♘ Untuk operasional
Menhan inspeksi ratusan Maung MV3 (antara)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan sebanyak 700 unit kendaraan khusus (ransus) Maung MV3 produksi PT Pindad kepada TNI dan Polri untuk dijadikan kendaraan operasional berbasis produk lokal.
Penyerahan tersebut dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu. Menurut dia, penyerahan ransus tersebut merupakan momen bersejarah karena berhasil menggunakan produk nasional industri pertahanan.
"Jumlahnya cukup banyak kurang lebih 4.000 unit, tapi penyerahannya kita atur bertahap, karena produksinya punya kapasitas tertentu," kata Sjafrie saat konferensi pers usai penyerahan ransus.
Maung MV3 (antara)
Adapun 700 unit ransus yang diserahkan itu terdiri dari 50 unit untuk Markas Besar TNI, 400 unit untuk TNI Angkatan Darat, 100 unit untuk TNI Angkatan Laut, 100 unit untuk TNI Angkatan Udara, dan 50 unit untuk Polri.
Dia mengatakan penyerahan ransus itu merupakan pertanda bahwa industri pertahanan nasional sudah bangkit untuk mendukung kemampuan negara dalam menjaga stabilitas nasional.
Menurut dia, pemerintah bakal terus konsisten memberikan dukungan operasional kepada para pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni TNI dan Polri.
Selain itu, dia mengatakan bahwa ratusan Maung MV3 itu akan digunakan secara terus menerus dan digunakan oleh personel hingga pelosok nusantara.
Babinsa hingga Bhabinkamtibmas akan gunakan Maung MV3
Maung MV3 (Pindad)
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) akan menggunakan kendaraan khusus (Ransus) Maung MV3 produksi PT Pindad.
Dia mengatakan bahwa pemerintah sudah menyerahkan secara bertahap ransus yang diproduksi PT Pindad itu kepada institusi-institusi pertahanan dan keamanan. Nantinya, kata dia, produk dalam negeri itu digunakan oleh personel berbagai tingkatan.
"Ini akan digunakan secara terus menerus di seluruh pelosok, dan di seluruh tingkatan, mulai dari Panglima, Kapolri, KSAU, KSAL, KSAD sampai ke tingkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas," kata Sjafrie saat penyerahan Maung MV3 di Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Namun, dia mengatakan bahwa kendaraan yang akan digunakan oleh pimpinan TNI maupun Polri akan dilengkapi dengan pendingin udara atau air conditioner (AC). Sedangkan kendaraan untuk operasional prajurit memiliki spesifikasi yang terbuka.
Dia mengatakan bahwa Maung MV3 adalah satu kebanggaan nasional sedang dibangkitkan oleh negara agar Indonesia tampil sebagai yang bermartabat. Menurut dia, Indonesia ingin agar setara dengan negara maju lainnya di dunia.
Penyerahan 700 rantis Maung MV3 (antara)
"Ini adalah pertanda bahwa industri nasional kita ini bangkit untuk mendukung kemampuan Indonesia di dalam menjaga stabilitas nasional," katanya.
Pada Sabtu ini, Kementerian Pertahanan menyerahkan 700 ransus Maung MV3, yang terdiri dari 50 unit untuk Markas Besar TNI, 400 unit untuk TNI Angkatan Darat, 100 unit untuk TNI Angkatan Laut, 100 unit untuk TNI Angkatan Udara, dan 50 unit untuk Polri.
Adapun penyerahan ransus itu dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum penyerahan, para pejabat itu mengecek secara langsung ratusan Maung MV3 yang telah dibariskan di Apron Lanud Husein Sastranegara. Adapun Maung yang diserahkan kepada masing-masing institusi, sesuai dengan warna khas institusi tersebut.
Menhan inspeksi ratusan Maung MV3 (antara) Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyerahkan sebanyak 700 unit kendaraan khusus (ransus) Maung MV3 produksi PT Pindad kepada TNI dan Polri untuk dijadikan kendaraan operasional berbasis produk lokal.
