Sabtu, 15 Juni 2024

Ketua MPR Resmikan Operasional Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia

 Memproduksi 100 juta amunisi per tahun 
https://patrolihukum.net/wp-content/uploads/2024/06/IMG-20240614-WA0402.jpg.webpPeresmian pabrik amunisi swasta pertama di Indonesia (Patrolihukum) ★

K
etua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Pendiri PT Sapta Inti Perkasa, Bambang Soesatyo, meresmikan operasional PT Sapta Inti Perkasa sebagai pabrik amunisi swasta pertama di Indonesia. Pabrik ini berada di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan RI dan telah ditetapkan sebagai Industri Pertahanan Swasta sesuai dengan Nomor Surat: SP/14/IV/2020/DJPOT serta Izin Produksi Nomor: SIPROD/11/V/2020/DJPOT.

PT Sapta Inti Perkasa berkomitmen menjadi lini produksi amunisi terintegrasi mulai dari penyediaan bahan baku, pembuatan selongsong, perakitan amunisi, hingga proses quality control dan pengemasan.

“Kehadiran PT Sapta Inti Perkasa berkontribusi dalam membangun kemandirian dan kekuatan pertahanan Indonesia melalui industri pertahanan swasta yang mandiri, solid, dan berdaya saing tinggi. Saat ini telah berhasil memproduksi brasscup dan selongsong kaliber 5.56 mm dan 9 mm dengan target masing-masing 100 juta amunisi per tahun, yang akan ditingkatkan bertahap hingga mencapai 500 juta amunisi per tahun,” ujar Bamsoet saat meresmikan pabrik di Karang Ploso, Malang, Jumat (14/6/24).

Acara peresmian dihadiri oleh Direktur Utama PT Sapta Inti Perkasa Richard CH, Komandan Pusdik Arhanud Brigjen TNI Edi Setiawan, dan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.

Bamsoet menjelaskan bahwa sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo, dunia saat ini kekurangan peluru. PINDAD baru mampu mensuplai sekitar 400 juta amunisi, sementara kebutuhan nasional mencapai 5 miliar amunisi per tahun untuk TNI.

https://asatunews.co.id/images/2024/06/BAMSOET/IMG-20240614-WA0015.jpg(asatunews) ★

“Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha swasta untuk memperkuat Industri Pertahanan Nasional, sehingga kebutuhan amunisi bisa dipenuhi dari industri dalam negeri, tidak terus bergantung pada impor,” jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan bahwa amunisi produksi PT Sapta Inti Perkasa telah melalui uji tembak di lapangan tembak Pusdik Arhanud Malang dan uji balistik di Puslitbang Polri, dengan pengawasan ketat dari Kementerian Pertahanan dan Kepolisian.

“Kementerian Pertahanan dan Laboratorium Teknologi Kepolisian telah meninjau langsung proses produksi amunisi di PT Sapta Inti Perkasa, memastikan seluruh prosesnya sesuai ketentuan, sehingga kualitas produksinya terjamin,” tambah Bamsoet.

Bamsoet juga menyoroti bahwa impor senjata dan amunisi serta bagiannya pada pertengahan 2023 mencapai 202,73 juta dolar AS atau setara Rp 3,52 triliun. Jika nilai tersebut dialihkan ke dalam negeri, akan memberikan multiplier effect yang besar bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

“Indonesia bisa belajar dari Turki yang telah mampu mengurangi ketergantungan atas impor alat pertahanan hingga 70 persen dalam dua dekade terakhir, berkat komitmen pemerintahnya membuka pintu bagi sektor swasta di industri pertahanan,” pungkas Bamsoet. (*)

  ★ Patroli Hukum  

TNI AL Latihan Bersama AL Rusia

⚓️ Final Planning Conference (FPC) Orruda Tahun 2024 KRI GNR 332 latihan bersama pesawat Sukhoi TNI AU (Dispenal)

Perwakilan dari Komando (Koarmada) II yakni Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, dan Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Lustia Budi, mengikuti Final Planning Conference (FPC) Orruda Tahun 2024 yang digelar selama dua hari dari tanggal 12 s.d. 13 Juni 2024, bertempat di Lounge Room Hotel Platinum Surabaya. Rabu (12/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Delegasi TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Lukman Kharis bersama Head of Delegation Russia Captain Navy Igor Bykov.

Adapun tujuan dari pelaksanaan FPC adalah untuk melaksanakan rapat perencanaan akhir yang merupakan latihan bilateral pertama antara dua angkatan laut yang belum pernah dilaksanakan sejak kemerdekaan Indonesia.

Ketua Delegasi TNI AL menyampaikan bahwa Orruda 2024 adalah latihan spesial bagi kedua angkatan laut yang akan menjadi sejarah besar bagi kedua negara.

"Saya percaya pertemuan ini, akan membawa ide dan wawasan berharga bagi kedua pihak serta saya juga menjamin bahwa suasana terbuka dan ramah ini akan memperkuat hubungan antara Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Rusia," ungkap Ketua Delegasi TNI AL.

 ⚓️ 
TNI  

KCR 60 Palindo Marine Batam Akan Dipersenjatai Kanon 76 mm

⚓ Pesanan TNI AL terbaruDanlantamal IV Ikuti Prosesi Pembuatan Kapal Cepat Rudal 60 Buatan Dalam Negeri (Dispenal)

Guna mendukung pengembangan perkuatan pertahanan, TNI Angkatan Laut menambah Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60) dari PT Palindo Marine Batam.

