Sabtu, 16 Desember 2023

BRIN-PT Pindad Tandatangani Kerja Sama Lisensi 7 Paten Teknologi Roket RHAN 122B

➶ Akan diproduksi oleh PT Pindad (BRIN)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Pindad melakukan penandatanganan kerja sama lisensi teknologi roket RHAN 122B di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (14/12). Penandatanganan itu dilakukan oleh Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R Hendrian dengan Direktur Utama PT Pindad yang diwakilkan oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi, R Hendrian menyampaikan apresiasi kepada para inventor dan periset dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa. "Terima kasih banyak. Desember tahun 2023 ditutup dengan manis dengan menyelesaikan tujuh lisensi. Walaupun saya dengar cerita, diskusinya juga cukup panjang," terangnya.

Dikatakan Hendrian, adanya kerja sama lisensi ini merupakan salah satu contoh baik dari success story kegiatan riset yang sudah dikembangkan selama hampir 10 tahun. Namun demikian, terpenting riset dilakukan secara konsisten dan menjawab kebutuhan konkret yang ada di lapangan.

"Jadi ini mungkin merupakan salah satu contoh baik. Contoh baik sari success story kegiatan hampir 10 tahun. Saya kira memang riset seperti itu, dan itu berhasil dari RHAN 122 kemudian ini masuk ke yang 122B. Dan sudah memenuhi apa yang dipersyaratkan dan performanya baik," ungkapnya.

Lebih jauh, Hendrian menyebutkan bahwa BRIN mendorong basis riset dengan melakukan hilirisasi, yang diikuti dengan lisensi, alih teknologi, dan juga training. Hal ini untuk membangun ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.

"Saya berharap setelah ini akan keluar output-output riset lain yang bukan hanya dihasilkan oleh periset kita saja. Tetapi juga diterima, diakui, dan digunakan oleh mitra industri, sehingga kebermanfaatannya bisa lebih dirasakan," katanya.

Rhan 122B
Hendrian berharap, dari kerja sama lisensi ini dapat mewujudkan tercapainya cita-cita kemandirian dalam penguasaan teknologi roket yang telah dirintis melalui program Konsorsium Roket Nasional. Roket RHAN 122B yang akan diproduksi oleh PT Pindad diharapkan dapat memberikan nilai tambah nasional menuju kemandirian pada program peroketan domestik, terutama di sektor industri pertahanan nasional, sehingga Indonesia kembali menjadi negara yang disegani kekuatan militernya.

"Semoga semakin banyak produk riset dan inovasi BRIN yang mampu untuk dihilirisasi oleh mitra industri, sehingga nantinya mampu menggerakan roda perekonomian berbasis hasil riset dan Inovasi dalam upaya meningkatkan daya saing serta kemandirian bangsa demi menuju Indonesia yang berdaulat dan bermartabat," ungkapnya.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa mengatakan bahwa terwujudnya kerja sama ini merupakan bukti dukungan riil dari pemerintah yang berpihak terhadap pengembangan industri nasional. Maka, kami dari PT Pindad menyambut dan menjadi mitra yang harus melaksanakan ini dan tentunya ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

"Tentunya ini milestone yang harus kita dukung. Jadi saya pernah di dua sisi. Pernah di sisi peneliti lalu direktur perusahaan. Jadi saya memahami sekali bagaimana sulitnya menjual inovasi kita. Kami tidak menutup mata hal seperti ini belum menjadi suatu best practice di sebuah BUMN bagaimana kita menghargai hasil riset," ungkapnya.

Dikatakan Sigit dia memahami proses riset yang tidak mudah. Sehingga dengan adanya lisensi dan royalti, dia berharap dapat mendorong kemampuan periset untuk menghasilkan riset dan inovasi terbaik. Dia pun menjelaskan mengenai rencana PT Pindad ke depan. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini tidak menutup kemungkinan akan berlanjut dengan kerja sama lainnya. (jml)

  ➶ BRIN  

Boeing Kunjungi KKIP

Bahas potensi ofset dan penandatanganan nota kesepahaman pengadaan pesawat F-15 https://www.airspace-review.com/wp-content/uploads/2019/03/F-15X-e1590402875564.pngIlustrasi F15 EX [Boeing] 

Perusahaan dirgantara dan pertahanan kenamaan asal Amerika Serikat, Boeing, menyambangi kantor KKIP, Gedung D.I. Panjaitan Kemhan, Jakarta Pusat pada Senin, 25 September 2023, pukul 13.00 WIB.

