PT. Dirgantara Indonesia dan Turkish Aerospace menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama dalam perpanjangan produksi dan modernisasi pesawat
Indonesian Aerospace dan Havelsan tanatangani MoU produksi simulator N219 (Havelsan) ☆
Turki dan Indonesia semakin memperkuat kerja sama di bidang kedirgantaraan pada Selasa setelah Nota Kesepahaman (MoU) baru ditandatangani di Teknofest 2021 di kota metropolitan Istanbul, Turki.
Dalam sebuah pernyataan, KBRI Ankara mengatakan bahwa PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Turkish Aerospace menandatangani MoU untuk bekerja sama dalam perpanjangan produksi pesawat N219, modernisasi dan perpanjangan umur armada pesawat CN235 Turki.
Kedua belah pihak akan bekerja sama dalam dukungan teknik proyek pengembangan Turkish Aerospace serta pengembangan dan produksi bersama N245.
Menurut KBRI, MoU tersebut (akan) meningkatkan dan memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin antara PTDI dan Turkish Aerospace, khususnya dalam hal pesawat N219 dan modernisasi pesawat CN235 Turki.
Kedutaan juga mengatakan Indonesia telah bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Aselsan Turki pada 2000 untuk pemasangan sistem intelijen sinyal dan komunikasi cerdas pada pesawat CN235 Angkatan Udara Turki.
“Dalam Teknofest 2021, PTDI kembali menampilkan produk dan layanan andalannya untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, terutama untuk pesawat CN235-220 dan N219,” tambah pernyataan tersebut.
TEKNOFEST yang berlangsung selama enam hari di Bandara Ataturk itu dimulai pada Selasa dan akan berlanjut hingga Minggu.
Untuk Pertama Kalinya
N219 PTDI ☆
Untuk pertama kalinya, pesawat N219 buatan anak negeri bakal diperkenalkan ke pasar luar negeri, yakni pameran Internasional Teknofest Aerospace And Technology Festival 2021 (Teknofest), di Istanbul, Turki. Ajang ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan pesawat tersebut.
Menurut Sekretaris Perusahaan PTDI Irlan Budiman, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) akan mempromosikan pesawat CN235-220 dan pesawat N219 dalam ajang Internasional Teknofest Aerospace And Technology Festival 2021.
Keikutsertaan PTDI dalam acara ini dalam upaya perluasan pemasaran, kerjasama dan peningkatan penjualan berbagai produk dan jasa yang dihasilkan selama ini, khususnya pesawat CN235-220 dan N219.
"Selain untuk mempromosikan pesawat CN235-220 dan N219, PTDI memiliki potensi untuk menjual produk dan jasa ke Turki maupun ke negara ketiga melalui kemitraan dengan perusahaan Turki. Karena itu, kami menggunakan kesempatan ini sebagai momentum memasuki pasar Turki dan MENA (middle East and North Africa)”, kata Irlan Budiman dalam siaran persnya, Senin (20/9/2021).
Pada ajang itu, PTDI akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan beberapa pihak. Pada tanggal 21 September 2021, PTDI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Havelsan terkait kerjasama Aircraft Simulator untuk pesawat N219. Penandatanganan ini akan disaksikan oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel.
PTDI juga akan melakukan penandatanganan MoU Industrial Collaboration Agreement dengan Turkish Aerospace Industries, Inc. (TAI) terkait kerjasama N219 Production Extension, Modernization and Life Extension of Turkish CN235 fleet, Engineering Support of TAI’s Development Project.
Teknofest merupakan ajang tahunan pameran teknologi unggulan Turki yang diselenggarakan sejak 2018. Teknofest 2021 (Teknofest) akan resmi dibuka pada 21-26 September 2021 di Istanbul Ataturk Airport, Instanbul, Turki.
Ajang ini sebagai melting point inovasi dan kemitraan berbagai stakeholders di bidang ristek, baik dari kalangan pemerintah, pusat penelitian, industri strategis hingga institusi pendidikan.
Teknofest terus berkembang menjadi festival teknologi terbesar di kawasan Eropa, yang pada 2019 berhasil memecahkan rekor sebagai festival teknologi di Eropa yang paling banyak dikunjungi dengan partisipasi lebih dari 120 negara dan dikunjungi 1,5 juta orang.
Teknofest 2021 akan terdiri dari berbagai program terutama technology exhibition, seminar dan kompetisi teknologi internasional. Festival tersebut juga mempertemukan para pelaku utama teknologi dan industri strategis Turki maupun dari kawasan Eropa lainnya.