Pada 12 Juni 2024, telah dilaksanakan upacara peletakan lunas KCR 60 tersebut di fasilitas PT Palindo Marine di Sei Lekop, Batu Aji, Kota Batam.

Seremoni ini dihadiri Komandan Lantamal IV Batam Laksmana Pertama TNI Tjatur Soniarto mendampingi Kepala Pusat Kodifikasi Kementrian Pertahanan Laksmana Pertama TNI Mochamad Taufiq Hidayat.

Pengadaan KCR 60 ini merupakan bagian dari program pengembangan kekuatan pertahanan untuk mendukung TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Untuk penampakan pertamanya, pada pameran pertahanan internasional Indo Defence 2022, PT Palindo Marine memamerkan model skala KCR 60 rancangannya.

Kapal memiliki panjang keseluruhan 67 m dan bobot mati sekitar 600 ton.

Penggeraknya, dua mesin diesel berdaya 4.300 KW/5.766 HP yang menawarkan kecepatan maksimum 35 knot dan kecepatan jelajah 22 knot.

Untuk persenjataan utamanya, beredar rumor bila KCR 60 besutan PT Palindo Marine ini rencananya akan dipasangkan dengan kanon Super Rapid Gun kaliber 76 mm.

Namun belum diketahui pemasoknya, apakah dari OTO Melara buatan Leonardo, Italia atau MKE 76 mm produksi Makine Kimya Endüstri (MKE), Turkiye.

Sebelum mendapatkan proyek KCR 60, PT Palindo Marine sendiri telah memasok TNI Angkatan Laut dengan kapal perang jenis KCR 40 (panjang 44 m) Kelas Clurit sebanyak delapan unit. -RBS-
 

  👷
Airspace Review  

Jumat, 14 Juni 2024

Puspenerbal – RSPAL dr. Ramelan Gelar Latihan EMU dengan Hoist

(Dispenal)

Skuadron Udara 100 Wing Udara (WU) 2 Puspenerbal Juanda bersama Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya menggelar Latihan Evakuasi Media Udara (EMU) dengan Hoist dalam Latihan Fungsi Kesehatan (Latfungkes) 2024, Kamis (13/6/2024).

Menurut Danwing Udara 2 Puspenerbal Juanda, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah mengatakan, Latihan ini merupakan salah satu bentuk peningkatan kerjasama dan mengasah keterampilan dalam melaksanakan Evakuasi Medis Udara.

Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda lanjut Adam, mengerahkan satu helikopter AS565 MBe Panther untuk melaksanakan latihan Evakuasi Medis Udara dengan Hoist sebagai bagian dari Latfungkes 2024.

Dipiloti oleh Lettu Laut (P) Riffan dan Letda Laut (P) Kukuh, latihan ini digelar di apron Delta dengan beberapa personel dari RSPAL dr. Ramelan melaksanakan Evakuasi Medis Udara dengan hoist yaitu menggunakan tali yang ditarik dan dilepaskan menggunakan alat yang telah terinstal di dekat pintu helikopter.

“Dengan adanya latihan ini, diharapkan dapat melaksanakan Evakuasi Medis Udara diberbagai medan dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

  ✪ Pelopor Wiratama  

Kamis, 13 Juni 2024

TNI AL Laksanakan Keel Laying KCR 60

⚓ Pembuatan Kapal Cepat Rudal 60 di BatamDanlantamal IV Ikuti Prosesi Pembuatan Kapal Cepat Rudal 60 Buatan Dalam Negeri (Dispenal)

Guna mendukung pengembangan perkuatan pertahanan, Komandan Lantamal IV Batam Laksmana Pertama TNI Tjatur Soniarto, CHRMP., M.Tr.Hanla mendampingi Kepala Pusat Kodifikasi Kementrian Pertahanan Laksmana Pertama TNI Mochamad Taufiq Hidayat, S.T., M.Si. bersama dengan Aslog Kasal dalam rangka keel laying Kapal Cepat Rudal  (KCR) 60 Meter oleh PT Palindo Marine Batam, bertempat di Sei Lekop, Batu Aji, Kota Batam, Rabu (12/6/2024).

Turut hadir dalam acara keel laying KCR 60 Meter, Kapuslaik Kemhan, Kadislaikmatal, para pejabat kementrian pertahanan, pejabat jajaran Mabesal serta disaksikan oleh Direktur Utama dan Direktur PT Palindo Marine.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan oleh direktur PT Palindo Marine, pembacaan pernyataan keel laying, penekanan tombol sirine oleh Kapuskod Kemhan, penandatanganan prasasti plat keel oleh Kapuskod Kemhan dan Waaslog Kasal dan dilanjutkan dengan prosesi pengelasan.

Dalam amanat Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M. Eng yang dibacakan Kapuskod Kemhan Laksmana Pertama TNI M. Taufiq Hidayat menyampaikan, Keel Laying atau peletakkan lunas kapal untuk KCR 60 yang merupakan proyek pengadaan antara Kementrian Pertahanan RI dengan PT Palindo Marine merupakan tradisi yang berlaku universal di seluruh Angkatan Laut Dunia termasuk di TNI AL.

"Upacara Keel Laying adalah momen penting sebagai tanda hari kelahiran kapal yang diawali dengan pembuatan rangka lunas kapal". Ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan "Pengadaan KCR 60 ini merupakan bagian dari program pengembangan kekuatan pertahanan untuk mendukung TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI".
 

  👷
Fajar  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...