Selasa, 07 Juni 2022

Kementerian Pertahanan Minta Anggaran Rp 319 Triliun untuk 2023

 Meski kenaikan anggaran dibutuhkan, usulan dinilai terlalu besar. 
https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/logo-kementerian-pertahanan-kemenhan-yang-baru-diresmikan-prabowo_220121165536-165.jpg[kemhan] ★

K
ementerian Pertahanan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 196 triliun dari Rp 123 triliun yang telah dialokasikan untuk tahun anggaran 2023. Dengan demikian, total anggaran yang diajukan mencapai Rp 319 triliun. Pengajuan ini dinilai mengejutkan.

Pengajuan itu dibahas dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Hadir mewakili Kemhan Wakil Menhan Muhammad Herindra. Adapun Andika didampingi Kepala Staf TNI AD Jenderal Dudung Abdurachman, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono, dan Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya Gustaf Brugman.

Rapat ini khusus membahas realisasi pelaksanaan APBN 2021, rencana anggaran Kemhan tahun 2023, dan beberapa isu aktual, seperti Papua.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Lodewijk F Paulus, mengatakan, hal yang paling menarik dalam rapat adalah permintaan tambahan anggaran yang besarnya mencapai Rp 196 triliun untuk 2023. Adapun pagu anggaran Kemhan tahun 2023 Rp 123 triliun. Menyangkut usulan itu, Lodewijk mengatakan, DPR terlebih dulu akan membicarakan dengan pemerintah.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas yang sebelumnya menganggap anggaran Rp 123 triliun sebagai jumlah yang wajar mengatakan, permintaan tambahan Rp 196 triliun dari Kemhan cukup mengagetkan. Dengan situasi saat ini masih pada masa pemulihan akibat pandemi Covid-19, tentunya pemerintah harus bijak membuat alokasi belanja.

Lodewijk mengatakan, tentunya hal ini harus dibahas lebih lanjut karena juga terkait kemampuan pemerintah. Namun, Wakil Ketua DPR yang juga mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, selama ini anggaran pembangunan TNI memang masih kurang. Tidak saja terkait dengan kesejahteraan prajurit dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga pemeliharaan dan operasional.

Muhammad Herindra mengonfirmasi permintaan tambahan sebesar Rp 196 triliun tersebut. Alasannya, alokasi anggaran yang ada selama ini masih jauh dari kebutuhan.

Lodewijk yang ditemui seusai rapat kerja mengatakan, ada sebelas komponen tunjangan untuk prajurit, belum termasuk perumahan. Soal kesiapan operasional juga menjadi tuntutan yang membutuhkan anggaran besar. Ia mencontohkan, ketika kesiapan pesawat angkut TNI AU rendah, ini berarti kemampuan untuk memobilisasi pasukan juga rendah. Padahal, di sisi lain, pemerintah dan rakyat menuntut agar TNI profesional. Lodewijk juga mengingatkan agar pemeliharaan alutsista diperhatikan.

”Jangan hanya beli terus,” katanya.

Andika Perkasa mengatakan, pemenuhan kebutuhan pokok minimum alutsista yang selama ini disebut minimum essential force (MEF) diperkirakan hanya 70 persen dari MEF pada akhir 2024. Padahal, catatan Kompas, rencana semula pada 2024, MEF harus terpenuhi 100 persen pada 2024. Pencapaian 70 persen MEF itu pun masih bergantung pada kondisi keuangan. Pihaknya menyadari situasi saat ini yang semakin berat, tidak saja karena variabel internal selain eksternal. ”Ya, kita yang penting berusaha,” kata Andika.

Terkait anggaran 2021, Andika mengatakan, dari total Rp 108 triliun anggaran, yang terserap mencapai 98,8 persen. Adapun terkait anggaran untuk 2023, Andika mengatakan, TNI mengajukan tambahan anggaran Rp 32 triliun dari total usulan penambahan anggaran dari Kemhan Rp 196 triliun.

