Kamis, 03 Agustus 2017

Radar “Indera MX-4”

Diharap Dapat Mendorong Sistem Transportasi Laut Indonesia Radar Indera MX-4 [Youtube]

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui skema Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, telah membiayai beberapa kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi untuk kebutuhan nasional.

Radar LPI (Low Probability of Intercept) menjadi salah satunya. Kegiatan tersebut telah berhasil menyelesaikan sebuah prototipe radar surveillance maritim yang diberi nama “Indera MX-4” dan sudah diserah terimakan dari Kemenristekdikti melalui Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati, kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Sekretaris Jenderal, Sugihardjo, bertempat di Kantor Distrik Navigasi Kelas I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (31/7).

Dirjen Dimyati mengatakan, Radar maritim “Indera MX-4” buatan dalam negeri ini mempunyai kelebihan dibandingkan teknologi radar maritim konvensional yang pada umumnya banyak digunakan, seperti penerapan teknologi FMCW (Frequency Modulated Continuous Wave) yang memungkinkan digunakannya daya pancar yang sangat rendah dengan resolusi jarak yang lebih tinggi.

Radar generasi keempat ini juga dapat diterapkan teknologi solid state yang akan memberikan lebih banyak keuntungan dalam hal biaya pemeliharaan yang relatif lebih rendah, dan usia pakai yang jauh lebih panjang,” tutur Dimyati.

Ia juga menambahkan, radar “Indera MX-4” karya anak bangsa ini juga telah diuji coba dan dioperasikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara non-stop di stasiun VTS (Vessel Traffic Services) di Merak untuk pengawasan lalu lintas kapal di perairan selat Sunda pada saat padatnya lalu lintas arus mudik lebaran yang lalu.

Prototipe radar ini berfungsi dengan baik seperti yang direncanakan, semoga dengan radar yang sudah Kami serahkan kepada Kementerian Perhubungan, dapat dimanfaatkan guna mendukung sistem navigasi di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di sektor maritim Indonesia,” ujar Dimyati.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sangat menyambut baik karya anak bangsa dalam bidang teknologi, riset, dan pengembangan, termasuk penggunaan lokal konten serta kandungan dalam negeri yang cukup tinggi seperti radar “Indera MX-4” ini. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub RI, Sugihardjo.

Saya berterima kasih kepada Kemenristekdikti atas hibah radar karya anak bangsa yang sangat membanggakan ini. Radar ini juga memiliki penggunaan lokal konten mencapai lebih dari 70 persen, tentunya Kami akan dorong demi kemajuan perkembangan teknologi untuk transportasi di Indonesia,” tutur Sesjen Kemenhub.

Pembuat radar “Indera MX-4” Andrian Andaya Lestari menjelaskan, radar ini memiliki spesifikasi teknis antara lain; Memiliki aplikasi Radar Surveillance Maritim dengan frekuesi X-band, menggunakan teknologi FMCW, Solid State dengan daya pancar 5 Watt, jarak jangkau maksimum 30 NM (55 km) dan resolusi jarak maksimum 3 meter. Radar ini juga memiliki panjang antena sekitar 2.2 meter dan berat unit antena 300 kilogram.

Para peneliti di Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia luar bahwa Indonesia mampu dan mandiri untuk membuat teknologi yang dapat berdaya saing asal dapat diberikan kesempatan, karena kesediaan dan kesiapaan SDM Indonesia dapat menentukan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia,” tutup Dirjen Dimyati. (ard)


  ★ Dikti  

S. Korea To Deepen Defense Industry Ties With Indonesia

It has signed a separate deal to buy South Korea's T-50 supersonic trainer jets in addition and discussions on expanding South Korea's superb weapons system, including the additional export of three submarines Indonesia needsKRI Nagapasa-403 (DSME) ★

South Korea said Tuesday it's seeking closer ties with Indonesia on defense goods as part of efforts to expand its overall arms trade.

Defense Minister Song Young-moo discussed the issue when he met with his Indonesian counterpart Ryamizard Ryacudu in Seoul later in the day, according to his office.

He's on a trip to South Korea to attend a delivery ceremony for a submarine built by the local defense contractor Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co.

Indonesia has ordered three diesel-electric attack submarines from South Korea.

It has signed a separate deal to buy South Korea's T-50 supersonic trainer jets in addition to a bilateral partnership on Seoul's KF-X program to develop its own advanced fighters.

The ministers had discussions on "ways for expanding South Korea's superb weapons system, including the additional export of three submarines Indonesia needs," said Song's ministry.

Also on the agenda was North Korea, it added.

"The ministers expressed deep concerns about North Korea's nuclear and missile threats that are increasing recently and discussed ways for close coordination," it said.

