Rabu, 10 Januari 2018

TNI Tambah Alutsista dari PT DI

Segera Perlengkap Peralatan Helikopter Helikopter anti kapal selam pesanan TNI AL [def.pk]

Panglima TNI, Jendral Hadi Tjahjanto mengatakan masih memerlukan penambahan sejumlah peralatan dari pesawat heli yang hari ini diserahkan PT DI ke Kemenhan.

“Memang masih harus ditambah, sebab fungsinya memang untuk anti kapal selam. Pertengahan tahun ini sudah siap untuk satu pesawat, sampai akhir tahun dua bisa siap,” jelasnya, Selasa (9/1).

Selain peralatan yang diperkuat, ia menambahkan awak pengendali dan pengemudi pesawat juga akan ditambah dan ditingkatkan kemampuannya.

Ia mengatakan masih ada kebutuhan penambahan pesawat untuk jenis Casa 212 sebanyak 9 unit, 7 hingga 9 unit heli serang untuk TNI AD dan sebanyak 11 unit heli AKS atau anti kapal selam.

“Semua produksi PT DI, dan saat ini masih dikerjakan, targetnya 2019 sudah selesai,” tegasnya.

  ⚓️ Galamedia  

Indonesia’s Lead KCR-60M Craft Loses Missile Attack Capabilities

⚓️ The move is the latest in a series of plans to equip the smaller Indonesian naval vessels with Chinese weapons KRI Sampari 628 with CIWS Ak 630 [def.pk]

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut, or TNI-AL) has removed missile launchers from its lead KCR-60M boat, KRI Sampari (628) as part of wider plans to reconstitute the class of fast attack craft.

The vessel, which was floated out by Indonesian state-owned shipbuilder PT PAL on 21 December 2017 after refurbishment works, has now been installed with a Chinese-made Type 630 close-in weapon system (CIWS) turret on a pedestal at the stern position where a rigid hull inflatable boat (RHIB) used to be positioned. The weapon is a Chinese version of the Russian-developed 30 mm AK-630, and is being marketed by China Shipbuilding Trading Co.

Accordingly, Sampari’ s RHIB has now been repositioned slightly forward to occupy the space that was previously installed with diagonally mounted missile launchers. These launchers were meant to have provided the vessel with anti-ship missile capabilities, and are capable of deploying weapons such as the Chinese made C-705.

Indonesia operates a fleet of three KCR-60M boats that were commissioned between May and September 2014, and is currently anticipating its fourth vessel from PT PAL. The 59.8 m platform is powered by two MTU 20V 4000M73L diesel engines, and can reach a top speed of 28 kt and a standard range of 2,400 n miles (4,444 km) at 20 kt.


  ⚓️ IHS Janes  

Senegal Berencana Nambah CN235

Sosialisasi Empat Pilar Rambah WNI yang Ada di Senegal CN235 pesenan Senegal [republika]

Delegasi MPR-RI yang diketuai oleh Wakil Ketua MPR-RI, Mahyudin, yang melakukan lawatan ke Senegal. Kunjungan dilakukan dalam rangka penguatan hubungan kerja sama bilateral kedua negara khususnya kerja sama antar parlemen serta dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar kepada seluruh WNI yang berada di Senegal.

Di hadapan para WNI yang berada di Senegal, delegasi MPR-RI juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Dalam pengantarnya, Mahyudin menjelaskan mengenai apa itu MPR, fungsi dan tugas-tugasnya. Selain memiliki tugas-tugas konstitusional, MPR sebagai lembaga negara juga mempunyai tugas menyosialisasikan Empat Pilar, sesuai amanat UU 17/2014 tentang MD3.

Mahyudin mengapresiasi langkah-langkah konkrit serta terobosan baru yang dilakukan KBRI Dakar dalam memasarkan produk industri strategis Indonesia di Senegal dan negara rangkapan lainnya, serta bangga produk Indonesia dipakai oleh negara-negara Afrika.

Lebih lanjut, Mahyudin mengatakan bahwa Pemerintah harus lebih agresif dalam melakukan penetrasi pasar ke Senegal karena potensinya menjanjikan. “Sudah ada kesuksesan pembelian pesawat CN-235, rencana pembelian kapal dan kerja sama kelapa sawit, Presiden Jokowi perlu berkunjung ke Senegal,” ujar Mahyudin.

Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, berharap melalui Sosialisasi Empat Pilar ini akan memberikan manfaat, semangat serta motivasi yang tinggi bagi KBRI dan segenap masyarakat Indonesia di Senegal untuk terus maju dalam berkontribusi positif membangun kemajuan bangsa.

“Kunjungan delegasi MPR-RI sangat pas sekali momennya karena hubungan ekonomi kedua negara yang sedang meningkat dimana Pemerintah kita sedang dalam proses kerja sama membangun rel kereta api antar kota di Senegal,” kata Dubes Mansyur.

  ⚓️ Republika  

[Video] Pesawat Patroli CN - 235 Buatan Anak Negeri

⚓️ Liputan CNN Salah satu pesawat yang baru diserahterimakan dari PT Dirgantara kepada TNI AL, adalah CN 235 versi patroli maritim atau CN 235 MPA.



  ⚓️ Youtube  

Weapons Producer Eyes Rp 2.9 Trillion

In revenue for 2018 Prototype medium tank @ Pindad [def.pk]

State-owned weapons manufacturer PT Pindad is aiming for Rp 2.9 trillion (US$ 203 million) in revenue this year, said Pindad president director Abraham Mose in Bandung on Tuesday.

He said the company had booked net profit of Rp 53 billion in 2017.

This year, the company aimed to obtain 30 percent of its revenue from its industrial products.

“This does not mean that the defense industry is slowing down. Our largest contributor is still the defense industry,” said Mose.

He explained that Pindad planned to further expand its non-defense products by producing heavy machinery.

The company will produce amphibious excavators, for example, by using technology derived from its Anoa armored personnel carriers, he added.

“We have reported this to the National Public Procurement Agency [LKPP] so that our planned product is included in the e-catalog. The Jakarta administration has expressed interest. We are in the process of building the prototype,” he added.

Pindad sent 29 of its Anoa armored personnel carriers to the Central African Republic in late 2017 as part of its support for peacekeeping efforts in the area. The shipment was an addition to an earlier batch of 70 other vehicles. (bbn)

  ⚓️ Jakarta Post  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...