Selasa, 22 Mei 2018

FPS Indonesia Handles Indonesian Military Supply Shipment

Indonesian military supply shipment from France [FPS Group] ☆

PT. FPS Indonesia successfully handled a project shipment of ammunition to include: 3 VL MICA, 1 Exocet missiles, and weapon spare parts from Chateauroux France to Surabaya, Indonesia for the Indonesian Navy.

To facilitate the shipment FPS Indonesia arranged for a Boeing 747 through airline operator ACG for transport.

FPS Indonesia is experienced in transporting military shipments and has carried out many shipments for the Indonesian military. With the most recent shipment FPS Indonesia has handled:

 ☠ MICA and Exocet missiles from France
 ☠ 90mm ammunition and Tarantula vehicle from Belgium
 ☠ Oerlikon 30mm ammunition from South Korea
 ☠ C-212 & C-235 engines from Spain
 ☠ F-16 spare parts from USA
 ☠ Torpedoes from Italy
 ☠ Trimaran missiles from China
 ☠ Radar systems from Canada
 ☠ Military Land Rover and spare parts from the UK

PT FPS Indonesia does more than military shipments and has also worked with the Indonesian government to support the Indonesian Railway by handling the carriage of train cars from factory to arrangement sites.
 

  ☠ FPS group  

Askrindo Beri Penjaminan Proyek Alutsista

KRI Raden Eddy Martadinata 331 [dvidshub] ☆

Dukung perkembangan industri pertahanan dalam negeri, PT Askrindo (Persero) menjalin kerja sama dengan Perkumpulan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas).

Asmawi Syam, Direktur Utama Askrindo, dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, perjanjian ini tidak hanya melihat potensi bisnis semata, tetapi juga turut membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri khususnya swasta agar dapat membangun kekuatan pertahanan dan keamanan nasional yang tangguh.

Perhatian pemerintah yang begitu besar terhadap bidang Pertahanan dan Keamanan dapat dilihat dari besarnya alokasi dana APBN yang dianggarkan untuk keperluan perawatan, pengadaan dan pembangunan alutsista, yakni Rp 105 triliun atau 12,47% dari APBN tahun 2018. Tentunya hal ini perlu didukung oleh semua pihak, yang terkait oleh pengadaan, pembangunan, dan perawatan alutsista, serta stakeholders lainnya. “Proses perawatan, pengadaan, dan pembangunan alutsista mengandung risiko yang dapat diminimalkan melalui jasa asuransi, sehingga tugas yang digariskan oleh Pemerintah dapat terselesaikan dengan tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran,” ujar Asmawi.

Selama ini, Askrindo telah memiliki pengalaman dalam menjamin proyek-proyek Alutsista, baik yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia, maupun Perusahaan Swasta Nasional, seperti anggota Pinhantanas.

Dalam kerjasama tersebut, Askrindo akan menjamin Asuransi Kredit, Asuransi Kerugian, Suretybond (Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan), Kontra Bank Garansi (Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan), Custom Bonds, Kontrak L/C, dan SKBDN. “Potensi bisnis dengan Pinhantanas relatif besar dan kami optimistis bisa berperan dalam proyek-proyek Pinhantanas yang pada tahun 2018 berjumlah sebesar Rp 25 triliun," tambah Asmawi.

Dari kerja sama ini, Asmawi berharap Askrindo ke depannya akan semakin berkembang dan dapat mendukung program pemerintah tidak hanya dibidang perekonomian, tetapi di bidang lainnya seperti pertahanan. “Ke depan, kami ingin membuktikan bahwa Askrindo merupakan perusahaan asuransi yang tangguh dan tidak hanya mendukung program pemerintah di bidang perekonomian, tetapi juga dibilang lainnya seperti yang kita lakukan sekarang ini,” jelasnya.
 

  ☠ SWA  

Senin, 21 Mei 2018

TNI AU Pesan APC Turangga 4x4

Untuk KorpaskhasKendaraan angkut pasukan Turangga telah menggunakan lambang korpaskhas [indomiliter] ☆

Baru baru ini beredar penampakan APC Turangga produksi PT Karya Tugas Anda sedang di ujicoba lapangan di Bromo.

Dari situs militer indomiliter diberitakan korpaskhas telah memesan sebanyak 13 unit APC Turangga.

Kendaraan ini merupakan desain Ford F550 yang dimodifikasi oleh perusahaan automotive lokal.

Menggunakan mesin turbo diesel 6700c V8 Ford. Dengan transmisi automatic 6 kecepatan.

Kendaraan ini hampir seluruhnya menggunakan produk kendaraan Ford F550. Mampu menampung 12 orang, dengan dua awak, dan dapat membawa 10 pasukan bersenjata lengkap.

Selain itu kendaraan ini mampu dilengkapi senjata SMB (Senapan Mesin Berat) 12,7 mm dan pelontar granat otomatis 40 mm.

  ☠ Garuda Militer  

Koopsusgab di Bawah Panglima TNI

Tapi Bisa Dikendalikan KapolriIlustrasi Pasukan khusus TNI [Kompas] ☆

Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) yang rencananya dibentuk oleh pemerintah akan di bawah wewenang Panglima TNI.

Namun, pada saat diminta Polri untuk memberantas aksi terorisme, tim khusus tersebut akan dikendalikan oleh kepala Polri.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Panitia Khusus Revisi Undang-Undang Antiterorisme Supiadin Aries Saputra saat menjadi narasumber diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/5/2018).

Menurut Supiadin, saat Koopsusgab diminta untuk membantu Detasemen Khusus Antiteror 88 Pori, maka segala risiko dan tanggung jawab ada di tangan Kapolri.

Dalam situasi itu, Panglima TNI dapat memonitor dan memberi masukkan.

Namun, saat Koopsusgab tidak sedang membantu Polri, maka kegiatan operasi berada di kendali Panglima TNI.

"Kalau suatu saat terjadi terorisme di darat, laut dan udara, di situ lah dia (Koopsusgab) berdiri sendiri. Karena sudah ada di undang-undang bahwa TNI bisa mengatasi terorisme," kata Supiadin.

Presiden Joko Widodo sebelumnya membenarkan bahwa saat ini pemerintah dalam proses mengaktifkan kembali Koopsusgab TNI.

Presiden menegaskan, pengaktifan kembali Koopsusgab TNI itu demi memberikan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia dari para pelaku teror.

Meski demikian, Jokowi menegaskan Koopsusgab TNI itu nantinya baru turun tangan dalam situasi kegentingan tertentu.

Para personel TNI terlatih itu berasal dari sejumlah satuan elite matra darat, laut dan udara dipanggil secara khusus untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui, pertama kali, Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.
 

  ☠ Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...