KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman (kiri) berbincang dengan Kepala Staf Angkatan Darat Italia Letnan Jenderal Pietro Serino saat keduanya bertemu di Roma, Italia, Senin (29/5/2023). (ANTARA/HO-Dinas Penerangan TNI AD)
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman bertolak dari Jakarta menuju Roma, Italia, untuk membahas tindak lanjut kerja sama antar-Angkatan Darat dua negara terutama dalam memperkuat profesionalisme prajurit.
Jenderal Dudung dan Kepala Staf Angkatan Darat Italia Letnan Jenderal Pietro Serino bertemu di Roma, Senin (29/5), dan keduanya sepakat tindak lanjut kerja sama itu perlu dilakukan demi membangun kepercayaan antarmiliter dua negara.
“Untuk mendukung kerja sama antara TNI AD dan Angkatan Darat Italia ke depan diperlukan realisasi kerja sama bilateral melalui kegiatan Army to Army Staff Talks (AST), Subject Matter Expert Exchange (SMEE), pertukaran data intelijen, lokakarya, dialog bidang pertahanan, Senior Officer Visit Program (SVOP), maupun menjajaki peluang kerja sama bidang industri pertahanan,” demikian dilansir ANTARA, Selasa 30 Mei.
Dalam pertemuan itu, Dudung juga menyinggung pentingnya meningkatkan profesionalisme prajurit melalui program-program pendidikan, pelatihan, operasi bersama, dan modernisasi alutsista.
Modernisasi alutsista setidaknya dalam 1 tahun terakhir menjadi salah satu prioritas Italia. Di jajaran alutsista Angkatan Daratnya, Italia berencana mengganti sejumlah tank dan kendaraan tempurnya, termasuk di antaranya yang berjenis Ariete Main Battle Tank (MBT).
Dalam pertemuan yang sama, pimpinan Angkatan Darat Indonesia dan Italia itu juga membahas perlunya memperkuat diplomasi pertahanan baik secara bilateral dan multilateral.
Diplomasi, menurut Jenderal Dudung dan Letjen Serino, penting untuk membangun kepercayaan (confidence building measure), mencegah konflik, memelihara keamanan dan perdamaian.
Terakhir, Dudung dan Serino juga membahas pentingnya memperkuat kapasitas prajurit untuk penanggulangan bencana.
Kepala Staf Angkatan Darat Italia dan Jenderal Dudung sepakat prajurit Angkatan Darat harus selalu siap membantu pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk tidak hanya menanggulangi bencana, tetapi juga mencegah risiko bencana terutama di daerah-daerah yang rawan.
♖ VoI
Kunjungi Pusat Riset CIRNOV UAD
(Ist)
Pada 22 Mei 2023, di Kantor Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. berkesempatan mengunjungi Etalase Produk Penelitian Rudal kaliber 70 yang mampu menghantam pesawat terbang buatan CIRNOV. Ia datang bersama mitra yang berasal dari Ex Lapan (Pustekbang), Dislitbangad, serta PT Pindad dan PT Dahana yang sudah bekerja sama sejak tahun 2016 hingga sekarang. Rudal jenis tersebut merupakan rudal buatan anak bangsa yang pertama kali sukses dibuat dan diujitembakkan.
KSAD hadir didampingi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. beserta Rektor UAD Dr. Muchlas, M.T. juga tim dari Mabes TNI AD. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala CIRNOV Prof. Hariyadi, pembuatan rudal sudah dimulai sejak 2016 dan uji tembak dilakukan tiap tahunnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan teknologi strategis bangsa yang dibuat.
Dalam kesempatan tersebut, KSAD sangat mengapresiasi rudal karya anak bangsa dengan kandungan lokal sangat tinggi, terlebih selama ini rudal buatan CIRNOV telah sering diujitembakkan sehingga potensi untuk dapat digunakan oleh TNI cukup besar. Jenderal Dudung selaku Komisaris PT Pindad juga berencana melanjutkan lagi MoU yang pernah dibuat bersama UAD/CIRNOV agar program rudal berjalan lebih prospektif. Selain itu harapannya, produk rudal sasaran udara yang sudah dibuat dapat disempurnakan paling tidak dapat dipergunakan untuk senjata latih TNI AD.
