Jumat, 28 Juli 2017

Latihan Demo Tempur Laut

Ditinjau Pangarmatim Formasi KRI persiapan HUT TNI ★

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H.,M.A.P., meninjau langsung Gelar Kesiapan Latihan Pendahuluan Demo Aksi Tempur Laut dalam rangka peringatan HUT TNI Ke – 72, bertempat di perairan Laut Jawa tepatnya di Pantai Banongan Situbondo, Jawa Timur. Kamis (27/7/2017).

Latihan Demo Tempur Laut yang dimulai dari tanggal 25 Juli dari Pangkalan Surabaya menuju Pantai Banongan Situbondo, selama berlayar Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang terlibat latihan melakukan berbagai manuver dan serial latihan sesuai pada pelaksanaan Demo HUT TNI yang akan digelar pada tanggal 5 Oktober 2017 di Cilegon, Banten.

Dalam kesempatan tersebut Pangarmatim menyampaikan keberhasilan pelaksanaan latihan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan kemahiran masing-masing personel, melainkan juga karena terciptanya suatu kerja sama tim yang kompak.

“Pahami fungsi dan tugas masing-masing, jalin kekompakan antar prajurit dan bangun kesatuan komando untuk mewujudkan kesamaan pola pikir dan pola tindak dan perhatikan keamanan latihan dengan menepati semua prosedur, serta mekanisme latihan melalui perhitungan cermat, pertimbangan tepat dan pengawasan ketat untuk mencapai zero accident”, ujar Pangarmatim.

Selama pelaksanaan latihan mulai dari Pangkalan Surabaya sampai daerah latihan, Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI Rachmad Jayadi, M.Tr. (Han)., selaku Komandan Gugus Tugas (GT) Demo Tempur Laut onboard di KRI Dr Soeharso – 990 sebagai Kapal Markas.

Latihan ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi bagi seluruh prajurit TNI AL yang terlibat Demo Alutsista TNI AL dalam mendukung HUT TNI Ke-72. Dalam latihan ini TNI AL melibatkan 23 Unsur KRI, 6 Pesawat Udara (Pesud) dan 8 Kendaraan Tempur (Ranpur) Marinir.

Kegiatan latihan manuvra lapangan ini diikuti oleh seluruh unsur-unsur peserta latihan Pendahuluan Demo Aksi Tempur Laut Peringatan HUT TNI Ke-72. (Am)

  ★ Channel Indonesia  

Menhan Inginkan Pesawat Tanpa Awak Dilengkapi Persenjataan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkDGntndMvw_1TTHxzKhcrttkVpVX9NvBRD0iohacJDM3gd5vWdlT789Omxpe-f3-LtAmlRrIefdqTeHttIjJHAeNyMHQ3yMYNQtRX3IRDGjzOI-oSpUp0i_6IwyVeP030SkTN7xM2xNpL/s400/drone+4.jpgDrone Rajawali 720

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menginginkan pesawat terbang tanpa awak (PPTA) atau drone bisa digunakan untuk keperluan tempur, yang dilengkapi senjata dan bom.

"Pesawat terbang tanpa awak yang dibuat atas kerja sama Balitbang Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri sudah bagus, dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer dan bisa digunakan selama 20 jam. Luar biasa itu," kata Menhan usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak hasil kerja sama kementerian pertahan (Kemhan) dan industri pertahanan di Lapangan Terbang Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Ke depan, lanjut Ryamizard, tak terlalu sering memakai pesawat yang menggunakan awak karena cost relatif mahal, dan penggunaannya pun terbatas. Namun, pesawat tanpa awak bisa digunakan setiap saat dan relatif lebih murah.

"Kemungkinan kecelakaan sangat kecil. Kalau pun ada kecelakaan tidak ada korban jiwa," katanya.

Pesawat terbang tanpa awak ini nantinya bisa di-update untuk dipasang alat tembak dan bom, serta bisa digunakan siang dan malam hari.

"Ini nggak kalah lagi dengan dari luar. Kemudian akan ditingkatkan terus. Itu kalau pakai satelit, jaraknya bisa 500 kilometer," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini.

Purnawirawan Jenderal bintang empat ini berharap nantinya pesawat tanpa awak dapat dimaksimalkan untuk menjaga perbatasan, bahkan dapat digunakan untuk mencegah peredaran narkoba.

"Iya pasti (akan dimaksimalkan) di perbatasan mau lihat di mana tukang narkoba itu bawa narkoba. Semuanya lah. Curi-curi ikan segala macam. Nanti di kapal angkatan laut juga ada drone, penanganan bencana, segala macam lah," katanya.

Kendati demikian, tambah dia, pihaknya tetap akan membeli beberapa drone militer dari China guna menambah pengetahuan teknologi mengenai drone.

"Jadi begini. Kita, orang China, orang manapun, beli pasti dia bedah itu barang untuk dipelajari. Kita juga beli sedikit satu-dua, kemudian kita pelajari untuk menambah kecanggihan itu. Semuanya begitu," jelasnya.

Pesawat yang diujiterbangkan bernama Rajawali 720, yang merupakan hasil kerja sama Balitbang Kemhan dengan PT Bhineka Dwi Persada. PPTA Rajawali 720 termasuk ke dalam kategori Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau juga disebut Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dan merupakan PPTA bersayap tetap (fixed wing).

PPTA tersebut memiliki kemampuan terbang Iebih dari 24 jam dengan misi radius jelajah 20 km sampai dengan 1000 km, dan ketinggian jelajah 8000 meter dan kecepatan hingga 135 km/jam (73 knots). PPTA Rajawali 720 tersebut juga mampu tinggal landas dan landing dengan Iandasan yang cukup pendek.

