Ilustrasi serangan teror bom Surabaya. (REUTERS/Beawiharta) ☆
Polda Jawa Timur mengkonfirmasi jumlah korban dalam teror bom di Surabaya dan Sidoarjo dalam dua hari terakhir. polisi menyebut, total korban tewas ada 28 orang baik dari terduga pelaku maupun warga.
"Ini jumlah sementara karena masih ada teridentifikasi di DVI (Disaster Victim Identfication)," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).
Jumlah korban tewas tersebut terdiri dari korban tewas di tiga gereja 18 orang, di Rusunawa Wonocolo Sidaorjo tiga orang, dan korban tewas bom bunuh diri empat orang di Poltabes Surabaya. Selain itu ada tiga orang yang ditembak petugas saat penyergapan.
"Total sementara 28 orang," kata Barung.
Sementara korban luka-luka baik dari warga masyarakat maupun petugas kepolisian berjumlah 57 orang. Di antara korban luka ada juga anggota keluarga orang yang diduga menjadi pelaku pengeboman.
"Jumlah korban luka 57 orang," ujar Barung.
Aksi teror terjadi kemarin di tiga gereja di Surabaya. Malam harinya, ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo. Sementara tadi pagi, bom bunuh diri meledak di Poltabes Surabaya. Polisi saat ini masih mengusut kasus ini dengan mengejar sejumlah orang yang diduga terlibat. (sur)
Bom Surabaya Sampai Mapolrestabes Melibatkan Keluarga
Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, satu anak dilibatkan dalam serangan bom Mapolrestabes Surabaya terlempar dan selamat. (Detikcom/Zaenal Effendi)
Pelaku serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya berhasil dikenali. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, ternyata terduga pelakunya juga satu keluarga yang diduga merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) cabang Surabaya.
"Pelakunya satu keluarga juga, sudah teridentifikasi, empat meninggal," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (14/5).
Menurut Tito, pelaku serangan bom di Mapolrestabes Surabaya menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka terdiri dari pasangan suami istri dan tiga anak. Namun, kata dia, satu bocah itu terlempar dari sepeda motor saat terjadi ledakan.
"Yang anak-anak terlempar, masih selamat. Saat ini ada di RS Bhayangkara," ujar Tito.
Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin juga menyatakan hal yang sama dengan Tito. Menurut dia, pelaku serangan bom di Surabaya pada Minggu (13/5) kemarin dan hari ini adalah sama-sama satu keluarga. Sama halnya dengan korban ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, yang juga menewaskan satu pasang suami istri dan satu anaknya.
Menurut Tito, pelaku meledakkan bom di gerbang Mapolrestabes Surabaya karena tidak bisa menerobos penjagaan. Alhasil, empat polisi yang berjaga mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
"Mereka bagian dari kelompok yang sama. Kenapa aksinya di Surabaya? Karena mereka menguasai daerah ini," kata Tito.
Tito menyatakan, alasan kelompok JAD bergolak karena dua pimpinan mereka, yakni Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori, ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Menurut dia, kelompok yang keras melawan adalah JAD Surabaya pimpinan terduga D, yang tewas dalam serangan bom bunuh diri kemarin. Istri D, PK, dan empat anaknya juga turut meninggal dalam aksi bom bunuh diri. (ayp/asa)
Bom Surabaya, JAD dan Ancaman ISIS di Indonesia
Ilustrasi serangan teror bom Surabaya. (REUTERS/Beawiharta)
Kepolisian menyebut rentetan teror bom Surabaya didalangi oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok terkait ISIS yang beroperasi di Indonesia. Kelompok itu baru berdiri pada 2015, tapi terus mengancam sejak serangan pertamanya di Thamrin, satu tahun kemudian.
Pengamat teroris, Harits Abu Ulya, mengatakan serangan yang memakan belasan korban jiwa di Surabaya dilakukan "untuk menunjukkan eksistensi dari kelompok teror dan membuat kacau situasi kondisi sosial politik di Indonesia."