Penyerahan tersebut dilakukan di Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu. Menurut dia, penyerahan ransus tersebut merupakan momen bersejarah karena berhasil menggunakan produk nasional industri pertahanan.
"Jumlahnya cukup banyak kurang lebih 4.000 unit, tapi penyerahannya kita atur bertahap, karena produksinya punya kapasitas tertentu," kata Sjafrie saat konferensi pers usai penyerahan ransus.
Maung MV3 (antara)Adapun 700 unit ransus yang diserahkan itu terdiri dari 50 unit untuk Markas Besar TNI, 400 unit untuk TNI Angkatan Darat, 100 unit untuk TNI Angkatan Laut, 100 unit untuk TNI Angkatan Udara, dan 50 unit untuk Polri.
Dia mengatakan penyerahan ransus itu merupakan pertanda bahwa industri pertahanan nasional sudah bangkit untuk mendukung kemampuan negara dalam menjaga stabilitas nasional.
Menurut dia, pemerintah bakal terus konsisten memberikan dukungan operasional kepada para pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yakni TNI dan Polri.
Selain itu, dia mengatakan bahwa ratusan Maung MV3 itu akan digunakan secara terus menerus dan digunakan oleh personel hingga pelosok nusantara.
Babinsa hingga Bhabinkamtibmas akan gunakan Maung MV3
Maung MV3 (Pindad)Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) akan menggunakan kendaraan khusus (Ransus) Maung MV3 produksi PT Pindad.
Dia mengatakan bahwa pemerintah sudah menyerahkan secara bertahap ransus yang diproduksi PT Pindad itu kepada institusi-institusi pertahanan dan keamanan. Nantinya, kata dia, produk dalam negeri itu digunakan oleh personel berbagai tingkatan.
"Ini akan digunakan secara terus menerus di seluruh pelosok, dan di seluruh tingkatan, mulai dari Panglima, Kapolri, KSAU, KSAL, KSAD sampai ke tingkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas," kata Sjafrie saat penyerahan Maung MV3 di Pangkalan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Namun, dia mengatakan bahwa kendaraan yang akan digunakan oleh pimpinan TNI maupun Polri akan dilengkapi dengan pendingin udara atau air conditioner (AC). Sedangkan kendaraan untuk operasional prajurit memiliki spesifikasi yang terbuka.
Dia mengatakan bahwa Maung MV3 adalah satu kebanggaan nasional sedang dibangkitkan oleh negara agar Indonesia tampil sebagai yang bermartabat. Menurut dia, Indonesia ingin agar setara dengan negara maju lainnya di dunia.
Penyerahan 700 rantis Maung MV3 (antara)"Ini adalah pertanda bahwa industri nasional kita ini bangkit untuk mendukung kemampuan Indonesia di dalam menjaga stabilitas nasional," katanya.
Pada Sabtu ini, Kementerian Pertahanan menyerahkan 700 ransus Maung MV3, yang terdiri dari 50 unit untuk Markas Besar TNI, 400 unit untuk TNI Angkatan Darat, 100 unit untuk TNI Angkatan Laut, 100 unit untuk TNI Angkatan Udara, dan 50 unit untuk Polri.
Adapun penyerahan ransus itu dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum penyerahan, para pejabat itu mengecek secara langsung ratusan Maung MV3 yang telah dibariskan di Apron Lanud Husein Sastranegara. Adapun Maung yang diserahkan kepada masing-masing institusi, sesuai dengan warna khas institusi tersebut.
PT PAL Luncurkan Kapal Selam Autonomous-Fregat Merah Putih Buatan RI di 2025
⧩ Dan senjata Laser ...
Desain FMP (PAL)
Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Djenod menyebut akan meluncurkan kapal selam tipe autonomous di tahun ini. Kapal selam autonomous merupakan kapal selam nirawak yang digunakan untuk menjelajahi lautan tanpa pilot atau tambatan apa pun.
