Selasa, 21 November 2017

Kapal Patroli Bakamla Dilengkapi Kemampuan Tempur

2015-2019 Bakamla menargetkan memiliki 30 kapal https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7QaAa9YFU2FYqu4gB7mpFlt_zsew3qwI_-cqEhVCUt93KClIaDDx43okUkjhwvUuEWppuckJXCJc28JF7lBWK2u1zFV7rMzBfd_AuBKRkWb7Z6NjbA0gLFDlzv4PD9zEW5LET9M5mYVZY/s1600/bakamla-luncurkan-kapal-patroli-terbesarnya_20171121_140222.jpgProses peluncuran kapal negara (KN) Tanjung Dato 1101 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia di PT Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (20/11/2017). Kapal patroli dengan panjang 110 meter, lebar 15,5 meter dan tinggi dek 6,9 meter tersebut merupakan armadal patroli terbesar milik bakamla yang difungsikan untuk melakukan pengawasan di wilayah perairan Indonesia. [TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO] ☆

Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus memperkuat kemampuannya dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Salah satunya dengan melengkapi landasan peluncur peluru kendali dan senjata kaliber 12,7 mm pada kapalnya.

Pelaksana tugas Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla Laksama Pertama Maritim, Dicky R Munaf mengatakan, ada enam kapal yang dipasang alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan landasan peluncur peluru kendali. Enam kapal itu kata dia, seri 48 mulai dari 01-06.

"Di kapal juga kita siapkan landasan peluncur peluru kendali, kalau dalam kondisi perang bisa digunakan, karena kita bagian dari komponen cadangan," ujar Dicky, Jakarta.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4zLXj1GVRp7jsa55poxO-vspONTNJAa9uwEiUIlqm6nGwnK_DSt6APsK_y1Pzj_FdegnkYYNz3EX7hZIn-mWBTKFMAofNzzVJVbDs2mzoTICurPl2yOubdlxErTYR8cr-sg6PXyH9b8l/s1600/bakamla-luncurkan-kapal-patroli-terbesarnya_20171121_135500.jpgDia menjelaskan, penempatan alutsista di kapal Bakamla sudah sesuai aturan dari Menteri Pertahanan (Menhan) Nomor 7 Tahun 2010 tentang pedoman perizinan, pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer di luar lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI.

"Karena kita masuk kategori komponen cadangan. Memang disiapkan jika terjadi perang. Makanya kita ada latihan nuklir, tembak dan SAR," jelasnya.

Dia menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 Bakamla menargetkan memiliki 30 kapal. Rinciannya, kapal berukuran 16 meter sebanyak 14 unit. Kapal ukuran 80 meter sebanyak 10 unit dan kapal 110 meter sebanyak empat unit. "Saat ini kami baru memiliki enam kapal, sisanya masih dalam proses pengadaan," tandasnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXQp-ZCQMnLETlTz52YCKKr4CcedywD8KmqP_bhJujz4FcN2ovViVxtCrYQIK3oToAyDoIANeBubPLcG0kHfDbcu2KYwpewJV7Y7TAktSbI34n6npL4agyHsiGtKQiyI31WG4bpubd9Ti-/s1600/bakamla-luncurkan-kapal-patroli-terbesarnya_20171121_140140.jpgMenurutnya, pengadaan kapal berukuran besar penting, karena ada kecenderungan kapal-kapal asing melakukan illegal fishing dengan melakukan aksi di garis perbatasan. Sementara, kapal milik TNI AL yang beroperasi masih terbatas.

"Kalau di perairan di bawah 24 NM sudah ada kapal-kapal dari lembaga dan instansi lain. Cuma perairan di atas itu masih sedikit kapal yang patroli," ucapnya.

Adanya kapal berukuran besar di periran Selatan Jawa dan Barat Sumatera, kata dia yang selama ini kurang mendapat pengawasan akan diawasi. "Kita perkuat di sana, kita harus ada di sana. Di perairan ini banyak aksi people smuggling, banyak kejadian di utara Aceh tapi nggak mungkin sampai ke sana harus kapal berukuran 110 meter," ucapnya. (kur)

  sindonews  

TNI Pesan 22 Speedboat Buatan Lamongan

Made In Warga Pesisir Paciran https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwCug7TQeJpkZQmH4OnCaA6bfSR7C4BK1pYHGk5EexWF28tC6eVwY4GYkSdhIMwlfG510NhazFTGGK2mMy5dM-MQ6stS3N6bLKX1H5mkxVGL8ocY6pmrvCoPgKqRlrkbnpNkIqup5hpr3E/s400/a31b8f01-c069-472b-801b-a49e9754fbb5_43.jpgSpeedboat buatan Lamongan, Jawa Timur [Detik] ☆

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memesan 22 speedboat di Paciran, Lamongan. Bahkan, sejumlah personel dari Mabes TNI juga sudah menjajal speedboat tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pembuatan speedboat ini dilakukan oleh PT Luckon Arthaka Nusantara (PATRIOT BOAT) yang bekerjasama dengan PT Tri Ratna Diesel Indonesia yang berada di Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, sedang mengerjakan 22 speedboat pesanan dari Mabes TNI. Saat ini, 22 speedboat selesai pengerjaannya.

Komandan Koramil Paciran, Kap. Arh. Suherman membenarkan Mabes TNI memesan 22 speedboat di Lamongan. Tim Mabes TNI, terang Herman, juga sudah meninjau progres pengerjaan speedboat tersebut di Galangan Kapal Santosa Marine (Agrindo).

