Jumat, 01 Januari 2016

Mengapa Indonesia menambah kekuatan militer di Natuna?

Kawasan Laut Cina Selatan menjadi sengketa banyak negara karena nilai ekonominya amat tinggi. Kawasan Laut Cina Selatan [AP]

Saat ini, 14 bulan telah berlalu sejak Presiden Joko Widodo merencakan untuk menempatkan Indonesia sebagai negara poros maritim global, yang termasuk di dalamnya perhatian terhadap pengurangan konflik antara negara-negara di Laut Cina Selatan melalui "upaya perdamaian internasional".

Namun dalam beberapa bulan ini, Indonesia telah memperkuat kehadiran militernya secara mencolok di Natuna, sebuah pulau yang kaya akan gas alam, dimana wilayah itu tumpang tindih dengan wilayah yang diakui sebagai kedaulatan Cina.

Para pengamat mengatakan langkah Indonesia ini merupakan tanggapan terhadap apa yang diaggap sebagai "ancaman Cina" terhadap kedaulatan Indonesia di pulau ini, yang "cepat atau lambat" akan berdampak pada Indonesia.

 Ancaman "netral"
Satgas Natuna [TNI AL]

Jakarta mengatakan akan meneruskan "kebijakan netral" terhadap Cina, di tengah memanasnya ketegangan ketika beberapa pejabat mengkritik Cina karena mengklaim wilayah zona ekonomi eksklusif Indonesia yang berdekatan dengan Natuna sebagai wilayah Cina.

Penekanan terhadap posisi netral ini datang sesudah Cina menyatakan "tak keberatan" terhadap kedaulatan Indonesia terhadap Natuna.

Namun Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamirzad Ryacudu mengatakan tak aman untuk mengabaikan kemungkinan ancaman di masa depan, sekalipun situasi tampaknya meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami telah memperkuat kapasitas militer kita untuk mengantisipasi berbagai ancaman, baik itu pencurian ikan atau masuknya mereka ke wilayah Indonesia secara ilegal," kata Ryacudu.

Para ahli mengatakan alasan untuk ini adalah aktifnya Cina di bagian lain Laut Cina Selatan, dimana militer Indonesia "tak bisa menutup mata."

 Strategi pertahanan
Pesawat Sukhoi menyapa warga kota [def.pk]

Angkatan Darat, Laut dan Udara Indonesia telah menyusun formula untuk memperkuat pertahanan di Natuna.

Pihak militer mengatakan sedikitnya ada tambahan satu batalion untuk memperkuat pangkalan angkatan laut yang sudah ada di Natuna.

Angkatan Darat, yang sekarang mengerahkan 800 prajurit di Natuna, akan menambah jumlahnya hingga 2.000 di tahun 2016.

Angkatan Udara juga akan menambah pesawat tempur di wilayah itu.

Natuna saat ini kekurangan fasilitas untuk mengakomodasi sejumlah besar pesawat. Angkatan Laut telah mengirim tujuh kapal perang ke perairan Natuna bulan lalu untuk berkeliling dan "menjaga kedaulatan", menurut juru bicara AL, Laksamana Pertama M. Zainudin.

Bulan ini, Angkatan Laut mengirim 14 kapal perang untuk mengawasi Laut Cina Selatan.

Sektor pertahanan udara juga mengerahkan radar di beberapa bagian pulau untuk melakukan operasi pengawasan selama 24 jam.

Sebagai tambahan, Indonesia menandatangani perjanjian dengan Jepang awal bulan ini untuk menerima teknologi dan peralatan militer, yang sebagian besarnya dikirim untuk digunakan di Pulau Natuna.

Indonesia juga berminat untuk bergabung dengan latihan perang gabungan dengan Amerika Serikat di wilayah ini.

Sudah dua kali latihan dilakukan bersama AS di Batam yang berjarak 480 km dari Natuna. Latihan ini termasuk penggunaan pengawasan dan pesawat patroli, seperti penggunaan pesawat P-3 Orion, yang dapat mendeteksi kapal di permukaan dan kapal selam.

Menteri pertahanan mengatakan telah menghabiskan US$ 14,2 juta (sekitar Rp 196 miliar) untuk memperkuat pangkalan militer di Pulau Natuna.

Namun pemerintah membantah bahwa penguatan tersebut merupakan antisipasi terhadap peningkatan ketegangan di Laut Cina Selatan.

Pemerintah Indonesia lebih suka menyebutnya sebagai "diplomasi pertahanan."

 'Perantara yang jujur'
KRI TNI AL

Sudah lama ada kekhawatiran bahwa Indonesia akan terlibat dalam pertikaian di Laut Cina Selatan karena pentingnya kawasan perairan tersebut.

