KRI 404 Trisula [TNI AL]
Pemerintah memiliki 18 produk alat perlengkapan untuk pertahanan dan keamanan (alapalhankam) yang sedang dikembangkan industri pertahanan dalam negeri. Dari 18 peralatan itu, pemerintah punya tujuh alpalhankam prioritas.
18 kelompok alpalhankam itu sendiri terdiri dari kendaraan tempur, MKB, propelan, roket, senjata, kapal perang atas air, kapal selam, CMS, pesawat tempur, pesawat angkut, UAV, radar, satelit, peluru kendali, bom, alat komunikasi, almatsus Polri, dan nonalutsista.
"Setelah dilihat tujuh itu, ketemulah prioritas, seperti propelan, roket, rudal, medium tank, radar, kapal selam, pesawat tempur," kata Ketua Bidang Alih Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana Muda Purn Rachmad Lubis di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).
Tujuh kelompok alapalhankam ini menjadi prioritas karena kegunaannya. Pemerintah, kata dia, memandang jauh ke depan, untuk menguasai alapalhankam dengan teknologi tinggi ini.
Program prioritas ini akan dipenuhi dengan cara pengadaan luar negeri. Kata Rachmad, dalam proses pemenuhannya, ada sistem ofset yang dimanfaatkan pemerintah untuk 'mencuri' ilmu pembuatan teknologi itu.
Sehingga, industri pertahanan dalam negeri bisa membuat alapalhankam ini secara mandiri tanpa ketergantungan 100 persen terhadap pihak lain. Rachmad mencontohkan pembelian kapal selam yang dilakukan ke Korea Selatan.
Dua kapal selam yang dibeli, dibuat dan dirakit di Korea Selatan. Tapi, pemerintah mengirimkan sejumlah teknisi ke Korea Selatan untuk mempelajari perakitan dan pembuatannya.
Sementara, satu kapal selam akan dirakit di Indonesia. "Itu kita bangun dalam bentuk potongan untuk nanti kita rakit di Indonesia," kata dia.
Selain pengadaan luar negeri, program prioritas ini juga dipenuhi dengan sistem joint venture dan joint development. "Dan juga melalui litbang nasional. Selain program prioritas itu ada program rutin yang pengadaannya di dalam negeri," pungkas dia.
(REN)
♖ Metrotvnews
Prioritas 7 Alapalhankam
RKX200TJ Si Orenj
Tujuh kelompok alat perlengkapan untuk pertahanan dan keamanan (alapalhankam) menjadi prioritas dalam pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Kini, Indonesia sudah punya beragam produk, dari roket hingga kapal selam.
Tujuh kelompok alapalhankam ini menjadi fokus pengembangan industri pertahanan dalam negeri karena dinilai punya peran signifikan sebagai proyek jangka panjang. Indonesia pun membeli dari luar negeri dengan sistem ofset.
Ofset merupakan sistem pembelian barang (pesawat terbang dan sebagainya) yang mewajibkan pabrik penghasil sebagai penjual untuk memberikan lisensi pembuatan sebagian komponennya pada industri di negara pembeli. Sistem ini dimanfaatkan untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.
"Kalau kapal selam sudah berjalan, medium tank tahun depan sudah selesai prototype-nya," kata Ketua Bidang Alih Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana Muda Purn Rachmad Lubis di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).
Tujuh program prioritas ini terdiri dari, roket, radar, rudal, propelan, kapal selam, medium tank, dan pesawat tempur. Beberapa industri pertahanan dalam negeri telah mampu memproduksi ini, meski masih diperlukan pengembangan dan penyempurnaan.
Rachmad mencontohkan roket yang diproduksi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Roket itu sudah bisa diterbangkan, meski masih mengalami beberapa masalah teknis.
Pemerintah kata dia masih berusaha memperbaiki industri pertahanan dengan sistem ofset. Tiongkok, kata dia, telah menjanjikan memberikan ilmu pembuatan rudal secara cuma-cuma, asal Indonesia membeli 150 rudal buatan mereka.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi penghalang mengambil kesempatan yang ditawarkan Tiongkok. Indonesia, kata Rachmad, hanya mampu membeli lima rudal dalam satu rencana strategis (renstra).
"Berarti butuh 30 renstra, kalau kita beli teknologinya itu USD 250 juta, duit dari mana?" kata dia.
