Sabtu, 01 September 2018
♞ Medium Tank Pindad
♞ Buatan Anak Negeri Pengembangan tank ukuran sedang (medium tank) oleh PT Pindad menunjukkan kemampuan Indonesia membuat produk alutsista berteknologi tinggi.
Proses pembuatan dari disain hingga prototipe dilakukan oleh anak-anak bangsa sendiri. Inilah bukti yang menjadi cikal kemandirian alutsista kita.
Proses pembuatan dari disain hingga prototipe dilakukan oleh anak-anak bangsa sendiri. Inilah bukti yang menjadi cikal kemandirian alutsista kita.
Jumat, 31 Agustus 2018
RI Kirim Pasukan Garuda ke Kongo dan Lebanon
Sejak 1957, RI Kirim 38 Ribu Pasukan Penjaga Perdamaian PBB
Presiden Jokowi akan melepas 970 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Jumat (31/08/2018). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan) ●
Pada saat memberikan pengarahan di depan 970 pasukan kontingen Garuda, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung prestasi altet Indonesia yang sudah meraih 30 medali emas.
Selain bangga atas prestasi atlet Indonesia di Asian Games, Jokowi mengatakan Indonesia harus bangga karena mengirim pasukan Garuda untuk menjaga perdamaian di Kongo dan Lebanon.
"Pagi hari ini, hari ini, Indonesia berbangga bukan saja karena prestasi para atlet kita di Asian Games, bukan hanya 30 medali emas yang mereka raih sampai hari ini. Tetapi Indonesia juga bangga akan melepas kontingen garuda untuk mengisi perdamaian," kata Jokowi di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat, Jumat (31/8).
"Mengisi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon. Hari ini saya bangga, bangga untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia yang sesuai amanat konstitusi kita," lanjut dia.
Jokowi menjelaskan pengiriman pasukan sebanyak 970 personel ini sebagai wujud kontribusi Indonesia bagi terciptanya perdamaian dunia. Ia memastikan pemerintah Indonesia terus berpartisipasi dalam upaya menjaga perdamaian dunia.
"Para anggota dan personel TNI yang saya cintai, Indonesia punya sejarah panjang dalam perdamaian dunia, kontingen Garuda telah berada di Sinai sejak 1957. Hanya 1 dekade sejak kemerdekaan Indonesia," ucap Jokowi.
Indonesia, kata Jokowi, telah mengirim puluhan ribu pasukan ke negara berkonflik.
"Sejak tahun 1957, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38.000 pasukan penjaga perdamaian PBB. Saat ini Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan pemelihara PBB," tuturnya.
Setelah memberi pengarahan, Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, berfoto bersama denga para pasukan.
Sebanyak 970 pasukan yang dilepas terdiri dari Satgas RDB (Rapid Deployment Battalion) Konga XXXIX-A Congo Monusco sebanyak 850 pasukan dan Satgas MTF (Maritime Task Force) Konga XXVIII-L UNIFIL sebanyak 120 pasukan.
Presiden Jokowi akan melepas 970 Pasukan Perdamaian ke Lebanon, Jumat (31/08/2018). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan) ●Pada saat memberikan pengarahan di depan 970 pasukan kontingen Garuda, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung prestasi altet Indonesia yang sudah meraih 30 medali emas.
Selain bangga atas prestasi atlet Indonesia di Asian Games, Jokowi mengatakan Indonesia harus bangga karena mengirim pasukan Garuda untuk menjaga perdamaian di Kongo dan Lebanon.
"Pagi hari ini, hari ini, Indonesia berbangga bukan saja karena prestasi para atlet kita di Asian Games, bukan hanya 30 medali emas yang mereka raih sampai hari ini. Tetapi Indonesia juga bangga akan melepas kontingen garuda untuk mengisi perdamaian," kata Jokowi di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat, Jumat (31/8).
"Mengisi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon. Hari ini saya bangga, bangga untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia yang sesuai amanat konstitusi kita," lanjut dia.
Jokowi menjelaskan pengiriman pasukan sebanyak 970 personel ini sebagai wujud kontribusi Indonesia bagi terciptanya perdamaian dunia. Ia memastikan pemerintah Indonesia terus berpartisipasi dalam upaya menjaga perdamaian dunia.
"Para anggota dan personel TNI yang saya cintai, Indonesia punya sejarah panjang dalam perdamaian dunia, kontingen Garuda telah berada di Sinai sejak 1957. Hanya 1 dekade sejak kemerdekaan Indonesia," ucap Jokowi.
Indonesia, kata Jokowi, telah mengirim puluhan ribu pasukan ke negara berkonflik.
"Sejak tahun 1957, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38.000 pasukan penjaga perdamaian PBB. Saat ini Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan pemelihara PBB," tuturnya.