Diketahui, N219 adalah pesawat hasil kerja sama antara PTDI dengan LAPAN. Pesawat ini telah resmi memperoleh Type Certificate pada tanggal 22 Desember 2020 dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasioan Pesawat Udara (DKPPU), Kementerian Perhubungan RI. Pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23.
Pesawat N219 memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi pendukung konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.
⚓ 💣
Ilustrasi kapal selam nuklir dunia (IISS) ⚓️
Siasat Amerika Serikat (AS) di Indo-Pasifik bersama sekutunya untuk membendung kekuatan China melalui pendekatan militer dianggap tak selaras dengan jurus negara-negara Uni Eropa. Terlebih siasat negeri Paman Sam itu diawali dengan upaya yang melukai salah satu anggota Uni Eropa: Prancis.
Meski sempat optimistis dengan Presiden AS Joe Biden, kekhawatiran Uni Eropa "ditinggal" AS kini kian kuat. Mereka kecewa ketika AS memutuskan untuk menjalin kerja sama kapal selam dengan Inggris dan Australia tanpa sepengetahuan Prancis.
The Washington Post mencatat, kekhawatiran ini sebenarnya sudah muncul sejak 2011, ketika Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa AS bakal mengalihkan fokusnya ke Indo Pasifik.
Ketika tampuk pemerintahan bergulir ke tangan Presiden Donald Trump, sikap AS terhadap Uni Eropa kian kentara. Pada 2018, Trump melontarkan pernyataan yang sangat kontroversial.
"Saya pikir, kami punya banyak musuh. Saya rasa Uni Eropa adalah musuh, terkait dengan apa yang mereka lakukan terhadap kami dalam perdagangan," ucap Trump.
Kala itu, Trump juga mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa alias Brexit. Uni Eropa melihat AS semakin bergerak menjauh dari bloknya.
Kini, Uni Eropa pun berang karena AS menggandeng Inggris untuk menjalin kerja sama kapal selam bertenaga nuklir dengan Australia di bawah perjanjian AUKUS.
Tujuan utama mereka memang membendung kekuatan China di kawasan. Namun ternyata, kesepakatan itu melukai Prancis yang merasa dikhianati. Pasalnya, sebelum AUKUS disepakati, Australia menangguhkan perjanjian kerja sama kapal selam dengan Prancis.
Dalam tulisannya di The Washington Post, seorang pakar politik Amerika dari Princeton University, Sophie Meunier, mengatakan bahwa kesepakatan AUKUS ini mencabik kepercayaan Prancis.
"Banyak pihak di Prancis melihat kesepakatan kapal selam AUKUS sebagai konfirmasi bahwa AS memang tak lagi dapat dipercaya, bahkan setelah era Trump," tulis Meunier.
Prancis sebenarnya sempat optimistis ketika Biden dilantik sebagai presiden AS. Saat itu, survei lembaga Pew mengindikasikan kenaikan penerimaan publik Prancis terhadap AS hingga 34 poin.
Para diplomat Prancis bahkan sudah sempat ingin menjalin kerja sama erat dengan AS dalam perkara perubahan iklim hingga terorisme, juga ancaman China.
"Namun ternyata, mereka malah melihat Amerika mengambil keputusan sepihak tanpa konsultasi. Keputusan unilateral ini mungkin dapat membangkitkan kembali sentimen anti-Amerika di Prancis dan sekitarnya," tulis Meunier.
Lebih jauh, Luke McGee dalam analisisnya di CNN menyatakan bahwa kesepakatan AS ini membuat Eropa kebingungan dengan pendekatan mereka ke China.
Uni Eropa Merasa Tak Dianggap di Kawasan
Virginia class kapal selam bertenaga nuklir [US Navy] ⚓️
Sebelum kesepakatan AUKUS tercapai, Uni Eropa sebenarnya ingin melawan China dengan strategi berbeda, yaitu lebih persuasif.
"Jika ingin melihat sisi baiknya, [tindakan AS] ini mungkin hanya dianggap kasar, tapi yang buruk, tindakan ini mengonfirmasi bahwa mereka tak dianggap serius sebagai pemain geopolitik, meski ambisi global mereka sangat besar," tulis McGee.
Sejumlah pengamat menganggap sikap AS ini menunjukkan bahwa Uni Eropa memang belum terlalu diperhitungkan di panggung dunia.