Delegasi Boeing dipimpin oleh Mr. Ian Smith (Manajer Senior Kemitraan Strategis Internasional Boeing) dan ditemani oleh Mr. Dale McDowall (BDS VP of Business Development of Southeast Asia), Mr. Zaid Alami (Boeing Country Managing Director), dan Mr. Landry Haryo Subianto (Boeing Indonesia Head of ASEAN and Indonesia Government Relations).

Kabid Alih Teknologi dan Ofset KKIP, Dr. Yono Reksoprodjo, DIC., menerima langsung delegasi Boeing di ruang rapat KKIP, didampingi oleh Koorsahli KKIP Laksda TNI (Purn) Dr. Mulyadi, S.Pi, dan Staf Ahli Bidang Penganggaran Ir. Gatot Tetuko.

Pertemuan tersebut membahas tentang potensi ofset sehubungan dengan penandatanganan nota kesepahaman pengadaan pesawat F-15 beberapa waktu lalu. Boeing menjanjikan beberapa nilai tambah yang dapat diperoleh Indonesia sesuai dengan skema imbal dagang, kandungan lokal, dan ofset yang berlaku menurut ketentuan perundang-undangan Indonesia.

Dr. Yono Reksoprodjo menyarankan agar penerima manfaat dari kemitraan Boeing di dalam negeri diperluas hingga ke badan-badan usaha swasta yang memiliki banyak potensi. Hal lainnya yang juga menjadi perhatian adalah implementasi ofset pooling Boeing di Indonesia.

Rapat berlangsung hangat antara kedua belah pihak. Delegasi Boeing mengatakan bahwa pertemuan tersebut sangat menjawab kebutuhan informasi yang mereka perlukan. Rapat ditutup pukul 15.00 WIB.

  ⍟ KKIP  

PT Pindad Jalin Kerjasama di Bidang Alutsista

Tandatangani MoU dengan Norinco(Pindad) ★

D
irektur Utama PT Pindad, Abraham Mose bersama Vice Chairman Norinco, He Jiwu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Kerjasama di Bidang Alutsista dan Produk Komersial pada Jumat, 15 Desember 2023 di Auditorium PT Pindad, Bandung. Penandatanganan MoU ini diisaksikan oleh Direktur Komersial, Atih Nurhayati, VP Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Bisnis (P3B), Yayat Ruyat dan Deputy Director of Military Product Norinco, Lan Yong beserta jajaran delegasi Norinco.

Abraham Mose dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Norinco ke PT Pindad. Abraham kemudian berharap agar kerja sama ini dapat berkembang sehingga dapat mencapai tujuan bagi masing-masing pihak.

“Pindad merupakan salah satu perusahaan BUMN yang memproduksi produk pertahanan & keamanan. Selain persenjataan, kendaraan khusus, dan amunisi, kami memperluas lini bisnis kami dalam memproduksi produk industrial. Dari pertemuan ini, kami harap dapat menghasilkan diskusi yang komprehensif sehingga mencapai kerjasama kedepannya. Kami juga terbuka untuk berbagai masukan agar terciptanya hubungan yang lebih baik,” jelas Abraham.

Medium Tank Harimau [Kompas] ★

Vice Chairman Norinco, He Jiwu dalam menyampaikan rasa bangga memiliki kesempatan untuk memimpin delegasinya berkunjung ke PT Pindad. Ia menyebutkan bahwa Norinco bersama Pindad dapat menciptakan kerjasama yang luas di berbagai sektor.

“Pindad memiliki kesan mendalam untuk kami. Pindad merupakan salah satu perusahaan pemasok berbagai kebutuhan untuk kesatuan militer. Saya percaya bahwa kedepannya akan banyak kolaborasi yang dapat kita lakukan. Selain kebutuhan militer, kita juga dapat memperluas kolaborasi di beberapa area seperti energi, pertambangan, dan lain-lain,” tuturnya.

Setelah mendengarkan sambutan dan pemaparan video profil dari masing-masing perusahaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, penandatanganan MoU serta foto bersama.