Meanwhile, the ministry stated that it would step up efforts to develop the defense industry as one of the nation's next growth engines in tandem with the fourth industrial revolution.

The reform-minded Song, a former naval chief, believes the local defense industry is too dependent on domestic demand.

It has called for an export-oriented strategy.

  Yonhap  

Rabu, 02 Agustus 2017

Menhan Bahas Kerja Sama Kapal Selam

Bertemu Menhan KorselMenteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu melaksanakan kunjungan kerja ke Korea Selatan (Korsel) tanggal 31 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017 dalam rangka menghadiri Acara Ship Naming dan Upacara Peresmian Kapal Selam KRI Nagapasa-403.

Sehari sebelum menghadiri acara tersebut, Menhan RI berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Menhan Korsel Song Young-moo, Selasa (1/8) di kantor Kementerian Pertahanan Korsel, Seoul.

Dalam pertemuan Menhan RI dan Menhan Korsel tersebut, dibicarakan berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan kerja sama bilateral kedua negara khususnya kerja sama di bidang pertahanan. Beberapa hal diantaranya terkait kerja sama di bidang industri pertahanan khususnya dalam pembangunan kapal selam.

Menhan RI menyampaikan harapannya agar kerjasama Indonesia dan Korsel di bidang pertahanan yang sudah terjalin cukup lama perlu dipelihara dan terus ditingkatkan. Selain kerja sama pembangunan kapal selam, masih banyak potensi kerja sama yang harus dilakukan oleh kedua negara.

Mudah-mudahan kerja sama kedua negara dalam pembangunan kapal selam ini berjalan dengan baik. Kedepan kedua negara juga ingin membuat pesawat tempur, yang saat ini dalam proses dan diharapkan berjalan lancar. Inilah kepercayaan Indonesia kepada Korea Selatan”, ungkapnya.

Diungkapkannya, kerja sama kapal selam ini sangat penting sekali bagi Indonesia, karena bukan hanya membeli kapal selam, tapi di kemudian hari Indonesia juga diharapkan akan mampu membuat kapal selam sendiri.

Untuk perkembangan-perkembangan seterusnya, Indonesia akan memerlukan banyak kapal selam dengan kemajuan yang sedemikian rupa. “Kedepan Indonesia diharapkan dapat mengembangkan kapal selam sendiri. Karena Indonesia adalah negara kepulauan yang perlu banyak dijaga oleh kapal-kapal selam”, tambahnya.

Menanggapi Menhan RI, Menhan Korsel menyampaikan bahwa Korsel siap mendukung keinginan Indonesia untuk membuat dan membangun kapal selam sendiri, khususnya melalui dukungan kerja sama transfer teknologi dengan kemampuan teknologi yang dimiliki Korsel.

Menurutnya, Indonesia secara geopolitik berkedudukan sangat startegis, oleh sebab itu diharapkan dengan penambahan kapal selam dari Korsel akan menambah posisi tawar Indonesia di kawasan. “Dengan dukungan kapal selam tersebut, akan menambah kemampuan dan potensi Indonesia di kawasan”, ungkap Menhan Korsel.

Disamping dukungan transfer teknologi, Korsel melalui Angkatan Laut Korsel juga siap memberikan dukungan sepenuhnya untuk meningkatan kemampuan personil TNI AL dalam hal operasional kapal selam. “Angkatan Laut Korea akan siap mendukung untuk melatih dan meningkatkan kemampuan TNI AL untuk mengoperasikan kapal selam tersebut. Dalam hal ini kami ingin mentransfer teknologi dan pengalaman untuk melatih personel Indonesia agar memiliki kemampuan yang sama”, jelasnya.

Sementara itu terkait dengan kunjungan ini, bahwa kunjungan Menhan RI ke Korsel kali ini adalah dalam rangka meresmikan Kapal Selam KRI Nagapasa-403 yang merupakan kapal selam diesel elektrik type 209/1400 kelas Chang Bogo pesanan pertama Indonesia kepada Korsel. Ship Naming dan Upacara Peresmian Kapal Selam KRI Nagapasa-403 dilaksanakan di Galangan Kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), Korsel, Rabu (2/8).

Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia memesan tiga unit kapal selam ke Korsel dengan kesepakatan kerja sama transfer teknologi. Kapal selam pertama dan kedua dibangun di perusahaan pembuatan kapal Korsel, DSME, sedangkan kapal selam ketiga dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia, Surabaya bekerjasama dengan DSME Korsel.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kunjungan ini antara lain Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI Abdul Muis, Dirjen Pothan Kemhan Dr. Sutrimo Sumarlan, Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Leonardi dan Kapusada Baranahan Kemhan Marsma TNI Didi Dipo Issasongko.