Melalui pesan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/5), Harits mengatakan serangan itu dilakukan dengan terorganisir, melibatkan banyak kelompok dan telah direncanakan sejak jauh hari.
Walau demikian, dia tidak menyebut jaringan mana yang ada di balik teror ini.
"Kita berharap polisi segera menemukan titik terang ... dan bisa diungkap aktor di balik serangan bom bunuh diri di Surabaya," kata Harits.
Sesuai harapan Harits, Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian menyebut serangan di tiga gereja Surabaya dilakukan oleh enam orang, yakni pasangan suami-istri dan empat anaknya.
Menurutnya, sang suami yang berinisial D diduga kuat adalah Ketua JAD Surabaya.
Tito juga menyebut motif serangan itu tak lepas dari kekalahan ISIS di Timur Tengah. Negara de facto mereka, yang disebut Daulah Islamiyah, terus kehilangan wilayah di Irak dan Suriah.
JAD adalah kelompok yang mendukung keberadaan negara pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu; jamaah ansharut daulah sendiri secara harfiyah berarti jemaat pembela negara.
Kelompok itu dipimpin oleh Aman Abdurahman, tokoh yang diyakini sebagai pemimpin ISIS di Indonesia dan bertanggung jawab atas serangan mematikan di Thamrin, awal 2016.
Aman Abdurahman diyakini sebagai pemimpin ISIS di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain terkait keadaan Timur Tengah, kata Tito, serangan di Surabaya juga dilakukan sebagai balasan atas perlakuan pemerintah terhadap lelaki yang kini mendekam di balik jeruji.
"Diduga pembalasan kelompok JAD karena Aman Abdurahman, yang harusnya keluar Agustus tahun lalu, ditangkap kembali," kata Tito.
Sumber CNNIndonesia.com di lingkungan aparat antiteror menyebut kelompok ini beroperasi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Maluku.
Para pimpinan dari masing-masing wilayah itu kerap bertemu di sejumlah lokasi. Salah satunya adalah di Malang, tak jauh dari Surabaya, antara 2015-2016 lalu.
Kala itu, mereka membicarakan persamaan persepsi, pembentukan struktur dan rencana amaliyah atau aksi teror.
Selain itu, mereka juga menyebarkan pahamnya, merekrut anggota baru dan memberangkatkan WNI ke untuk bergabung dengan ISIS di Suriah.
Kepolisian memperkirakan ratusan warga Indonesia telah hijrah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Polisi pun menduga diduga berangkat diberangkatkan oleh JAD.
Jaringan internasional JAD sampai menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat. Negara tersebut menetapkan Jamaah Ansharu Daulah sebagai organisasi teroris pada 2017 lalu, dua tahun setelah didirikan.
ISIS kehilangan sebagian besar wilayahnya di Timur Tengah. (REUTERS/Erik De Castro)
Dengan demikian, AS sekaligus menjatuhkan sanksi terhadap orang-orang yang diduga terkait kelompok tersebut.
"Konsekuensinya termasuk melarang warga AS berhubungan dan bertransaksi dengan Jamaan Ansharut Daulah, dan membekukan semua properti ... Jamaah Ansharut Daulah yang kini atau kelak berada di Amerika Serikat," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.
Tak hanya Amerika, keberadaan JAD juga disoroti oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut laporan PBB, JAD adalah kelompok yang menjadi kunci keberadaan ISIS di Indonesia.
"Di Indonesia, Jamaah Ansharut Daulah ... masih menjadi jaringan kunci terkait ISIL (nama lain ISIS) ... [kelompok itu] telah membangun keberadaan di sejumlah provinsi," bunyi laporan PBB.
Pemerintah Indonesia tengah menggodok revisi undang-undang antiterorisme. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pihaknya bisa membentuk tim khusus menanggulangi JAD jika revisi telah disahkan.
Namun, revisi UU tersebut masih mandek di proses legislatif dan ancaman teror belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. (aal/asa)
BIN Sebut Markas Polisi Sasaran Utama Teroris
Ledakan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5). (Dok. Istimewa)
Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengakui serangan besar-besaran oleh jarigan terorisme yang diterima oleh intelijen akan dilakukan pada 11 Mei lalu.
