Sabtu, 24 Agustus 2013

Siap Tempur, Saat Pesawat Asing 'Bandel'

 Kisah Penjaga Angkasa Indonesia 

Jakarta - Radar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II Lapangan Udara Hasanuddin Makassar menangkap adanya pesawat asing yang masuk wilayah Indonesia pada Senin sore, 7 Maret 2011 pukul 15.50 waktu setempat.

Petugas Air Trafic Control (TAC) berusaha meminta konfirmasi dari pesawat jenis Boeing 737 itu yang diketahui milik sebuah maskapai penerbangan internasional di Pakistan.

Namun kepada petugas TAC sang pilot tak dapat menyebutkan kode dokumen yang diminta. Seperti, flight approval dari Kementerian Perhubungan, security clearance dari Kementerian Pertahanan, dan diplomatic clearence dari Kementerian Luar Negeri.

Karena tak dapat menjawab kode yang diminta itu, maka diperintahkanlah 2 buah pesawat Sukhoi milik Angkatan Udara untuk mengejar pesawat tersebut. Pesawat dengan kode penerbangan PA 7889 berhasil digiring ke Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

Peristiwa tersebut tak bisa dilupakan oleh Komandan Skuadron Udara XI Wing 5 Lapangan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar Letnan Kolonel (Penerbang) Deddy Ilham Suryanto Salam. Saat itu, Deddy merupakan salah satu pilot Sukhoi SU-27 yang mengejar dan memaksa turun pesawat komersial Pakistan tersebut.

Kondisi geografis Indonesia yang luas menjadi tantangan para pilot pesawat tempur untuk selalu mengawal tanpa mengenal waktu. Patroli pun gencar dilakukan untuk mencegah masuknya pesawat asing tanpa izin.

Begitu radar mendeteksi pesawat asing melintas tanpa izin, perintah untuk mengejar dan mencegat harus dilakukan. Bila pesawat tersebut 'bandel', sang pilot harus siap bertempur demi menjaga kedaulatan.

“Enggak ada grogi, Kami ini tentara. Perintah A ya laksanakan A. Perintah B ya laksanakan B. Itu kan atas perintah komandan,” kata Deddy kepada detikcom, Sabtu (17/8) di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta.

Kini secara perlahan, anggapan bahwa Indonesia mudah dilewati pesawat asing yang tidak punya izin mulai berkurang. “Enggak perlu takut. Militer negara kita ini mampu menjaga kedaulatan negara. Ke depan ya harus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar pria humoris itu.

Usaha untuk melahirkan penerbang yang handal terus dilakukan Angkatan Udara mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas. Salah satunya dengan mengirim pilot untuk belajar simulator Sukhoi di luar negeri seperti Rusia.

Pelatihan ini sekaligus untuk menambah jam terbang dan kemampuan sang pilot. Sehingga setelah setelah kembali ke tanah air bisa mengaplikasikan tugasnya untuk menghadang atau mencegat pesawat asing.

Selain itu, peningkatan lain bisa dilakukan dengan cara modifikasi latihan untuk mengembangkan kemampuan para pilot. “Kalau latihan kan bisa direncanakan. Tapi, prioritas kami tidak asal latihan. Ada rating-rating yang harus kami tingkatkan,” kata pria yang punya catatan 2500 jam terbang itu.

Sabtu (17/8) lalu pada peringatan hari kemerdekaan ke 68, mereka para pilot Indonesia itu memperagakan atraksi pesawat tempur Sukhoi dan F-16 di Istana Negara, Jakarta.(erd/erd)

  ● detik  

PTDI Kebanjiran Pesanan

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, PT Dirgantara Indonesia Persero (PT DI) sedang mengerjakan banyak proyek yang berasal dari dalam dan luar negeri. Berbeda dengan kondisi semasa Orde Baru, BUMN kedirgantaraan ini sepi pesanan. "Sekarang ini, PT DI paling sibuk dalam sejarahnya karena banyak pekerjaan, seperti membuat helikopter 65 unit, dan harus jadi dalam 3 tahun, buat spare part Boeing dan Airbus. Waktu orba (orde baru) tidak sesibuk ini," kata Dahlan, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Jum`at (23/8).