PPTA Rajawali 720 dirancang dengan misi utama sebagai pesawat pengintai, yang dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera yang dapat mengirimkan hasil pantauan, baik gambar maupun video secara real time ke darat melalui Ground Control Station (GCS).

Sehingga, PPTA Rajawali 720 dapat menjadi salah satu altematif yang handal dalam melakukan pengawasan dalam berbagai keperluan, seperti melakukan pemantauan di daerah perbatasan, lautan ataupun hutan.

Selain PPTA Rajawali 720, kata Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto, juga akan diuji coba beberapa pesawat tanpa awak lainnya, yakni Pesawat Udara Tanpa Awak (Puna) Alap-Alap, Wulung (PT Carita Boat Indonesia), Elang Laut (PT DI), dan Mission System (PT LEN Industri), serta Target Drone (PT Indo Pacific Communication dan Defence), M3LSU03 (PT Mandiri Mitra Muhibbah).

 ♖ Antara  

DSME Prepares to Handover Indonesia’s First Type 209/1400 Submarine

After initial delays KRI 403 Nagapasa [DSME] 

Indonesia is about to receive its first South Korean-made submarine, after a delay of more than four months.

Delays have been caused by modifications made to the platform after its initial sea trials, said DSME.

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut, or TNI-AL) and the Indonesian Ministry of Defence are currently preparing to receive the country’s first Type 209/1400 diesel-electric submarine (SSK) from South Korean company Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), sources from within the naval service told Jane’s on 27 July.

This information has since been corroborated with DSME’s officials, who confirmed that preparations are currently underway for the handover ceremony. “At the moment, [the work on] Nagapasa is completely finished, and [the vessel] is ready for delivery on 2nd August 2017”, said a DSME official who spoke to Jane’s on the same day.

Nagapasa, which has been given the pennant number 403, is part of a KRW1.3 trillion (USD1.1 billion) contract signed between DSME and the Indonesian government in December 2011. The contract comes with a technology transfer arrangement, which will see the first and second vessels built in South Korea, while the third boat will be produced at Indonesian state-owned shipbuilder PT PAL's premises in Surabaya in collaboration with DSME.

Nagapasa displaces approximately 1,280 tonnes when surfaced and 1,400 tonnes when dived. The vessel features an overall length of 61.2 m, an overall beam of 6.25 m, and a hull draught of 5.5 m. Powered by four MTU 12V493 diesel engines, the submarine can attain a top speed of 21.5 kt when dived, 11 kt when surfaced, and a maximum operating range of approximately 10,000 n miles at 10 kt while surfaced, according to specifications provided by DSME.

  ★ IHS Janes  

Kamis, 27 Juli 2017

[Foto & Video] Ujicoba Drone

Di Lapangan Terbang Pustekroket Rumpin Beberapa unit drone hasil karya anak bangsa di pamerkan dan ujicoba di Bogor. Foto dan Video dibawah diposkan pr1v4t33r@def.pk :


Drone ini dinamakan UAS 'Rajawali 720', merupakan hasil kerjasama antara litbang Kemhan dan industri pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan.

Penampakan drone 'Elang Laut', hasil kerjasama TNI AD bersama PT Carita Boat Indonesia.

Drone ini dinamakan M3LSU03, diyakini produk LAPAN.

Drone 'Elang Laut' akan diujicoba terbang di lapangan terbang Rumpin, Bogor.

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) Balitbang Kemhan.

Video demo ujicoba terbang 'Rajawali 720' dari Youtube.
  ★ Garuda Militer  

Pesawat KT 1B Woong Bee Merapat ke Lombok

’First Time Landing’ Pesawat latih lanjut KT-1B Woong Bee Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sucipto di Lombok International Airport, Praya, Loteng. (Suara NTB/ist) 

Delapan pesawat latih lanjut KT 1B Woong Bee dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Lombok (BIL), Rabu (27/7).

Pesawat latih lanjut kebanggaan TNI AU tersebut mendarat di Lombok dalam rangka Latihan Navigasi Jarak Jauh (NJJ) siswa Sekolah Penerbang A 91. Kedatangan KT 1B ini dipimpin langsung Komandan Skadron Pendidikan 102 Letkol Pnb H M Kisha dan disambut langsung oleh Komandan Lanud Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando, SE, MSOc.Sc di apron bandara Internasional Lombok.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRPuymoudC58V7R-tBRCH5fE8zS3mAOLuQChhsWGBbrPRYUFUir21Tb6CyAfUb9dyS-ayaow263H4CJDXSpvor8uCAChSKX8DAgXJUvaFDvVdzo_vNiariE07dHlc089CwXsRTGQdVJYWq/s1600/f13-3-1.jpgSelama kurang lebih dua minggu Lanud Rembiga sebagai pangkalan aju operasi pendukung penerbangan akan mendukung siswa Sekbang Angkatan 91, melaksanakan latihan terbang Navigasi Jarak Jauh (NJJ), dengan menggunakan pesawat latih KT 1B dari Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta, menuju Lanud Abdulrahman Saleh, Malang selanjutnya menuju ke Bandara Internasional Lombok (Lanud Rembiga).

Latihan Navigasi Jarak Jauh ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam terbang navigasi menggunakan politage atau baca peta, time calculation dan fuel logging. Latihan ini merupakan latihan terakhir sebelum mereka akan dilantik sebagai penerbang TNI AU pada agustus mendatang.

Merupakan suatu kebanggaan bagi Nusa Tenggara Barat, pesawat KT 1B yang merupakan pesawat kebanggaan Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang juga duta dirgantara Indonesia dapat landing di Lombok dan menghias langit Nusa Tenggara dalam beberapa hari ke depan.

  ★ TNI AU  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...