Menurut Wawan, serangan besar-besaran itu akan dilancarkan ke markas besar atau kantor kepolisian.
"Serangan besar-besaran target utamanya kantor polisi. Tapi serangan itu di delay," kata Wawan kepada CNN Indonesia TV, Senin (14/5).
Wawan menjelaskan, Mapolrestabes Surabaya merupakan salah satu alternatif yang akan diserang oleh kelompok teroris tersebut. Namun, kelompok teroris mencoba melakukan pengalilhan lewat pengeboman tiga gereja di Surabaya.
"Pagi ini sasaran utamnya dihantam, di Mapolrestabes Surabaya," ungkap Wawan.
Sementara kejadian ledakan yang terdengar di sebuah Rusunawa di Siduarjo menurut Wawan resmi kelalaian atau kecelakaan dari pelaku teror. Menurutnya, pelaku belum memahami secara utuh watak bom yang mereka gunakan.
"Watak bom itu kadang di kemiringan tertentu bisa meledak, atau ada yang gagal menngontrol remote. Jadi mereka kurang menguasai," kata Wawan.
Lebih lanjut, Wawan mengaku jika beberapa daerah sudah meningkatkan status siaga 1, terutama di kantor-kantor kepolisian. Pasalnya, para kelompok teroris memang sudah melakukan pemetaan terhadap kantor polisi yang menjadi sasaran utama mereka.
Selain pemetaan, para kelompok teroris sengaja menyebarkan informasi hoaks soal adanya ancaman dan ledakan di beberapa titik agar masyarakat dan aparat semakin takut.
Kelompok teroris menurut Wawan sudah mengetahui rencana mereka akan digagalkan yang berimbas dengan terkuaknya jaringan. Pasalnya tidak sedikit diantara mereka yang sudah diamankan oleh polisi dalam kondisi hidup.
"Karena takut terungkap jaringannya mereka menyerang lebih cepat. Ini yang perlu diantisipasi oleh aparat dan juga masyarakat soal lingkungan atau tetangga mereka," kata Wawan (DAL/DAL)
4 Polisi Terluka
Infografis Detik-detik Serangan Bom Malpolrestabes Surabaya ☆
Serangan bom di Mapolrestabes Surabaya hari ini menyebabkan empat polisi luka-luka. Bahkan kabarnya ada enam warga sipil yang sedang ada keperluan di Mapolrestabes Surabaya ikut menjadi korban.
"Empat anggota yang terluka yaitu Bripda M. Taufan, Bripka Rendra, Aipda Umar, dan Briptu Dimas Indra," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, dalam jumpa pers di Surabaya, Senin (14/5).
Menurut Frans, saat ini seluruh korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Serangan bom itu terjadi di depan gapura Mapolrestabes Surabaya. Peristiwa itu mengakibatkan beberapa polisi sedang berjaga dan warga terluka.
Dari pantauan CNN Indonesia TV di lokasi kejadian, polisi saat ini menutup Jalan Sikatan sepanjang 500 meter di depan Mapolrestabes Surabaya. Seluruh awak media dan warga diminta menjauh dari lokasi kejadian. Sejumlah ambulans dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Surabaya, juga terlihat hilir mudik. Nampak juga mobil-mobil petinggi Polda Jatim berdatangan.
Polisi dan tim Gegana juga meminta pengguna jalan memutar arah dan menghindari Jalan Sikatan. Sebab, jalan itu sehari-hari ramai karena berada di pusat kota dan dekat dengan pusat niaga.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung menyatakan anggota polisi menjadi korban dalam kejadian itu. Menurut Frans, insiden itu terjadi pada pukul 08.50 WIB.
Frans menyatakan pelaku menggunakan dua sepeda motor terpisah. Mereka meledakkan bom ketika dihentikan oleh polisi di pos pemeriksaan. Frans mengatakan mereka masih mengusut kejadian itu.