Rudal Merapi
Rudal Merapi yang diuji tembakkan dengan kaliber 70 mm didesain untuk dapat dipanggul (Foto: Istimewa)
Rudal sasaran udara yang dibuat tim CIRNOV tersebut merupakan jenis panggul/MANPADS (Man-Portable-Air-Defense-Systems) yang menggunakan teknologi fire and forget yaitu rudal setelah ditembakkan ke area target, maka rudal akan mencari sendiri sasaran tanpa dipandu dari bawah karena dilengkapi dengan sensor inframerah. Teknologi ini sudah cukup standar diterapkan untuk rudal antipesawat terbang. Tim CIRNOV sudah cukup menguasai dalam pembuatan teknologi tersebut. Selain itu, jangkauan rudal dapat bervariasi tergantung banyak sedikitnya dan desain bahan bakar roket pendorong yang dibuat oleh PT Dahana. Untuk standar senjata anti pesawat terbang, jangkauan dari 3.000 m hingga 6.000 m.
Kehadiran senjata rudal sangat mendesak, sebagaimana fakta perang modern yang sekarang sedang terjadi antara Rusia dan Ukraina, mesin perang berupa rudal menjadi andalan utama digunakan untuk menghancurkan sasaran serta menangkalnya melalui unjuk kemampuan teknologi yang ada. Rudal yang dibuat tim CIRNOV, selama ini memiliki kemampuan mengunci sasaran melalui komponen seeker yang bekerja pada spektrum sinar inframerah telah mampu diteruskan ke sistem kendali berupa gerakan canard (sirip depan) rudal sehingga rudal akan menuju area sasaran yang dikunci tersebut sampai menghantamnya. Pengendalian rudal sangat rumit mengingat rudal selama terbang dengan kecepatan tinggi (dapat melebihi kecepatan suara) melakukan gerakan serempak untuk gerakan berputar (rolling), mengangguk (pitching), dan menggeleng (yawing). Teknologi yang rumit ini menjadikan teknologi rudal cukup eksklusif dan protektif dalam pembuatannya yang memerlukan keahlian tingkat tinggi.
Selama ini, tim CIRNOV sudah menembakkan roket/rudal lebih dari 50 unit untuk kepentingan uji dinamis termasuk rudal sasaran darat. Uji-uji akan terus dilakukan mengingat variabel yang harus dikuasai cukup banyak. Maka tak heran anggaran riset yang seharusnya dikeluarkan relatif besar, tetapi untuk kasus anggaran yang diperoleh tim CIRNOV selama ini sangat minimalis. Untuk itu perhatian dari pemerintah atau perusahaan swasta sangat diharapkan terlebih hasil yang sudah dicapai selama beberapa tahun ini cukup signifikan untuk menjadikannya produk industri alutsista nasional. Ke depannya, diperlukan kerja-kerja yang lebih presisi untuk menjadikannya rudal ini dapat dipergunakan sebagai alutsista TNI. Juga kerja sama yang lebih intensif berbagai pihak antara CIRNOV dengan BUMN Strategis seperti PT Pindad, PT Dahana, dan institusi TNI/Kemenhan mengingat produk alutsista harus dikerjakan di bawah peraturan dan pengawasan yang sudah diundang-undangkan, demikian kata Prof. Hariyadi. (doc)
♖ UAD
⚓ Produksi PT KAS di Batam
KRI Bung Karno 369 saat peluncuran di Batam (Dispen AL Koarmada 1) ⚓
KRI Bung Karno-369 sebagai salah satu kapal perang buatan dalam negeri dalam waktu dekat akan dikukuhkan dan diresmikan masuk jajaran TNI AL.
Sebelumnya KRI Bung Karno-369 telah diluncurkan dari galangan kapal di Batam pada bulan April 2023 oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali.
Kapal perang hasil karya anak bangsa ini merupakan komitmen TNI AL dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) untuk mewujudkan kemandirian pembangunan kekuatan pertahanan matra laut.
Dalam rangka memastikan kesiapan KRI Bung Karno-369 untuk diresmikan masuk jajaran TNI AL yang direncanakan akan dihadiri oleh Presiden ke-5 RI Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan inspeksi ke KRI Bung Karno-369 yang tengah sandar di dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/5), turut mendampingi Panglima TNI, Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Edwin, S.H., M.Han, M.H.
Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI meninjau langsung kesiapan fasilitas dan akomodasi yang ada di KRI Bung Karno-369. Peresmian KRI Bung Karno-369 direncanakan akan diresmikan pada tanggal 1 Juni 2023 bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila tahun 2023.
Pengadaan kapal korvet ini merupakan strategi efektif dan efisien untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas OMP dan OMSP khususnya dalam pengamanan VVIP Presiden.
