Sabtu, 30 April 2022

TNI-Polri tangkap penembak anggota Koramil Yalimo dan istri di Elelim

Dilumpuhkan ketika melompat ke juranghttps://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2022/04/IMG-20220430-WA0034_copy_800x600_1-1.jpgDua prajurit dari Satgas Kodim Yonif R 408/SBH yang terluka tembak dievakuasi ke Timika, Sabtu (30/4). (Korem 173 PVB/Antara)

Tim gabungan TNI-Polri, Sabtu (30/4), menangkap WT terduga pelaku penembakan dan penganiayaan hingga menewaskan anggota Babinsa Koramil 1702-/Kurulu, Sertu Eka Andrianto Hasugian dan istrinya bidan Sri Lestari Putri.

Kedua pasutri yang bertugas di Elelim, Kabupaten Yalimo, ditembak dan dianiaya hingga tewas pada 31 Maret di Jalan Trans Elelim, Kampung Elelim. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav. Herman Taryaman mengakui, dalam insiden itu selain menyebabkan pasutri meninggal juga mengakibatkan anak bungsunya yang berusia tiga tahun mengalami jari putus akibat benda tajam.

WT ditangkap di Kampung Dugume, Distrik Dugume, Kabupaten Lanny Jaya, sekitar pukul 07.40 WIT. Saat ditangkap, kata Herman, WT sempat berupaya melarikan diri hingga anggota mengeluarkan tembakan yang diawali dengan peringatan.

”Namun karena tidak diindahkan peringatan, langsung dilumpuhkan petugas,” ujar Herman Taryaman seperti dilansir dari Antara, Sabtu (30/4).

WT merupakan anggota KSB. Saat ini yang bersangkutan masih berada di RSUD Wamena.

Sementara itu, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro menyatakan, dua prajurit Satgas Kodim Yonif R 408/SBH tertembak. Itu terjadi setelah rombongan pengantar logistik akan kembali ke posnya di sekitar Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Mereka dihadang kelompok kriminal bersenjata (KKB).


 ♖
Jawapos  

Jumat, 29 April 2022

Ukraina Minta Bantuan Senjata ke RI

♖https://s4.reutersmedia.net/resources/r/?m=02&d=20220304&t=2&i=1593144326&w=780&fh=&fw=&ll=&pl=&sq=&r=2022-03-04T005512Z_17863_MRPRC2YUS947EB4_RTRMADP_0_UKRAINE-CRISIS-KYIVIlustrasi perang di Ukraina [Reuters]

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta bantuan persenjataan kepada Indonesia untuk menghadapi perang yang sedang berlangsung dengan Rusia. Permintaan disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adapun permintaan bantuan disampaikan Zelenskyy saat melakukan perbincangan melalui telepon pada Rabu, 27 April 2022 pukul 15.00 WIB.

Presiden Jokowi menyebutkan, dalam pembicaraan awal dengan Zelenskyy ia memperoleh update mengenai perkembangan situasi disana. Kemudian, dilanjutkan dengan permintaan bantuan persenjataan.

"Dalam pembicaraan itu dibahas juga mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia," kata Jokowi dalam keterangan resmi, Jumat (29/4/2022).

Mengenai permintaan persenjataan ini, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia tak dapat mengabulkan.

"Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat Konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar Negeri Indonesia, melarang pemberitaan bantuan persenjataan kepada negara lain," jelasnya.

Jokowi kembali menekankan kepada Zelenskyy bahwa Indonesia bisa memberikan bantuan dalam bentuk lain. Juga Jokowi menyampaikan harapan agar perang bisa segera disudahi dengan cara damai.

"Namun saya menyampaikan kesiapan Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Saya sampaikan mengenai harapan agar perang segera dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan," pungkasnya.

 ♖
CNBC  

[Global] USAF Pilih Boeing E-7 Wedgetail

Pengganti E-3 Sentry 4 negara dikabarkan telah memakai Boeing E-7 Wrdgetail [RAAF]

Angkatan Udara AS (USAF) telah memilih pesawat Boeing E-7 airborne early warning and control (AEW&C) sebagai pengganti pesawat E-3 Sentry airborne warning and control system (AWACS).

Kontrak diharapkan dapat dilaksanakan pada tahun fiskal (TA) 2023.

Wing Kontrol Udara ke-552 USAF di Pangkalan Angkatan Udara Tinker di Oklahoma menerima pesawat E-3 Sentry pertama kali pada Maret 1977. Saat ini ada 31 pesawat E-3 dalam inventaris AS.

USAF mengatakan, pesawat Boeing E-7 adalah satu-satunya platform yang memenuhi persyaratan manajemen pertempuran taktis dan komando dan kontrol Departemen Pertahanan AS.

Pesawat E-3 Sentry AWACS memberikan gambaran real-time yang akurat dari ruang pertempuran ke Pusat Operasi Udara Gabungan AS.

Anggaran Presiden (PB) TA 23 menyerukan divestasi 15 pesawat dari armada E-3 AWACS, yang terdiri dari 31 pesawat.