"Ya memang telah dilaksanakan kunjungan tim Mabes TNI dalam rangka uji coba speedboat pesanan Mabes TNI dipimpin oleh Kepala Badan Pembekalan TNI, Brigjen Fabian Albert Embran dan karena ini acaranya BABEK TNI, jadi juga mengundang wairjen dan kadislaikad," kata Herman kepada wartawan, Kamis (16/11/2017).

Herman mengatakan, saat meninjau pengerjaan speedboat, rombongan dari Mabes TNI beserta sekitar 20 orang juga melakukan uji coba kepada 22 unit speedboat tersebut di perairan Pantai Paciran.

"22 Speedboat yang diujicoba karena sudah selesai pengerjaannya," ungkap Herman.

Dia mengungkapkan, selain Kepala Badan Pembekalan TNI Brigjen Fabian Albert Embran dari Mabes TNI, sejumlah petinggi TNI lainnya juga turut hadir peninjauan pembuatan speedboat. Di antaranya adalah Wairjen TNI, Laksamana Muda Maheranto, Kepala Dinas Kelaikan Angkatan Darat Brigjen. Eko Erwanto dan Kolonel Armed Wiwin Sugiono.

  detik  

[Video] Peluncuran KN Tanjung Datu 1101

Kapal Terbesar Bakamla KN Tanjung Datu 1101 [def.pk]

Hari ini Bakamla meluncurkan Kapal baru dengan panjang 110 meter di Batam.

Kapal patroli terbesar ini hasil produksi Palindo Marine.

Selain ini juga Bakamla telah memesan kapal dengan panjang 80 meter.

 Berikut video peluncuran dari Youtube : 


  ★ Youtube  

Senin, 20 November 2017

Bakamla Kini Punya Kapal Patroli Terbesar

Panjang Kapalnya 110 Meter KN Tanjung Datu 1101 [def.pk]

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) meluncurkan Kapal Patroli 110 meter dengan nama Kapal Negara (KN) Tanjung Datu 1101, di Galangan Kapal Pt Palindo Marine, Sei Binti sagulung, Senin (20/11/2017).

"Peluncuran kapal patroli 110 meter ini merupakan sejarah bagi Indonesia. Agar tidak dipandang sepele oleh dunia luar," kata Kepala Badan Keamanan Laut.

"Disamping itu peluncuran kapal ini menandakan bahwa putra-putri Indonesia mampu bersaing dengan dunia internasional dalam membangun kapal pertahanan," kata Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Ari Soedewo, yang dibacakan Laksamana Pertama Tugas Eko Santoso Selaku Kabiro sarana dan prasarana (sarpras) Bakamla RI.

Dalam sambutannya Kepala Bakamla RI mengucapkan apresiasi yang seluas-luasnya bagi putra-putri bangsa yang sudah bekerja secara profesional untuk menghadirkan kapal terbesar yang dimiliki Bakamla RI.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_nT6xVV4uiNlq7642lIx-zn_QSw5d-WKJpaAthyphenhyphennqZaZrE8E6y-Pp2PAelWUtNY5KGU1XQG_vTScS04thEq3IEj9mZKKdMK8pcDWEYstxyfajkErC-nvRU4MbS6XUTWg1qflpCIIA4h4J/s1600/palindo-marine-2+def.pk.jpgDengan diluncurkannya kapal Patroli Bakamla RI 110 meter, menandakan bahwa Indonesia, mampu mewujudkan mimpi sebagai poros maritim dunia.

"Kapal patroli ini nantinya akan melayani pengawasan diseluruh perairan republik Indonesia," kata Ari Soedewo.

Kapal Bakamla KN Tanjung Datu 110 meter memiliki lebar 15,50 meter, tinggi dek kapal 6,90 meter dan dilengkapi dengan heli deck yang bisa menahan berat beban sebesar 8 ton.

"Dengan kehadiran kapal patroli Bakamla RI 110 meter ini, maka Bakamla siap melakukan pengawasan diwilayah perairan Indonesia," kata Ari Soedewo. (ian)

  ★ Tribunnews  

Satgas Tinombala TNI Gunakan Drone Untuk Intai DPO

Di Lembah Napu Peralatan Drone milik Satuan Tugas Operasi Tinombala TNI dukung pencarian kawanan DPO Mit Ali Kalora di pegunungan lembah Napu.

Peralatan Drone ini digunakan sebagai alat untuk pengintaian sekaligus untuk mendeteksi sasaran yang di operasionalkan menggunakan remot kontrol seperti pesawat helikopter tanpa awak.

Dengan adanya dukungan Drone yang di lengkapi kamera infrared dan Global Positioning System (GPS) ini, dapat mempermudah Satuan Tugas Operasi Tinombala TNI dalam melakukan pelacakan, pengintaian melalui udara yang sulit dijangkau seperti perbukitan, lembah terjal dan pegunungan.

Pasi Ops Satuan Tugas Operasi Tinombala TNI Lettu Inf Setiyo mengatakan bahwa dengan dioperasionalkan Drone TNI ini diharapkan dapat membantu pengintaian melalui udara bagi Satuan Tugas Operasi Tinombala TNI di lapangan guna mempercepat mendeteksi, mengetahui posisi dan pemetaan kedudukan sasaran/ musuh.

Diharapkan keberadaan buronan DPO Mit bersembunyi dapat segera diketahui dan ditangkap melalui dukungan alat canggih ini,” ungkapnya.

Sebagai informasi bahwa luas wilayah operasi Satuan Tugas Operasi Tinombala cukup luas. dimana mereka harus mengcover wilayah seluas 2400 Km2 yang dibagi menjadi 4 sektor. Yakni Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir Selatan dan Lembah Napu kecamatan Lore Tengah. (Satgaspen Tinombala)

  ★ TNI AD  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...