Laut Cina Selatan merupakan jalur perdagangan yang mengantarkan barang dan jasa internasional dengan nilai US$ 5 triliun yang merupakan lima kali lipat GDP Indonesia. Salah satu pulau yang paling banyak disengketakan di Laut Cina Selatan.

Dengan jumlah sebesar itu di atas meja, Cina dan negara-negara lain di kawasan itu - juga Amerika Serikat - sudah mulai terlibat pertikaian mengenai kendali teritorial di wilayah tersebut.

Cina saat ini disebut-sebut sudah melakukan penimbunan laut dengan kecepatan yang mengkhawatirkan pihak lain.

Laporan maritim dari Departemen Pertahanan Amerika mengatakan pada bulan Juni tahun ini, Cina telah mereklamasi pantai 17 kali lebih banyak dalam 20 bulan terakhir, dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam 40 tahun sebelumnya.

Sekalipun Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia ingin tetap menjadi "perantara yang jujur" dalam perselisihan ini, dan "tak ada alasan" untuk terlibat, Indonesia pelan-pelan meningkatkan kehadiran militer di Natuna guna mengirim peringatan dan sinyal bahwa Indonesia tak ingin jadi bulan-bulanan.

Sementara itu, menteri pertahanan Indonesia mengatakan kapal perang dan pesawat jet sedang dirapikan untuk "mengawasi dan membela wilayah kita" serta tak akan menembak jika mereka dilewati oleh kapal perang negara lain di perairan Natuna.

"Mereka hanya akan saling menyapa dengan damai," katanya.

 Happy New Year 2016 

  BBC  

Acara Tradisi Pengukuhan Alih Bina Pesud NC-212 U-611

Jumat 25 Desember 2015 pukul 14.50 WIB, di Apron Lanudal Tanjungpinang, Komandan Wing Udara 2 Kolonel Laut (P) Muhammad Tohir beserta seluruh anggota Wing Udara-2 menyambut kedatangan Pesud Casa U-611, pilot Mayor Laut (P) Bambang Edi Saputro dan co-pilot Lettu Laut (P) Desly Robert. Pesawat ini memperkuat unsur di Skuadron 600 yang dikomandani Mayor Laut (P) Rahmat Jaya Perdana.

Turut hadir dalam acara tersebut Danlanudal Tanjungpinang Letkol Laut (P) Ludi Muharjo, Ketua Jalasenastri Cabang 4 dan cabang 5, Kapolsek Bandara RHF Iptu Buskardi, GM Airnav Bandara RHF Bpk.Apoi dan Kadisops Airnav Bpk.Mukhlis. Pukul 15.05 s.d 15.45 WIB dilaksanakan resepsi tradisi penyambutan di VIP Room Lanudal Tanjungpinang.

Casa U-611 ini dibuat oleh PT. Dirgantara Indonesia Bandung bekerja sama dengan pabrik pesawat Casa Spanyol. Pesawat memiliki dimensi panjang 15,154 meter (49,7 feet), lebar Wing Span 19 meter (62,3 feet), tinggi 6,30 meter (20,6 feet), berat kosong 4.775 kg, berat maksimum 7.700 kg, memiliki 2 buah engine (merk Garret), kecepatan jelajah 146 knot (270,3 km/jam), kecepatan maximum 200 knot (370,3 km/jam), jarak jelajah sejauh 750 nmil (1389 km), dan waktu jelajah terbang maksimum 5 jam.

Dalam sambutannya Danwing Udara 2 menyampaikan bahwa secara administrasi Casa ini sudah resmi masuk sebagai unsur di Wing Udara 2 pada tanggal 25 September 2014, tetapi pesawat ini baru bisa diserahkan ke Wing Udara 2 pada tanggal 25 Desember 2015 karena pada saat itu pesawat ini sedang dalam kondisi U/S (Unserviceable) dan juga harus melaksanakan Pemeliharaan Berkala IV-C di PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Acara tradisi pengukuhan alihbina Pesud Casa U-611 ke Wing Udara 2 ini berdasarkan Keputusan Komandan Puspenerbal No.KEP/15/IX/2015 tgl 16 September 2015 tentang Naskah buku petunjuk teknis pembinaan etika tata kehidupan perwira profesi penerbang. Pada halaman 16 tertulis: pembinaan tradisi adalah usaha membina, teratur dan berlanjut untuk melestarikan tradisi sejarah perjuangan bangsa, bertujuan membangkitkan semangat perjuangan dan semangat pahlawan untuk menumbuhkembangkan pengabdian tulus dan rasa bangga atas tugas yang diberikan negara, terdapat 9 pembinaan tradisi dan salah satunya pada urut no.7 yaitu : pengukuhan alihbina Pesud dari satuan lama ke satuan yang baru.

