Rabu, 19 September 2018

Arab Saudi Tertarik Alutsista Pindad

Rencana pembelian Anoa oleh Arab Saudi tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di bidang industri pertahanan.Anoa APC Pindad ☆

Arab Saudi tertarik untuk membeli kendaraan tempur lapis baja Anoa dan amunisi buatan PT Pindad.

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu saat membahas mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Indonesia-Arab Saudi di Gedung MPR/DPR RI.

Ryamizard mengatakan rencana pembelian Anoa oleh Pemerintah Arab Saudi tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama dengan Pemerintah Indonesia di bidang industri pertahanan.

"Ada Industri pertahanan, pendidikan, tukar menukar pejabat yah banyaklah," ujar Ryamizard di Gedung MPR/DPR RI pada Selasa.

Ryamizard juga menambahkan Pemerintah Arab Saudi telah menghubungi PT Pindad untuk rencana pembelian. Namun belum diketahui secara rinci tentang nilai pembelian tersebut karena masih dalam proses.

Mengenai rencana pembelian peluru dari PT Pindad, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda Agus Setiadji mengatakan Pemerintah Arab tertarik untuk membeli amunisi kaliber 7,62 mm dan 5,56 mm.

Agus juga mengaku belum mengetahui berapa banyak amunisi yang akan dibeli karena masih dalam tahap proses.
 

  ☠ aa  

Selasa, 18 September 2018

[Dunia] Pesawat Rusia Hilang Kontak

Ketika 4 Jet Tempur Israel Serang Suriah Ilustrasi pesawat Rusia jenis Il-20 dengan 14 prajurit di dalamnya di Suriah. [Foto/Ilustrasi]

Sebuah pesawat militer Il-20 Rusia hilang dari pantauan radar saat terjadi serangan oleh empat jet tempur Israel di Provinsi Latakia, Rabu malam. Pesawat yang hilang kontak itu membawa 14 awak di dalamnya.

"Pada tanggal 17 September, sekitar pukul 23.00 malam waktu Moskow (20.00 GMT), komunikasi dengan awak pesawat Il-20 Rusia hilang ketika melintasi Laut Tengah, sekitar 35 kilometer dari pantai Suriah, saat jalan pulang ke Pangkalan Udara Khmeimim," kata Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Sputnik, Kamis (18/9/2018).

Belum jelas nasib pesawat militer Rusia yang hilang kontak tersebut. Menurut kementerian itu, empat jet tempur F-16 Israel terlibat dalam serangan rudal di Latakia.

Radar Rusia juga mencatat adanya peluncuran rudal dari kapal frigat Prancis di Laut Mediterania pada 17 September 2018 malam. Baik militer Israel maupun Prancis belum berkomentar atas laporan tersebut.

Latakia merupakan wilayah di mana Pangkalan Udara Khemimim Rusia beroperasi. Sistem pertahanan udara Suriah diaktifkan selama serangan rudal jet-jet tempur Israel semalam.

Tujuh orang dilaporkan terluka dalam serangan itu. Menurut kantor berita negara Suriah, SANA, serangan itu menargetkan markas Agensi Industri Teknis di Latakia, yang dimiliki oleh militer Suriah. Ledakan kuat terdengar di kota itu saat serangan terjadi.

Menurut sumber militer Suriah, serangan itu juga menargetkan pembangkit listrik dan pabrik aluminium.

Serangan itu dimulai sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat. Foto-foto yang menyebar di media sosial menunjukkan misil-misil melesat wilayah udara Latakia pada malam hari disertai beberapa ledakan keras.

Sistem pertahanan udara juga dilaporkan aktif di Provinsi Homs dan Tartous, tempat Rusia mempertahankan pangkalan angkatan laut.

Media Suriah melaporkan bahwa sejumlah rudal telah ditembak jatuh. Laporan lain dari beberapa media lokal menyatakan serangan rudal diluncurkan dari drone.

Beberapa laporan tersebut menuduh Israel sebagai pelaku serangan. Namun, belum ada konfirmasi independen mengenai hal itu. Kemungkinan lain serangan pesawat tak berawak berasal dari para jihadis di Idlib. (mas)

 Rusia Salahkan Israel 

Rusia menuduh Israel melakukan provokasi bermusuhan dan mengancam akan memberikan respon. Moskow juga menyalahkan Israel karena secara tidak langsung menyebabkan jet tempur ditembak jatuh di dekat pantai Mediterania oleh pasukan Suriah.

Kementerian pertahanan Rusia, dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (18/9), mengatakan pesawat pengintai Il-20 dijatuhkan oleh sistem anti-pesawat milik Damaskus.

