Sabtu, 27 Januari 2018

Indonesia Selects Communication, Sonar Suite from Wärtsilä ELAC Nautik for Nagapasa Submarines

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgprlMnd_qZsLiuWnCNGOPShyMGbZtie-QMqFAJy64dc_krMfikUJvPpuo6hbkaQBT714u6RoGkxdl6-fUtIuZ1o3CdETRGVf8MM-2ME12vY_mI_Bv3iU9aEdAe59jNnQzfpAlPGCTXmoBn/s400/wartsila-elac-kaleidoscope.jpgWärtsilä ELAC KaleidoScope submarine sonar suite [Wärtsilä ELAC Nautik] ☆

Indonesia has selected the Wärtsilä ELAC KaleidoScope submarine sonar suite for its Nagapasa class. Suite provides platform with all-round underwater surveillance capabilities including detection, classification, and tracking of contacts.

Indonesia’s Nagapasa (Type 209/1400)-class submarines have been, or are being equipped with the ELAC KaleidoScope integrated submarine sonar suite from Wärtsilä ELAC Nautik, an official from the company has confirmed with Jane’s.

The setup, which is similar across all three ships in the class, consists of a cylindrical array sonar (CAS) for medium-range surveillance, a flank array sonar (FAS) for long-range surveillance, an acoustic intercept sonar (AIS) for detection and tracking of contacts, and an own ship noise measurement (ONM) equipment to monitor the noises generated by the boat.

  ★ IHS Janes  

Bantuan Untuk Rakhine State Diangkut Hercules

Tiba di Chitagong Bangladesh https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYcQZ1ALMeUeij1Lyo0D8PKOf6ZEjoaKsClhOvO5M3gJaSEgNIeK_OSM_Xx8mXeg-nUM6U6oIjKOyOSae4gOhJ6JqmKh8aw89gymaZw1tgSZKl5k-LWw3tlzwBtiMTnPHcV0Y21W1AbQ/s640/IMG-20180125-WA0030.jpgSetelah sehari sebelumnya Remain Over Night (RON) di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh, pesawat C-130 Hercules TNI AU yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Rakhine State, Myanmar akhirnya mendarat di bandara Shah Amanat International Airport, Chittagong - Bangladesh, Kamis (25/1).

Kepada media, di Lanud SIM Aceh, Waasops Kasau Marsekal Pertama (Marsma) TNI Anang Nurhadi S., S.E. selaku pimpinan rombongan mengatakan bantuan kemanusiaan ini sudah berulang kali dilakukan oleh pemerintah Indonesia kepada negara yang membutuhkan.

"Bantuan yang dibawa kali ini sudah sesuai dengan hasil koordinasi sebelumnya dengan pemerintah Bangladesh. Para pengungsi membutuhkan bahan makanan, sandang, selimut, perlengkapan sekolah, vitamin, peralatan kesehatan, serta bahan pokok lainnya, sehingga apa yang kita bawa sudah sesuai dengan apa yang mereka perlukan." katanya sebagaimana disebutlan dalam pers rilis yang dikirimkan Dispenau kepada Portal Komando.

Setelah menempuh penerbangan selama 4,5 jam dari Lanud SIM ke Cithagong Bangladesh, bantuan kemanusiaan diterima oleh pemerintah Bangladesh yang selanjutnya akan diangkut melalui jalan darat selama kurang lebih 2 jam dengan menggunakan truk menuju lokasi para pengungsi Rakhine State di daerah Cox's Bazaar untuk disalurkan.

Dengan didistribusikannya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi yang sudah cukup lama hidup dalam keadaan serba terbatas.

"Mudah mudahan dalam waktu dekat kesulitan para pengungsi segera teratasi sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan secara layak dan manusiawi" jelas Waasops Kasau.

Pesawat C-130 Hercules TNI AU dengan nomor ekor A-1328 ini dipiloti oleh Mayor Pnb Teddy Saputra dan Kapten Pnb Putut Satriya dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Sementara tim bantuan kemanusiaan terdiri dari Paban IV Hublu, Staf Operasi Mabesau, Dispenau, satu regu Paskhas dari Satbravo dan satu tim dari BNPB, yang dalam proses unloadingnya dibantu oleh personel dari Bangladesh Air Force.

  ★ Portal Komando  

TNI AL Bahas Kapal Besar Untuk Bakamla

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/96/Indonesia_Frigate_KRI_Karel_Satsuit_Tubun.jpg/1200px-Indonesia_Frigate_KRI_Karel_Satsuit_Tubun.jpgIlustrasi KRI Ahmad Yani class TNI AL ☆

KSAL Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan pihaknya kini tengah membicarakan soal hibah kapal dari TNI AL untuk Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI).

Ia mengatakan, untuk hibah yang akan dilakukan berikutnya TNI AL tidak lagi akan menghibahkan kapal-kapal kecil karena lemahnya daya tahan kapal kecil.

Hal itu dikatakan Ade dalam konferensi pers kegiatan Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Rapim TNI AL) tahun 2018 di Auditorium Yos Sudarso, Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap Jakarta Timur pada Jumat (26/1/2018).