Pada bagian akhir sambutannya Danwing juga berpesan, dengan bertambahnya pesud di Wing Udara 2 bertambah pula tanggung jawab, crew pesawat diharapkan meningkatkan kemampuan dan dapat mengoptimalkan fungsi pesud yang ada di Wing Udara 2. Juga diharapkan agar crew pesud dapat menjaga dan merawat pesud yang dimiliki oleh Wing Udara 2.
 

 Happy New Year 2016 

  TNI AL  

96 prajurit Marinir tiba dari Lebanon

Sebanyak 96 prajurit Marinir yang tergabung dalam Satgas Marinir Batalyon Mekanik TNI XXIII-I Unifil dan FPC TNI Konga XXVI-G2 UNIFIL 2014/2015 tiba dari Lebanon.

Kedatangan mereka disambut Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Bambang Sutrisno mewakili Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman di lapangan apel Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis (31/12).

Ke-96 Prajurit Marinir itu terdiri dari 91 personel dari Pasmar-1, empat personel dari Kolatmar dan satu personel dari Lanmar Surabaya.

"Mereka adalah bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang sudah bertugas kurang lebih dari satu tahun," kata Letkol Marinir Joni Sulistiawan yang di satgas itu menjabat sebagai Komandan Military Staf G5 Training Officer Sektor Timur Lebanon.

Dalam amanat yang dibacakan Wadan Pasmar-1, Danpasmar-1 menyampaikan upacara penyambutan Satgas Garuda UNIFIL Lebanon itu merupakan manifestasi rasa bangga dan syukur oleh seluruh jajaran Korps Marinir kepada seluruh prajurit yang telah mampu melaksanakan tugas dengan baik dan menunjukkan prestasi yang membanggakan.

"Penugasan itu merupakan perwujudan dari UUD 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban, keamanan dan perdamaian dunia," katanya.

Apalagi, Korps Marinir telah diakui oleh dunia Internasional sebagai kekuatan Multinasional yang mampu melaksanakan tugas-tugas resolusi dewan keamanan PBB di bidang perdamaian dan kemanusiaan.

"Sebagai pasukan Multinasional, jadikan penugasan ini sebagai pengalaman yang berharga sekaligus merupakan kehormatan dan kebanggaan, yang nantinya hal-hal positif, baik mengenai organisasi maupun kinerja pasukan Negara lain, dapat dikembangkan di Satuan," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala upaya dan pengorbanan yang telah dilaksanakan.

"Selamat datang dan selamat berkumpul kembali dengan keluarga di rumah, dan segera sesuaikan dengan kehidupan normal dan mengikuti segala aturan yang berlaku di basis," katanya.

Pada hari yang sama, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Sugianto juga langsung menyambut kedatangan prajurit Brigif-1 Marinir yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda UNIFIL itu di Loby Brigif-1 Marinir Gedangan, Sidoarjo.

Sebanyak 21 prajurit Brigif-1 Marinir dibawah pimpinan Letda Marinir Deden Solehudin yang tergabung dalam Satgas UNIFIL Lebanon, yakni 19 prajurit tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-I/UNIFIL dan dua prajurit tergabung dalam Satgas Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-G2/UNIFIL.

"Penugasan yang kalian laksanakan ini merupakan sebagian dari tinta emas Korps Marinir dan bukti bahwa Korps Marinir selalu hadir dalam setiap Palagan, baik dalam negeri maupun pada tingkat Internasional dalam misi perdamaian dunia dibawah naungan bendera PBB. Saya bangga kepada kalian semua, karena telah dapat membawa misi Korps Marinir dan menyelesaikan penugasan ini dengan baik," katanya. (Ant)
 

 Happy New Year 2016 

  Elshinta  

[World] Modernisasi Tank Leopard 2A4 Polandia

Dimulai Tahun 2018Leopard 2PL [defence24]

Penandatanganan kontrak modernisasi 128 unit MBT Leopard 2A4 Polandia telah dilakukan Kementrian pertahanan Polandia. Diketahui bahwa Angkatan Darat Polandia telah membeli sebanyak 128 unit tipe 2A4 pada pertengahan tahun 2000an. Selain itu juga Polandia telah membeli MBT Leopard bekas Jerman tipe 2A5 sebanyak 105 unit.

