Kamis, 08 April 2021

KRI REM-331 Gelar Simulasi Peperangan Anti Kapal Selam

⚓️ Di Natuna Ruang PIT KRI REM 331 [Koarmada II]

Beragam latihan terus dilaksanakan prajurit KRI Raden Eddy Martadinata (REM) -331 dalam perjalanan lintas laut menuju daerah Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab). Kali ini mereka melaksanakan simulasi Peperangan Anti Kapal Selam saat berada di Laut Natuna, Senin (5/4).

Disimulasikan jika KRI REM-331 sebagai kapal markas Pangkogaslagab, menerima informasi dari pesawat intai bahwa kapal selam musuh berada di titik wilayah laut Indonesia. Selanjutnya Pangkogaslagab memerintahkan 2 (dua) unsur KRI pencari dan penghancur kapal selam untuk mencari dan menghancurkan kapal selam musuh, salah satu nya KRI REM yang telah menangkap pancaran gelombang elektromagnetik radar permukaan.

Setelah di pantau pengawas ternyata kapal selam musuh mengetahui kehadiran KRI REM untuk menghancurkan mereka yang akhirnya berupaya melarikan diri. Hal ini dilaporkan kepada Pangkogaslagab yang segera memerintahkan untuk mengejar dan mencari kapal selam musuh tersebut.

KRI REM segera melaksanakan pencarian melalui deteksi sonar, dan juga memberangkatkan heli panther untuk mendeteksi posisi musuh lewat udara. Alhasil kapal selam musuh berhasil terdeteksi sonar kapal, selanjutnya KRI REM -331 menembakan torpedo yang langsung dengan tepat mengenai sasaran. Kapal selam musuh pun hancur dan tenggelam ke dasar laut.

“Simulasi Peperangan Anti Kapal Selam ini merupakan kesiapsiagaan kita untuk menghadapi ancaman-ancaman yang bisa mengganggu pelaksanaan geladi lapangan Latopslagab. Karenanya setiap personel harus tahu tugas dan tanggung jawabnya dengan benar, dan melaksanakannya secara profesional,” ujar Komandan Guspurla Koarmada II selaku Pangkogaslagab, Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo.

Laksma Rahmat Eko yang sejak awal on board di KRI REM-331, menambahkan jika usai melaksanakan simulasi maka dilanjutkan dengan kaji ulang juga TFG (Tactical Floor Game) terhadap rencana-rencana operasi yang telah dibuat saat geladi posko. “Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam Latopslagab Ini, merupakan perintah Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan yang selaras dengan program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono mengenai pembangunan SDM TNI AL yang unggul.“ tandas Laksma Rahmat Eko disela kegiatan.

 ⚓️ 
Koarmada II  

[Video] Sentry Gun (UGCV)

  Produksi PT Ansa Solusitama Indonesia 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjUvN91jffDIalT_GBUFQ-eyAFx49Y_bwhnwxkFRRbEgpwYETpOOQkbqs49wCSS-A5w6dY187zBwlqKAfnNc0GF1OJsTn4mBnaUjB_0a8Ku23dR3drwFZFxEC7NCfEz7IER4MJmcJI4Wl6/s600/Sentry_Gun_UGCV_Kemhan.pngPrototipe Ranpur Robotik UGCV (Unmanned Ground Combat Vehicle) karya PT Ansa Solusitama Indonesia ★

U
nmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) adalah kendaraan darat tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang secara khusus untuk misi pengintaian, pengawasan dan akuisisi target guna meningkatkan keamanan personel.

Mengutip Kemhan, UGCV adalah terobosan teknologi sistem robotik yang berada di garis depan untuk menjaga prajurit pada jarak yang aman dari tembakan musuh secara efektif.

Disamping itu juga UGCV ini dapat dilengkapi dengan sistem senjata sesuai kebutuhan.

Dengan berkerjasama dengan PT. Ansa Solusitama Indonesia untuk membangun platfrom sistem persenjataan sentry gun pada ranpur robotik nasional.

