Sabtu, 02 Maret 2019

[Dunia] Penjelasan Pakar Mengapa MiG-21 India Bisa Jatuhkan F-16 Pakistan

https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2019/03/01/40/1383142/penjelasan-pakar-mengapa-mig-21-india-bisa-jatuhkan-f-16-pakistan-BI4.JPGPesawat jet tempur MiG-21 India. Foto/REUTERS/Ajay Verma ☆

Militer India telah membuktikan bahwa jet tempur MiG-21 miliknya menembak jatuh jet tempur F-16 Pakistan. Insiden ini mengejutkan, pesawat tempur buatan Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih modern bisa dijatuhkan jet tempur buatan Rusia yang sudah tua.

Sejauh ini, militer Pakistan tetap menyangkal bahwa F-16 miliknya ditembak jatuh. Namun, bukti yang disodorkan militer India cukup kuat termasuk puing rudal AIM-120 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile atau AIM-120 AMRAAM buatan Amerika Serikat yang memang menjadi senjata F-16.

Pakar militer Mikhail Khodarenok kepada Russia Today, Jumat (1/3/2019), mengatakan jatuhnya F-16 oleh MiG-21—jika dikonfirmasi militer Islamabad—maka sepenuhnya kesalahan pilot Pakistan, bukan faktor pesawat tempurnya.

IAF (Angkatan Udara India) mengonfirmasi bahwa salah satu dari pesawat tempur MiG-21 miliknya menjatuhkan F-16 PAF (Angkatan Udara Pakistan) pada hari Kamis, dua hari setelah Pakistan mengklaim menembak jatuh dua jet tempur India ketika ketegangan terus meningkat antara dua kekuatan nuklir tersebut di wilayah Kashmir yang disengketakan.

"Laporan berita dari zona pertempuran sering mengandung ketidakakuratan atau disinformasi yang disengaja, tetapi itu tidak berarti bahwa MiG-21 tidak dapat mencapai F-16, meskipun kedua pesawat itu sepenuhnya dari generasi yang berbeda," kata Khodarenok, yang merupakan pensiunan kolonel yang pernah bertugas di pasukan pertahanan rudal Rusia.

MiG-21 adalah pesawat jet tempur dan pencegat supersonik generasi ketiga, yang diperkenalkan ke militer Soviet pada tahun 1959. Sedangkan F-16 adalah pesawat tempur multirole supersonik generasi keempat, yang memasuki layanan Angkatan Udara AS hampir dua dekade kemudian.

Jelas, F-16 memiliki karakteristik yang jauh lebih maju, termasuk radius tempur 547 km, dibandingkan dengan MiG-21 yang memiliki radius tempur 370 km.

Namun, Khodarenok menjelaskan bahwa MiG-21 Bison yang digunakan oleh Angkatan Udara India adalah versi pesawat yang sebagian besar dimodernisasi.

"Sistem radar 'Spears' memungkinkan pelacakan pesawat musuh yang masuk pada jarak hingga 57 kilometer di depan dan hingga 30 kilometer di belakang. Ia dapat melacak delapan target pada saat bersamaan, dengan pencarian cepat dan penangkapan otomatis terhadap target yang diamati secara visual dalam mode pertempuran jarak dekat, yang diakhiri dengan penggunaan peluru kendali atau pun meriam," katanya.

MiG-21 Bison memiliki rudal jarak jauh R-77 sebagai bagian dari arsenalnya. "Jadi MiG-21 bisa menembak jatuh F-16 dengan baik. Dan bisa melakukannya dengan mudah," kata Khodarenok. “Selain itu, pesawat terbaik adalah yang memiliki pilot terbaik di dalam," imbuh dia.

Kemarin, komandan Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut bersama-sama berbicara di konferensi pers dan mengungkapkan kebohongan Pakistan bahwa militer Islamabad tidak melibatkan F-16 dalam serangan balasan mereka yang menargetkan instalasi militer India pada hari Rabu. "Ada cukup bukti untuk menunjukkan F-16 digunakan dalam misi ini dan Pakistan berusaha menyembunyikan fakta ini," kata wakil komandan IAF, Marsekal Udara RGK Kapoor. (mas)

 Pakistan Langgar Kontrak Jika Terbukti Gunakan F-16 Saat Melawan India 
F-16 Pakistan. ©AFPF-16 Pakistan. ©AFP

India menuduh Pakistan sengaja menggunakan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) dalam serangannya di Kashmir. Mereka juga mengklaim telah menembak satu F-16 milik AU Pakistan.

India mengatakan pihaknya menggunakan gabungan pesawat MiG-21 Bison, Su-30 MKI dan Mirage-2000 untuk mencegat jet tempur Pakistan, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times (1/ 3/ 2019).