Ini akan mengalihkan sekitar 227 juta USD dalam pendanaan dari PB FY23 untuk penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi pesawat.

Dana tersebut selanjutnya akan mendukung pengadaan prototipe cepat pesawat E-7, dengan pengiriman diharapkan pada TA 27.

Pengadaan pesawat prototipe cepat kedua akan didanai pada TA24.

Akuisisi prototipe kedua akan mengikuti keputusan produksi akhir pada TA25 untuk terus mengadakan pesawat E-7.

Awalnya dikembangkan oleh Australia untuk Angkatan Pertahanan Australia, kemampuan E-7 dimanfaatkan oleh AS karena aliansinya dengan negara tersebut dan interoperabilitas di antara angkatan bersenjata.

Pada 2019, Kementerian Pertahanan Inggris memberikan kontrak untuk pengadaan pesawat E-7 bagi Royal Air Force (RAF).

  ★
Airspace Review  

Kamis, 28 April 2022

Fasharkan Manokwari Pasang Meriam 30 mm di Tiga Kapal Perang Koarmada III

⚓ Tiga KRI dibawah jajaran TNI AL/Koarmada III mellaksanakan pemasangan Meriam Oto Melara 30 mm Marlin WS Gun Mount 059 di Fasharkan Manokwari Papua Barat, dalam pemasangan meriam tersebut Dua KRI yaitu KRI Layaran-854 dan KRI Tatihu-853 telah selesai dan berhasil melaksanakan kegiatan Sea Acceptance Test (SAT) atas Meriam Kaliber 30 MM yang dilaksanakan di perairan utara Papua, sedangkan KRI Madidihang-855 pelaksanaan uji coba penembakan akan dilaksanakan dalam beberapa waktu kedepan. Kamis (28/04/22).

Ketiga KRI tersebut merupakan produk anak bangsa, dibuat oleh PT Palindo Marine Shipyard Batam, saat ini beroperasi di wlayah kerja Komando Armada III yang terbentang dari perairan Maluku, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Papua dan Papua Barat. Adapun pemasangan Meriam 30 mm tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kekuatan tempur dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan laut di wilayah kerja Koarmada III.

Meriam Oto Melara 30 mm Marlin WS Gun Mount 059 merupakan produksi Italy, dan pemasangannya dilaksanakan di Fasharkan TNI AL Manokwari Papua Barat, yang merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut dan Panglima Koarmada III untuk memanfaatkan Fasharkan Manokwari sebagai salah satu Fasharkan di wilayah kerja Koarmada III yang mampu melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan KRI maupun KAL.

Selain itu proses pemasangan Meriam tersebut hingga uji coba penembakan dilaksanakan oleh Teknisi Asing/ Leonardo Italia, sekaligus memberikan training dan pelatihan kepada Teknisi Fasharkan Manokwari dan personel KRI sebagai pengawak Meriam 30mm.

Meriam Oto Melara 30 mm Marlin WS Gun Mount 059 merupakan produksi Italy, mempunyai jarak jangkauan maksimalnya sekitar 3500 Meter, dan memiliki sistem yang canggih, karena dilengkapi kamera dan remot kontrol, serta mempunyai fungsi selain sebagai pertahanan permukaan antar kapal, dan juga untuk pertahanan udara baik dengan pesawat maupun rudal, dengan jarak 3,5 km.

  ★ Pelopor Wiratama  

[Global] Inggris Dukung Ukraina Serang Tanah Rusia

Rusia memperingatkan Inggris, bahwa jika terus memprovokasi Ukraina untuk menyerang sasaran di Rusia maka akan ada 'tanggapan proporsional' segera.Ilustrasi, Drone Ukraina tertembak ☆

Rusia memperingatkan Inggris pada Selasa (26/4/2022), bahwa jika terus memprovokasi Ukraina untuk menyerang sasaran di Rusia maka akan ada "tanggapan proporsional" segera.

Kementerian Pertahanan Rusia mengutip pernyataan dari Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey yang mengatakan kepada radio BBC, bahwa sepenuhnya sah bagi Ukraina untuk memburu target di kedalaman Rusia untuk mengganggu jalur logistik dan pasokan.

“Kami ingin menggarisbawahi bahwa provokasi langsung London terhadap rezim Kyiv ke dalam tindakan seperti itu, jika tindakan tersebut dilakukan, akan segera mengarah pada respons proporsional kami,” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

“Seperti yang telah kami peringatkan, Angkatan Bersenjata Rusia siap sepanjang waktu untuk meluncurkan serangan balasan dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi di pusat pengambilan keputusan di Kyiv,” tambah pernyataan Kementerian, dilansir dari Reuters.

Kementerian Pertahanan juga mengatakan bahwa serangan Rusia semacam tidak akan menjadi masalah untuk dilakukan jika perwakilan dari negara Barat tertentu ditempatkan di pusat pengambilan keputusan Ukraina.

