Sabtu, 07 Desember 2024

LEN Sukses Uji Coba Terbang UAV DID 3.11

✈ Dilaksanakan di Bandara Nusawiru, Pangandaran ✈ LEN Uji Coba Terbang UAV DID 3.11 (LEN)

PT Len Industri (Persero) dengan bangga mengumumkan keberhasilan uji coba terbang UAV (Unmanned Aerial Vehicle) DID 3.11 yang dilaksanakan di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Wakabrin), Prof. Amarulla Octavian, Kepala Bidang Litbangyasa Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Letjen TNI (Purn.) Muhammad Nakir, Kapuslitbang Iptekhan, Marsma TNI S. Arief Hardoyo serta sejumlah perwakilan dari Puspenerbad, TNI AD, dan TNI AU. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kemajuan industri pertahanan dalam negeri.

Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri, Wahyu Sofiadi, menyambut hangat para tamu undangan dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan bahwa UAV DID 3.11 merupakan inovasi terbaru yang berhasil dikembangkan oleh PT Len Industri.

“Saat ini, PT Len Industri telah berhasil mengembangkan UAV DID 3.11, yang kami perkenalkan sebelumnya pada Bali International Air Show di hadapan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. UAV ini merupakan produksi dalam negeri yang dirancang dengan kemampuan mumpuni untuk berbagai misi, mulai dari penginderaan, pemetaan, pengawasan wilayah teritorial dan maritim, hingga misi kombatan,” ungkap Wahyu.

Dalam uji coba tersebut, UAV DID 3.11 berhasil diterbangkan dengan lancar dan sesuai harapan. Performa yang ditunjukkan UAV ini membuktikan kemampuan teknologi dalam negeri dapat terus berkembang untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Lebih lanjut, Wahyu memaparkan rencana masa depan untuk pengembangan UAV DID 3.11. “Kedepannya, PT Len Industri menargetkan untuk melakukan integrasi payload smart bomb. Mengingat platform DID 3.11 dirancang dengan arsitektur modular, UAV ini dapat mengakomodasi integrasi berbagai jenis payload sesuai kebutuhan misi.”

Uji coba ini menandai langkah maju PT Len Industri dalam memperkuat kemandirian teknologi pertahanan Indonesia. Keberhasilan ini juga menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi besar untuk meningkatkan daya saing industri pertahanan di kancah global.

  ✈ LEN  

Jumat, 06 Desember 2024

Senjata & Munisi Pindad Antar TNI AD Raih Juara II Kompetisi Menembak AARM ke-32

  Di Filipina(Dispenad) ⌾

Produk senjata dan Munisi PT Pindad mendukung kontingen petembak TNI AD menjadi juara ke-2 di ajang kompetisi menembak ASEAN Army Rifle Meet (AARM) ke-32 pada 12-23 November 2024 di Philippine Army Markmanship Training Facility (PAMTF), Tarlac, Filipina. Kejuaraan lomba tembak ini diikuti oleh kontingen Angkatan Darat dari 10 negara ASEAN yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand dan Vietnam. Ada empat kategori lomba tembak yang dipertandingkan, yaitu tembak senapan (rifle), tembak karaben (carbine), tembak senapan otomatis (machine gun), dan tembak pistol.

Dalam kompetisi tersebut, kontingen Indonesia yang dipimpin oleh Danyon 14 Grup 1 Kopassus, Mayor Inf Imam Buchori berhasil meraih 3 medali emas. Adapun tuan rumah yaitu Filipina menjadi juara umum dengan raihan 6 medali emas. Sedangkan thailand berada di posisi ketiga dengan torehan 1 medali emas.

Adapun senjata yang digunakan oleh kontingen petembak TNI AD yaitu SS2-V4 HB (Heavy Barrel) dan SS2-V2 HB Carbine kaliber 5,56x45mm beserta munisinya juga buatan Pindad. SS2 V4 HB & SS2 V2 HB merupakan Varian SS2 dengan laras Heavy Barrel yang membawa peningkatan pada performa senjata, akurat saat menembak, serta memiliki daya tahan yang baik.

PT Pindad juga menyiapkan tim asistensi teknis selama latihan dan persiapan perlombaan untuk mendukung optimalisasi senjata dan munisi buatan PT Pindad.

Selama pelaksanaan AARM dari 32 kali penyelenggaraan lomba tembak, kontingen TNI AD telah menorehkan prestasi terbaiknya dengan menjadi 14 kali tampil sebagai juara umum yang tidak hanya membanggakan TNI AD juga bangsa dan negara Indonesia. Pelaksanaan AARM ke-33 tahun depan akan dilaksanakan di Singapura.

  ⭕ Pindad  

Kamis, 05 Desember 2024

TNI AU Tunjukkan Kemampuan Tempur pada Fire Power Demo Latihan Angkasa Yudha 2024

(Dispenau)

TNI Angkatan Udara menggelar Fire Power Demo Latihan Angkasa Yudha 2024 di Air Weapon Range (AWR) TNI AU Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/12/2024). Demonstrasi ini menunjukkan kekuatan tempur sekaligus menguji kesiapan operasional satuan dalam skenario pertempuran udara.

Skenario yang disimulasikan melibatkan ancaman bersenjata yang berpotensi mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk menghadapi ancaman tersebut, TNI AU membentuk Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab) yang berperan sebagai bagian dari Komando Gabungan (Kogab) TNI dalam melaksanakan berbagai operasi udara.

