Senin, 16 Oktober 2023

TNI AD Akan Bangun Skuadron Penerbad di Sulawesi

Ilustrasi Helikoper Penerbad [amtara] ✪

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman bersama rombongan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di bumi anoa Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (10/10/2023).

Kunker Kasad ini disambut langsung kedatangannya oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han)., didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Kodam dan Korem 143/HO serta unsur Forkopimda Sultra bertempat di Lanud Halu Oleo, Kota Kendari. Selasa (10/10/2023).

Kehadiran jendral bintang empat ini di wilayah Korem 143/HO ini diagendakan selama dua hari, yakni dari 10 hingga 11 Oktober 2023. Di hari pertamanya Ia bersama rombongan akan berkunjung ke Desa Molore, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut) untuk melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Skuadron Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang merupakan hibah dari Bupati Konawe Utara H. Ruksamin sekaligus memberikan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dalam sambutannya, Jenderal Dudung mengungkapkan bahwa sudah lama mendengar tentang Konawe Utara (Konut) dan saat ini berkesempatan untuk hadir meninjau secara langsung rencana pembangunan Skuadron pangkalan Penerbad yang nantinya akan ada pesawat yang bisa mendarat di sekitar Kabupaten Konut ini.

"Mudah-mudahan nanti pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar, saya mohon dukungannya dari masyarakat karena ini untuk kepentingan kita bersama, kalau ada landasan maka akan semakin maju, dari Kendari bisa ada pesawat ke sini bahkan mudah-mudahan dari Jakarta akan bisa datang ke sini," ungkapnya.

"Saya sudah senang bertemu dengan masyarakat, mungkin selama ini masyarakat melihat saya di televisi, sekarang bisa melihat secara langsung Pak Dudung, Alhamdulillah yang penting masyarakat sehat, tentram, damai, saya mendapat laporan dari Pak Bupati di sini kehidupan toleransi keberagamannya luar biasa, sehingga bisa hidup rukun, damai dan sejahtera," sambung Kasad.

Usai melaksanakan peninjauan, Jenderal Dudung bersama rombongan kembali ke Kota Kendari dan esok harinya akan melanjutkan kunjungan kerja di Makorem 143/HO.

  ★
RRI  

Minggu, 15 Oktober 2023

Naval Group Tawarkan 'Scorpene Evolved'

 Kapal Selam Berteknologi Full Lithium-Ion Batteries Ilustrasi 'Scorpene Evolved' (Naval Group]

Meski pengadaan kapal selam Scorpene class telah tertuang dalam nota kesepahaman, bahkan antar manufaktur, yakni Naval Group dan PT PAL Indonesia, telah menyepakati kerja sama pembangunan unit kapal selam di Surabaya.

Namun, kontrak efektif untuk pengadaan dua unit Scorpene class belum juga berjalan, apakah yang membuat akuisisi kapal selam Perancis ini terasa alot?

Nah, sembari menanti kelanjutan dari kontrak efektif Scorpene class, Naval Group belum lama ini merilis penawaran varian Scorpene class untuk Indonesia, yang disebut ‘Scorpene Evolved.’

Dalam proposal terbarunya kepada TNI AL, Naval Group Perancis mengusulkan varian baru kapal selam Scorpene yang dilengkapi teknologi baterai Lithium-Ion.

Dikutip dari navalnews.com, disebut Naval Group baru-baru ini memperbarui proposal kapal selam Scorpene ke Indonesia.

Dijuluki ‘Scorpene Evolved’, sistem propulsi kapal selam akan dipasang dengan konfigurasi full Lithium-Ion Batteries (LIB), sehingga memberikan daya tahan paling lama dibandingkan varian lain dalam keluarga Scorpene.

Sebagai catatan, pada Februari 2022, Perancis dan Indonesia sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk dua kapal selam Scorpene yang akan dibangun secara lokal.

Menurut sumber resmi, berkat konfigurasi full LIB, Scorpene Evolved akan memiliki endurance total 80 hari (dengan 78 hari di antaranya menyelam).

Jangkauan operasional lebih dari 8.000 mil laut, lower indiscretion rate, dan mempertahankan kecepatan tertinggi lebih lama.

Hal ini dapat dicapai karena LIB dapat menyimpan dan menyalurkan lebih banyak energi dengan waktu pengisian yang lebih singkat dibandingkan baterai timbal-asam (lead-acid batteries)

Kapal selam full LIB untuk TNI AL dipandang ideal, karena lebih mudah dan lebih murah untuk memelihara dan mengoperasikannya dibandingkan dengan kapal selam air-independent propulsion (AIP).

Yang mengharuskannya membangun fasilitas lepas pantai yang kompleks untuk memasok sistem karena tidak memungkinkan untuk memasok kembali sistem AIP di laut.

