Jumat, 07 Juli 2017

Mayor Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga Raih 2000 Jam Terbang

Dengan Pesawat F-16 Fighting Falcon https://tni-au.mil.id/sites/default/files/imagecache/body/2017-07/2017-07-06-iwj-hornat.jpgKomandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han) memberikan ucapan selamat kepada Mayor Pnb Pandu ”Hornet” Eka Prayoga, di Shelter Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Senin (3/7). (Foto Pen Lanud Iswahjudi). ✬

Mayor Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga berhasil meraih 2000 Jam Terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, Senin (3/7).

Prestasi 2000 Jam Terbang diraih Mayor Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga ketika melaksanakan latihan terbang dengan mission General Flight (GF) di Sout East Area Lanud Iswahjudi, di ketinggian kurang lebih 15000 feat.

Mayor Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga mendapat apresiasi dari Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han) dengan disematkan Badge 2000 Jam Terbang disaksikan Komandan Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb M.Arwani beserta para Pejabat Lanud Iswahjudi, di Shelter Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Andyawan M.P., S.I.P.,M.Tr (Han) mengatakan, bahwa pencapaian 2000 Jam Terbang tidak mudah harus melalui perjuangan untuk mencapainya, semoga nantinya prestasi ini dapat diikuti para penerbang muda lainnya bahkan lebih dari 2000 jam Terbang.

Mayor Pnb Pandu “Hornet” Eka Prayoga yang kesehariannya menjabat sebagai Kasi Ops Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2004, lulus Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan 72 tahun 2006.

  ♞ TNI AU  

Kamis, 06 Juli 2017

TNI AL Dorong Industri Senjata Galangan Kapal Nasional

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQK9m9xfynDUj_mU8MwRVLfcpiuQ-bCrA2chImgoajiPbaH2fr2xHFJXFVDjTiaP5si9mwOFNu2D3L_l3UNFjtcFvnGS-bRFzmKLn8Of7lUIbf-emufebn_5XniueBppI-XcAhXfQsR84y/s1600/f8f6c6d3-005e-4570-a1f0-4d425bd88b5d_169.jpgKRI Kurau 856 [detik] ✬

TNI AL meminta agar industri galangan kapal di dalam negeri dapat menyerap dan mengadaptasi perkembangan sistem persenjataan dan perlengkapan teknis dari kapal perang asing ke dalam negeri.

Pasalnya saat ini, industri galangan kapal dalam negeri masih belum mampu memproduksi sistem persenjataan yang mumpuni sehingga membuat komponen tersebut harus di impor dari luar negeri.

“Kapal-kapal patroli cepat ini sudah mampu di produksi dalam industri dalam negeri namun dari sisi teknologi persenjataan dan sistem tempur di dek kapal butuh ketrampilan yang harus kita serap dari galangan kapal luar negeri,” ujar Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Kamis (6/7) di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.

KRI Kurau 856 yang merupakan kapal patroli ukuran kecil yang baru diresmikan serah terima oleh salah satu galangan kapal swasta PT CMS Banten saja menelan ongkos produksi sebesar Rp 175 Miliar

“Ini yang membuat mahal adalah senjata dan sistem perlengkapannya (meriam, radar, sonar, combat sistem) sekitar Rp 50 miliar, kalau platform kapalnya itu sekitar Rp 125-130 Miliar,” tambahnya.

TNI AL yang selama 10 tahun terakhir kekurangan kapal diketahui sebelumnya menggunakan produksi kapal fiber yang masa usia pakainya jauh lebih singkat. Saat ini pihak TNI AL akan mengganti kapal-kapal tersebut dengan kapal besi tipe 40 dan 28 meter sesuai program Renstra.

“Kapal perang besi ukuran kecil itu umur antara 25-30 tahun, yang penting perawatan dan peremajaan pada waktunya. Sekarang tinggal sisa 26 kapal patroli cepat yang kita targetkan selesai seluruhnya pada 2024,” lanjut Ade Supandi.

Namun karena satu kapal di produksi dengan jangka waktu cukup panjang selama 1,5 tahun maka hal itu membuat pihak TNI AL dan galangan kapal harus memproduksi berdasarkan anggaran tahun berjalan.