Tapi, pemerintah tak patah arang. Pemerintah mengakali dengan belajar sedikit-sedikit dari proyek pembelian dan pembangunan rudal.
"Di project ini kita titipkan avioninknya, di project yang itu kita belajar peledaknya, turbona seperti apa, begitu," kata dia. (REN)
♖ Metrotvnews
Di NTT
Ilustrasi arhanud TNI AD di Natuna [enzio]
Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto mengatakan pada 2017 Mabes TNI akan membangun Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara di wilayah Camplong, Kabupaten Kupang, NTT.
"Itu merupakan salah satu rencana strategis TNI untuk membangun satu batalyon di Kupang dalam rangka mengamankan wilayah perbatasan ini," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/11/2016).
Pembangunan artileri pertahanan udara tersebut, menurutnya, merupakan sebuah langkah dari pemerintah untuk mengamankan wilayah pertahanan udara sudah juga menjadi perhatian dari pemerintah pusat.
Pembangunan artileri pertahanan udara tersebut, menurutnya, sangat diperlukan mengingat NTT berbatasan dengan wilayah udaranya Timor Leste serta Australia.
"Alutista yang akan ditaruh di Camplong juga adalah alutista yang sudah sangat moderen, yang tentunya yang mampu untuk menjatuhkan pesawat-pesawat musuh jika terbang di atas wilayah Indonesia," tambahnya.
Pembangunan artileri pertahanan udara di Camplong tersebut juga bukan berarti bahwa saat ini Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur sedang dalam ancaman dari musuh, namun sebagai bagian dari kesiapan TNI dalam menjaga wilayah Indonesia.
"Kita harus siapkan payung sebelum hujan. Artinya pertahanan udara harus disiapkan terlebih dahulu, agar nanti kalau ada apa-apa kita kelabakan," ujar komandan berbintang satu itu.
TNI pada 2017 juga akan membangun markas kavaleri yang kekuatannya mencapai satu setingkat kompi di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
"Untuk komando kavaleri nantinya alutista yang disiapkan berupa tank-tank yang memang disiapkan untuk pertempuran darat," kata Heri Wiranto.
♖ Suara
[Ray Jordan/detikcom]
Selepas memberi arahan kepada pasukan Korps Brimob di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Presiden Joko Widodo langsung bergeser ke kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Jokowi hendak memberi pengarahan kepada pasukan Marinir.
Jokowi tiba di Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.55 WIB, Jumat (11/11/2016). Rencananya, Jokowi juga akan memberi pengarahan kepada prajurit Marinir.
Pantauan detikcom sebanyak 8 batalyon pasukan upacara Marinir sudah berbaris rapi. Mereka mengenakan pakaian loreng serta topi baret khas Marinir.
Selain itu, juga terlihat beberapa tank dan alutsistas lainnya disiagakan di belakang barisan pasukan Marinir.
Jokowi masuk ke lapangan upacara pukul 10.09 WIB. Jokowi berdiri di atas Tank BMP3F jenis amphibi. Tak lama kemudian, upacara dimulai dengan menyanyikan Mars Marinir.
(jor/aan)Sebagai Panglima Tertinggi Saya Ingin Pastikan Semua Loyal
Jokowi berdiri di atas tank BMP3F jenis amphibi. [Ray Jordan/detikcom]
Dalam dua hari ini, Presiden Joko Widodo melakukan safari militer, yakni mengunjungi satu persatu korps baik dari TNI dan Polri. Apakah tujuan Jokowi melakukan kunjungan itu?
Saat ditanya, Jokowi mengatakan dirinya memang sengaja ingin menemui para prajurit. Tujuannya untuk dekat dengan para prajurit baik TNI maupun Polri.
"Pertama, memang saya belum pernah mengunjungi prajurit-prajurit saya sebagai panglima tertinggi," kata Jokowi di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
Kedua, lanjut Jokowi, sebagai panglima tertinggi, dia ingin memastikan sikap loyal para prajurit TNI dan Polri.
"Saya ingin memastikan bahwa semuanya loyal kepada negara, setia pada Pancasila, pada UUD 1945, NKRI, Kebhinekaan kita. Sehingga, kalau sudah bertemu dan dekat seperti ini bisa kita rasakan prajurit kita siap," kata Jokowi.
