Kamis, 02 Maret 2017

Tambah Kekuatan TNI Di Riau

♞ Tahun 2017https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxcF2nDnD8UuSfFfFjhotj3NOVlnnQRPsIFIYAOkb0d3ZFu6mtMOEFIoU-k46_E1UVMpOtY_WIaATFWf5vAPB_o3siStwgHz6lospkKhqG3ZVRGQGMP212oAjM3MMRGa2Y1nOgirfN1O4/s1600/STARStreak.jpgSTARStreak ☆

TNI AD pada tahun ini akan menambah kekuatan tempur pertahanan udara dan darat di Provinsi Riau, di bawah kendali Komando Resort Militer 031/Wira Bima.

“Rencananya pada 2017 ini,” kata Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewijk Pusung, kepada Antara disela serah terima jabatan Komandan Korem 031/WB, di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan penambahan kekuatan tersebut antara lain mendirikan satu resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). TNI AD kini dalam proses mencari lahan untuk pembangunannya, bisa berlokasi di Kota Pekanbaru atau Dumai.

“Saya berharap di Pekanbaru,” tegas Mayjen TNI Lodewijk.

Kemudian, penambahan kekuatan darat di Riau adalah meningkatkan kapasitas kompi kaveleri menjadi detasemen. Saat ini kompi kavaleri baru saja mendapat alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dua Panser Tarantula.

“Sudah pasti kalau organisasi berkembang, Alutsistanya berkembang juga,” ujarnya.

Pangdam I/BB menambahkan, pada tahun ini TNI AD memastikan untuk menempatkan rudal pertahanan udara “starstreak” di Detasemen Arhanud Rudal 004 Dumai. Rencananya, akan ada 16 unit rudal buatan Inggris tersebut ditempatkan di Dumai.

Rudal ini sangat efektif untuk pertahanan udara yang menjadi satu kesatuan untuk memperkuat Pangkalan Udara Militer (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

“Yang kendalikan nanti Korhanudnas,” tegasnya.

Ia mengatakan Pulau Sumatera, terutama Riau, memiliki posisi strategis dalam petahanan nasional karena terdapat banyak kekayaan alam dan letaknya berdekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Karena itu, Kodam I/BB merupakan satu-satunya organisasi militer TNI AD, yang membawahi lima Korem dengan perwira bintang satu di Indonesia.

Selain itu, ia mengatakan kondisi geografis berupa garis pantai yang panjang menjadi tantangan bagi TNI AD untuk melakukan pengamanan.

“Kita bekerjasama dengan polisi harus mewaspadai garis pantai yang cukup luas. Kalau tidak dibantu oleh rakyat, pelabuhan tikus (ilegal) dimanfaatkan untuk datangkan narkoba. Itu berbahaya,” tegas Mayjen TNI Lodewijk.
 

  ♞ Antara  

[World] Malaysia Lays Keel for Second Littoral Combat Ship

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6b7waqD8knOpFdJ28LIgdtdV2PHx1vxyMlqbM3kqc02TAgto1xJuN5AmVGJHTctHZHf2XtfyBCAZbKC2m1lwNoMEEtTN5IbUvSh0VxT8z4q5gPfDujj0AJ8kwdDkMi0Kn8Fgtael_wpg/s400/Keel2.jpgThe keel of the second LCS (right) prior to the ceremony. Next to it is the structure of the 1st LCS. [Malaysian Defence] ☆

Boustead Naval Shipyard (BNS) has laid down the keel for another 111 m Second Generation Patrol Vessel - Littoral Combat Ship (SGPV-LCS) on order for the Royal Malaysian Navy (RMN).

The vessel, which is the second of six 3,000-tonne ships ordered under a MYR 9 billion (USD 2 billion) contract, was laid on 28 February in a ceremony presided over by the country's deputy defence minister, Mohd Johari Bin Baharum. The programme's first-of-class was laid down in March 2016.

The SGPV-LCS is derived from the Gowind 2500 design produced by French shipbuilder DCNS. The ships will be armed with BAE Systems' 57 mm Mk 3 naval gun, two MSI-Defence Seahawk 30 mm guns, and two J+S 324 mm triple tube torpedo launcher systems.

To bolster the platform's defensive capabilities, Malaysia has reportedly selected the Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) anti-ship missile and MBDA VL Mica point defence missile systems.

The first SGPV-LCS is expected to be delivered in early 2019.

