menghancurkan kekuatan lawan, sebelum melakukan infasi atau penyerbuan.

"Yang kita laksanakan ini latihan Sikatan Daya tahun 2013. Dalam latihan ini kita mengasumsikan lima operasi TNI AU. Di antaranya operasi serangan udara strategis, dimana kita akan menghancurkan sentral ografiti lawan," kata Masda Agus Supriatna di lokasi titik tinjau (T-12) Puslatpur Karang Tekok Situbondo.

Pangkoops II TNI AU itu menambahkan, jika operasi pertama itu gagal maka akan dilanjutkan dengan operasi lawan udara ofensif. Sasarannya dengan menghancurkan pesawat-pesawat tempur atau apa saja yang dapat mengancam negara Republik Indonesia (RI). Berikutnya baru dilaksanakan operasi pertahanan udara.

"Dalam latihan ini kita akan menghancurkan target yang sudah ditentukan, sesuai dengan kemampuan pesawat yang kita miliki. Alutsista yang kita gunakan ada pesawat F-16 sebagai main bodys atau striker dan akan dikawal oleh skipper pesawat F-5. Daya hancurnya akan dilakukan oleh pesawat-pesawat Sukhoi, Maverick juga akan kita laksanakan dengan menggunakan pesawat F-16," sambung Masda Agus.

F16 TNI AU membawa AGM Maverik 
Operasi Sikatan Daya adalah operasi serangan udara yang bertujuan untuk menghancurkan pusat kekuatan lawan (OSUS) yang berdampak strategis bagi jalannya peperangan. Sasaran serangan udara ini di antaranya adalah untuk batalnya niat lawan untuk berperang atau menghentikan perang. Selain itu tercapainya kemenangan perang.

Operasi Sikatan Daya diawali dengan pesawat Boeing 737 dengan mengadakan pengintaian udara untuk mendapatkan informasi kekuatan, kemampuan, dan posisi musuh secara akurat. Berikutnya disusul 1 flight pesawat F-16 sebagai striker menyerang kekuatan lawan dengan air to ground missile AGM-65G Maverick yang menggunakan sistem pencari panas (infrared tracking system) terhadap sasaran presisi. Saat bersamaan, satu pesawat F-5 memberikan perlindungan terhadap pesawat penyerang F-16 fighting falcon untuk mengatasi ancaman musuh dari udara.

Disusul berikutnya pesawat Embreyer 319 Super Tucano yang membawa 4 bom MK-81 seberat 250 pound. Bom yang dijatuhkan di lokasi sasaran itu merupakan bom anti personel. Operasi ditutup dengan aksi pesawat Sukhoi 27 SKM dan Sukhoi 30 MK2 yang masing-masing membawa 18 bom OFAB 100 sebagai areal booming. Setelah membombardir kekuatan lawan, TNI AU pun berhasil memenangkan peperangan. Selain Pangkoops II TNI AU Masda Agus Supriatna, latihan tersebut juga disaksikan para petinggi TNI AU lainnya, termasuk sejumlah Komandan Pangkalan Udara.

"Personel yang dikerahkan sekitar 1.650 an personel, baik dari Lanud Hasanuddin, Lanud Iswahyudi, dan Abdurahman Shaleh, serta Paskhas TNI AU. Rencana ke depan, mudah-mudahan sesuai rencana pemerintah kita akan kedatangan pesawat T-50 dari Korea Selatan dan 24 pesawat F16 dari Amerika, serta pesawat-pesawat tanpa awak," pungkas Masda Agus Supriatna.

  ● detik  

2.000 Marinir Mendarat di Pantai Banongan Situbondo

 Latgab 2012
Sekitar 2.000 prajurit marinir TNI-AL melakukan pendaratan di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi sebagai simulasi serangan terhadap pertahanan musuh dalam "Latihan Parsial III Operasi Amfibi 3012".

Pendaratan pasukan dengan menggunakan kendaraan tank amfibi itu disaksikan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A Faridz Washington dan petinggi militer lainnya.

Latihan tempur yang dimulai dari Dermaga Ujung Koarmatim di Surabaya dan kemudian dilanjutkan ke Laut Jawa itu juga melibatkan 20 kapal perang berbagai jenis dari Koarmatim, Koarmabar dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Pengerahan kapal perang dan prajurit TNI AL itu dipimpin oleh Laksda Agung Pramono yang bermarkas di KRI Makassar-590.

Selain kapal perang latihan tersebut juga melibatkan puluhan tank amfibi Marinir, persenjataan seperti meriam Howitzer, peluncur roket, perahu karet serta helikopter.

Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana menjelaskan bahwa latihan parsial ini merupakan persiapan unsur TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan TNI pada Mei mendatang.

  ● Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...