Namun, kementerian mengatakan, pihaknya tidak menyalahkan Suriah, tapi juga menyalahkan Israel. Alasanya, karena pada saat insiden itu, jet tempur Israel melakukan serangan udara di Suriah dan hanya memberi peringatan satu menit kepada Moskow. Ini tidak cukup waktu bagi pesawat Rusia untuk mencapai jarak aman.

"Akibat tindakan militer Israel yang tidak bertanggung jawab, 15 personel Rusia tewas. Ini benar-benar tidak sesuai dengan semangat kemitraan Rusia-Israel. Kami berhak untuk mengambil tindakan yang sepadan sebagai tanggapan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Konashenkov kemudian menggambarkan tindakan militer Israel sebagai tindakan bermusuhan dan provokasi.

Sebelumnya diwartakan, empat jet tempur Israel semalam melancarkan serangan di wilayah Latakia. Tujuh orang dilaporkan terluka dalam serangan itu. Menurut kantor berita negara Suriah, SANA, serangan itu menargetkan markas Agensi Industri Teknis di Latakia, yang dimiliki oleh militer Suriah. Ledakan kuat terdengar di kota itu saat serangan terjadi.

Menurut sumber militer Suriah, serangan itu juga menargetkan pembangkit listrik dan pabrik aluminium.

Serangan itu dimulai sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat. Foto-foto yang menyebar di media sosial menunjukkan misil-misil melesat wilayah udara Latakia pada malam hari disertai beberapa ledakan keras. (esn)

 Paris Bantah Terlibat 


Prancis menyangkal keterlibatannya dalam kasus hilangnya pesawat Il-20 Rusia yang mengangkut 14 orang di Suriah. Pesawat tersebut hilang bersamaan dengan serangan udara Israel dan Prancis terhadap target di Suriah.

"Kami menyangkal keterlibatan apa pun," kata juru bicara militer Perancis Kolonel Patrik Steiger seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (18/9/2018).

Pesawat Rusia jenis Il-20 dengan 14 tentara didalamnya hilang dari radar dekat pangkalan udara Hmeymim di Suriah Senin malam. Pangkalan udara Hmeymim telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk pesawat yang hilang itu, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia komunikasi dengan awak pesawat Il-20 hilang ketika melewati Laut Mediterania untuk kembali ke pangkalan Hmeymim di Suriah.

Selain itu, radar-radar Rusia mencatat peluncuran rudal dari kapal frigat Prancis, yang berada di daerah itu.

Amerika Serikat (AS) yakin bahwa pesawat itu secara tak sengaja ditembak jatuh oleh tembakan artileri anti-pesawat Suriah. Hal itu diungkapkan seorang pejabat AS yang dikutip oleh CNN. (ian)

 Rusia Panggil Dubes Israel 
AS Sebut Pesawat Rusia yang Hilang Ditembak Jatuh SuriahKementerian Luar Negeri Rusia mengatakan mereka telah memanggil Duta Besar Israel di Moskow atas penembakan pesawat militer Rusia di wilayah Suriah. Sebuah pesawat pengintai Rusia ditembak jatuh saat jet tempur Israel melakukan operasi di Latakia.

"Duta Besar Israel telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri sehubungan dengan apa yang terjadi di dekat Suriah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah. Maria Zakharova, seperti dilansir Reuters pada Selasa (18/9).

Rusia sebelumnya menuduh Israel melakukan provokasi bermusuhan dan mengancam akan memberikan respon. Moskow juga menyalahkan Israel karena secara tidak langsung menyebabkan jet tempur ditembak jatuh di dekat pantai Mediterania oleh pasukan Suriah.

Kementerian pertahanan Rusia, dalam sebuah pernyataan, mengatakan pesawat pengintai Il-20 dijatuhkan oleh sistem anti-pesawat milik Damaskus.

Namun, kementerian mengatakan, pihaknya tidak menyalahkan Suriah, tapi juga menyalahkan Israel. Alasanya, karena pada saat insiden itu, jet tempur Israel melakukan serangan udara di Suriah dan hanya memberi peringatan satu menit kepada Moskow. Ini tidak cukup waktu bagi pesawat Rusia untuk mencapai jarak aman.

"Akibat tindakan militer Israel yang tidak bertanggung jawab, 15 personel Rusia tewas. Ini benar-benar tidak sesuai dengan semangat kemitraan Rusia-Israel. Kami berhak untuk mengambil tindakan yang sepadan sebagai tanggapan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov. (esn)

 AS Sebut Pesawat Rusia yang Hilang Ditembak Jatuh Suriah 

Amerika Serikat (AS) percaya bahwa pesawat Rusia yang hilang di atas Laut Tengah jadi "korban" salah tembak dan jatuh oleh pasukan Suriah. Demikia laporan media AS mengutip seorang pejabat yang mengetahui tentang insiden tersebut.