  ★ Janes  

Kalahkan Cuaca Dingin, Penembak Indonesia Hampir Juara di Kompetisi Tembak Eropa

Sonny Prabowo saat tampil di Estonia. [Istimewa]

Setelah menjalani sesi neraka dengan kondisi ekstrem berhias hujan dan angin salju di bawah suhu minus 10 derajat celcius, petembak revolver andalan Indonesia, Sonny Prabowo sukses menempati urutan keempat dalam Kejuaraan Menembak Eropa bertajuk 'Battlefield Snow 2017', di Tallinn, Estonia.

Pertandingan Handgun IPSC level 3 yang diikuti 124 petembak terbaik Eropa termasuk petembak urutan kedua Eropa, Kalle Halvarsson. Sonny dan petembak junior Indonesia lainnya, Ali Sumono yang didukung penuh oleh PINDAD menyelesaikan 12 stage pertandingan dalam waktu lima jam lebih dengan kondisi yang sangat ekstrem

Soal suksesnya menduduki urutan empat, Sonny mengatakan kalau sukses itu merupakan keberhasilan semua pihak terutama PINDAD yang mendukung penuh keberangkatan tim Indonesia ke kejuaraan tembak ini, yang sekaligus sebagai persiapan menuju World Shoot 2017 pada Agustus mendatang di Paris.

“Alhamdulillah, dengan persiapan yang belum maksimal 100% dengan mengingat kondisi di tanah air berbeda dengan kondisi di Estonia, saya bisa mengatasi suhu ekstrem tersebut walaupun tak sedikit memerlukan perjuangan baik mental dan tenaga, supaya bisa menyelesaikan stage per stage dengan maksimal. Stage demi stage tak begitu sulit, terdiri dari short course, medium course dan long course, tapi memang mental kuat yang sangat dibutuhkan,” kata Sonny setibanya di tanah air pada Selasa (28/2/2017).

“Kami harus memikirkan strategi agar dapat berkompetisi dengan para petembak dari kawasan Eropa yang memang berperawakan tinggi besar dan menghadapi cuaca yang berbeda dengan di tanah air,” tambahnya.

Sonny juga menyatakan berterima kasih kepada pelatih revolver senior asal Swedia, Olle Lindskog, yang mana lewat bimbingannya hingga bisa mencapai hasil seperti ini meski dengan persiapan yang minim.

“Berkat doa dan dukungan dari kesatuan Resimen I Gegana Brimob Polri di mana saya bertugas, PB Perbakin, Community 300 SC, pihak PINDAD sebagai sponsor, juga keluarga dan semua teman–teman yang selama ini telah meberikan waktu dan saran untuk berdiskusi demi kelancaran pertandingan ini. Terima kasih untuk itu semua," ucapnya.

Hampir seluruh peserta, terutama teman – teman dari TPSC (Tallinn Practical Shhoting Club) selaku Event Organizer sangat memberikan apresiasi yang mendalam kepada Sonny dan tim ofisial yang sudah terbang ke Estonia dan mengikuti kompetisi Battlefield 2017.

Meskipun dilaksanakan dalam kondisi cuaca yang ekstrem namun pertandingan ini diwarnai suasana penuh persahabatan. Seluruh peserta mengapresiasi keberhasilan penyelenggara terutama Dmitri Udras dan Pavel selaku match director dan range master dari TPSC Estonia.

Mereka juga menggelar pertandingan bergensi Balltic Storm (40 Stage dan 700 peluru) sejajar dengan Extreme Euro Open dan Euro championship yang juga akan diikuti tim petembak revolver Indonesia sebagai persiapan akhiir sebelum turun dalam kejuaraan World Shoot di Paris bulan Agustus tahun ini. (Ram)

  ★ Okezone  

Rabu, 01 Maret 2017

Kekuatan Udara Sebagai Modal Wujudkan Kepentingan Nasional

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1408263662.jpgPesawat TNI AU

Air Power atau Kekuatan Udara suatu bangsa merupakan salah satu instrumen yang dapat didayagunakan sebagai modal bagi suatu negara dalam mewujudkan kepentingan nasionalnya, kedaulatan negara di udara ditentukan oleh kemampuan negaranya untuk menguasai ruang udara yang ada di atas wilayahnya.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) dari Marsda TNl Abdul Muis, S.Sos. kepada Marsda TNI Yuyu Sutisna, SE. di lapangan upacara Makohanudnas Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (28/2/2017).