Selain kapal selam, PT PAL bakal meluncurkan kapal perang kelas fregat di bulan Juni 2025. Kapal kelas fregat tersebut asli buatan dalam negeri yang diproduksi oleh PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.
"Di bulan Juni nanti, kita akan launching Fregat Merah Putih kita. Tahun ini juga kami akan launching kapal selam Autonomous produksi asli Indonesia," jelas Djenod saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, Djenod bilang di tahun ini pula PT PAL akan mulai me-launching persenjataan untuk kapal perang, termasuk senjata laser.
"InsyaAllah, di tahun-tahun depan, akan semakin banyak komponen komponen baik untuk kapal, mobil, dan pesawat yang kita akan bangun secara mandiri di dalam negeri dengan fasilitas yang luar biasa sejak Menhan (Menteri Pertahanan) Prabowo," lanjut dia.
Meski begitu, Djenod tak merinci berapa produksi kapal selam dan kapal perang fregat yang akan diluncurkan nanti. Ketika ditanya nilai produksi, Djenod juga enggan untuk menjawabnya.
Desain FMP (PAL) Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Djenod menyebut akan meluncurkan kapal selam tipe autonomous di tahun ini. Kapal selam autonomous merupakan kapal selam nirawak yang digunakan untuk menjelajahi lautan tanpa pilot atau tambatan apa pun.
Selain kapal selam, PT PAL bakal meluncurkan kapal perang kelas fregat di bulan Juni 2025. Kapal kelas fregat tersebut asli buatan dalam negeri yang diproduksi oleh PT PAL di Surabaya, Jawa Timur.
"Di bulan Juni nanti, kita akan launching Fregat Merah Putih kita. Tahun ini juga kami akan launching kapal selam Autonomous produksi asli Indonesia," jelas Djenod saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Lebih lanjut, Djenod bilang di tahun ini pula PT PAL akan mulai me-launching persenjataan untuk kapal perang, termasuk senjata laser.
"InsyaAllah, di tahun-tahun depan, akan semakin banyak komponen komponen baik untuk kapal, mobil, dan pesawat yang kita akan bangun secara mandiri di dalam negeri dengan fasilitas yang luar biasa sejak Menhan (Menteri Pertahanan) Prabowo," lanjut dia.
Meski begitu, Djenod tak merinci berapa produksi kapal selam dan kapal perang fregat yang akan diluncurkan nanti. Ketika ditanya nilai produksi, Djenod juga enggan untuk menjawabnya.
👷 Kumparan
Pindad Jalin Kerjasama Global pada IDEX 2025
💥 Perkuat Kapabilitas
(Pindad)
PT Pindad sepakat menjalin kerjasama bisnis dengan beberapa perusahaan pertahanan luar negeri saat berpartisipasi dalam perhelatan International Defence Exhibition and Conference (IDEX) 2025, di Abu Dhabi, Uni Arab Emirates (UAE). Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa hadir bersama Direktur Komersial, Budhiarto, dan Manager Ekspor, Samuel Zefanya.
Salah satu kesepakatan kerjasama tersebut terjalin antara PT Pindad dan Caracal Light Ammunition mengenai penyediaan komponen-komponen amunisi kaliber kecil.
LOI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan Indonesia, dan meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara.
Penandatanganan LOI dilakukan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa dan Chief Executive Officer, Hamad Al-Ameri yang disaksikan oleh Sekretaris Ditjen Pothan Kemhan, Brigjen TNI Heri Pribadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab, H.E. Husin Bagis, dan Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa kehadiran Pindad memperkuat posisi Pindad di kawasan Timur Tengah dan global serta meningkatkan kompetensi dan kapabilitas perusahaan.
"Kehadiran Pindad di Timur Tengah semakin mempertegas hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan dan dunia," ujarnya.
Melalui kegiatan penandatanganan dan diskusi, selain hadir sebagai mitra kerjasama yang strategis, Pindad juga menegaskan kemampuannya dengan ekspansi pasar ekspor di kawasan. Pindad berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas sebagai perusahaan pertahanan yang kompeten dan berdaya saing.