Sebuah pesawat Rusia jenis Il-20 dengan 14 tentara didalamnya hilang dari radar dekat pangkalan udara Hmeymim di Suriah Senin malam. Pangkalan udara Hmeymim telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk pesawat yang hilang itu, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Belum jelas nasib pesawat militer Rusia yang hilang kontak tersebut. Menurut kementerian itu, empat jet tempur F-16 Israel terlibat dalam serangan rudal di Latakia.

"Pesawat patroli maritim Rusia secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh artileri anti-pesawat milik pemerintah Suriah ketika mereka berperang melawan serangan rudal," bunyi laporan CNN mengutip seorang pejabat AS dengan kondisi anonim seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, media Suriah melaporkan serangan rudal terhadap kota Latakia. Pemerintah Suriah belum menyebutkan pihak yang berada di balik serangan itu tetapi televisi negara menunjuk Israel sebagai pelaku.

Sean Robertson, juru bicara Pentagon, mengatakan kepada wartawan bukan militer AS yang menembakkan rudal.

Pihak Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan Israel yang melancarkan serangan itu. Empat jet tempur Israel jenis F-16 membombardir sebuah situs di provinsi Latika. (ian)

 Israel: Bukan Kami, Tapi Suriah Dibalik Jatuhnya Pesawat Rusia 

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menegaskan mereka tidak bersalah atas insiden jatuhnya pesawat pengintai Rusia di dekat Suriah. IDF menegaskan Suriahlah yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Melalui akun Twitternya, IDF menyatakan pesawat Rusia itu jatuh karena ditembak oleh sistem pertahanan udara Suriah. Menurut mereka, harusnya Damaskus yang dipersalahkan dan bukan Israel.

"Israel menilai rezim Assad, yang militernya menembak jatuh pesawat Rusia, sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden ini," kicau IDF, seperti dilansir The Moscow Times pada Selasa (18/9).

IDF mengatakan jet tempurnya melakukan serangan udara di Suriah semalam. Di mana IDF menytebut serangan itu menargetkan satu fasilitas Suriah yang merupakan tempat penyimpanan senjata, yang akan diserahkan kepada Hizbullah.

Dalam kicauanya, IDF kemudian menegaskan bahwa jet Israel yang melakukan oeprasi sudah berada di wilayah udara Israel ketika peawat pengintai Il-20 Rusia diserang.

Sebelumnya, Kementerian pertahanan Rusia, dalam sebuah pernyataan memang telah mengakui bahwa pesawat pengintai Il-20 dijatuhkan oleh sistem anti-pesawat milik Damaskus.

Namun, kementerian mengatakan, pihaknya tidak menyalahkan Suriah, tapi menyalahkan Israel. Alasanya, karena pada saat insiden itu, jet tempur Israel melakukan serangan udara di Suriah dan hanya memberi peringatan satu menit kepada Moskow. Ini tidak cukup waktu bagi pesawat Rusia untuk mencapai jarak aman. (esn)

  ♞ Sindonews  

Kekuatan Militer Jadi Unsur Penting dalam Revolusi Industri

♞ Revolusi industri 3.0 masiih berlangsung sampai sekarang. Medium Tank Pindad [def.pk]

Kekuatan militer merupakan salah satu unsur penting bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru, yang diwarnai dengan era revolusi industri 4.0. Itu karena kekuatan militer terkait dengan permasalahan teknologi.

"Tentunya kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting karena permasalahan teknologi telah merubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri," jelas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan persnya belum lama ini.

Hal itu Hadi katakan di hadapan para taruna-taruni tingkat tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah. Hadi menyebutkan, apa yang ia katakan itu merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para taruna-taruni Akmil masa kini.

Panglima TNI menyampaikan, kehadiran para Perwira TNI-Polri Angkatan 1986 di Akmil Magelang selain melaksanakan reuni, juga ingin berbagi pengetahuan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh para Taruna-Taruni di masa mendatang.

“Tantangan yang kami hadapi di masa berbakti kami adalah Revolusi Industri 3.0 yang masih berlangsung sampai sekarang," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Perwira TNI-Polri Angkatan 1986 juga dalam rangka mempersiapkan para Taruna-Taruni untuk menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, termasuk tantangan geopolitik dimasa mendatang. "Hal ini bisa dihadapi apabila para Perwira TNI-Polri terus bersinergi satu dengan yang lain," tuturnya.

Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan, Indonesia termasuk dalam wilayah Indo Pasifik, sehingga memiliki peluang dan tantangan untuk menghadapi perubahan geopolitik. Karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan negara lain baik hubungan bilateral maupun multilateral.

