Kamov Ka-32A11VS [deagel] ☠
Tiongkok telah membeli tujuh unit helikopter multiperan Kamov Ka-32A11VS dan dua unit helikopter angkut Mil Mi-171E. Demikian hal tersebut diinformasikan Wakil Direktur Jenderal Russian Helicopters Holding Alexander Shcherbinin, Selasa (16/2).
"Kami telah menyepakati kontrak penjualan tujuh unit helikopter Ka-32A11VS dan dua unit Mi-171E kepada Tiongkok," kata Shcherbinin kepada wartawan di sela-sela pameran dirgantara internasional Singapore Airshow 2016. "Kedua jenis helikopter tersebut merupakan versi helikopter yang telah dimodernisasi, yang dilengkapi dengan mesin VK-2500, dan terutama telah disesuaikan untuk penerbangan di wilayah pegunungan tinggi di Tiongkok."
Dua helikopter Mi-171 dan lima helikopter Ka-32 akan dikirim ke Tiongkok pada tahun 2016, sedangkan sisanya, yaitu dua Ka-32 akan dikirim pada tahun 2017, kata Shcherbinin menambahkan.
Namun demikian Shcherbinin menolak untuk mengungkapkan nilai kontrak penjualan tersebut dan menyebutnya sebagai rahasia perusahaan.
Setelah molor beberapa tahun, Rusia akhirnya dijadwalkan akan mengirimkan rudal anti jet tempur S-300 ke Iran pada Kamis pekan ini. (Wikipedia) ★
Setelah molor beberapa tahun, Rusia akhirnya dijadwalkan akan mengirimkan rudal anti jet tempur S-300 ke Iran pada Kamis pekan ini. Rencananya pengiriman S-300 akan disusul dengan rencana pembelian persenjataan Rusia lainnya oleh Iran.
Seperti diberitakan oleh Sputnik, Rabu (17/2), Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan akan hadir dalam upacara penerimaan S-300 yang dikirimkan melalui Laut Kaspia.
Kontrak pembelian lima sistem rudal S-300 senilai US$800 juta dari Rusia ke Iran disepakati pada 2007 namun tertunda pada 2010 karena embargo Dewan Keamanan PBB terkait program nuklir Iran. Pemerintah Teheran sempat mengajukan gugatan hukum senilai US$4 miliar kepada Rusia akibat penangguhan pengiriman tersebut.
Penjualan dilanjutkan April tahun lalu jelang kesepakatan nuklir antara Iran dan negara-negara adidaya. Iran sepakat mengurangi kapasitas nuklir mereka sehingga tidak mampu membuat bom agar Barat mencabut sanksi ekonomi dan embargo persenjataan.
S-300 yang dibeli Iran radar yang mampu mendeteksi serangan hingga radius 290 kilometer dan melacak lebih dari 100 pesawat. Semua komponen S-300 bisa diletakkan di atas truk dan bergerak dalam hitungan menit.
Sistem ini dilengkapi enam unit yang terdiri dari radar pemandu dan lebih dari delapan peluncur yang bisa menampung empat rudal yang mampu melesat hingga jarak 144 kilometer. Setiap unitnya bisa menembak enam target dalam waktu bersamaan atau satu batalion yang terdiri dari 36 pesawat dalam satu waktu.
Selasa lalu Dehghan mengatakan bahwa pembelian S-300 adalah demi mendukung stabilitas di kawasan dan memperkuat kemampuan pertahanan Iran. "Tugas paling penting adalah memperkuat keamanan kami baik dari segi kualitas dan kuantitas untuk memastikan perlindungan dari serangan musuh," ujar Dehghan, dikutip dari kantor berita Rusia, Tass.