Direktur Institut Austria untuk Kebijakan Eropa dan Keamanan, Velina Tchakarova, juga mengamini anggapan ini, karena AS lebih memilih bekerja sama dengan Inggris, yang baru saja keluar dari Uni Eropa.
"Kenyataan bahwa AS lebih ingin menghabiskan modal politik dan investasi keamanan juga hubungan pertahanan dengan Inggris dan Australia sebelum menghubungi Uni Eropa sangat menunjukkan sikap [AS] itu," ucap Velina Tchakarova.
Tchakarova menganggap, seharusnya Uni Eropa lah yang bekerja lebih keras membawa pengaruh di kawasan agar bisa diperhitungkan di panggung dunia.
"Jelas bahwa Uni Eropa harus menjadi aktor keamanan di Indo-Pasifik terlebih dulu agar dapat dianggap serius oleh rekan-rekan mereka di Anglosphere," katanya.
Di selat Singapura
KN Pulau Dana 323 Bakamla dan USCG Munro 755 [Bakamla] ★
Badan Keamanan Laut melakukan latihan bersama dengan kapal Coast Guard Amerika Serikat di sepanjang perbatasan laut Indonesia-Singapura di sekitar Selat Singapura pada Senin.
Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan latihan bersama berupa Passing Exercise dilakukan antara kapal KN Pulau Dana-323 dengan kapal USCGC Munro-755.
Dia mengatakan pertemuan yang sekaligus dijadikan ajang latihan kedua instansi coast guard tersebut bermula saat KN Pulau Dana-323 melaksanakan patroli rutin di perbatasan laut Indonesia-Singapura.
KN Pulau Dana mendapat kontak dari kapal USCGC Munro yang sedang bertolak dari Singapura melalui jalur internasional bagian timur Selat Singapura.
"Dengan eratnya hubungan kerja sama antara Bakamla RI dengan US Coast Guard, menanggapi informasi tersebut, kedua kapal mengabadikan momen tersebut dengan melaksanakan passing exercise," tambah dia.
Mengakhiri kegiatan passing exercise, KN. Pulau Dana – 323 melakukan salute atau penghormatan kepada USCGC Munro sebelum melanjutkan patroli.
"Selanjutnya KN Pulau Dana kembali melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan teritori Indonesia bagian Timur," pungkas dia.
⚓️ Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT PAL Utario Esna Putra mengatakan pembuatan kapal akan berlangsung selama 69 bulan
Ilustrai Arrowhead 140 [Babcock]
Perusahaan pembuat kapal milik pemerintah Indonesia PT PAL menargetkan pembuatan dua kapal frigate Arrowhead-140 akan rampung pada 2026 mendatang.
Indonesia sebelumnya membeli lisensi desain kapal frigate Arrowhead-140 dari Inggris.
Kesepakatan pembelian itu diresmikan melalui penandatanganan kerja sama antara PT PAL dengan perusahaan Inggris Babcock yang disaksikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Inggris Hon Ben Wallace di London.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat PT PAL Utario Esna Putra mengatakan proses pembuatan kapal sudah dimulai sejak Mei lalu dan akan rampung pada 2026 jika tidak ada pengembangan kontrak ataupun penambahan spesifikasi kapal.
"Rencananya, pembangunan Kapal Frigate akan dikerjakan dalam kurun waktu 69 bulan," jelas Utario kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat pada Selasa.
Utario menambahkan kapal ini akan mengusung mesin utama dengan spesifikasi 4 x 9100 kW.
Dengan pasokan tenaga tersebut mampu memacu kapal dengan kecepatan maksimal hingga 28 knot.
Kapal Frigate nantinya juga akan dilengkapi dengan Diesel Generator 4x1360 kW dan emergency D/G 1X180 kW.
Kapal frigate juga akan dilengkapi dengan rudal sebagai bentuk sistem pertahanan udara, spesifikasinya yakni peluncur rudal vertikal jarak sedang (Vertical launcher missile surface to air medium range) 3x8 cells, peluncur rudal vertikal ke udara dengan jarak jauh (Vertical launcher Missile Suraface to Air Long range) 4x8 cells dan peluncur rudal vertikal ke permukaan dengan jarak jauh (Vertical launcher missile surface to surface long range) 2x8 cells).
Dia menyatakan untuk pemenuhan senjata, sensor dan lainnya akan disuplai oleh perusahaan lain yang memiliki kapabilitas.
"Untuk sekarang masih belum bisa diumumkan penyedia tersebut," kata dia.