Berbagai operasi ditampilkan dalam Fire Power Demo termasuk pengintaian dan pengamatan udara, operasi udara perlawanan, operasi lawan udara ofensif, infiltrasi, pengisian bahan bakar di udara, pertempuran darat, pembebasan tawanan, serta sejumlah misi lainnya. Total 16 misi dilaksanakan untuk memperlihatkan kemampuan Alat Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) serta keterpaduan satuan di medan latihan.

Dalam pelaksanaannya, TNI AU mengerahkan 59 pesawat berbagai unsur meliputi pesawat tempur, angkut, helikopter dan intai. Selain itu, sejumlah Alpalhankam dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) juga dikerahkan dengan dukungan 2.512 personel dari berbagai satuan.

Fire Power Demo merupakan puncak dari rangkaian Latihan Angkasa Yudha 2024 yang sebelumnya melalui berbagai tahapan antara lain Geladi Posko dan War Gaming di Seskoau, Lembang serta Manuver Lapangan di wilayah Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menhan RI Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, para pejabat TNI dan TNI AU serta ribuan masyarakat dari berbagai elemen.

  ✈️ 
Militer Udara  

Rabu, 04 Desember 2024

[Global] IRIAF Dikabarkan Telah Terima Dua unit Su 35 Super Flanker

 Segera gantikan peran F-14 Tomcat SU35 IRIAF (Ist)

Di luar Angkatan Laut AS, Angkatan Udara Iran (IRIAF) adalah satu-satunya pengguna jet tempur Northrop Grumman F-14 Tomcat. IRIAF pernah memiliki 79 F-14 dari 80 yang dipesan, pesawat pertama diterima tahun 1976.

Pesawat bersayap geometri variabel ini didapatkan semasa hubungan mesra AS dengan Iran, yang kala itu di bawah kepemimpinan Mohamed Reza Shah sebelum digulingkan oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini dalam Revolusi Islam 1979.

Kini dilaporkan kurang lebih 30 pesawat F-14 masih dimiliki oleh IRIAF di mana sekitar 20 di antaranya masih aktif digunakan.

Dalam beberapa tahun ke depan, pesawat yang telah berusia hampir setengah abad ini akan dipurnabaktikan dan digantikan perannya oleh Su-35 Super Flanker dari Rusia.

Seperti diberitakan oleh Flugrevue Jerman pada 29 November 2024, Iran telah menerima dua jet tempur Sukhoi Su-35SE pertamanya dari Rusia.

Disebutkan, IRIAF pada 18 November 2024 secara resmi menerima Su-35SE tersebut dalam sebuah upacara tertutup di Pabrik Pesawat Komsomolsk-on-Amur (KnAAPO).

Kedua pesawat tersebut kemudian diangkut dalam keadaan terurai menggunakan pesawat kargo Antonov An-124-100 ke Bandara Mehrabad di Teheran.

Setelah tiba, pesawat dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Taktis ke-3 di dekat Hamadan untuk dirakit.

Awalnya, pesanan tersebut adalah 25 pesawat Su-35SE untuk menggantikan F-14. Tapi kemudian ditingkatkan menjadi 50 unit untuk juga menggantikan jet tempur tua lainnya McDonnell Douglas F-4E Phantom II.

Negosiasi untuk pengadaan jet tempur generasi ke-4,5 Rusia ini dimulai pada tahun 2007, ketika Iran menjajaki kemungkinan untuk memperoleh Su-30MK.

Namun, sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan keraguan Rusia atas program nuklir Teheran menghentikan kesepakatan potensial tersebut.

Diskusi yang diperbarui pada tahun 2015 untuk jet tempur versi Su-30SM, termasuk permintaan hak produksi dalam negeri, juga tidak berhasil.

Baru setelah memasok drone kamikaze Shahed-136 dan memberikan lisensi untuk memproduksinya di Rusia, Iran mendapatkan lampu hijau untuk mengakuisisi Su-35SE.

Pada Oktober 2023, Iran dan Rusia akhirnya merampungkan kesepakatan Su-35SE tersebut, yang kabarnya juga mencakup pembahasan tentang pembelian rudal balistik Iran untuk digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Sebagai persiapan untuk mengoperasikan Su-35SE, IRIAF telah melatih pilot menggunakan jet latih canggih Yak-130 yang dibeli dari Rusia pada tahun 2022.

Gelombang pertama para pilot Su-35SE diharapkan akan lulus pada bulan Desember 2024 ini. (RBS)

  ★
Airspace Review  

TNI AU Ujicoba F16 eMLU ke Sembilan

F-16 TS 1603 selesai menjalani upgrade STAR eMLU (Blackphoenix)

TNI AU ujicoba pesawat kesembilan F16 yang di modernisasi di Iswahjudi.

Skadron Teknik 042 telah selesai upgrade pesawat F16 A/B dengan nomor TS 1603.

Diketahui, TNI AU melakukan modernisasi 10 pesawat F16 A/B dengan program Star eMLU (Enhanced Mid-Life Update) di Magetan, Jawa Timur.

Setelah menjalani ujicoba terbang, nantinya pesawat ini akan memperkuat Skadron Udara 3 di Iswahjudi.

  ✈️
  Garuda MIliter  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...