“Soal kapal hibah ke Bakamla dalam proses pembicaraan. Dulu memang yang kita hibahkan adalah kapal-kapal kecil, fiber. Tapi saya bilang, buat apa fiber, kena ombak besar juga pulang,” kata Ade.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melihat sejauh mana kemungkinan untuk menghibahkan kapal TNI AL yang berukuran besar seperti kapal jenis Fregat.

Nantinya, pihaknya akan mengevaluasi kapal berteknologi perang tinggi tersebut.

Ia menegaskan bahwa kapal tersebut bisa didemiliterisasi dan digunakan oleh Bakamla untuk mengawasi illegal fishing di perairan Indonesia.

“Lebih baik nantinya kita dengan Bakamla, Bakamla juga sudah memprogramkan kapal besar untuk Coast Guard. Nanti juga kita evaluasi kapal Fregat kita. Itu bisa demiliterisasi, kemudian bisa menjadi kapal Bakamla,” kata Ade.

Ade menambahkan bahwa pihaknya juga nantinya akan menyeleksi kapal tersebut untuk melihat mana yang masih mungkin dihunakan dan mana yang sudah tidak ekonomis lagi bagi TNI AL.

“Ini yang nanti kita seleksi, mana yang masih mungkin dan mana yang tidak ekonomis lagi,” kata Ade.

  ★ Tribunnews  

Jumat, 26 Januari 2018

[Video] Armada Ketiga TNI AL Akan Dibangun di Sorong Papua

⍟ Rapim TNI ALTNI Angkatan Laut menggelar Rapat Pimpinan (Rapim), sebagai kelanjutan dari Rapim Kementerian Pertahanan dan Rapim TNI. Efisiensi dan pembentukan armada ke-3 menjadi topik bahasan utama dalam Rapim TNI AL kali ini.

  ☠ Youtube  

TNI AU Bangun Koopsau III di Papua

⍟ Tahun IniIlustrasi pesawat TNI AU [TNI AU] ☆

TNI Angkatan Udara akan miliki Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau III). Hal itu diungkapkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU tahun 2018 di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Jumat (2/1/2018).

Kasau menegaskan, untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan tugas-tugas operasi udara, TNI AU perlu segera memiliki Komando Operasi TNI AU (Koopsau) III. Diharapkan dalam tahun 2018, organisasinya sudah terbentuk, karena juga sudah menjadi program Mabes TNI.

“Saya berharap pada Triwulan pertama tahun ini (2018) susunan organisasinya sudah bisa diusulkan. Panglima TNI sudah menggariskan, bahwa TNI AU harus membentuk Koopsau III, TNI AD membuat Divisi dan TN AL membuat Armada” ujar Kasau.

Menurut Kasau, pembangunan Koopsau III, sudah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) TNI AU Tahap II (2015 – 2019). Untuk teknisnya, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasau akan segera melakukan pengkajian, baik yang menyangkut lokasinya, organisasinya, pengawakannya maupun waktunya.

“Sekarang ini, tinggal teknis pembentukannya bagaimana, kapan dan di mana. Kita juga harus memikirkan intergrasi dengan yang lain (Angkatan Darat dan Angkatan Laut) tidak bisa sendiri sendiri, kan namanya juga kekuatan Tri Matra terpadu,” tandas Kasau.

Kasau mengatakan, organisasi baru ini benar-benar efektif untuk mendukung pelaksanaan operasi. Asrena Kasau akan mengkaji, dimana keberadaan markas Koopsau III, untuk sementara pilihannya antara Biak atau Sorong Papua.

 Pesawat Su-35

Terkait dengan pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-35, Kasau menegaskan, proses masih berjalan sesuai rencana. Kalau sempat beredar informasi ada tekanan dari pihak-pihak tertentu, itu tidak benar.

“Kontrak pesawat Sukhoi Su-35 masih jalan sesuai yang disampaikan Panglima TNI. Saya berharap Februari 2018 kontrak sudah ditanda tangani dan dua belas bulan kedepan delivery untuk bacth pertama sudah dapat dilakukan,” ujar Kasau.

Sementara yang menyangkut pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, Kasau menegaskan TNI AU akan melaksanakan tugasnya sesuai kebijakan yang sudah digariskan oleh Panglima TNI, yaitu membantu Kepolisian RI mengamankan Pilkada di seluruh wilayah Indonesia.

“Semua Lanud di daerah akan saya berdayakan untuk mem-back up Polri dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada,” ucap Kasau.

Rapim TNI AU hari ini dihadiri para komandan satuan TNI AU seluruh Indonesia itu, Sekjen Kemhan Marsekal Madya (Marsdya) TNI Hadiyan Sumintaamadja, Wagub Lemhannas Marsdya TNI Bagus Puruhito, Irjenau Marsekal Muda (Marsda) Umar Sugeng Haryono, Koorsahlii Kasau Marsda TNI Eko Supriyanto, para Asisten Kasau dan dan para pejabat TNI AU lainya.

  ☠ Tangerang Online  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...