Pada Bulan Oktober 2015, kementrian pertahanan Polandia menerima 3 perusahaan asing yang menawarkan modernisasi Leopard 2A4. Diantaranya Aselsan Turki, Rheimentall dan Krauss-Maffei Wegmann dari Jerman.

Dari 142 unit yang akan diperbaharui, yang dimulai pada tahun 2018.

Ada berita, bila Polandia mencari konfigurasi akhir yang mirip dengan Leopard 2A6Ms Kanada. Dengan memperkuat struktur baja, upgrade sistem komunikasi dan mampu bermanuvre dilingkungan panas seperti di Afghanistan, menambah perlindungan ekstra, dan menambahkan alat pembersihan ranjau.

Program modernisasi akan dimulai pada 2018 dan sebagian besar akan dilakukan oleh perusahaan Polandia, berkerjasama dengan perusahaan pertahanan-teknologi Jerman Rheinmetall.

Kepala inspektorat militer Polandia, Jenderal Adam Duda mengatakan bahwa proyek ini adalah nilai strategis penting bagi Polandia dan secara signifikan akan meningkatkan kinerja MBT serta keselamatan tentara Polandia di medan perang.

Selain modernisasi tank, kerjasama antara mitra juga dibina untuk keperluan di masa depan.

Leopard 2A4 yang merupakan tank tempur utama buatan Jerman dirancang dan diproduksi oleh Perusahaan Krauss Maffei Wegmann, merupakan penerus dari MBT  Leopard 1.

Leopard 2A4 yang dipersenjatai dengan meriam smoothbore 120 mm yang dikembangkan oleh Rheinmetall dengan dua jenis amunisi, APFSDS-T dan HEAT-MP-T. Peluru APFSDS-T memiliki jangkauan efektif lebih dari 2.000 m dan HEAT-MP-T memiliki tingkat tinggi efektivitas terhadap kedua target lunak dan keras. [defencenews]


 Happy New Year 2016 

  ☠ Garuda Militer  

[Foto] AX2342

✈ Pesawat Pesanan TNI AUAX 2342 merupakan nomor pesawat pesanan TNI AU. Dalam MEF Pertama TNI AU memesan sejumlah pesawat patroli maritim dari PT Dirgantara Indonesia.

Pesawat CN 235 MPA dalam pengerjaan di hanggar final assembly PT DI. [Noviarli Wahyudi/def.pk]

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkadkR4xxBNHWho_tNFw6NQjxbM_zT4NWmExIQ6IpZ3LF5xZgKjr_fK_rN7ZNJqOexbYRrzeRTUU0q3y3_A9-VdN5MY16kUk46mPSPqiiv6N63dNtNDtU54rNkPlSuRMsmVvGIDcmS-oG9/s1600/cn-235-tnipatmar3.jpg

Pesawat MPA produksi PT DI menggunakan sayap winglet. Winglet memiliki keunggulan dan potensi untuk meningkatkan kinerja dalam fase lepas landas, climb and cruise phases of flight pada penerbangan dengan meningkatkan rasio angkat-tarik pesawat dan mengatasi wingtip vortices, meredam putaran udara (vortex), mengatasi sayap pesawat yang kepanjangan, menghemat bahan bakar pesawat, bisa diirit hingga 7%, dan meningkatkan jarak jelajah. [Noviarli Wahyudi/def.pk]
[​IMG]

Pesawat dalam pengerjaan di final assembly hanggar PT DI. Nampak berbeda dengan pesanan pertama TNI AU, hidung pesawat terlihat normal, karena sensor dan sistem radar kemungkinan akan dibenamkan di bagian badan pesawat. [Noviarli Wahyudi/def.pk]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjHeqyPJSDzwQT9PHqWJLHJSIsb083Kev2tXK02blmvqgakur9BtfDG6gO9ARHBzyu6dR_U_n_MWMzPTIYhcoelJ8323iC9-OYQXhrbAlwB5c64GoXScgiErxv9us_7W-HsfgInn_0od91/s1600/2058574_20151210020303.jpeg

Pesawat pesanan TNI AU ini merupakan khusus patroli maritim atau biasa dinamakan MPA (Maritime Patrol Aircraft). Berbeda dengan sebelumnya, Pesawat ini menggunakan sensor dan sistem yang lain dan bisa menyerupai pesawat patmar TNI AL. [def.pk]
[​IMG]

Uji Tekanan, Pesawat pesanan TNI AU, AX2342 sedang menjalani ujicoba tekanan dalam kabin. Jaring pada pesawat berfungsi untuk menahan jendela, pintu, atau komponen lain jika terlepas, akibat kegagalan struktur saat kabin diberi tekanan. [def.pk]
 Happy New Year ....!!! 

  Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...