TNI berpatokan pada rencana kebutuhan. Rencana kebutuhan diperoleh dari analisis kondisi lingkungan strategis dan situasi TNI saat ini. Merujuk pada rencana kebutuhan, anggaran yang ada saat ini memenuhi sekitar 30 persen. ”Jadi masih kurang banyak. Kami berusaha, siapa tahu masih ada ruang untuk penambahan anggaran,” ujar Andika.

Ia juga berharap agar serapan anggaran pada tahun anggaran 2022 dan 2023 mencapai 100 persen.

Menurut Anton, meskipun pemerintah punya target untuk mencapai MEF, bukan berarti anggaran pertahanan harus dinaikkan hingga Rp 319 triliun. Ia menggarisbawahi, Kemhan selama ini tidak memberikan informasi yang lebih lengkap kepada publik terkait rencana dan laporan penggunaan anggaran pertahanan. Padahal, ketersediaan informasi melalui situs resmi adalah hal biasa dan baik rencana maupun laporan penggunaan anggaran pertahanan bukanlah sesuatu yang sifatnya rahasia. Akibatnya, wajar apabila kemudian publik bertanya-tanya akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran pertahanan.

”Apalagi, tahun 2023 adalah tahun politik. Tentu pengelolaan belanja pemerintah harus lebih transparan untuk menghindari anggapan terjadinya bancakan untuk kepentingan kelompok tertentu,” katanya.

Anton melanjutkan, terkait pagu anggaran Rp 123 triliun untuk Kemhan pada 2023, besaran angka ini menurun 7,8 persen dibandingkan 2022 yang mencapai Rp 133,9 triliun. Akan tetapi, anggaran ini tetap lebih tinggi dibandingkan kementerian-kementerian lainnya. Meskipun diharapkan bijak dalam pengalokasian anggaran belanja, pemerintah tetap perlu memberikan atensi lebih besar untuk pertahanan pada 2023.

Anggaran pertahanan yang meningkat secara proporsional, menurut Anton, dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, pos anggaran pertahanan dalam dua tahun terakhir terimbas dampak pengurangan anggaran guna mendukung penanganan pandemi Covid-19.

Kedua, di era pandemi, ancaman nonkonvensional yang dihadapi Indonesia juga menunjukkan peningkatan. Salah satu contohnya adalah kejahatan narkotika lintas batas.

Ketiga, agenda modernisasi alutsista yang dimiliki TNI juga tidak bisa ditunda untuk jangka waktu lebih lama. Harus diakui, sejak pandemi, pengetatan anggaran telah memberi dampak bagi rencana pembangunan MEF. Hingga 2019, pencapaian agenda MEF masih meleset dari target yang sudah ditetapkan. Padahal, saat itu belum ada pandemi Covid-19. Sementara sejumlah alutsista yang dimiliki TNI, selain dari sisi kuantitas masih kurang, kualitas senjata juga tergerus usia.

  ★ Kompas  

KKB Tembaki Pesawat Sam Air di Bandara Kenyam Papua

♖ Tangki Bahan Bakar dan Ban Rusak Pesawat milik maskapai Sam Air yang ditembaki kelompok kriminal bersenjata saat mendarat di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (7/6/2022).( POLRES NDUGA)

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembai berulah. Kali ini, KKB pimpinan Egianus Kogoya menembak pesawar milik maskapai Sam Air saat mendarat di Bandar Udara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Selasa (7/6/2022).

Akibat insiden itu, tangki dan ban depan pesawat rusak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, kejadian itu berawal saat pesawat dengan nomor registrasi PK-SMG mendarat di Bandara Kenyam pada pukul 10.50 WIT.

Kata Kamal, saat petugas (maskapai) membuka pintu bagasi, dan kedua pilot masih dalam pesawat, mereka langsung ditembaki.

"Tiba-tiba dari arah Alguru (kali kenyam) pihak KKB melakukan penembakan ke arah pesawat," kata Kamal, melalui keterangan tertulis, Selasa.

  Tangki bahan bakar dan ban rusak 

Kamal mengatakan, dari 15 kali tembakan yang dikeluarkan KKB, peluru mengenai ban depan, tangki bahan bakar, dan dua titik di badan pesawat.