Heappey dari Inggris sebelumnya mengatakan adalah sah bagi Ukraina untuk menyerang jalur logistik Rusia dan pasokan bahan bakar.

Dia juga mengakui senjata yang sekarang disediakan komunitas internasional memiliki jangkauan untuk digunakan di Rusia.

Dikutip dari Russia Today (RT), Inggris menjadi salah satu negara pemasok senjata utama Kyiv.

Inggris telah menuangkan ribuan rudal anti-tank ke negara itu menjelang operasi militer Rusia skala besar yang dimulai pada akhir Februari.

Perdana Menteri Boris Johnson baru-baru ini mengumumkan paket persenjataan berat tambahan senilai 100 juta pound sterling (130 juta dollar AS) untuk Kyiv, yang mencakup senjata anti-pesawat, drone, dan berbagai kendaraan lapis baja.

Selidiki Keberadaan Pasukan Khusus Inggris di Ukraina
Badan investigasi Rusia tengah menyelidiki laporan media yang menyebut kehadiran pasukan khusus militer Inggris, Special Air Service (SAS), di Ukraina.

Menurut laporan media Rusia, RIA Novosti, para ahli sabitase dari SAS telah dikerahkan ke Ukraina barat, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (23/4/2022).

RIA Novosti mengutip seorang sumber keamanan Rusia yang mengatakan bahwa sekitar 20 anggota SAS telah dikirim ke wilayah Lviv.

SAS adalah pasukan elite militer Inggris yang dilatih untuk melakukan operasi khusus, penginderaan, dan kontra-terorisme.

Dalam sebuah pernyataan, Komite Investigasi Rusia mengatakan akan menindaklanjuti laporan dari media tersebut.

RIA Novosti menuding, pasukan SAS tersebut membantu dinas khusus Ukraina dalam mengatur sabotase di wilayah Ukraina.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris enggan memberikan komentar saat dimintai keterangan dari Reuters mengenai kehadiran pasukan SAS di Ukraina.

Sebelumnya, Inggris mengatakan telah mengirim pelatih militer ke Ukraina awal tahun ini untuk menginstruksikan pasukan lokal dalam menggunakan senjata anti-tank.

Pada 17 Februari, sepekan sebelum Rusia menginvasi Ukraina, Inggris menyatakan telah menarik semua pasukannya dari Ukraina, kecuali pasukan yang diperlukan untuk melindungi duta besarnya.

Tidak jelas langkah apa yang direncanakan Komite Investigasi Rusia untuk menanggapi keterlibatan SAS di Ukraina.

Namun, apabila pasukan dari negara-negara NATO benar-benar hadir di Ukraina, konsekuensinya akan serius.

Pasalnya, Rusia sebelumnya telah memperingatkan kepada Barat untuk tidak menghalangi invasinya ke Ukraina.

Jerman Kirim Persenjataan Berat
Jerman mengumumkan pengiriman pertama senjata berat ke Ukraina untuk membantunya menangkis serangan Rusia, setelah berminggu-minggu tekanan di dalam dan luar negeri untuk melakukannya di tengah kebingungan atas sikapnya.

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan pada Selasa (26/4/2022) bahwa pemerintah, yang juga berlomba mengurangi ketergantungannya pada energi impor Rusia, telah menyetujui pengiriman tank Gepard yang dilengkapi dengan senjata anti-pesawat.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan dia menyambut baik keputusan Jerman untuk mengirim tank.

“Sistem itu akan memberikan kemampuan nyata bagi Ukraina,” katanya setelah pembicaraan dengan Lambrecht dan puluhan rekan mereka di Pangkalan Udara Ramstein AS di Jerman barat.

Kritikus, termasuk duta besar Ukraina untuk Jerman, menuduh Berlin menahan langkahnya untuk memberikan senjata berat ke Ukraina dan untuk langkah-langkah lainnya yang dapat membantu Kyiv mengusir pasukan Rusia, seperti embargo impor energi Rusia.

Mereka mengatakan Berlin tidak menunjukkan kepemimpinan yang diharapkan dari negara dengan kekuatan besar.

Keragu-raguan Jerman – di tengah kekhawatiran tentang efek ekonomi di Jerman dari pembatasan pasokan gas Rusia – juga dinilai telah menelan korban jiwa Ukraina.

Kanselir Jerman Olaf Scholz telah membalas tuduhan itu dengan mengatakan bahwa angkatan bersenjata Bundeswehr, sudah mencapai batas dari apa yang dapat mereka berikan, sementara persenjataan yang dapat disediakan oleh industri kekurangan amunisi dan perlu ditingkatkan.

Diskusi tentang peran Jerman

Scholz adalah seorang Sosial Demokrat yang partainya telah lama memperjuangkan pemulihan hubungan dengan Rusia setelah Perang Dunia II.

Pemimpin baru Jerman ini juga memperingatkan risiko Moskwa menganggap Jerman sebagai pihak dalam konflik, yang dapat mengarah pada “perang dunia ketiga” dalam pengambilan keputusannya.

  💂 Kompas  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...