Selanjutnya kapal perang jenis korvet tersebut akan menggantikan kapal Kepresidenan yaitu KRI Barakuda-814 yang sudah beroperasi selama 27 tahun.
Adapun KRI Bung Karno-369 ini memilliki kemampuan persenjataan untuk peperangan Anti Surface Warfare, Anti Air Warfare, Anti-Submarine Warfare, dan Electronic Warfare, dengan spesifikasi panjang (LOA) 73,00 m, dengan lebar 12 m, tinggi 5m, berat 650 ton, daya akomodasi 55 personel dengan kecepatan jelajah 20 knot dan kecepatan maksimum 24 knot serta dilengkapi dengan active fin stabilizer dan ruangan anti peluru.
Penyematan nama Sang Proklamator pada kapal perang bukan tanpa alasan. Bung Karno, adalah seorang tokoh besar dengan visi maritim yang sangat kuat serta memiliki cita-cita membawa Indonesia menjadi cakrawati samudera dan bangsa pelaut yang seluas-luasnya. Bung Karno merupakan simbol perjuangan, tekad dan harapan sang proklamator dengan harapan dapat meneladani kebulatan tekat dan kegigihan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta perdamaian dunia. (Dispen Kolinlamil)
Kunjungi Pangkalan Militer Al-Dafra UAE
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berkunjung ke Abu Dhabi, UEA dan meninjau Pesawat Tempur Dassault Mirage 2000. (Dok. Puspen TNI) ☆
Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono berkunjung ke Abu Dhabi, UEA dalam rangka memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata UAE, Letnan Jenderal Issa Al Mazrouei, Rabu, (24/5) kemarin.
Dilansir keterangan resmi Puspen TNI, Selasa, (30/5) dikatakan dalam kunjungan tersebut Panglima TNI berkesempatan meninjau pesawat Dassault Mirage 2000 di pangkalan tersebut.
“Panglima TNI berkesempatan melihat secara langsung bahkan sampai ke kokpit salah satu generasi terakhir pesawat tempur canggih Dassault,” tulis keterangan Puspen TNI.
Dijelaskan pula kunjungan tersebut untuk memperkuat kerja sama militer antara TNI dengan Angkatan Bersenjata UAE dan membangun ikatan saling percaya atau mutual trust di antara keduanya.
“Momen ini juga digunakan untuk melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang militer dalam bentuk arrangement yang sudah tertunda selama dua tahun, bertempat di Markas Besar Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab,” jelas keterangan Puspen TNI. (rr)
Ilustrasi, 55 WNI yang disekap di Sihanoukville, Kamboja, berhasil diselamatkan (30/7). (KBRI Phnom Penh) ★
Sebanyak 37 warga negara Indonesia (WNI) korban perusahaan online scamming di Laos telah kembali pulang ke Indonesia.
Sementara itu, delapan WNI lainnya masih terjebak.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, mengatakan 37 WNI ini sudah berhasil keluar dari Laos melalui Thailand.
"Dari total 45 WNI yang dilaporkan mengalami masalah di Laos, 37 WNI telah berhasil keluar dari Laos melalui Chiang Rai Thailand dan telah kembali ke tanah air. Kepulangan ke tanah air dapat segera dilakukan karena visa mereka masih berlaku," kata Judha dalam keterangannya, Minggu (28/5).
Sedangkan delapan WNI lainnya, kata Judha, masih belum bisa pulang ke Indonesia lantaran paspor mereka belum dikembalikan pihak perusahaan.
KBRI Vientiane pun saat ini tengah berkoordinasi dengan kepolisian Bokeo untuk mengambil paspor para WNI yang ditahan. KBRI juga menyerahkan proses hukum sesuai peraturan yang berlaku di Laos.
Sebelumnya, sebanyak 45 WNI dikabarkan menjadi korban perusahaan online scam di Laos.
Kabar itu pertama kali muncul setelah sebuah video viral di media sosial yang menampilkan segerombolan WNI mengaku luntang-lantung selama empat hari di negara tersebut karena paspor mereka ditahan sebuah perusahaan.
KBRI Vientiane pun sudah menerima pengaduan ini.
Judha menyampaikan KBRI Vientiane langsung menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan mengirimkan permintaan bantuan untuk pengambilan paspor kepada kepolisian Bokeo.
"Pihak Polisi Bokeo telah menemui Saudara MNH dan 7 WNI lainnya untuk meminta keterangan mereka serta mengambil foto mereka. KBRI Vientiane terus memonitor perkembangan proses penyelidikan dan langkah penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian Bokeo," ucapnya. (blq/bac)