Dalam kejadian itu, sambung Kamal, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, pesawat tidak dapat melanjutkan perjalanan karena mengalami kerusakan pada tangki dan ban.

”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pesawat Sam Air tidak dapat melanjutkan penerbangan karena mengalami kerusakan pada ban depan pesawat dan tangki bahan bakar yang bocor akibat terkena tembakan,” ujar Kamarl dikutip dari Kompas.id.

  Pilot dan Kopilot berhasil diselamatkan 

Kamal mengatakan, pasca-serangan itu, tim gabungan TNI-Polri langsung mendatangi TKP dan mengamankan pilot M Farhan Fachri dan Kopilot Reza Ariestha Ragainaga ke Polres Nduga.

Selain itu, kedua kru SAM Air yang selamat juga telah berhasil dievakuasi ke Jayapura dengan pesawat Twin Otter milik perusahaan tersebut.

"Saat ini Bandara Udara Kenyam sudah dapat dikuasai oleh aparat keamanan, dan melakukan pengamanan di seputaran Bandara Udara Kenyam,” pungkasnya.

 💂 
Kompas 

TNI Ajukan Tambahan Anggaran Rp 32 Triliun pada 2023

⚓️ Tambahan anggaran itu dinilai perlu untuk memenuhi beberapa kebutuhan internal. FREMM Bergamini class [RID]

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan institusinya mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 32 triliun. Ini mengingat TNI mendapatkan pagu indikatif pada tahun 2023 senilai Rp 103 triliun.

"Untuk pagu indikatif TNI tahun 2023 ada penurunan (dibandingkan 2022) yaitu hanya Rp 103 triliun. Kami juga mengusulkan kebutuhan tambahan anggaran tahun 2023 sejumlah Rp 32 triliun," kata Jenderal Andika usai Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Menurut dia, pagu indikatif dan usulan tambahan anggaran TNI pada 2023 telah disetujui Komisi I DPR dalam Raker tersebut.

Jenderal Andika menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut sangat perlu untuk memenuhi beberapa rencana kebutuhan di internal institusi tersebut.

"Dari rencana kebutuhan itu, sebetulnya yang bisa dialokasikan ke dalam pagu indikatif sekitar 30 persen. Jadi, memang masih kurang banyak," ujarnya.

Dalam raker tersebut, dia juga menyampaikan realisasi anggaran TNI pada tahun 2021 yaitu dari pagu anggaran sebesar Rp 108 triliun dan yang terserap senilai Rp 98,8 triliun.

Raker Komisi I DPR tersebut berlangsung tertutup dan dihadiri Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kasad, Kasal, dan Kasau. Raker tersebut membahas realisasi dan evaluasi pelaksanaan APBN TA 2021 serta pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Tahun 2023.

 ⚓️  Republika  

Senin, 06 Juni 2022

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Siap Arungi Lautan Pasifik

⚓️ Melaksanakan Latihan Bersama Multilateral Rim of The Pacific (RIMPAC) tahun 2022 [Koarmada II]

Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto memimpin langsung pelepasan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan satu pleton marinir yang akan melaksanakan Latihan Bersama Multilateral Rim of The Pacific (RIMPAC) tahun 2022. Latihan Multilateral Rimpac ini diikuti oleh 26 negara dan merupakan latihan Angkatan Laut terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh US Navy dengan partisipasi negara negara Indo-Pasifik. Pelepasan ini dilaksanakan di geladak KRI I Gusti Ngurah Rai-332, Senin (06/06/2022).

Seperti yang telah disampaikan oleh Pangkoarmada II sebelum melepas Satgas RIMPAC bahwa Angkatan Laut sudah aktif dalam latihan ini mulai tahun 2006 dan tahun ini merupakan partisipasi TNI Angkatan Laut yang ke-7. Di tahun ini TNI Angkatan Laut mengirimkan 167 personel yang terdiri dari KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dengan ABK 129 personel, satu peleton Marinir dengan kekuatan 35 personel, dan 3 personel sebagai staf pengendali latihan.

