Sabtu, 30 Juni 2018
Jumat, 29 Juni 2018
Rencana Pengadaan Lima Hercules Dilanjutkan
Dengan Hercules Tipe J
Pesawat Hercules TNI AU ☆
Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan rencana untuk mendatangkan pesawat Hercules terbaru tipe J akan tetap dilanjutkan untuk menggantikan pesawat Hercules yang sudah berusia tua.
"Hercules yang lama-lama secara bertahap akan diganti dengan tipe yang terbaru yaitu tipe J," kata Yuyu Sutisna seusai mewisuda para taruna lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 di di Gedung Sabang Merauke, Kampus AAU, Yogyakarta, Kamis.
Menurut Yuyu, rencana pengadaan pesawat angkut TNI AU terbaru tersebut dilakukan sejalan dengan rencana strategis (renstra) ketiga.
Sebelumnya, dalam rencana pengadaan pesawat angkut berat TNI AU, setidaknya ada tiga kandidat pesawat yang akan dibeli yakni Hercules tipe J, Antonov, dan Airbus.
Ia mengakui meski pengadaan pesawat angkut berat tersebut belum final, nemun menurut Yuyu menjatuhkan pilihan pada Hercules lebih tepat dan mampu menghemat anggaran.
"Yang jelas saya hanya melaksanakan renstra, pengadaan pesawat angkut berat Hercules memang belum final karena ada calon-calon pesawat lain tetapi karena infrastruktur untuk hercules sudah ada kenapa harus mencari yang lain-lain," kata dia.
Penambahan pesawat angkut berat itu juga dilakukan seiring dengan penambahan satu skadron udara yang beroperasi di wilayah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III. Saat ini Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32 masih mengoperasikan pesawat Hercules Tipe B/BT dan H/HS.
Yuyu mengatakan dalam rangka memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), selain pengadaan Hercules, dalam waktu dekat TNI AU juga akan menambah 11 pesawat tempur generasi terbaru, 11 helicopter, serta 9 pesawat Casa 212.
"Pesawat-pesawat ini perlu diawaki oleh perwira-perwira personel yang berkualitas. Minimal kita memerlukan 52 penerbang per tahun," kata dia.
Pesawat Hercules TNI AU ☆ Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan rencana untuk mendatangkan pesawat Hercules terbaru tipe J akan tetap dilanjutkan untuk menggantikan pesawat Hercules yang sudah berusia tua.
"Hercules yang lama-lama secara bertahap akan diganti dengan tipe yang terbaru yaitu tipe J," kata Yuyu Sutisna seusai mewisuda para taruna lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 di di Gedung Sabang Merauke, Kampus AAU, Yogyakarta, Kamis.
Menurut Yuyu, rencana pengadaan pesawat angkut TNI AU terbaru tersebut dilakukan sejalan dengan rencana strategis (renstra) ketiga.
Sebelumnya, dalam rencana pengadaan pesawat angkut berat TNI AU, setidaknya ada tiga kandidat pesawat yang akan dibeli yakni Hercules tipe J, Antonov, dan Airbus.
Ia mengakui meski pengadaan pesawat angkut berat tersebut belum final, nemun menurut Yuyu menjatuhkan pilihan pada Hercules lebih tepat dan mampu menghemat anggaran.
"Yang jelas saya hanya melaksanakan renstra, pengadaan pesawat angkut berat Hercules memang belum final karena ada calon-calon pesawat lain tetapi karena infrastruktur untuk hercules sudah ada kenapa harus mencari yang lain-lain," kata dia.
Penambahan pesawat angkut berat itu juga dilakukan seiring dengan penambahan satu skadron udara yang beroperasi di wilayah Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) III. Saat ini Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 32 masih mengoperasikan pesawat Hercules Tipe B/BT dan H/HS.
Yuyu mengatakan dalam rangka memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista), selain pengadaan Hercules, dalam waktu dekat TNI AU juga akan menambah 11 pesawat tempur generasi terbaru, 11 helicopter, serta 9 pesawat Casa 212.
"Pesawat-pesawat ini perlu diawaki oleh perwira-perwira personel yang berkualitas. Minimal kita memerlukan 52 penerbang per tahun," kata dia.
Kamis, 28 Juni 2018
Menhan RI Resmikan Peluncuran Kapal Angkut Tank 4 PT DRU
⍟ KRI Teluk Lada 521
KRI Teluk Lada 521 [@IMF] ☆
Untuk kedua kalinya PT Daya Radar Utama (DRU) unit Lampung meluncurkan kapal angkut tank 4 KRI Teluk Lada 521.
Pada kesempatan ini peluncuran langsung dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di PT DRU Panjang, Kamis 28 Juni 2018.
Pada peluncuran Kapal angkut tank Teluk Lada 521 dihadiri oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM. Putranto, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Erwin Djatniko, dan beberapa tamu undangan.
KRI Teluk Lada 521 [@IMF] ☆Untuk kedua kalinya PT Daya Radar Utama (DRU) unit Lampung meluncurkan kapal angkut tank 4 KRI Teluk Lada 521.
Pada kesempatan ini peluncuran langsung dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di PT DRU Panjang, Kamis 28 Juni 2018.
Pada peluncuran Kapal angkut tank Teluk Lada 521 dihadiri oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM. Putranto, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Erwin Djatniko, dan beberapa tamu undangan.