Pengiriman ini dilakukan menyusul ketegangan di kawasan antara Iran dan negara-negara Timur Tengah. Iran dituduh memicu ketidakstabilan keamanan dengan mendukung pemberontak Syiah Houthi di Yaman dan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Sumber Tass mengatakan Iran juga mengincar pembelian persenjataan Rusia lainnya, di antaranya adalah sistem rudal darat-ke-udara S-400 Triump, jet tempur Sukhoi Su-30SM, sistem pertahanan rudal pesisir Bastion, pesawat latih tempur Yakovlev Yak-130, helikopter Mi-8/17, kapal selam diesel dan kapal fregat. (den)
♞ CNN
Letkol Pnb Dedy Iskandar
Tanah di pemakaman pahlawan (TMP) Semaki Yogyakarta dan Suropati Malang belum lagi kering ketika Komandan Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdul Saleh Malang, Letkol Pnb Dedy Iskandar, mengudarakan Super Tucano.
Pesawat tempur canggih, yang membuat gugur Mayor Pnb Ivy Syafatillah dan teknisi Serma Syaiful Arief Rochman, itu seperti diakui Letkol Dedy, sebagai pesawat yang sangat cocok dengan kondisi alam negeri ini.
“Menerbangkan Super Tucano itu memiliki kualifikasi khusus, termasuk Mayor Pnb Ivy Syafatillah,” ujarnya, didampingi Kapen Lanud Abd Saleh, Mayor Hamdi L Allo.
“Salah satu tugas saya selaku komandan adalah mengijinkan pilot menerbangkan Super Tucano setelah meneliti kemahiran dan kondisi psikologis pilot, sehingga tidak asal terbang.”
Hal itu juga yang dialami perwira menengah lulusan Akademi TNI Angkatan Udara (AAU) tahun 2001 dengan 700 jam terbang bersama Super Tucano. Pengalaman lainnya juga menerbangkan pesawat Hawk saat bergabung di Skadron I Pontianak dan Sukhoi pada 2005.
“Saya mempelajari Super Tucano mulai teori dan sistem pesawat secara general di Brazil” kata lelaki asal Gresik yang sudah 19 tahun bertugas dan beberapa menerima tanda jasa. Letkol Dedy juga menjadi instruktur bagi siswa yang akan menempuh pendidikan berkaitan Super Tucano. (rinaldi/sir)
Tewaskan 7 Orang
bom mobil di Ankara (Reuters)
Ledakan bom kembali mengguncang Turki. Sebuah bom yang diledakkan dari jarak jauh, menewaskan tujuh orang hari ini.
Korban tewas merupakan anggota pasukan keamanan Turki yang tengah mengendarai sebuah kendaraan militer di wilayah tenggara Turki. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (18/22016).
Ledakan bom tersebut mengenai kendaraan lapis baja di jalan raya yang menghubungkan Diyarbakir dengan distrik Lice. Diyarbakir merupakan kota terbesar di wilayah tenggara Turki, yang mayoritas dihuni warga etnis Kurdi.
Ledakan bom ini terjadi hanya sehari setelah serangan bom mobil di Ankara yang menewaskan 28 orang. Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyebut pelaku serangan bom itu adalah anggota milisi Kurdi Suriah YPG yang bekerjasama dengan para pemberontak dari kelompok terlarang Kurdi, Kurdistan Workers Party (PKK).
Disebutkan Davutoglu, serangan bom itu menunjukkan bahwa YPG merupakan organisasi teroris. Turki pun mengharapkan kerjasama dari sekutu-sekutunya untuk menghadapi kelompok tersebut. (ita/ita)
According to a source in the Russian defense industry, Indonesia plans to buy four Beriev Be-200 amphibious planes from Russia.
© Flickr/ Pavel Vanka
Indonesia plans to buy four Beriev Be-200 amphibious planes from Russia, a source in the Russian defense industry said Thursday, adding a contract could be sealed shortly.
"They are currently finalizing talks to agree on the terms and conditions in the contract," the source told RIA Novosti.
The Be-200 is a unique Russian amphibious aircraft that is well-suited for firefighting missions. It can land on water and scoop up thousands of gallons of water into its hull and then drop its load onto a fire. The plane can be reconfigured for search-and-rescue or passenger flying.
Indonesian Air Forces' Chief of Staff Agus Supriatna announced last November that Jakarta wanted to add Russian amphibious planes to its air fleet.