Setelah memberi pengarahan, Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, berfoto bersama denga para pasukan.
Sebanyak 970 pasukan yang dilepas terdiri dari Satgas RDB (Rapid Deployment Battalion) Konga XXXIX-A Congo Monusco sebanyak 850 pasukan dan Satgas MTF (Maritime Task Force) Konga XXVIII-L UNIFIL sebanyak 120 pasukan.
★ Kumparan
KRI SPICA 934 Deteksi Keberadaan Kapal Selam
Di Dasar Laut Situbondo
Salah satu unsur Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), yaitu KRI Spica-934 berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam yang mengalami kedaruratan, tidak bisa muncul ke permukaan sehingga harus duduk di dasar laut perairan Situbondo.
Setelah mengetahui posisi kapal selam tersebut, tidak beberapa lama RHIB yang beranggotakan tim penyelam dan tim kesehatan bergerak menuju area posisi KRI Nanggala-402 untuk melaksanakan pertolongan terhadap kru kapal selam tersebut yang keluar dari tower Escape dimana para kru tersebut meluncur ke permukaan melalui coning tower dengan menggunakan Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) MK-11. Seluruh korban di evakuasi ke permukaan laut dan diangkat dengan menggunakan KRI Pulau Rengat - 711 dan KRI Sultan Iskandar Muda - 367 untuk mendapatkan penanganan dan tindakan medis.
Itu adalah skenario latihan simulasi penyelamatan kapal selam yang digelar oleh Satuan Kapal Selam Koarmada II. Latihan ini melibatkan beberapa unsur, di antaranya KRI Sultan Iskandar Muda - 367, KRI Nanggala - 402, KRI Pulau Rengat - 711, KRI Spica - 934, Pesud CN-235, Hely Panther dan tim pendukung dari berbagai satuan yaitu Dislambair, Penyelam, Kopaska, serta Diskes.
Pada latihan tersebut, diskenariokan Kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami kedaruratan (Dissub), yang mengakibatkan kapal selam tidak dapat timbul kepermukaan sehingga duduk di dasar laut untuk mendapat pertolongan. Berbagai unsur yang terlibat kemudian melakukan pendeteksian bawah air dengan berbagai peralatan yang dimiliki.
Salah satunya adalah Peranan Kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) KRI Spica-934, dimana sebagai pendukung dalam operasi penyelamatan dengan memberikan data hasil pencarian, pendeteksian dan identifikasi secara akurat.
Dengan peralatan canggih yang dimilikinya, KRI Spica-934 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T. ini menggunakan alat deteksi High Precisision Acoustic positioning (HIPAP 501) dengan dibantu Under Water Telephone (UWT) KRI SIM 367 berusaha melakukan pencarian posisi KRI Nanggala-402 yang berada di dasar laut sekaligus menjalin komunikasi dalam serial latihan komunikasi (Comex).
Setelah beberapa saat, KRI Spica-934 bergerak untuk melakukan lokalisir dengan penyapuan dengan menggunakan MultiBeam Echosounder EM 2040. Teknik yang digunakan yaitu melaksanakan penyapuan dengan menyalakan Water Column (WCL) dan menggunakan frekuensi tinggi serta lebar sapuan yang terbaik. Dari hasil pelaksanaan tersebut didapatkan posisi KRI Nanggala-402 yang sedang duduk dasar pada kedalaman 42 meter. Segera setelah mendapatkan posisi tersebut, tim dari KRI Pulau Rengat 711 dan KRI SIM serta dibantu KRI Spica-934 melaksanakan sterilisasi dan pengamanan di sekitaran area tersebut dengan dibantu oleh Heli Panther HS-4027 dan pesud CN - 235 P8301.
Latihan dapat dilaksanakan dengan baik dan aman yang dilakukan dengan tahapan prosedural yang tepat sehingga menghasilkan zero accident yang diharapkan serta kesigapan dan keseriusan seluruh prajurit dalam pelaksanaan latihan simulasi penyelamatan kapal selam TA 2018 ini.
(Pen Pushidrosal)
Salah satu unsur Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), yaitu KRI Spica-934 berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam yang mengalami kedaruratan, tidak bisa muncul ke permukaan sehingga harus duduk di dasar laut perairan Situbondo.Setelah mengetahui posisi kapal selam tersebut, tidak beberapa lama RHIB yang beranggotakan tim penyelam dan tim kesehatan bergerak menuju area posisi KRI Nanggala-402 untuk melaksanakan pertolongan terhadap kru kapal selam tersebut yang keluar dari tower Escape dimana para kru tersebut meluncur ke permukaan melalui coning tower dengan menggunakan Submarine Escape Immersion Equipment (SEIE) MK-11. Seluruh korban di evakuasi ke permukaan laut dan diangkat dengan menggunakan KRI Pulau Rengat - 711 dan KRI Sultan Iskandar Muda - 367 untuk mendapatkan penanganan dan tindakan medis.