  ♞
Pindad  

Jumat, 15 Desember 2023

Uji Tembak Rudal Merapi dengan Teknologi Bidik Canggih

⦾ Cepat dan Tepat Uji Tembak Rudal Merapi dengan Teknologi Bidik Canggih CIRNOV UAD (Dok. Istimewa)

Sejak tahun 2016 hingga sekarang, Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (CIRNOV) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) konsisten melakukan uji tembak rudal, salah satunya Rudal Merapi. Tahun 2023 ini, Rudal Merapi yang diberi kode Rupi E2–2023, dilakukan di Lapangan Tembak Air Wepon Range (AWR) TNI AU, Pandangwangi, Lumajang, Jawa Timur, pada Jum’at–Ahad, 1-3 Desember 2023.

Rudal hasil kerja sama antara Pusat Riset CIRNOV UAD dan PT Dahana diuji untuk mengevaluasi teknik pembidikan, sistem keamanan penembakan rudal, aspek pengenaan dan, performansi dari rudal. Pada uji tembak ini, digunakan Flare sebagai sumber radiasi sinar infra merah yang diangkut oleh Hexacopter (drone besar) dengan kapasitas angkut hingga 16 kg, untuk jarak tembak lebih dari 1000 m.

Selain tim dari CIRNOV UAD, PT Dahana, dan BRIN. Hadir peninjau dari Kepala Pusat Iptekhan Kemenhan, Marsma Arief Hardoyo, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU, Kolonel Anang B, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad), Letkol Inf Edi Sujarwoko, dan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD.

 Teknologi Night Vision 
Rudal Merapi dengan Kode Rupi E2–2023 itu dilengkapi dengan teknologi terbaru dalam bidik sasaran, yakni Night Vision. Teknologi ini memungkinkan pesawat terbang maupun drone yang menjadi sasaran dapat dibidik dan dikunci dengan cepat.

Penggunaan Teleskop jarak jauh memungkinkan Petembak Rudal Merapi (Missile Gunner Rudal) dapat mengarahkan peluncurnya, siang maupun malam hari, dengan nyaman. Prosesnya dimulai dengan informasi tentang adanya obyek terbang di posisi tertentu, kemudian dengan cepat petembak dapat mengarahkan teknologi Alat Bidik untuk segera mengunci sasaran.

Saat sasaran terkunci, sistem penembakan didesain dengan tingkat keamanan yang sangat baik melalui serangkaian switch yang sudah terintegrasi antara isyarat penguncian sasaran, pelatuk penembakan, pencetus roket pendorong, waktu untuk teknik pengamanan fuze warhead dan fitur lainnya.

 Akurasi Bidik Sasaran Rudal Merapi 
Rudal Merapi, sebagaimana rudal-rudal panggul lainnya (Manpads), dirancang untuk mengejar dan menghancurkan sasaran di udara. Rudal Merapi didesain agar dapat mengejar radiasi sinar infra merah yang dihasilkan oleh mesin pesawat atau bagian lain yang memungkinkan ditangkap oleh sensor (unit penjejak atu seeker) yang dipasang pada ujung rudal.

Pada peningkatan akurasi bidikan sasaran, dimungkinkan Rudal Merapi melesat menuju sasaran dan tidak mudah dikecoh oleh berbagai obyek pengecoh yang sengaja dilemparkan oleh pesawat, termasuk obyek-obyek lain di sekitar tempat penembakan. Perbedaan utama antara roket dan rudal secara umum terletak pada komponen sistem pengendali (guidance system) pada rudal (roket sebagai pendorong), sedangkan pada roket tidak ada komponen semacam itu.

Roket bekerja berdasarkan sudut elevasi tertentu dan bergerak secara stabil menuju sasaran, sementara rudal didesain agar setelah ditembakkan, sirip depan (canard) akan bergerak secara terprogram membuat arah rudal berubah mengejar sasaran dengan lintasan yang bergerak secara dinamis. Kendali rudal juga dinilai sangat kompleks selama penerbangan, karena rudal melakukan berbagai gerakan seperti rolling (berputar), pitching (mengangguk), dan yawing (menggeleng) secara bersamaan dengan perubahan posisi sumbu dan penurunan berat rudal.

 Perjalanan Rudal Merapi 
Rudal Merapi telah mengalami banyak penyempurnaan dari desain awal yang sederhana. Mulai dari penggunaan peluncur berupa rel menjadi tabung yang memungkinkan lipatan sirip rudal untuk dimasukkan sebelum ditembakkan. Teknik bidikan manual juga dikembangkan menggunakan teleskop digital untuk penembakan di siang maupun malam hari.