Penandatanganan dilakukan di sela-sela kegiatan International Defence Exhibition (IDEX) 2025 di Abu Dhabi, Uni Arab Emirates yang dihadiri perusahaan pertahanan di tingkat global.
Selain itu terdapat juga beberapa agenda lainnya seperti penandatanganan terkait pengadaan Body Bomb MK82 dengan Lahab Systems serta berbagai penandatanganan LOI dan NDA dengan mitra strategis lainnya.
PT Pindad menampilkan mock up Medium Tank Harimau, Maung MV3 dan Combat Boat dalam event IDEX yang diselenggarakan pada 17-21 Februari 2025. PT Pindad tergabung dalam paviliun Indonesia bersama industri pertahanan dalam negeri lainnya.
(Pindad)PT Pindad sepakat menjalin kerjasama bisnis dengan beberapa perusahaan pertahanan luar negeri saat berpartisipasi dalam perhelatan International Defence Exhibition and Conference (IDEX) 2025, di Abu Dhabi, Uni Arab Emirates (UAE). Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa hadir bersama Direktur Komersial, Budhiarto, dan Manager Ekspor, Samuel Zefanya.
Salah satu kesepakatan kerjasama tersebut terjalin antara PT Pindad dan Caracal Light Ammunition mengenai penyediaan komponen-komponen amunisi kaliber kecil.
LOI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan Indonesia, dan meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara.
Penandatanganan LOI dilakukan oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa dan Chief Executive Officer, Hamad Al-Ameri yang disaksikan oleh Sekretaris Ditjen Pothan Kemhan, Brigjen TNI Heri Pribadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab, H.E. Husin Bagis, dan Direktur Komersial PT Pindad, Budhiarto.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menyampaikan bahwa kehadiran Pindad memperkuat posisi Pindad di kawasan Timur Tengah dan global serta meningkatkan kompetensi dan kapabilitas perusahaan.
"Kehadiran Pindad di Timur Tengah semakin mempertegas hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan dan dunia," ujarnya.Melalui kegiatan penandatanganan dan diskusi, selain hadir sebagai mitra kerjasama yang strategis, Pindad juga menegaskan kemampuannya dengan ekspansi pasar ekspor di kawasan. Pindad berkomitmen untuk terus meningkatkan kapabilitas sebagai perusahaan pertahanan yang kompeten dan berdaya saing.
Penandatanganan dilakukan di sela-sela kegiatan International Defence Exhibition (IDEX) 2025 di Abu Dhabi, Uni Arab Emirates yang dihadiri perusahaan pertahanan di tingkat global.
Selain itu terdapat juga beberapa agenda lainnya seperti penandatanganan terkait pengadaan Body Bomb MK82 dengan Lahab Systems serta berbagai penandatanganan LOI dan NDA dengan mitra strategis lainnya.
PT Pindad menampilkan mock up Medium Tank Harimau, Maung MV3 dan Combat Boat dalam event IDEX yang diselenggarakan pada 17-21 Februari 2025. PT Pindad tergabung dalam paviliun Indonesia bersama industri pertahanan dalam negeri lainnya.
Jumat, 28 Februari 2025
Defend ID Raih Pendapatan Rp 26 Triliun Sepanjang 2024
Targetkan Pendapatan Rp 30,76 T di 2025
(BUMN)
Holding BUMN Industri Pertahanan, Defend ID, menargetkan total pendapatan di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 triliun atau meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya Rp 26,06 triliun.
"Kami targetkan pendapatan BUMN pertahanan ini di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 T, meningkat 18 persenan," jelas Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Gambaran target market 2025 Defend ID mencakup di sektor pertahanan dan nonpertahanan (komersial).