Berikut video ujicoba tahap II sentry Gun UGCV :


Uji litbang sistem persenjataan Sentry Gun (UGCV) Tahap II TA 2020


Uji alat angkut UGCV, program kerjasama penelitian PT Ansa Solusitama Indonesia dan Balitbang Kemhan RI tahun 2020

  ★ Garuda Militer  

Prabowo Kunjungi Korea Selatan

Menyaksikan peluncuran jet tempur bersama KFX/IFX https://akcdn.detik.net.id/visual/2021/04/08/menteri-pertahanan-ri-prabowo-subianto-kamis-84-melaksanakan-kunjungan-kerja-ke-korea-selatan-dok-kemhan_169.jpeg?w=715&q=90Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Kamis (8/4), melaksanakan kunjungan kerja ke Korea Selatan. (Dok Pribadi Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kamis (8/4), melaksanakan kunjungan kerja ke Korea Selatan untuk melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Korea Selatan Y.M. Suh Wook dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral pertahanan.

Kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Menhan Prabowo kepada Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook, disambut dengan upacara militer seperti yang lazim menyambut kepala negara. Tampak kedua pejabat tinggi tersebut mengendarai kendaraan terbuka yang indentik sebagai mobil limosin Genesis G90 buatan Korsel.

Seperti dikutip dari Biro Humas Setjen Kemhan dalam pernyataan resminya, Kamis (8/4), acara yang berlangsung sangat hangat ini kedua negara sepakat mempererat kerjasama militer yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Kabar yang santer, Korsel memang sengaja mengundang Prabowo untuk menyaksikan peluncuran jet tempur bersama Indonesia dan Korsel KFX/IFX.

Dalam pertemuan bilateral pertahanan ini kedua belah pihak delegasi berdiskusi dan bertukar pandangan tentang beberapa hal strategis di bidang pertahanan dan keamanan, di antaranya pertukaran pandangan keamanan regional dan kerjasama bilateral.

Diskusi tentang topik tersebut telah membuahkan sejumlah pembaruan informasi dan referensi. Kementerian Pertahanan Indonesia siap membangun hubungan kerja sama Pertahanan yang lebih kuat dengan pihak Republic of Korea (RoK).

Menhan RI berharap hubungan bilateral Indonesia-RoK di bidang pertahanan dapat memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya untuk kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga untuk menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menhan Prabowo juga melihat masih banyak peluang kerjasama pertahanan yang perlu dijajaki bersama, terutama dalam rangka membangun rasa saling percaya dan meningkatkan kerja sama industri pertahanan.

Atas nama Pemerintah RI Menhan Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi dari pemerintah dan masyarakat Korea dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Pada tanggal 27 April 2020, Pemerintah Korsel memberikan bantuan 10.000 PCR (Polymerase Chain Reaction) Diagnoctis Test kepada Kemhan RI melalui Industri Pertahanan Republik Korsel. Alat ini telah membantu Indonesia dalam menangani Covid-19.

Dijelaskan oleh Menhan RI, Korea Selatan adalah salah satu negara paling sukses di dunia dalam mengatasi masalah ini, dengan kebijakan yang cepat, akurat dan efisien, serta dukungan dari masyarakat Korea.

 ♖ CNBC 

TNI AU Akan Bangun Pangkalan Udara Baru di Deli Serdang

Relokasi Lanud Soewondo yang berada di pusat kota Medanhttps://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2021/04/06/606c288f3253d-viva-militer-ksau-tinjau-lokasi-pembangunan-lanud-tni-au-di-deli-serdang_665_374.jpgKSAU tinjau lokasi pembangunan Lanud TNI AU di Deli Serdang [Dispenau]

Pemerintah Republik Indonesia terus berupaya memperkuat pertahanan dan keamanan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satu upaya penguatan pertahanan nasional yang akan dilakukan pemerintah adalah membangun sarana dan prasarana untuk mendukung kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam waktu dekat ini pemerintah rencananya akan membangun Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) baru di Kabupaten Deli Serdang.