“Anggaran kita ini tahunan sedangkan membuat kapal butuh waktu lebih dari satu tahun. Artinya lintas tahun, dibuat bertahap, jadi satu tahun itu kita rencanakan pembangunan bagian mana dahulu, kemudian sisa tahap konstruksi lainnya disinkronkan untuk pembiayaan tahun berikutnya,” tandasnya.

  ♞ Berita Satu  

[Foto] Peresmian Armada Baru Buatan Dalam Negeri

KRI Kurau 856


Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi menerima replika armada baru KRI Kurau 856 dari Dirut PT Caputra Mitra Sejati (CMS), Kriss Pramono di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Suasana peresmian armada baru KRI Kurau 856 di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

KRI Kurau 856 merupakan Kapal Patroli Cepat 40 meter ke-16. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meninjau ruang kemudi armada baru KRI Kurau 856 usai diresmikan di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meninjau ruang kemudi armada baru KRI Kurau 856 usai diresmikan di Dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Direncanakan dari total 42 unit akan memenuhi kebutuhan armada baru bagi 14 Lantamal TNI AL di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
  ♞ Liputan 6  

Panglima TNI Kunjungi Pelabuhan Indah Kiat Merak

Persiapan HUT TNI ke 72 http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2017/07/panglima-tni-kunjungi-merak.jpgPanglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkuniung ke Pelabuhan Indah Kiat Merak, Kota Cilegon, Kamis (7/7/2017). Diperoleh informasi, kunjungan jenderal bintang empat ini berkaitan dalam rangka persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 72 tahun 2017.

Dikabarkan Pelabuhan Indah Kiat menjadi salah satu opsi tempat untuk perayaan HUT TNI. Kehadiran Jenderal Gatot, disambut jajaran TNI dan Polda Banten, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Ketua DPRD Banten dan pejabat Pemprov Banten serta Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi.

Berdasarkan pantauan, Panglima tiba di Merak sekitar pukul 08.46 WIB menggunakan helikopter. Setelah melakukan peninjauan lokasi dan rapat tertutup, Penglima meninggalkan tempat sekitar pukul 09.50 WIB.

Dalam kunjungan ini, Panglima tidak memberikan sesi wawancara dengan wartawan. Usai kunjungan Panglima ke Pelabuhan PT Indah Kiat, langsung meninggalkan lokasi tersebut. (haryono/win)

  ♞ Poskota  

Latihan Bersama US Marine

http://www.marinir.tnial.mil.id/foto_berita/27uiotfyui.jpgKomandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 3 Marinir Letkol Mar Prasetyo Pinandito secara resmi membuka Latihan Bersama Marinir Indonesia – Amerika di Markas Yonif-3 Marinir Gedangan, Sidoarjo, Rabu (05/07/2017).

Latihan Bersama yang bertajuk Subject Matter Expert Exchange (SMEE) Military Decision Making Process (MDMP) tersebut akan berlangsung hingga Jumat, 7 Juli 2017.

Dalam sambutannya, Komandan Batalyon Infanteri-3 Marinir Letkol Mar Prasetyo Pinandito mengatakan, Latihan SMEE MDMP selain untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan TNI AL dan Koprs Marinir kedua Negara juga untuk meningkatkan kemampuan perencanaan pertempuran dari tiap-tiap elemen.

Lebih lanjut dikatakan, selama beberapa tahun, latihan SMEE MDMP telah menunjukkan pencapaian yang besar dalam hal perencanaan, operasional dan taktik secara garis besar, dengan harapan hasil dari latihan akan memberikan kontribusi positif untuk latihan selanjutnya yang lebih banyak melibatkan peserta latihan.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Hiu Petarung (sebutan Yonif-3 Mar) itu menghimbau kepada seluruh peserta latihan untuk saling mengenal, sehingga dapat membangun hubungan persaudaraan Marinir yang baik (marines brotherhood).

Menurut Danyonif-3 Mar, sumbangsih dan kerja keras para peserta latihan selama melaksanakan latihan, akan meningkatkan hubungan baik kedua negara khususnya Korps Marinir TNI AL dan USMC, dengan harapan latihan bersama dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di masa yang akan datang.

Usai memberikan sambutan, dilanjutkan dengan perkenalan seluruh peserta latihan dan foto bersama di depan Mako Yonif-3 Marinir.

  ♞ Marinir  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...