Selain itu, India juga mengklaim telah memiliki bukti puing-puing rudal jarak menengah AIM-120, yang ditembakkan oleh jet F-16 milik Pakistan, sebagaimana dilansir dari laman Merdeka (1/ 3).

“Angkatan Udara India juga melacak jejak digital dari pesawat tempur F-16, yang salah satunya jatuh ditembak di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan,” kata Wakil Marsekal udara R.G.K. Kapoor, mengatakan di New Delhi, Kamis 28 Februari.

Di lain pihak, Pakistan membantah telah menggunakan, atau kehilangan unit, F-16 dalam serangan di Kashmir. Namun hal itu dibantah India.

“Ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa F-16 digunakan dalam misi ini dan Pakistan berusaha untuk menyembunyikan fakta tersebut,” kata Kapoor dalam briefing pers bersama dengan angkatan bersenjata India.

“Pesawat Pakistan yang mencoba menargetkan instalasi militer India dicegat oleh pesawat tempur IAF, yang menggagalkan rencana mereka,” lanjutnya.

Sementara itu, pemerintah AS memantau dengan cermat situasi di Kashmir, menurut seorang pejabat kementerian luar negeri.

 Sanksi 


Jika benar Pakistan menggunakan F-16 dalam konflik dengan India, mereka bisa terkena sanksi bahkan embargo. Penjualan jet tempur F-16 buatan Lockheed Martin ke Pakistan mengamanatkan bahwa mereka hanya diterbangkan untuk operasi kontra-terorisme, menurut Rahul Bedi, seorang analis dari Janes Information Services, yang berbasis di New Delhi.

“Pesawat-pesawat itu tidak bisa digunakan melawan negara lain,” katanya.

Sementara itu, hubungan AS dengan Pakistan memburuk dalam beberapa tahun terakhir, dan pada 2016, Kongres di Washington menolak memberikan subsidi bagi Islamabad untuk membeli F-16 baru.

Kemudian tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memotong sekitar US$ 2 miliar (setara Rp 28,2 triliun) bantuan keamanan ke Pakistan, di mana mengklaim bahwa Islamabad tidak berbuat banyak untuk menekan kelompok militan di sana.

Kasus embargo senjata ini pernah dirasakan Indonesia karena dianggap melanggar HAM di Timor Timur. AS menjatuhkan sanksi tahun 1995-2005. Sejumlah alutsista TNI AU pun nyaris di-grounded kekurangan suku cadang.

  ★ Sindonews | Merdeka  

Jumat, 01 Maret 2019

Kita Mau Negosiasi Proyek Jet Tempur RI-Korsel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzr5opfS43hixz9ON0kTQ_KtI1xJq35XsUAxPlL8S1vXijrX-O2mAX_t_NaFSesaCGly04zEcB-dTnO34H4_rc3OQccPVt-ok0WDSNPygCioZmsLRmvrB4lBQJBmkhkWV88nxuR7CWDM2K/s1600/kf-x.jpgIlustrasi KFX ☆

Menko Polhukam Wiranto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Korea Selatan (Korsel), Kim Chang-Beom. Menurut Wiranto dalam pertemuan itu dibicarakan rencana kunjungan ke Korsel untuk negosiasi proyek pesawat tempur Korean Fighter Experimental/ Indonesian Fighter Experimental (KFX/ IFX).

“Kita mau ke Korsel untuk negosiasi KFX. Biasakan, Dubes dateng untuk menyampaikan beberapa hal dalam rangka kunjungan itu,” ujar Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (1/3/2019), sebagaimana dilansir dari laman detikFinance (1/ 3).

Proyek KFX/ IFX digarap Korea Selatan. Pada 2009 Indonesia menyatakan minat untuk terlibat, yang ditandai dengan penandatangan letter of intent (LoI). Kemudian, LoI ini berlanjut dengan kesepakatan pengembangan bersama.

Rencananya, pesawat tersebut akan diproduksi sebanyak 168 unit Korsel 120 unit dan Indonesia diperkirakan 48 unit. Produksi massal rencananya dimulai 2026 nanti.

Wiranto menolak menjelaskan apa saja yang akan dibahas dalam negosiasi dengan pihak Korsel. Dia hanya mengatakan materi negosiasi akan dibahas lebih lanjut di Korsel.

“Kita belum bicara mengenai negosiasi, di sana pemimpinnya Menteri Pertahanan, di sini saya. Nanti sampai di sana baru kita bicarakan negosiasi itu, intinya bagaimana, kebijakannya bagaimana, dan nanti tim teknis yang akan melanjutkan. Itu nanti di sana, kita nggak mendahului, tapi yang pasti di sana,” tutur Wiranto.