Menurut mantan direktur utama PT PLN ini, pesanan 65 unit helikopter itu merupakan permintaan dari TNI Angkatan Udara, setelah dana anggaran TNI AU telah disetujui oleh DPR RI Komisi I. Dengan berbagai pesanan produk itu, alhasil performa perusahaan akhir tahun lalu hingga saat ini sudah positif.

"Jadi jangan pikir PT DI tidak sibuk. Saat ini, PT DI tidak lagi rugi pada tahun lalu, karena sudah banyak pesanannya," tuturnya.

PT DI juga akan semakin disibukkan dalam beberapa tahun mendatang sebab perusahaan direncanakan mendapatkan pesanan pesawat jenis N219 dari PT Lion Mentari Airline sebanyak 100 pesawat. Nantinya pesanan pesawat tahap awal akan datang pada 2015.

"Lion Air akan beli pesawat PT DI. Selama ini, Lion Air membeli pesawat dari luar negeri dan mesinnya buatan Kanada, namun Kanada juga berkeinginan pengiriman mesin ke negara lain, termasuk Indonesia," paparnya.

Bahkan, PT DI akan memproduksi secara langsung CN 295. Selama ini, pesawat dibuat oleh tenaga ahli Indonesia, namun pengerjaannya dilakukan di Spanyol. Hal ini dilakukan karena teknologi pembuatannya belum dikuasai oleh PT DI.

"Akhir tahun ini, teknologinya dibuat di Indonesia khususnya di Bandung karena dananya sudah ada," imbuh Dahlan.(*/DKu)

  ● Gatra  

Jumat, 23 Agustus 2013

DPR Dukung Indonesia Pengadaan Satelit Pertahanan

Selama ini, satelit yang digunakan untuk kebutuhan pertahanan negara, masih menyewa, sehingga rentan dari segi keamanan dan rawan pencurian data oleh pihak lain.

http://sin.stb.s-msn.com/i/AD/3BA890C2FC6361BE1018E4E6D276F8.jpgWakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung rencana pengadaan satelit untuk keperluan militer. Selama ini, satelit yang digunakan untuk kebutuhan pertahanan negara, masih menyewa, sehingga rentan dari segi keamanan dan rawan pencurian data oleh pihak lain.

"Kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, guna mengakhiri ketergantungan dari pihak lain. Karena selama ini satelit untuk sistem pengamanan negara masih sewa," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita kepada JurnalParlemen, Kamis (22/8).

Agus pun berharap, pengadaan satelit untuk kepentingan militer itu menggunakan buatan dalam negeri sendiri. Sebab, jika ditinjau dari keamanannya, akan lebih aman daripada membeli satelit dari negara lain.

"Kami dengar putra-putri dalam negeri sudah mampu membuat satelit sendiri, yang kualitas dan speknya tidak kalah dengan satelit buatan negara lain. Karena itu, kami akan mendukung pengadaan satelit untuk militer itu, jika menggunakan buatan dalam negeri sendiri. Karena dari segi keamanannya juga terjamin."

Agus pun optimistis rencana pengadaan dan pembelian satelit untuk militer itu dapat segera terwujud, seiring dengan anggaran Kementerian Pertahanan pada RAPBN 2014, yang mencapai lebih dari 83 triliun, di luar dana tambahan dan dana on top. "Saya kira soal anggaran tidak masalah. Dapat menggunakan anggaran di RAPBN 2014, di luar anggaran rutin yang bersifat operasional. Karena kita juga dukung adanya penambahan anggaran di luar pagu yang ada," katanya.

  ● Jurnal Parlemen  

KASAD Kukuhkan Tiga Batalyon Raider Baru

Kasad Jenderal TNI Moeldoko tengah memeriksa barisan pada peresmian tiga batalyon raider baru di Lapangan Tembak Brigif 15 Kujang Siliwangi di kawasan Gunung Bohong Kota Cimahi, Kamis. (Foto: ANTARA Jawa Barat)

Bandung • Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Moeldoko meresmikan tiga batalyon raider baru di lingkungan TNI AD yang dilaksanakan di kompleks Lapangan Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi, Kamis.