Selain itu, pelatihan ekstra untuk awak kapal selam dan personel lain yang akan terlibat dalam memasok sistem AIP juga diperlukan.

Selain itu, TNI AL harus menemukan rantai pasokan lokal dan perusahaan yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk menyediakan hidrogen murni.

Oksigen cair, dan/atau bahan kimia lain yang ‘berkelas AIP’ dalam jumlah yang cukup yang dibutuhkan sistem AIP tepat waktu.

Bahkan di masa damai, hal ini dapat menjadi tantangan logistik yang besar terutama jika kita mempertimbangkan aspirasi TNI AL untuk mengerahkan armada kapal selamnya di masa depan di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Selain itu, konfigurasi full LIB lebih konsisten dengan rencana Naval Group dan PT PAL Indonesia, untuk mendirikan Lab Penelitian Energi (Energy Research Lab) di Indonesia dengan fokus pada pengembangan teknologi energi bawah laut di masa depan.

Jika semuanya berjalan lancar, LIB untuk Scorpene Evolved batch kedua dan selanjutnya yang mungkin dibeli dan dibuat oleh Indonesia di masa depan akan berasal dari laboratorium ini.

Laboratorium ini dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi terkait energi lainnya untuk pasar militer dan komersial.(*)

 ⚓️  Pagara Lampos  

Bos Holding BUMN Pertahanan Buka-bukaan Soal Proyek Jet Tempur RI & Korea

KF-21 Boramae [ROKArmed Forces] ★

Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) tengah mengembangkan jet tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX) atau KF-21 Boromae.

Proyek ini cukup lama tidak terdengar, namun kabar terakhir Indonesia belum membayar cost share untuk pengembangan jet tempur ini.

 Bagaimana perkembangannya ?

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan, program KFX/IFX merupakan program pemerintah Indonesia dan pemerintah Korsel. Perjanjian pengembangan jet tempur ini dilakukan pemerintah kedua negara yang meliputi empat hal. Pertama yakni technology development (TD) di mana hal itu telah dilewati.

"Kedua itu yang kita sebut EMD engineering manufacturing development-nya, jadi bagaimana tadinya kita desain teknologi produknya, teknologi si KFX/IFX, setelah itu kita desain bagaimana alur dan fasilitas produksinya," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Ketiga, kerja sama dalam bidang produksi. Jadi, kata dia, ada komponen yang diproduksi Korea dan ada yang diproduksi di Indonesia. Terakhir, kerja sama dalam pemasaran produk ini ke depannya.

Kembali, dia mengatakan, pihak yang melakukan perjanjian kerja sama adalah pemerintah Indonesia dan Korea. Sementara, anggota holding BUMN industri pertahanan yakni PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ialah sebagai pelaku industri Indonesia. Lalu, pelaku industri Korea ialah Korea Aerospace Industries (KAI).

"Kami ini adalah pelaku dari perjanjian yang Indonesia dengan Korea tadi. Nah bagaimana rencana ke depannya, rencana ke depannya itu kalau disesuaikan dengan kontrak kerjanya atau perjanjian yang ada saat ini tentunya adalah yang saya sampaikan tadi," katanya.

"Ada bagian komponen yang akan diproduksi oleh PTDI, ada bagian komponen yang diproduksi oleh KAI. Ada yang nanti akan final assembly oleh PTDI, ada yang di final assembly di KAI sendiri. Sehingga boleh kita bilang KFX/IFX adalah joint product antara Indonesia dengan Korea," sambungnya.

Proses assembling pesawat tempur KF-21 (K-Force)
Meski begitu, dia tak bisa menjawab mengenai persoalan cost share dalam pengembangan jet tempur ini. Sebab, masalah cost share merupakan kewenangan pemerintah.

"Kalau masalah utang perutangan karena yang membuat perjanjian pemerintah Indonesia dengan pemerintah Korea, kami hanya pelakunya, bukan domain saya menjawab itu. Itu domainnya Kementerian Pertahanan, domainnya Kementerian Keuangan dalam menjawab itu," katanya.

Sebelumnya, dikutip dari detikNews, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberi penjelasan soal Indonesia yang belum membayar cost share untuk proyek jet tempur siluman KFX/IFX. Prabowo mengatakan akan melakukan negosiasi ulang terkait hal itu.

"Ya itu memang akan kita negosiasi terus sama mereka," kata Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (26/6/2023) lalu.

Prabowo juga berjanji akan memenuhi komitmen Indonesia kepada Korea Selatan terkait iuran proyek KF-21 itu. "Pokoknya kita akan penuhi komitmen-komitmen kita," ujarnya.