Dilansir VIVA Militer dari keterangan resmi Dispenau, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo hari ini melakukan kunjungan kerja ke Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kunjungan Orang nomor satu di Korps Angkatan Udara ke Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang itu dilakukan dalam rangka meninjau secara langsung lokasi yang akan dibangun Markas Lanud Suwondo yang nantinya akan digunakan menjadi salah satu benteng pertahanan udara TNI AU.

"Setelah melalui banyak kajian, survei, dan pertimbangan, TNI AU merencanakan akan merelokasi Lanud Soewondo yang saat ini berada di pusat kota Medan ke Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang ini," kata KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Selasa, 6 April 2021.

KSAU menambahkan, rencananya TNI Angkatan Udara akan membangun Lanud yang cukup besar di wilayah Hamparan Perak dengan konsep Smart Base. Dengan demikian, dirinya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari seluruh masyarakat Deli Serdang serta stakeholder terkait untuk dapat mendirikan pangkalan udara di lokasi tersebut.

KSAU meyakini, dengan adanya pangkalan udara yang baru di Kecamatan Hamparan Perak, pastinya keberadaan Lanud Soewondo itu dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar pangkalan.

"Dengan adanya pembangunan Pangkalan TNI AU disini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Deli Serdang yang ikut mendampingi kunjungan KSAU, Ashari Tambunan mengucapkan terima kasih kepada Marsekal TNI Fadjar Prasetyo atas dipilihnya Hamparan Perak menjadi tempat relokasi Pangkalan TNI AU Soewondo.

Menurut Ashari, selain dapat mengangkat nama baik Kabupaten Deli Serdang, keberadaan TNI AU juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

Seusai meninjau lokasi melalui jalur darat Kasau beserta rombongan juga berkesempatan melihat langsung lokasi dari udara dengan menggunakan Helikopter Puma H-3211.

Sejumlah Perwira Tinggi (Pati) TNI AU turut hadir mendampingi KSAU, diantaranya, para Asisten Kasau, Pangkoopsau I Marsda TNI Tedi Rizalihadi, Danpuspomau Marsma TNI R. Agung Handoko, para Kepala Dinas jajaran Mabesau, Pangkosekhanudnas III Marsma TNI Esron S.B. Sinaga, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb JH. Ginting, dan para pejabat di jajaran Lanud Soewondo, Wing III Paskhas, serta Kosekhanudnas III Medan.

 ♖ Vivanews  

KAI Tetapkan Harga KF-X 65 juta USD

Siap diluncurkan 9 April 2021 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs47Q27SkBcqXJOCIB9_X71SkL4Uq7JSLUdg4weO_gtiJFSEG-6rwt0iGAWmd91xWFpPeI98SLf3k5a4tnS62RQ4qU7bGwKJMC6XFzySdxgdzoggljZYJaV5srqsHH6_0fYp8aFJ9U9zo/s640/KAI_KF-X.jpgIlustrasi KFX/IFX [MBDA]

Mengutip media Korea Herald, KAI (Korea Aerospace Industries) telah menetapkan harga jual pesawat siluman KF-X senilai 65 juta dolar AS (USD).

Hal itu dikatakan Presiden dan CEO KAI Ahn Hyun-ho dalam sesi tanya jawab dengan wartawan di Grand Ballroom of Coex, di Seoul selatan pada Jumat, 2 April 2021.

Menjelang peluncuran (Roll-Out) prototipe pertama jet tempur KF-X pada hari Jum'at 9 April 2021, dikatakan bahwa program KF-X terkendala dengan adanya pandemi COVID-19, yang memperlambat jadwal proyek hingga mundur enam bulan.

“Namun kami berhasil mengembalikan semuanya ke jalurnya pada akhir Desember. Saya berterima kasih kepada kepada staf dan eksekutif saya yang tidur di kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata Ahn.

Pesawat yang mengunakan komponen utama dari Eropa dan AS ini direncanakan akan diekspor mulai tahun 2028 dengan harga yang kompetitif.

“Dengan harga KF-X di kisaran 65 juta USD serta biaya perawatan yang diminimalkan, analisis kami mengatakan, harga tersebut akan membuat KF-X memiliki keunggulan kompetitif di pasar global,” ungkapnya.

 ♖ Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...