"Memastikan itu saja," tambahnya.
Sebelumnya, pada Kamis (10/11) kemarin, Jokowi menyambangi dan memberi arahan kepada Korps Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim. Pada hari ini, safari militer Jokowi berlanjut dengan menyambangi Markas Korps Brimob Polri di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan dilanjutkan dengan menyambangi Markas Marinir di Cilandak, Jaksel.
(rjo/rvk)Loyalitas Marinir Tak Diragukan, Hadapi yang Mengganggu Persatuan!
Jokowi di Mako Marinir
Dalam safari militer Presiden Joko Widodo, Korps Marinir mendapat banyak pujian. Selain memastikan soal loyalitas, Jokowi meminta agar Marinir menghadapi pihak-pihak yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
"Prajurit Korps Marinir adalah prajurit TNI yang disegani, yang selalu akan hadir di setiap ladang pertempuran di seluruh pelosok nusantara demi keutuhan NKRI," ungkap Jokowi dalam sambutannya di Mako Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
Tah hanya itu, Jokowi memuji Marinir sebagai pasukan yang selalu mendapat apresiasi dari negara-negara sahabat. Terutama ketika bertugas sebagai pasukan perdamaian dunia.
"Kita tahu loyalitas Korps Marinir pada rakyat, pada bangsa, pada negara, tidak perlu diragukan lagi," kata dia,
Jokowi pun memberi perintah khusus kepada para prajurit korps baret ungu itu. Ia meminta agar Marinir dapat mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memastikan kedamaian di NKRI.
"Sebagai panglima tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada perwira dan prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan, yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," perintah Jokowi.
"Sebagai tentara nasional, prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga NKRI," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan dirinya mengingatkan untuk seluruh prajurit TNI untuk memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Serta untuk selalu setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika.
"Selalu membela ideologi negara serta Pancasila. Tetaplah sebagai benteng negara dan bangsa Indonesia," tandas Jokowi.
Seperti diketahui Jokowi tengah melakukan safari militer dalam dua hari terakhir. Setelah dari Kopassus kemarin, Kamis (10/11), hari ini Jokowi bertandang ke Mako Brimob dan Mako Marinir. Di lokasi terakhir, tampak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menemani.
(elz/fjp)
♖ detik
[Ray Jordan/detikcom]
Setelah mengunjungi Markas Kopassus di Cijantung kemarin, hari ini giliran Markas Korps Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok yang disambangi. Jokowi akan memberikan pengarahan kepada Pasukan Brimob.
Jokowi tiba di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 08.25 WIB, Jumat (11/11/2016). Tak lama setelah tiba, upacara dilakukan.
Irjen Pol Murad Ismail yang merupakan Komandan Korps Brimob Polri didaulat menjadi Komandan Upacara. Sementara itu, Presiden Jokowi menjadi Inspektur Upacara.
Rencananya, Jokowi akan memberikan pengarahan kepada pasukan Brimob. Turut mendamping Jokowi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Selalu Waspada Terhadap Gangguan Keamanan
[Aditya Mardiastuti/detikcom]
Presiden Joko Widodo hari ini memberikan pengarahan kepada pasukan Korps Brimob Polri. Jokowi meminta agar pasukan Brimob selalu waspada terhadap gangguan keamanan.
"Sebagai pimpinan tertinggi Polri, saya perintahkan kepada seluruh perwira dan anggota Brimob untuk tetap waspada terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Jokowi saat menjadi Inspektur Upacara di Markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016).
Dikatakan Jokowi, sekecil apapun potensi gangguan keamanan, harus segera ditangani. "Jangan menunggu sampai masalah menjadi lebih besar dan membesar," kata Jokowi.
Jokowi juga meminta kepada pasukan Brimob untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh masyarakat, tanpa membedakan Suku, Agama dan Ras Antargolongan (SARA).
"Sekali lagi, berikan pengayoman, perlindungan rasa aman untuk seluruh rakyat tanpa membedakan asal suku, agama dan golongan," kata Jokowi.
