instagram shamehadaa ●
Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha meninjau Perkembangan Pembangunan Kapal Perang LPD 124 Meter di PT PAL Indonesia (Persero), Selasa Siang (13/02).
Ditemui langsung Direktur Utama Budiman Saleh dan Direktur Pembangunan Kapal Turitan Indaryo serta Jajaran Manajenen di rupat PIP Kantor Pusat. Kunjungan Kadisadal untuk melihat secara langsung perkembangan progresif pembangunan LPD, kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan.
Direktur Utama Budiman Saleh menuturkan perkembangan proyek kapal perang yang dikerjakan telah sesuai rencana dan bahkan melebihi (ahead) dari perencanaan. “Kemampuan Insan PAL dalam mengerjakan proyek untuk bangsa sangat terkontrol dan sesuai dengan perencanaan” ujarnya. Kompetensi inilah yang menghasilkan produk berkualitas serta berteknologi tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Kadisadal Prasetya Nugraha mengarahkan Progres yang sedang berjalan harus dipastikan sesuai dengan rencana yang telah disampaikan.
“Segala Kendala dan Permasalahan dilapangan harus diselesaikan secepatnya melalui keputusan bersama, Satuan Tugas (Satgas) Proyek sebagai perwakilan mabesal harus melaporkan Progres secara berkelanjutan” ujarnya.
Prasetya menambahkan proyek strategis pemenuhan Alat Utama Sisitem Senjata (alutsista) yang dibangun harus menjadi fokus dan perhatian utama PT PAL Indonesia (Persero).
Budiman menjawab peluang dan kesempatan Itu menjadi sebuah challenge yang membangun. “Para Insan PT PAL memiliki strategi serta way out yang selalu dinamis dan praktis, sehingga solusi yang dijalankan telah terverifikasi dengan sempurna” imbuhnya.
Budiman menjelaskan segala proses perkembangan dapat terpantau lolos QCD.
Meriahkan HUT Ke-72
Para perenang yang sejak pukul 21.00 WIB dilepas dari dermaga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya untuk menaklukkan Selat Sunda mulai memasuki garis finish di Tanjung Sekong, Merak, Cilegon. Mereka sudah menempuh jarak sekitar 39 km. ●
Sebanyak 290 orang mengikuti lomba renang dan 472 peserta turut berlaga dalam lomba dayung di Selat Sunda yang digelar Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-72 Marinir yang telah diperingati pada 15 November 2017.
Penanggung jawab kesehatan peserta lomba renang dan dayung, Letkol Laut (K) dr Jeffery Agung, mengatakan bahwa para peserta sebelum melaksanakan aksinya, terlebih dahulu harus dilakukan pengecekan kesehatan, salah satunya tekanan darah.
"Selain itu persyaratan yang harus dipenuhi, dia tidak punya riwayat penyakit kronis, seperti epilepsi, asma, gangguan pernapasan, kemudian penyakit jantung, dan tentunya sudah terlatih," paparnya kepada wartawan, Selasa (2/3/2018).
Sementaran Kadispen Kormar Letkol Ali Sumbogo menuturkan, dalam lomba renang dan dayung berjarak 39 kilometer (km) ini direncanakan diikuti juga oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, KSAL Laksama Ade Supandi, dan Dankomar Mayjen (Mar) Bambang Suswantono.
"Insya Allah ada Ibu Menteri Susi, KSAL, Dankormar, dan Ketua MPR, serta pejabat daerah turut meramaikan kegiatan ini," ucapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, para peserta tengah mempersiapkan diri untuk menaklukkan Selat Sunda yang akan digelar pukul 21.00 untuk renang dan 22.00 WIB untuk lomba dayung.
"Acara akan dimulai dari jam 21.00 WIB untuk renang dan dayung jam 22. 00 WIB," lanjut Ali.
Selain itu, lomba untuk kalangan umum juga dilakukan, yakni renang jarak dekat, bola voli pantai, rampak beduk, panjat pinang, kuliner ikan, serta menggambar-mewarnai.
"Dalam kegiatan ini ada ribuan peserta. Baksos sendiri sampai 1.500, cek gigi 400 orang, dan sunat massal 100 orang," tutupnya.
Video liputan KompasTv :
Dokumentasi tiga dari lima pesawat jet tempur Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 12 menuju hanggar pesawat seusai melakukan latihan tempur udara, di wilayah udara Aceh Besar, Aceh, Senin (20/2/2017). (ANTARA FOTO/Ampelsa) ★
Skuadron Udara 12 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, yang dikenal dengan Panther Hitam, tengah menggelar latihan tempur udara di Provinsi Aceh.