Untuk diketahui, persoalan Indonesia yang belum membayar cost share untuk proyek KF-21 Boromae ini sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Kala itu, Indonesia dilaporkan menunda pembayaran ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk iuran proyek pengembangan jet tempur dengan Korea.

Indonesia bergabung dengan proyek KF-X itu dalam upaya pengadaan pesawat untuk angkatan udaranya dan untuk memajukan industri kedirgantaraan. Indonesia disebut setuju menanggung 20% dari biaya pengembangan proyek 8,8 triliun won (US$ 7,3 miliar) atau sekitar 1,7 triliun won. Tetapi Indonesia dilaporkan gagal membayar sekitar 500 miliar won.

  ★ detik  

Sabtu, 14 Oktober 2023

KRI Frans Kaisiepo-368 Latihan di Laut Mediterania

Berhasil Uji Keunggulan Fire Power (Dispenal) ⚓️

Tepat di Hari Ulang Tahun ke-78 TNI, KRI Frans Kaisiepo-368 sukses menguji seluruh sistem persenjataan modern yang dimiliki di area latihan Barbara Laut Mediterania saat lintas laut menuju Cyprus, Kamis (05/10).

Latihan bertujuan untuk menguji kapabilitas dalam full spectrum warfare termasuk menghadapi multi threat, electronic warfare, dan asymmetric warfare secara simultan.

Dalam skenario latihan, KRI Frans Kaisiepo-368 berhasil mendapatkan sadapan gelombang elektromagnetik yang selanjutnya diidentifikasi berasal dari kapal perang musuh. Berdasarkan analisis situasi taktis, dilaksanakan penembakan decoy sebagai upaya pengelabuhan dan simulasi penembakan Surface to Air Missile Tetral Mistral untuk menangkis serangan rudal.

Setelah mendapat otorisasi mengacu pada Rule of Engagement, Komandan memerintahkan Long Range Engagement melalui simulasi penembakan Surface to Surface Missile Exocet MM-40 Blok 3 dengan Heli Panther HS-1306 sebagai Target Reporting Unit.

Di saat yang sama, kelompok teroris musuh melaksanakan serangan asimetris agresif menggunakan Fast Attack Craft.

Dengan sigap, KRI Frans Kaisiepo-368 berhasil melumpuhkannya dengan Short Range Engagement menggunakan Meriam Otomelara Super Rapid Gun (OSRG) 76 mm, meriam vector 20 mm, dan small arms firing.

Srikandi laut, Serda Nav/W Nabila Maharani turut menjadi penentu kemenangan sebagai sniper yang berhasil menembak musuh dengan akurasi tinggi dari ketinggian menggunakan senjata RPA kaliber 7,62 mm on board Heli Panther HS-1306.

“Latihan terintegrasi ini memiliki peran sentral dalam mempertajam naluri tempur dan mempertinggi kesiapsiagaan operasional guna mengantisipasi worst case scenario yang mungkin terjadi di daerah misi”, terang Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah melaksanakan misi perdamaian dunia untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan serta terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam bertempur.

  ⚓️ Pelopor Wiratama  

Instruktur Penerbang Skadron Udara 2 Mempermahir Taktik Angkut Militer Pesawat CN-295

✈️Pesawat CN-295 mendarat dan terbang di landasan rumput (Bun Yamin AFB)
Pangkalan TNI AU Pangeran M. Bun Yamin (Lanud BNY) menjadi lokasi latihan Advance Airlift Tactical Training (AATT) para instruktur penerbang TNI AU pesawat CN-295 di Landasan Pacu Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Astra Ksetra, Menggala, Tulang Bawang, Lampung, Kamis (12/10/2023).

Dalam latihan AATT para instruktur penerbang TNI AU mempermahir kemampuan taktik operasi angkut militer sekaligus mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki pesawat CN-295 yang berasal dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Sebelumnya pada Senin 9 Oktober 2023 Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Adrian P. Damanik, S.T., M.M., membuka secara resmi latihan tersebut dengan diikuti enam instruktur penerbang pesawat CN-295.

Kegiatan ini berlangsung selama empat minggu dengan instruktur pelatihan AATT berasal dari Instructor Pilots (IP) Tactical Fighter Trainers (TFT) Inggris yang merupakan mantan penerbang tempur Royal Air Force, Danish Air Force, dan Royal Moroccan Air Force.

Skadron Udara 2 adalah satuan pelaksana operasional Lanud Halim Perdanakusuma yang bertugas menyiapkan dan mengoperasikan pesawat angkut sedang untuk dukungan udara, operasi SAR terbatas, Komando Pengendalian (Kodal) udara, dan Kursus Pengenalan Terbang Pesawat Angkut (KPTPA).
 

  ☆
Media Nasional  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...