Itu adalah skenario latihan simulasi penyelamatan kapal selam yang digelar oleh Satuan Kapal Selam Koarmada II. Latihan ini melibatkan beberapa unsur, di antaranya KRI Sultan Iskandar Muda - 367, KRI Nanggala - 402, KRI Pulau Rengat - 711, KRI Spica - 934, Pesud CN-235, Hely Panther dan tim pendukung dari berbagai satuan yaitu Dislambair, Penyelam, Kopaska, serta Diskes.
Pada latihan tersebut, diskenariokan Kapal selam KRI Nanggala-402 mengalami kedaruratan (Dissub), yang mengakibatkan kapal selam tidak dapat timbul kepermukaan sehingga duduk di dasar laut untuk mendapat pertolongan. Berbagai unsur yang terlibat kemudian melakukan pendeteksian bawah air dengan berbagai peralatan yang dimiliki.
Salah satunya adalah Peranan Kapal Bantu Hidro-oseanografi (BHO) KRI Spica-934, dimana sebagai pendukung dalam operasi penyelamatan dengan memberikan data hasil pencarian, pendeteksian dan identifikasi secara akurat.
Dengan peralatan canggih yang dimilikinya, KRI Spica-934 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hengky Iriawan, S.T. ini menggunakan alat deteksi High Precisision Acoustic positioning (HIPAP 501) dengan dibantu Under Water Telephone (UWT) KRI SIM 367 berusaha melakukan pencarian posisi KRI Nanggala-402 yang berada di dasar laut sekaligus menjalin komunikasi dalam serial latihan komunikasi (Comex).
Setelah beberapa saat, KRI Spica-934 bergerak untuk melakukan lokalisir dengan penyapuan dengan menggunakan MultiBeam Echosounder EM 2040. Teknik yang digunakan yaitu melaksanakan penyapuan dengan menyalakan Water Column (WCL) dan menggunakan frekuensi tinggi serta lebar sapuan yang terbaik. Dari hasil pelaksanaan tersebut didapatkan posisi KRI Nanggala-402 yang sedang duduk dasar pada kedalaman 42 meter. Segera setelah mendapatkan posisi tersebut, tim dari KRI Pulau Rengat 711 dan KRI SIM serta dibantu KRI Spica-934 melaksanakan sterilisasi dan pengamanan di sekitaran area tersebut dengan dibantu oleh Heli Panther HS-4027 dan pesud CN - 235 P8301.
Latihan dapat dilaksanakan dengan baik dan aman yang dilakukan dengan tahapan prosedural yang tepat sehingga menghasilkan zero accident yang diharapkan serta kesigapan dan keseriusan seluruh prajurit dalam pelaksanaan latihan simulasi penyelamatan kapal selam TA 2018 ini.
(Pen Pushidrosal)
★ TNI AL
TNI AU dan RSAF Jajaki Pelatihan Pilot UAV dan ‘Air Refueling’
Ilustrasi ●TNI AU dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) tengah menjajaki kemungkinan dilaksanakan pelatihan bagi pilot pesawat terbang tanpa awak (UAV) kedua Angkatan Udara.
Hal tersebut tetuang dalam sebuah pembicaraan bilateral antara Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dan Chief Of Air Staf (RSAF) Major General (MG) Mervyn Tan di Ministry of Defence (MINDEF) Singapura, Kamis (30/ 08).
Tidak hanya pelatihan pilot UAV, pihak RSAF juga menawarkan latihan bersama air refueling (pengisian bahan bakar di udara) dengan pesawat A-330 Multi Role Tangker Transport (MRTT).
Menurut kedua pemimpin Angkatan udara, hubungan TNI AU dan RSAF dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan intensitas yang sangat erat.
“Kami merasakan sejak kegiatan flypast bersama pada perayaan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia – Singapura tahun 2017 lalu, hubungan kita makin erat” kata Maj Gend Mervyn Tan.
Kepada koleganya, Kasau yang didampingi Asrena Marsda TNI Fachru Zaini SH..M.DS, Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Asops Kasau Marsda TNI Johanes Bercham dan Atase Pertahanan RI di Singapura Kolonel Pnb Tjahya Elang Migdiawan, menyatakan sangat tertarik dengan tawaran RSAF.
“TNI AU akan segera menindaklanjuti secara teknis. Kami juga berharap adanya kerjasama untuk rekrutmen penerbang dan pengoperasian pesawat UAV, termasuk pesawat A-330 MRTT” ujar Kasau.
★ TNI AU
Langganan:
Postingan (Atom)