“Latma Multilateral Rimpac ini digelar setiap dua tahun antara US Navy dengan negara-negara Indo-Pasifik di bawah kendali Armada ke III US Navy. Latihan RIMPAC ini dengan partisipasi peserta lebih dari 25.000 personel, 38 kapal perang, 4 kapal selam, lebih dari 170 pesawat udara serta pasukan pendarat (Marinir) dari 9 negara yang berpartisipasi,” Ucap Pangkoarmada II.

Latihan RIMPAC yang akan dilaksanakan di Oahu Hawai ini mengambil tema “TNI AL Melaksanakan Latma Multilateral RIMPAC 2022 di Oahu, Hawai Guna Meningkatkan Profesionalisme, Kemampuan Tempur dan Kerja Sama Militer dengan Negara Sahabat”.

Dalam sambutannya Pangkoarmada II juga menyampaikan bahwa tujuan dari latihan ini yaitu untuk meningkatkan kerjasama Internasional serta meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL baik itu pengawak KRI GNR-332 dan juga unsur Marinir untuk bekerjasama dengan negara negara yang berpartisipasi dalam latihan bersama ini dan juga untuk menunjukkan bahwa TNI AL khususnya Koarmada II mampu bekerjasama dengan negara negara Internasional yang tergabung dalam latihan ini. Latma Multilateral RIMPAC ini juga dapat memberikan pengalaman langsung kepada TNI AL dalam menguji kemampuan operasi jarak jauh atau Long Range Operations.

“Sebagai latihan Angkatan Laut terbesar di dunia, US Navy menjadikan Latma Multilateral RIMPAC sebagai salah satu sarana menguji doktrin, taktik, dan prosedur peperangan laut yang terbaru dan kekinian, khususnya dalam Operasi Laut Gabungan dan Operasi Amfibi. Selain itu, melalui latihan ini negara peserta latihan dituntut untuk mampu membuktikan ketahanan operasi alutsistanya mengingat Sea Phase dilaksanakan selama tiga minggu non-stop, tanpa sandar di pangkalan,” ungkap Laksda Iwan.

Tidak hanya latihan di laut tetapi juga akan ada rangkaian lomba olahraga antara lain renang, bola volly, lari 5 km, dan strong arm contest. Sedangkan prajurit Marinir akan mengikuti lomba menembak serta juga akan ditampilkan beberapa kesenian khas Indonesia yang akan dibawakan oleh prajurit-prajurit KRI GNR-332.

Turut hadir Kaskoarmada II, seluruh Pejabat Utama Koarmada II, Para Kasatker dan Komandan Satuan serta seluruh Komandan KRI yang berada di Pangkalan. Selain itu hadir pula Danpasmar 2 Surabaya dan Asops Kormar. (Pen2)

 ⚓️ 
Koarmada II  

Satbravo 90 Latihan Bersama dengan US SFOD

 Pererat hubungan RI-AShttps://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2022/06/Latihan-Kopasgat-us-e1654414964311.jpg[TNI AU]

Satbravo 90 Kopasgat melaksanakan latihan bersama dengan US SFOD (Special Forces Operational Detachment) A 1313.

Latihan bersama dengan sandi JCET Balance Arrow Iron 2022 ini dilaksanakan di Medan, Sumatera Utara pada awal bulan ini.

Asops Kasau Marsda TNI M. Khairil Lubis saat meninjau pelaksanaan latihan pada 2 Juni mengatakan, latihan bersama ini merupakan implementasi hubungan bilateral RI dan Amerika Serikat, khususnya kedua pasukan khusus untuk saling bertukar pengetahuan, kemampuan dan pengalaman.

Tujuanya adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam rangka kesiapan tugas dan diharapakan ke depan Kopasgat akan diberikan kesempatan yang lebih luas terkait kerja sama latihan dan pendidikan dengan negara luar.

Selain itu latihan ini juga untuk meng-upgrade alat perlengkapan dan persenjataan guna mendukung kesiapan operasi TNI AU ke depan.

Dalam kesempatan itu Asops Kasau melakukan peninjauan secara langsung kegiatan Full Mission Profile (FMP) manuver lapangan yang merupakan akumulasi rangkaian dari semua materi latihan yang diberikan sejak bulan Mei lalu.

 ♖
Airspace Review  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...