Dia menambahkan pertemuannya dengan Dubes Korsel sebagai pendahuluan sebelum negosiasi. Menurut Wiranto Dubes Korsel nanti yang akan mengatur pertemuan untuk negosiasi nanti.

“Dubes Korsel itu untuk secara pendahuluan begitu, untuk mengatur pertemuan di sana bagaimana, itu saja,” tutur Wiranto.

  ★ detik  

[Video] Ketika KRI TOM 357 Tangkap 4 Kapal Vietnam

TNI AL Tangkap 4 Kapal Berbendera Vietnam



  ★ Youtube  

Kapal Hiu Macan 01 Milik KKP Diintimidasi Kapal Pengawas Vietnam

Akhirnya melepaskan tangkapan kapal pencuri ikan Vietnam https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBxvriVCdWME8nzhyphenhyphenoOQOoDR3d4AErbbrsjExc0N864Mo2RYoC0w2z2fK9Pde2xhVXo5SoWAYu-EXmwMKcUw6X8s9WqZ3-8AttyVcw2S59NVurRw0ZcpJw36UQJE6Tg4TodoDjnnpJwg2d/s1600/kcr+60+627.jpgKapal KP Hiu Macan 01 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ( Foto: Istimewa ) ☆

Kapal pengawas perikanan Vietnam, KN-214 dilaporkan telah melakukan intimidiasi terhadap Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu Macan 01 milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Insiden itu terjadi ketika KP Hiu Macan 01 tengah melakukan pengejaran terhadap 4 kapal asal Vietnam yang diduga tengah melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia, Selasa (19/2/2019).

Menurut informasi yang didapat Beritasatu.com, Kamis (21/2/2019), peristiwa itu bermula ketika KP Hiu Macan 01 melakukan pemeriksaan terhadap 4 kapal ikan asing asal Vietnam di perairan Laut Natuna Utara. Empat kapal itu adalah KM KG 92549 TS GT 165, KM KG 92596 TS GT 111, KM KG 93973 TS GT 164, dan KM KG 91689 TS GT 110.

Tetapi, dalam perjalanan selama 2 jam terjadi pengejaran dari KN-214 Vietnam Fisheries Resources Survailance. Bahkan, kapal pengawas perairan Vietnam itu berusaha memotong haluan dengan melakukan manuver di sekitar KP Hiu Macan 01.

Peristiwa itu masih terjadi di wilayah perairan Indonesia, yakni pada koordinat 05º 55.439’ N/106º 16.875’ E. Melihat kondisi tersebut dan untuk menghindari hal-hal yang membahayakan, para awak KP Hiu Macan 01, maka nakhoda kapal memerintahkan kapal-kapal yang dikawal dan diawaki petugas dari KP Hiu Macan 01 untuk berhenti.

Kemudian, KP Hiu Macan 01 menaikkan kembali para awak KP Hiu Macan 01 yang ada di atas kapal ikan asal Vietnam demi keselamatan. Kemudian, KN-214 meminta untuk KP Hiu Macan 01 agar sandar ke kapal pengawas Vietnam itu.

Setelah sandar di KN-214, nahkoda KP Hiu Macan 01 menjelaskan proses penangkapan 4 kapal asal Vietnam yang menangkap ikan di perairan Indonesia. Tetapi, pihak KN-214 mengklaim bahwa posisi tersebut adalah wilayah perairan Vietnam.

Nahkoda KP Hiu Macan 01 kemudian mengatakan bahwa empat kapal yang diduga mencuri ikan itu akan dibawa. Namun, pihak KN-214 bersikeras untuk mempertahankan empat kapal pencuri ikan asal Vietnam tersebut.

Kedua belah pihak saling berkeras. Akhirnya, untuk mencegah terjadinya gesekan antara petugas di KP Hiu Macan 01 dan KN-214, empat kapal pencuri ikan itu dilepaskan.

Dengan pertimbangan tersebut, nakhoda KP Hiu Macan 01 mengambil langkah untuk menyerahkan kapal ikan asal Vietnam dan seluruh awak kapalnya. Berdasarkan informasi, insiden seperti ini sudah dua kali terjadi. Kapal pengawas Vietnam kerap melakukan Intimidasi dan pengejaran terhadap kapal pengawas perikanan KKP.

Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) perlu mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terulang.

  ★ Berita Satu  

[Video] KRI Teluk Lada 521

Buatan Dalam Negeri Resmi Perkuat TNI AL TNI AL Membutuhkan sebanyak 24 unit kapal sejenis. Kapal produksi dalam negeri ini tercatat ada 4 unit lagi yang akan selesai di produksi. Berikut video diambil dari Youtube :



  ★ Youtube  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...