  Kemhan  

N-219 PTDI Jalani Tahap “Medium Speed Test”

Peresmian N219 di Bandung (PT DI) ★

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pengembangan pesawat N-219 yang dikembangkan bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN saat ini memasuki tahap “medium speed test”.

N-219, sekarang sudah masuk tahap medium speed test, sudah keluar hanggar. Layak terbang tapi masih uji jalan,” kata Nasir usai membuka The 6th International Eijkman Conference di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, seminggu yang lalu pesawat multi fungsi bermesin dua yang didesain untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil ini sudah sempat terbang sekitar 10 hingga 15 menit.

Saya ingin cek itu untuk pastikan N-219 sudah bisa terbang. Mudah-mudahan 2017 jadi tahun kebangkitan kedirgantaraan Indonesia,” ujar Nasir.

Pesawat yang terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo ini dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23, dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

Pesawat ini 100 persen hasil penelitian orang Indonesia, tapi sebagian materialnya didatangkan dari luar negeri. Sayapnya 100 persen dalam negeri dan bisa diproduksi jika pesawat sudah mulai produksi,” katanya.

Pesawat yang bisa menampung 19 orang ini dirancang untuk bisa mendarat di landas pacu relatif pendek antara 500-600 meter. Jika mendesak, pesawat ini bahkan bisa didaratkan di jalan raya.

Pesawat N-219 telah dipamerkan kepada masyarakat, banyak perusahaan asal Benua Afrika yang siap untuk membeli pesawat itu.

Bahkan, ada salah satu perusahaan asal Nigeria yang menawarkan proses “assembling” dilakukan di negaranya.

  Antara  

Menhan Resmikan KRI Nagapasa-403 Jadi Kapal Perang Indonesia

Laporan Dari KorselPeresmian KRI Nagapasa-403 (Niken Purnamasari/detikcom) ★

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meresmikan kapal selam Hull No 7712 yang diberi nama KRI Nagapasa-403 di dermaga galangan kapal DSME, Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Kapal selam ini resmi masuk dalam kapal perang di jajaran angkatan laut Indonesia.

Ryamizard tiba di lokasi peresmian pada Rabu (2/8/2017) pukul 09.41 waktu Korea Selatan menggunakan helikopter dari Seoul menuju Busan. Dalam peresmian dan pemberian nama (shipnaming), Ryamizard didampingi oleh istri, Nora Ryamizard, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, dan CEO DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) Jung Sung-lip.

Pemberian nama KRI Nagapasa-403 dilakukan oleh Nora Ryamizard dengan pemecahan kendi sebagai tanda simbolis pemberian nama kapal. Dalam sambutan, Ryamizard berharap kapal selam KRI Nagapasa-403 dapat menjadi alat pertahanan di perairan Indonesia.

"Diresmikan KRI Nagapasa, maka kekuatan TNI AL akan bertambah dan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional. Harus disambut baik dan jadi momentum kekuatan pertahanan negara di laut," ujar Ryamizard.

Seusai upacara pemberian nama, acara dilanjutkan dengan peresmian KRI Nagapasa-403 dan pengukuhan komandan KRI Nagapasa-403.

KRI Nagapasa-403 merupakan satu dari tiga kapal selam yang dipesan Indonesia dari Korea Selatan. Kapal tersebut dibangun pada 2013 dengan menggunakan transfer of technology (ToT). Kapal selam ini merupakan produksi ekspor pemerintah Korea Selatan yang pertama kali.

Kapal merupakan pengembangan dari kapal selam tipe Chang Bogo Class milik Republic of Korean Navy (ROK Navy) dan kapal selam tipe Cakra yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut.

Proses pembangunan kapal berada di bawah kendali pengawasan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam (Satgas Yekda KDSE DSME209) yang dipimpin Laksma TNI Iwan Isnurwanto.

Kapal selam KRI Nagapasa-403 memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air. Kapal ini punya ketahanan berlayar lebih dari 50 hari dan mampu menampung 40 kru untuk menunjang fungsi. Kapal juga dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.

Chang Bogo Class juga dirancang untuk mampu men-deploy ranjau laut, meluncurkan rudal antikapal permukaan, serta mampu melepaskan torpedo Counter Measure.

TNI AL sendiri sudah menyiapkan markas untuk kapal selam baru. Kapal-kapal selam Chang Bogo Class rencananya akan bermarkas di Teluk Palu, Sulawesi.

Selain KRI Nagapasa-430, dua kapal selam lainnya dari Korea Selatan dipersiapkan untuk memperkuat pasukan TNI AL. Rencananya kedua kapal itu dinamai dengan KRI Trisula 404 dan KRI Nagarangsang 405.

Indonesia sendiri menandatangani kontrak pengadaan tiga kapal selam dengan DSME pada Desember 2011. Keseluruhan kapal akan diselesaikan pada 2019. (nkn/dhn)

  detik  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...