Kemarin, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian itu.
Sedangkan di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo, juga terjadi ledakan bom di salah satu rumah. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka. Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom.
Presiden Joko Widodo menyatakan mengecam tindakan itu dan meminta Polri memberantas kelompok teroris sampai tuntas dan mempersilakan jika harus mengambil tindakan tegas.
"Ini adalah tindakan pengecut, tindakan tidak bermartabat, biadab," kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers hari ini.
Presiden Jokowi menyatakan berjanji akan melawan terorisme hingga tuntas. Dia juga meminta polisi tidak perlu ragu mengambil tindakan tegas di lapangan, ketika berhadapan dengan kelompok teroris.
"Saya sampaikan kepada polisi, saya perintahkan Kapolri tindak tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan di lapangan," ujar Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat dan kementerian segera menyelesaikan revisi undang-undang terorisme. Sebab menurut dia, pengajuan revisi itu sudah dilakukan sejak Februari 2016, dan sampai saat ini belum juga diputuskan. (ayp/gil)
Empat Pelaku Tewas dalam Serangan di Mapolrestabes Surabaya
(Foto: AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO)
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera menyatakan empat pelaku penyerangan Mapolrestabes Surabaya, dinyatakan tewas.
"Update terakhir ada empat pelaku teror dengan menggunakan dua motor, yang sudah dinyatakan tewas," kata Frans di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5).
Saat ini kepolisian disebut masih memeriksa identitas keempat pelaku penyerangan yang menggunakan sepeda motor Honda Beat dan Honda Supra tersebut.
"Identitas masih diidentifikasi, mencocokkan semua data-data," katanya.
"Kita rujuk ke RS PHC, kita berikan pengobatan, mohon doakan," katanya.
Frans juga mengklarifikasi terkait mobil Avanza yang ramai di media sosial. Menurutnya mobil itu merupakan tamu Poltabes Surabaya.
Suasana ledakan di Mapoltabes Surabaya. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Berdasarkan video CCTV yang didapat redaksi CNNIndonesia.com, ada sekitar lima polisi yang berjaga di pintu gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya. Beberapa dari anggota polisi menggunakan perlengkapan rompi.
Awal mulanya, tampak sebuah mobil Avanza warna hitam yang masuk ke dalam gerbang. Kedatangan mobil tersebut diikuti oleh dua motor yang ditumpangi laki-laki, anak kecil dan perempuan.
Kedatangan dua motor jenis bebek itu langsung meledak bersamaan dengan anggota polisi yang memberhentikan dan bertanya kepada pengendara motor dan mobil.
Kejadian yang terjadi dalam hitungan detik itu pun membuat anggota polisi yang berada di pintu gerbang seketika terpental dan jatuh akibat ledakan. Belum diketahui kondisi terkini polisi yang menjadi korban tersebut. (asa)
PPRC 2018
Tiga pesawat Hercules dari Skadron Udara 32 Malang berhasil menerjunkan 144 personel TNI dari pasukan Para Raider 305 Brigif 17 Divisi 1 Kostrad Malang yang dipimpin oleh Danyon Para Raider 305 kostrad Letkol Inf Deni Juon dan Batalyon Komando 464 Paskhas Malang Jawa Timur yang dipimpin Lettu Pas Archie di Pangkalan Udara Leo Watimena Morotai, kemarin.
Operasi dibagi menjadi dua dimana Tim Yonko 464 Paskhas dengan kekuatan 48 personel melaksanakn Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) yang telah beberapa bulan dikuasai musuh dan Operasi Linud dengan kekuatan 96 personel bertugas untuk menghancurkan sasaran yang berada di wilayah pegunungan Morotai.
Penerjunan pasukan Lintas Udara (Linud) dan Batalyon Komando Paskhas dilaksanakan di pagi-pagi buta sebagai unsur pendadak serangan kepada musuh yang mengusasi bandara Leo Watimena. Penyerbuan secara mendadak dan serentak membuat musuh kocar kacir sehingga mudah dilumpuhkan dan Pulau Morotai berhasil di kuasai penuh oleh TNI.