"Poin yang perlu dibangun Indonesia melalui kegiatan bilateral maupun multilateral, yaitu sharing informasi dengan negara lain, membangun kapasitas dan kepercayaan dengan negara lain dan membangun interoperabilty kerja sama dengan negara lain,” kata Panglima TNI.

  ♞ Republika  

Senin, 17 September 2018

Singapura Ajukan Proposal Konsep 'Our Eyes'

Tukar informasi di bidang intelijen.Setelah melakukan pembicaraan Trilateral di Manila, Menhan RI Ryamizard Ryacudu melanjutkan kunjungan kerjanya ke Singapura dan melakukan pertemuan dengan Menhan Singapura Ng Eng Hen, Senin (17/9). Pertemuan kedua Menhan diantaranya membahas rencana pertemuan dua Kepala Negara yang akan berlangsung di Bali dalam waktu dekat.

Rencananya dalam pertemuan tersebut, Presiden RI Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong akan membahas kemajuan kerja sama pertahanan kedua negara termasuk didalamnya proposal Singapura untuk membantu penguatan konsep kerja sama intelijen our eyes yang digagas Menhan RI. Selain itu kedua Kepala Negara juga akan membahas kerja sama Trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Philipina dalam penanganan ancaman terorisme ISIS di Laut Sulu.

Menhan RI mengungkapkan bahwa Indonesia dan Singapura sepakat our eyes akan dijadikan sebagai platform di kawasan untuk saling bertukar informasi di bidang intelijen. Yang semula hanya berkembang di ASEAN selanjutnya akan berkembang pada mitra-mitra ASEAN dan juga dengan mitra yang lebih luas lagi di luar ASEAN. Fokus our eyes adalah pada pemberian informasi intelijen yang tepat sasasan untuk menentukan kekuatan terorisme agar dapat ditangani bersama-sama.

170918 Menhan RI & SporeDalam pertemuan dengan Menhan Singapura, Menhan RI juga menyampaikan keinginan Singapura untuk bekerja sama memberikan bantuan dalam trilateral ini. Dalam kerja sama trilateral, ketiga negara yaitu Philipina, Malaysia dan Indonesia sepakat untuk melakukan latihan untuk rencana operasi bersama di Philipina.

Diawali dengan operasi di masing-masing negara yang dilanjutkan dengan laitihan bersama di Tarakan, berlanjut di Tawi-tawi dan daerah operasi lainnya. Menhan RI mengatakan bahwa konsep umum operasi bersama Trilateral ini adalah latihan maritim, udara dan darat bersama.

Selain itu juga dalam pertemuan tersebut, kedua Menhan membahas mengenai agenda pertemuan ADMM yang akan berlangsung di Singapura tanggal 17-19 Oktober tahun ini. Dalam ADMM tahun ini, rencananya juga akan dihadiri oleh Menteri Pertahanan ASEAN Plus 10 (sepuluh) negara mitra dan Menhan China. (ERA/JLY)

  ★ Kemhan  

Minggu, 16 September 2018

Indonesia, Filipina dan Malaysia Bahas Kerjasama Trilateral Latihan Patroli Darat

Cegah Terorisme BerkembangMenteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu mengadakan Pertemuan Trilateral dengan Menteri Pertahanan Filipina Delfin N Lorenzana dan Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohamad bin Sabu, Jum’at (14/9) di Manila, Filipina.

Pertemuan Trilateral ini membahas terkait kerja sama keamanan di kawasan khususnya dalam upaya menangkal dan mencegah berkembangnya ancaman terorisme dan radikalisme.

Menhan RI mengatakan bahwa Indonesia, Filipina dan Malaysia sudah melaksanakan kerjasama patroli laut dan udara, kedepan akan dilanjutkan dengan kerjasama latihan patroli darat.

Kesemuanya baik kerja sama patroli laut, udara dan latihan darat itu ditujukan untuk membendung dan mengeliminir pengaruh infiltrasi DAESH dan segala bentuk aksi terorisme dan radikalisme yang berusaha merusak stabilitas keamanan di Asia Tenggara.

Menhan RI lebih lanjut dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia memandang penting untuk dilaksanakannya kerja sama latihan darat antara ketiga negara. “Saya yakin Filipina dan Malaysia memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia”, ungkap Menhan RI.

Kerjasama antara Indonesia, Filipina dan Malaysia sangat penting karena di bangun atas dasar nilai – nilai kebersamaan. Ketiga negara juga saling berbatasan sehingga masalah yang timbul dalam satu negara kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap negara lainnya, seperti halnya ancaman terorisme dan radikalisme.

“Melalui pertemuan ini kita akan lebih bisa membahas lebih lanjut kerja sama trilateral, bagaimana langkah – langkah yang akan kita tempuh kedepan yang akan membawa dampak positif bagi terciptanya stabiltas keamanan di kawasan”, kata Menhan RI.

  ★ Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...