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI mengatakan bahwa, Kohanudnas sebagai bagian integral dari TNI yang bertugas menyelenggarakan upaya pertahanan keamanan terpadu atas wilayah udara nasional secara mandiri maupun bekerja sama dengan komando utama operasional lainnya dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kohanudnas harus menyelenggarakan pembinaan administrasi dan kesiapan operasi unsur-unsur pertahanan udara TNI Angkatan Udara dan melaksanakan siaga operasi untuk unsur-unsur pertananan udara dalam jajarannya untuk mendukung tugas pokok TNI,” ujar Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, Kohanudnas di tuntut untuk selalu menjaga kesiapsiagaan operasionalnya secara utuh, harus mampu memberikan efek penangkalan dan efek koersif bagi pihak lain yang akan mengganggu keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI. “Keberhasilan dalam pencapaian tugas Kohanudnas, sangat tergantung kepada kemampuan, kekuatan dan pola gelar yang dilaksanakan dalam menjaga wilayah udara Indonesia,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Terkait Pembangunan Pertahanan Udara Nasional saat ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, TNI akan menambah Alutsista baik radar, pesawat tempur sergap, rudal jarak sedang maupun senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) yang dilaksanakan secara bertahap.

“Penambahan Alutsista ini, diharapkan Kohanudnas semakin memiliki kemampuan menjaga dan mengawasi seluruh wilayah NKRI, terutama wilayah udara di sepanjang perbatasan dengan negara-negara lain serta jalur lalu lintas laut yang padat dan rawan,” ungkap Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengingatkan kepada seluruh anggota Kohanudnas dan jajarannya, bahwa jati diri prajurit TNI sebagai komitmen moral dan kemampuan profesional keprajuritan, hendaknya selalu dipelihara dan ditingkatkan yang kesemuanya akan bermuara pada keberhasilan pelaksanaan tugas pokok TNI.

“Saya melihat bahwa apa yang telah dicapai Kohanudnas saat ini merupakan rangkaian hasil kerja keras, disiplin, dedikasi dan loyalitas pengabdian segenap anggota Kohanudnas serta jajarannya,” tuturnya.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas nama pribadi dan selaku pimpinan TNI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Marsekal Muda TNI Abdul Muis, S.Sos., atas pengabdian dalam melaksanakan tugas dan dharma baktinya selama menjabat, memimpin dan memajukan Kohanudnas.

Kepada Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E., Panglima TNI mengucapkan selamat atas kepercayaan dan kehormatan serta amanah yang diberikan TNI, negara dan bangsa sebagai Panglima Kohanudnas yang baru. “Saya harapkan Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E. dapat mengemban kepercayaan dan kehormatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara Sertijab tersebut antara lain, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Wakasad Letjen TNI M. Erwin Syafitri, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., Dankorps Brimob Irjen. Polisi Drs. Murad Ismail serta pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.

  ★ TNI  

Satelit Militer Tidak Ada Masalah, Tinggal Uangnya

Ilustrasi satelit [google]

Rencana pembelian satelit untuk keperluan militer masih terus berlangsung ujar Menteri Pertahana (Menhan), Ryamizard Ryacudu. Pembahasan masih terus dilakukan antara pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait pembelian itu.

“Hari ini, Sekretaris Jendral kita lagi ke Kemenkeu, untuk mengurus itu. Tidak ada masalah, tinggal uangnya,” ujar Ryamizard Ryacudu kepada wartawan, di Pusdiklat Bela Negara, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/2/2017).

Ia akui harga pembelian sekaligus peluncuran satelit tersebut memang tidak murah, yakni mmencapai Rp 8 – 10 triliun rupiah. Namun angka tersebut masih jauh lebih murah ketimbang pemerintah harus menyewa satelit sejenis, yang biayanya mencapai Rp 1 triliun pertahun.

Purnawirawan Jendral TNI bintang empat itu menuturkan umur satelit di angkasa untuk kepentingan militer bisa mencapai sekitar 17 tahun. Jika pemerintah Indonesia harus menyewa satelit seharga Rp 1 triliun selama 17 tahun, maka harga sewa dapat dikatakan jauh lebih mahal.

“Kalau kita tidak menyewa, kita punya sendiri, kita hanya mengeluarkan (sekitar) delapan triliun (rupiah),” ujarnya.

Selain itu bila satelit tersebut dikelola sendiri oleh pemerintah, maka tingkat kerahasiaan informasi yang dipancarkan satelit tersebut masih lebih terjamin, ketimbang satelit tersebut harus dioperasikan pihak lain.

“Kalau itu kita sendiri (yang mengelola), pasti terjamin, artinya kedaulatan kita terjamin,” ujarnya.

Untuk merealisasikan satelit tersebut, pihak Kemenhan sudah melakukan perundingan dengan Airbus, perusahaan aviasi yang berbasis di Perancis. Ryamizard Ryacudu mengatakan jika pembelian tersebut terealisasi, dipastikan industri dalam negri diajak untuk ikut membangun satelit tersebut.

  ★ Tribunnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...