Serangan pasukan TNI di seluruh wilayah Morotai didahului oleh pengintaian dua pesawat Super Tukano untuk memastikan target sasaran yang akan di hancurkan menggunakan Serangan Udara Langsung (SUL) yang dilakukan tiga pesawat Super Tukano menggunakan bomb MK-53. Selain itu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu 634 dibawah pimpinan Mayor Laut (P) M. Puji Santoso juga melaksanakan operasi penyekatan di wilayah perairan sekitar Morotai Maluku Utara sekaligus memberikan Bantuan Tembakan Kapal (BTU) untuk menggempur kekuatan musuh di Pulau Morotai.
Suasana pagi di Morotai yang biasanya sunyi dan tenang saat sang fajar mulai beranjak dari peraduannya tiba-tiba terdengar desingan peluru dan rentetan ledakan terdengar dari arah Utara Morotai disertai deru mesin pesawat yang memuntahkan pasukan udara yang terjun dari bagian belakang pesawat. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang dilaksanakan diwilayah Morotai khusunya di Pangkalan Udara Leo Watimena.
Sejumlah pejabat TNI dan Pemda turut hadir menyaksikan Latihan PPRC TNI tahun 2018 yang dilaksanakan di Wilayah Morotai, diantaranya Asisten Operasi (Asops) Kasau Marsda TNI Johannes, Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, Aslog Kasad Mayjen TNI Irwan, Asrena Kasal Laksda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan, Plt. Gubernur Maluku Utara, Danlanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis, Bupati Morotai Benny Laos, Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Indra Joko Rerangin, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto dan Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang serta Forkopimda Malut dan Forkopimda Kab. Pulau Morotai.
Warga Rusun Sidoarjo Dievakuasi
Rusun Wonocolo, lokasi terjadinya ledakan diduga bom di Sidoarjo (Deni Prasetyo Utomo/detik) ☆
Bom meledak di salah satu unit di Rusun Wonocolo, Jalan Sepanjang, Sidoarjo. Saat ini lokasi di area rusun tersebut sudah digaris polisi.
Pantauan detikcom, Minggu (13/5/2018), pukul 22.00 WIB, petugas kepolisian, tim inafis hingga TNI masih melakukan identifikasi lokasi ledakan.
Terlihat juga seluruh penghuni rusun sudah dievakuasi dari gedung. Para penghuni rusun menunggu di area parkiran bersama warga sekitar.
Saat ini petugas dari Polda Jatim sudah ada di lokasi. Akses jalan menuju ke rusun mulai ditutup oleh polisi.
Polisi masih berjaga di sekitar police line. Para petugas melarang warga masuk ke area Rusun. Ambulans juga sudah berada di lokasi. (rvk/van)
Ada 5 Orang Korban
Ada 5 orang korban akibat ledakan bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dua orang sudah berada di rumah sakit.
"2 orang di rumah sakit," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi, Minggu (13/5/2018).
Sedangkan tiga orang lainnya masih berada di unit Blok B Rusunawa. Polisi belum menjelaskan detail soal kondisi mereka yang terluka.
"Yang mau kita turunkan (dari rusunawa) 3 orang," kata Frans.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan unit lokasi ledakan dihuni terduga teroris.
"Unit tersebut ditinggali oleh terduga pelaku," kata Iqbal. (fdn/fdn)
Berasal dari Kamar Terduga Teroris Anton
Ambulans tiba di Rusun Wonocolo, lokasi terjadinya ledakan diduga bom di Sidoarjo (Deni Prasetyo Utomo/detik)
Pengurus Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, mengatakan, bom meledak di unit rusun yang dihuni pria bernama Anton. Pengurus menjelaskan, ada 5 orang yang berada di rusun tersebut.
"Rusunnya dihuni Anton dan istri serta 4 anaknya. Tapi istrinya lagi di Yogyakarta," ucap pengurus Rusun Wonocolo, Lidya, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/5/2018).