Tiga batalyon raider baru itu adalah Batalyon 111 Kodam Iskandar Muda sebelumnya Yon 111/Karma Bhakti, Batalyon 411 Kostrad sebelumnya Yon 411 Beruang Hitam dan Batalyon 641 Kodam XII Tanjungpura sebelumnya Batalyon 641 Pendawa.

Hadir pada acara tersebut Komandan Kodiklat TNI AD, Pangkostrad, Pangdam III Siliwangi, Danjen Kopassus, sejumlah Pangdam, Kapolda Jabar serta sejumlah direktur di jajaran TNI AD.

Sebelum meresmikan batalyon raider, Kasad menerima penyematan brevet Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) di Lapangan Brigif 15 Kujang II Siliwangi. Penyematan brevet Penerbad disematkan oleh Komandan Pusat Penerbad Brigjen TNI Apipudin.

Peresmian batalyon raider baru itu ditandai dengan pembukaan selubung panji kesatuan ketiga batalyon yang baru serta penutupan selubung panji batalyon lama.

Pada kesempatan itu, Kasad juga meresmikan pelatihan raider yang akan dipusatkan di sejumlah titik di wilayah Bandung Raya.

Pelatihan akan dilakukan selama tiga bulan di Bandung dengan instruktur dari Korps Pasukan Khusus. Khusus untuk Batalyon Raider 111 Iskandar Muda akan tetap berada dan menjalani latihan di Aceh dengan mendatangkan instruktur dari Kopassus.

"Pembentukan batalyon raider yang baru hari ini bukan yang terakhir, ke depan akan dibentuk batalyon raider baru lainnya, sehingga satuan-satuan yang ada agar mempersiapkan diri," katanya.

Ia menegaskan, latihan raider ini bukan peragaan untuk keindahan peragaan, tapi membentuk prajurit yang tangguh dalam bertempur. Berlatih keras dan keras, menantang dan realistis sesuai metode, manajemen, skenario dan rencana operasional. Ia menyebutkan, pelatihan yang terus digelar untuk menghadirkan semangat, profesionalisme, handal dan tangguh.

Kasad menyebutkan, batalyon raider merupakan pasukan pemukul dengan tugas pokok melaksanakan operasi khusus antara lain penanggulangan teror, pertempuran berlarut dengan keterampilan operasi raider, mobilitas udara dan pertempuran jarak dekat.

Pasukan raider juga merupakan satuan yang memiliki karakter operasi cepat, bergerak rahasia dan kena dengan bekal taktik bertempur dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.

"Dengan kemampuan raider, pasukan ini diharapkan bisa menjawab tantangan dan kebutuhan di lapangan dalam menjaga kesatuan NKRI," kata Kasad menambahkan.

Peresmian batalyon baru itu diisi dengan pementasan aktraksi keterampilan prajurit yakni bela diri militer Merpati Putih, terjun payung serta peragaan taktik tempur maupun pasukan helikopter yang menurunkan dua unit Bell 2015, dua unit Bell 412 serta Heli Serbu M-17.

  ● Antara  

Pesawat latih TNI AU alami gangguan pendaratan

http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/pesawat_latih_milik_tni_au_sejenis_ini_yang_jatuh_100624175857.jpg
Ilustrasi Pesawat Latih TNI AU
Sleman - Pesawat latih milik TNI AU yang dipiloti siswa Sekolah Penerbang Adisutjipto, Jumat pagi, sempat mengalami gangguan dalam pendaratan sehingga penerbangan komersial di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta ditutup beberapa saat.

"Sekitar pukul 09.30 WIB ada laporan dari siswa yang sedang menerbangkan pesawat latih jenis Charli yang mengalami gangguan saat akan mendarat," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor Sus Londong.

Menurut dia, dengan adanya laporan tersebut maka untuk penerbangan komersil di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ditutup sementara atau ditunda untuk memberikan kesempatan pesawat latih melakukan pendaratan.

"Kami memang melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi sesuatu. Semua perangkat pengamanan sesuai prosedur pendaratan darurat dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, setelah dilakukan antisipasi akhirnya pesawat latih dapat mendarat dengan selamat.

"Saat ini operasional Bandara Adisutjipto Yogyakarta juga sudah dibuka kembali," katanya.

  ● Antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...