Komandan Skuadron Udara 12, Letnan Kolonel Penerbang Adhi Akbar, di Blangbintang, Aceh Besar, Jumat, mengatakan, latihan tempur udara berlangsung hingga 6 Maret mendatang.
"Latihan melibatkan 80 personel dan enam pesawat tempur Hawk 100/200. Latihan dengan markas di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar," katanya.
Latihan itu merupakan kegiatan rutin dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI khususnya di wilayah Aceh. Latihan termasuk menembakkan peluru kendali udara-ke-darat AGM-65 Maverick a. Secara "koleksi" persenjataan TNI AU, ada lagi yang sering dipergunakan untuk dalam latihan memusnahkan sasaran di darat, yaitu bom udara Mk-82.
"Latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan, kualitas dan profesionalitas seorang penerbang dalam melaksanakan operasi penerbangan dengan membawa Maverick sekaligus patroli pengamanan wilayah," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, latihan itu juga untuk melatih penerbang-penerbang muda yang baru saja bergabung agar mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
Komandan Pangkalan Udara TNI AU Sultan Iskandar Muda, Kolonel Navigasi Indrastanto Setiawan, mengatakan, wilayah Aceh merupakan zona udara internasional dan strategis yang memungkinkan pelanggaran-pelanggaran udara terjadi.
"Dengan latihan ini, pulau-pulau di ujung barat Indonesia tetap berada dalam pantauan ataupun mendapatkan pengamanan dari Indonesia melalui TNI AU," kata dia.
Setiawan mengingatkan kepada semua personel yang terlibat latihan, baik dari Skuadron Udara 12, Skuadron Udara 8 (SA-330 Puma, NAS-332 Super Puma, dan EC-725 Cougar), Pangkalan Udara TNI AU Iskandar Muda, maupun Kompi Senapan C Batalion Komando 469 Pasukan Khas TNI AU mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.
"Kami juga mengajak semua yang terlibat dalam latihan saling bersinergi, bekerja sama, komunikasi dan koordinasi yang baik, sehingga latihan mencapai hasil maksimal," kata Setiawan.
F-16C/D mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru ★
Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, kembali menerima lima pesawat tempur F-16. Pesawat tempur ini akan memperkuat armada yang sudah ada.
Pesawat F-16 ini tiba di Pekanbaru pada Kamis (1/3/2018) di Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn). Kelima pesawat F-16 ini datang ke Pekanbaru secara bertahap. Awalnya siang tiga pesawat dan sore harinya menyusul dua pesawat lagi.
"Pengiriman pesawat ini merupakan bagian dari 24 pesawat tempur yang dibeli dari Amerika Serikat," kata Komandan Lanud Rsn Marsma Age Wiraksono, Kamis (1/3/2018) sore.
Age menjelaskan kelima pesawat ini merupakan tipe F-16 C dan F-16 D dengan single sitter. Sedangkan pesawat F-16 sebelumnya tipe A dan B.
"Kelimanya datang hari ini dengan waktu yang berbeda. Terakhir tadi dua pesawat karena sebelumnya ada training di Lanud Iswahyudi," kata Age.
Age menjelaskan kelima pesawat ini dalam kondisi prima. Penambahan pesawat tempur di Lanud Rsn ini untuk menjaga wilayah udara di Indonesia, khususnya di bagian barat.
"Kalau semuanya di-full-kan di Jawa, tentu response time terhadap perkembangan situasi di perbatasan akan lambat. Lanud Roesmin Nurjadin merupakan home base F-16 yang memang sudah dipersiapkan sejak lama," kata Age.
Su-35 is a Russian-made super-maneuverable fighter jet equipped with a phased array radar and steerable thrusters
Sukhoi-35 fighter jet © Marina Lystseva/TASS ★
Russia and Indonesia have signed an agreement on the Sukhoi-35 fighter jets, Vladimir Kozhin, the Russian President’s aide for cooperation in defense technologies said on Thursday.
"Yes, we’ve signed it," he said.
Earlier reports said the Indonesian government was eyeing a purchase of ten multirole Sukhoi-35 fighter jets as a replacement for the outmoded F-5 Tigers, which the Indonesian Air Force commissioned in 1980.
Russian government-controlled corporation Rostec said later it had handed a purchase proposal to Indonesia.
The Su-35 is a Russian-made multipurpose generation 4++ super-maneuverable fighter jet equipped with a phased array radar and steerable thrusters. It can develop a speed of up to 2,500 kilometers per hour and has a flying range of 3,400 kilometers and a combat radius close to 1,600 kilometers.
The fighter jet has a 30mm gun and has 12 hardpoints for carrying bombs and missiles.