"Dan saya meyakini, sekali lagi, Brimob mampu menjadi pelopor persatuan, menjaga kebhinekaan. Jalinlah komunikasi dengan seluruh anak bangsa. Ajak mereka untuk mengedepankan semangat persatuan, kesatuan. Semangat untuk jadikan Indonesia yang damai, tertib, bersatu," tambah Jokowi. (jor/bag)Perintah Lengkap Presiden Jokowi
Presiden Jokowi di Mako Brimob (Dhita/detikcom)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi menyambangi Markas Korps Brimob Polri. Sebagai pimpinan tertinggi, dia memberikan perintah khusus kepada Brimob.
Jokowi tiba di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016) pagi. Turut mendampingi Seskab Pramono Anung dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Dalam amanatnya kepada Komandan Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail dan jajarannya, Jokowi menekankan Brimob harus melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras maupun golongan (SARA).
Jokowi memerintahkan agar Brimob meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sekecil apapun gangguan itu, harus segera ditangani hingga tuntas.
Berikut arahan dan perintah lengkap Presiden Jokowi kepada pasukan Brimob:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Selamat Pagi, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Yang saya hormati para Menteri, Kapolri, Wakapolri,
Yang saya hormati, Kepala Korps Brimob dan para anggota Brimob yang saya banggakan.
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada seluruh anggota Korps Brimob Kepolisian Republik Indonesia, atas kerja keras, atas kekompakan, dan sikap profesionalisme yang ditunjukkan dalam mengamankan unjuk rasa tanggal 4 November yang lalu, sehingga akhirnya sampai magrib unjuk rasa berjalan dengan tertib dan damai.
Saya juga ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi, dan rasa bangga saya pada seluruh anggota Korps Brimob yang sedang bertugas di seluruh pelosok tanah air, yang telah memberikan pengayoman, yang telah memberikan perlindungan kepada seluruh anak bangsa, kepada seluruh rakyat, kepada seluruh masyarakat, tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan golongan.
Korps Brimob telah mengabdikan diri sepenuhnya untuk menjalankan tugas negara yang tidak ringan. Saya tahu tidak ringan, yakni memberikan perlindungan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Semua anak bangsa harus kita lindungi, harus diayomi, harus kita beri rasa aman.
Dan saya harap, dengan tugas itu, Korps Brimob akan mampu menjadi perekat persatuan, menjadi penjaga kebhinnekaan, serta bisa membangun keteraturan dan keharmonisan sosial. Ini penting.
Dan sebagai Pimpinan Tertinggi Kepolisian Republik Indonesia, saya perintahkan kepada seluruh perwira dan anggota Brimob untuk tetap waspada terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Sekecil apapun gangguan itu, segera selesaikan. Sekecil apapun. Jangan menunggu sampai masalahnya menjadi lebih besar dan membesar.
Sekali lagi, berikan pengayoman, perlindungan, rasa aman untuk rakyat tanpa membedakan asal suku, agama, dan golongan.
Dan saya meyakini sekali lagi, Korps Brimob mampu menjadi pelopor persatuan, menjadi penjaga kebhinnekaan. Jalinkan komunikasi dengan seluruh anak bangsa. Ajak mereka untuk mengedepankan semangat persatuan, semangat kesatuan, semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai Indonesia yang damai, Indonesia yang tertib, Indonesia yang bersatu. Sebagai bangsa besar, kita akan mundur jauh ke belakang kalau energi bangsa ini dihabiskan untuk pertentangan, pertentangan suku, pertentangan agama dan pertentangan golongan. Kita akan mundur ke belakang.
Kita ingin Indonesia menjadi contoh terbaik bagi dunia dalam mengelola keberagaman. Dan beberapa negara sudah menjadikan kita sebagai contoh itu, dimana kemajemukan justru menjadi kekuatan bangsa kita untuk maju.
Terakhir, sebagai Pimpinan Tertinggi Kepolisian, saya minta kepada seluruh Korps Brimob di seluruh tanah air untuk setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selalu memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas negara. Sekali lagi, memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas negara, serta selalu menjaga kehormatan, kebanggaan sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia. Sehingga Korps Brimob akan semakin dipercaya, akan semakin dicintai oleh rakyat, oleh masyarakat.
Demikian yang ingin saya sampaikan untuk menjadi perhatian, untuk dilaksanakan oleh seluruh anggota Korps Brimob di seluruh tanah air.
Terima kasih.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabatokatuh.
(hri/fjp)
♖ detik