Lidya menjelaskan, anak Anton yang paling tua berusia 20 tahun. Dia menambahkan, saat ledakan bom terjadi, hanya ada 5 orang di unit Anton.
Lidya juga sempat melihat 2 anak Anton dibopong warga ke rumah sakit. Kondisi anak Anton saat dibopong dalam kondisi berdarah.
"Ada 2 anaknya yang saya lihat dibawa ke RS," ujarnya.
Anton menghuni rusun di Blok B lantai 5. Menurut Lidya, warga mengenal Anton sebagai orang yang ramah.
"Orangnya ramah kok sering ketemu kalau bayar listrik-air," kata Lidya.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan, Ada 5 orang korban akibat ledakan bom di Rusun. Dua orang sudah berada di rumah sakit dan 3 lainnya masih di dalam rumah. (rvk/fdn)
Anton Tewas Dilumpuhkan Polisi
Satu orang tewas di lokasi ledakan bom di rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo malam ini. Dia dilumpuhkan polisi karena mengancam. Siapa dia?
"Atas nama Anton. Dia membawa sesuatu yang kemungkinan bisa diledakkan. Karena itu dilumpuhkan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada detikcom, Minggu (13/5/2018).
Tak dijelaskan proses melumpuhkan Anton. Barung hanya menyebut Anton masih berada di lokasi.
"Masih dievakuasi petugas," jelas Barung.
Ledakan di rusunawa Wonocolo Sepanjang mengakibatkan 5 korban. Dua sudah dibawa ke ruma sakit, 3 masih di lokasi. Penghuni rusunawa dievakuasi.
(trw/trw)
Untuk menangani terorisme
Ilustrasi pasukan anti teror TNI [TNI AL] ☆
Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden tertarik untuk menghidupkan kembali satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme. Usulan ini muncul setelah kejadian kerusuhan yang melibatkan narapidana teroris dan aparat di rutan Mako Brimob.
“Sudah saya sampaikan ke Presiden dan beliau sangat tertarik untuk dapat dihidupkan kembali,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Jumat, 11 Mei 2018.
Moeldoko mengatakan, ide itu ia sampaikan kepada Jokowi karena satuan yang terdiri dari pasukan elite TNI tersebut amat dibutuhkan dalam menghadapi situasi global saat ini. “Saat saya jadi Panglima, itu bukan wacana karena itu sudah saya bentuk Komando Operasi Khusus Gabungan, itu sudah dibentuk. Pembentukan organisasi itu dalam situasi global saat ini memang diperlukan,” ujarnya.
Pasukan elite yang tergabung dalam satuan itu, kata Moeldoko, antara lain Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dari TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU. Mereka dikumpulkan di suatu tempat dengan status operasi atau bisa diterjunkan setiap saat.
Kendati begitu, Moeldoko mengatakan bahwa satuan itu memiliki pekerjaan rutin, yaitu melakukan pemetaan terhadap situasi di suatu daerah, kemudian rehearsal (latihan).
Moeldoko mengambil contoh kejadian teror di Bali. “Kalau benar ada kejadian di Bali, kami proyeksikan dengan mudah di sana. Demikian juga yang lain, pasukan dengan mudah dapat digeser,” kata dia.
Menurut Moeldoko, persoalan terorisme saat ini bukan lagi ancaman potensial, tetapi sudah menjadi ancaman faktual. Di hampir semua negara, terorisme dianggap sebagai high intensity sehingga memerlukan penanganan khusus. “Jadi bagian negara adalah penting masyarakat nyaman, aman, tenteram. Siapa aktornya harus kita bijak, jangan karena berdebat di aktor, penanganan itu menjadi tidak optimum,” kata dia.
Saat masih menjabat sebagai Panglima TNI, Moeldoko pernah meresmikan satuan baru bernama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI pada 2015. Satuan itu dibentuk agar bisa menyusun pemetaan untuk mengantisipasi ancaman yang muncul, sehingga pasukan bisa digerakkan dengan cepat