Saat ini, Rudal Merapi sudah menggunakan remote peluncur untuk memudahkan Petembak Rudal, cukup mengendalikan dengan Joystick layaknya seorang gamer dalam membidik sasaran serta dilengkapi tombol yang aman dan nyaman.

Sementara kandungan lokal yang tinggi pada Rudal Merapi adalah hasil dari desain sendiri, bukan melalui proses reverse engineering, dengan merujuk pada kemampuan dan komponen yang tersedia. Kemandirian dalam pembuatan ini menjadi keunggulan negara jika terjadi embargo atau kebijakan pembelian dari luar negeri. Hal ini tidak hanya mencakup aspek kerahasiaan, tetapi juga harga yang jauh lebih terjangkau serta kemudahan dalam perawatan dan ketersediaan suku cadang.

Prof. Hariyadi, Project Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam) dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta. (Doc)

  ⦾ UAD  

Kamis, 14 Desember 2023

Danpushidrosal Awali Upacara Peletakan Lunas Kapal BHO Ocean Going

⚓️ Di Batam Kapal Bantu Hidro-Oseanografi Ocean Going (BHO) dengan panjang 105 meter yang dibuat di PT Palindo Marine, Batam (Ist)

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto mengawali Upacara Peresmian Peletakan Lunas Kapal BHO (Ocean Going) di PT Palindo Marine Batam, Kamis (14/12/2023).

Danpushidrosal secara simbolis melakukan pengelasan pada pelat material lambung kapal. Acara kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Heru Sudarmanto mewakili Pejabat pembuat Komitmen (PPK), menandatangani Protokol Penyelesaian Upacara Peletakan Lunas.

Upacara Peresmian Peletakan Lunas ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kapal BHO yang akan menjadi salah satu kekuatan strategis bagi Indonesia di dunia maritim dan menandai komitmen penuh Indonesia untuk mengembangkan kemandirian dalam industri maritim dan meningkatkan kehandalan keamanan laut serta menunjukkan kepada dunia Internasional kemampuan unsur TNI Angkatan Laut di bidang pertahanan dan riset kelautan setelah sebelumnya sukses dengan KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934.

Dalam sambutan Sekretaris Baranahan Kemhan mengatakan, peran penting yang akan diemban oleh Kapal BHO (Ocean Going) serta harapan beliau kepada pihak Abeking & Rasmussen maupun PT Palindo Marine untuk memaksimalkan kerja sama selama proses pembangunan Kapal BHO sehingga kapal ini nantinya dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu.

Kemhan selaku pemesan dan pemegang kontrak pengadaan kapal dengan Abeking & Rasmussen Jerman yang bekerja sama dengan galangan Kapal PT Palindo Marine Batam sebagai bagian dari Transfer of Technology (ToT) untuk membangun kapal BHO (Ocean Going) agar dalam proses pembangunan kapal tersebut dapat diterima tepat waktu dan tepat mutu.

Pengadaan Kapal BHO (Ocean Going), sebagai bagian dari langkah strategis Kementerian Pertahanan, menjadi proyek berdurasi 3 tahun yang dimulai sejak Januari 2023 hingga Desember 2025, tahapan proyek mencakup berbagai kegiatan seperti Main Ships Design Plan Review, Starting of Steel Cutting, Keel Laying, Launching, Shipnaming, Comissioning, Harbour Acceptance Test, Sea Acceptance Test, Crew Training, dan diakhiri penyerahan Kapal BHO kepada pihak pemerintah RI di akhir 2025.

Kapal BHO (Ocean Going) yang diperuntukan Pushidrosal tersebut dalam hal survey, pemetaan dan deteksi bawah air maupun untuk kapal riset ini memiliki panjang 105 meter, lebar 17,4 meter dan draft kapal 4,5 meter dengan kapasitas 90 kru dan kecepatan 16 knot dan akan dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih dari kapal yang ada saat ini.

Hadir dalam peletakan lunas kapal BHO tersebut antara lain pejabat utama Kementerian Pertahanan RI, Waaslog Kasal, Kadismatal, Kadislaikmatal, staf Dismatal, Staf Disadal, staf Kemhan dan perwakilan Pushidrosal antara lain Aslog Danpushidrosal Kolonel Laut (T) Irwan Harjunadi, Dansatsurvei Pushidrosal Kolonel Laut (P) B. Dwiadji Gultom serta perwakilan Lantamal IV Batam.@Red

 ⚓️  Klik 7 TV  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...