[Foto] Penampakan Kapal Perang Indonesia di Pearl Harbor
⍟ Menjelang Latma RIMPAC 2018
KRI Makasar 590 memasuki Pearl Harbor [Petty Officer 1st Class Jason Abrams] ☆
Kapal perang Indonesia ikut dalam latihan bersam RIMPAC 2018 di Amerika Serikat.
Sebanyak 26 negara yang turut berpartisipasi dalam latihan ini dan mengerahkan 45 kapal perang, 2000 pesawat dan 25.000 pasukan pendukung latihan bersama ini.
Indonesia juga menurunkan kapal lainnya, yaitu KRI Martadinata 331. Latihan bersama akan berlangsung dari 27 Juni hingga 2 Agustus disekitar kepulauan Hawaii dan California selatan.
Berikut foto diambil dari dvidshub:
KRI Makasar 590 memasuki Pearl Harbor [Petty Officer 1st Class Jason Abrams] ☆Kapal perang Indonesia ikut dalam latihan bersam RIMPAC 2018 di Amerika Serikat.
Sebanyak 26 negara yang turut berpartisipasi dalam latihan ini dan mengerahkan 45 kapal perang, 2000 pesawat dan 25.000 pasukan pendukung latihan bersama ini.
Indonesia juga menurunkan kapal lainnya, yaitu KRI Martadinata 331. Latihan bersama akan berlangsung dari 27 Juni hingga 2 Agustus disekitar kepulauan Hawaii dan California selatan.
Berikut foto diambil dari dvidshub:
Rabu, 27 Juni 2018
★ Sapta Pangrungu (HALO)
Penjejak artileri musuh
Sapta Pangrungu (HALO) [defsec.lskk] ★
Sistem Sapta Pangrungu (HALO) adalah sebagai sarana pendukung taktik pemberantasan sarana bantuan tembakan musuh guna mendukung terwujudnya profesionalisme Satuan Armed dalam memberikan bantuan tembakan utama di darat kepada satuan yang dibantu.
Fungsi dan Manfaat
Fungsi dan Manfaat dari Sapta Pangrungu (HALO)
★ Fungsi
a. Hasil perhitungan berupa arah dan jarak serta koordinat dari kedudukan meriam musuh
b. Antar sistem HALO (client dan server) terhubung dengan menggunakan Long Range Aerial Communication secara otomatis.
c. Menggunakan rambatan suara dengan frekuensi tertentu untuk mendeteksi jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
★ Manfaat
a. Memperoleh informasi lokasi artileri lawan berdasarkan suara (tembakan) yang dihasilkan.
b. Sebagai alternatif pengganti Taktik Tasmo/Art yang sudah ada.
c. Mengefektifkan personel dalam mencari dan mendeteksi keberadaan meriam musuh.
d. Dapat mengetahui jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
e. Pengoperasian dan pemeliharaan mudah dilakukan karena sebagian besar komponennya merupakan produk dalam negeri.
Kemampuan yang Dimiliki
1. Mendeteksi kedudukan meriam musuh dengan hasil akhir berupa titik koordinat.
2. Mobilitas tinggi dengan didukung oleh kendaraan fin komodo.
3. Verifikasi visual dengan UAV untuk meyakinkan koordinat yang dihasilkan oleh HALO.
4. Dilengkapi dengan sistem peninjauan medan yaitu menggunakan motor trail.
♞ Produk Litbanghan TA. 2015 (Tahap I)
♞ Produk Litbanghan TA. 2016 (Tahap II)
♞ Proses sertifikasi Dislitbangad Tahun 2017
Sapta Pangrungu (HALO) [defsec.lskk] ★Sistem Sapta Pangrungu (HALO) adalah sebagai sarana pendukung taktik pemberantasan sarana bantuan tembakan musuh guna mendukung terwujudnya profesionalisme Satuan Armed dalam memberikan bantuan tembakan utama di darat kepada satuan yang dibantu.
Fungsi dan Manfaat
Fungsi dan Manfaat dari Sapta Pangrungu (HALO)★ Fungsi
a. Hasil perhitungan berupa arah dan jarak serta koordinat dari kedudukan meriam musuh
b. Antar sistem HALO (client dan server) terhubung dengan menggunakan Long Range Aerial Communication secara otomatis.
c. Menggunakan rambatan suara dengan frekuensi tertentu untuk mendeteksi jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
★ Manfaat
a. Memperoleh informasi lokasi artileri lawan berdasarkan suara (tembakan) yang dihasilkan.
b. Sebagai alternatif pengganti Taktik Tasmo/Art yang sudah ada.
c. Mengefektifkan personel dalam mencari dan mendeteksi keberadaan meriam musuh.
d. Dapat mengetahui jenis meriam musuh yang melaksanakan penembakan.
e. Pengoperasian dan pemeliharaan mudah dilakukan karena sebagian besar komponennya merupakan produk dalam negeri.
Kemampuan yang Dimiliki1. Mendeteksi kedudukan meriam musuh dengan hasil akhir berupa titik koordinat.
2. Mobilitas tinggi dengan didukung oleh kendaraan fin komodo.
3. Verifikasi visual dengan UAV untuk meyakinkan koordinat yang dihasilkan oleh HALO.
4. Dilengkapi dengan sistem peninjauan medan yaitu menggunakan motor trail.
♞ Produk Litbanghan TA. 2015 (Tahap I)
♞ Produk Litbanghan TA. 2016 (Tahap II)
♞ Proses sertifikasi Dislitbangad Tahun 2017
Langganan:
Postingan (Atom)