Dengan rincian sektor pertahanan PT Len Industri mencakup customer Kementerian Pertahanan (Kemhan) nilainya Rp 3,26 triliun, PT Dirgantara mencakup customer Kemhan, Nigerian Army, Nepal, dan Pantai Gading senilai Rp 9,40 triliun, PT Dahana melayani kebutuhan Kemhan senilai Rp 0,22 triliun, dan PT Pal melayani Kemhan, dan UAE Rp 7,32 triliun.
Di sektor nonpertahanan, ada PT Len memenuhi kebutuhan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BMKG, ESDM, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PNR Phillipine, BUMS, dan BUMD senilai Rp 2,22 triliun. PT Dirgantara memenuhi permintaan MOAC, Avitra, TA, Pemerintah Daerah, dan Bappenas senilai Rp 2,52 triliun.
Lalu ada PT Pindad memenuhi kebutuhan BUMN, Kementerian, Dinas Provinsi, dan Dinas Kota/Kabupaten senilai Rp 2,36 triliun, PT Dahana melayani BUMN, BUMS, dan Johnex Australia dengan nilai Rp 4,02 triliun, serta PT Pal melayani BUMN dan BUMS senilai Rp 0,55 triliun.
"Target market 2025 dengan nilai kontrak Rp 37,6 T," sebut dia.
Dengan EBITDA tumbuh Rp 3,16 triliun atau ditargetkan meningkat 41 persen dibandingkan nilai EBITDA 2024 yang hanya di angka Rp 2,24 triliun. Untuk laba bersih 2025, BUMN pertahanan Defend ID ini menargetkan total Rp 937 miliar atau tumbuh 34 persen dibanding tahun sebelumnya di angka Rp 700 miliar.
"Total aset RKAP 2025 diprediksi mengalami penurunan 4 persen dari tahun lalu, dipengaruhi oleh menurunnya aset kontrak seiring terealisasinya efektif kontrak," lanjut Joga.
Sedangkan, total ekuitas pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 ditargetkan mengalami kenaikan 7 persen yang dipengaruhi karena penerimaan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2025, kenaikan laba, serta penurunan liabilitas sebesar 8 persen.
Dari sisi Cash Flow Operation (CFO) Defend ID tahun ini ditargetkan sebesar Rp 4,29 triliun atau bertumbuh 166 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,61 triliun.
"CFO masing-masing perusahaan PT Len Rp 821,2 miliar, Pindad Rp 503,2 M, PAL Rp 982,5 miliar, Dahana Rp 349,6 M, dan PT Dirgantara Rp 1,7 T," kata Joga.
Adapun, roadmap sasaran 2025-2026 Defend ID akan membentuk New Len dan revitalisasi fasilitas produksi.
Detailnya, Defend ID bakal spin off bisnis induk ke New Len, penguatan peran strategis induk, pembangunan dan pengoperasian fasilitas radar, kapal selam, N219, CN235, dan galangan kapal, peningkatan kapasitas produksi, juga modernisasi dan optimalisasi fasilitas MRO khusus untuk pesawat terbang dan galangan kapal.
Ihwal anggaran investasi 2025, Defend ID mengkomposisikan Rp 2,42 triliun dengan pembagian Rp 2,21 triliun untuk pengembangan dan Rp 211 miliar untuk perihal rutin. Sumber dana investasi ini berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,42 triliun dan non-PMN Rp 1,01 triliun.
Anggaran investasi tersebut akan dibagi ke anggota dari holding Defend ID. Di mana, PT Pal mendapat anggaran paling besar sebesar Rp 748,7 miliar, PT Pindad dianggarkan Rp 492,6 miliar, PT Dahana Rp 460,7 miliar, PT Dirgantara Rp 354,9 miliar, dan PT Len Industri mendapat Rp 365,4 miliar.
(BUMN)Holding BUMN Industri Pertahanan, Defend ID, menargetkan total pendapatan di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 triliun atau meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya Rp 26,06 triliun.
"Kami targetkan pendapatan BUMN pertahanan ini di tahun 2025 mencapai Rp 30,76 T, meningkat 18 persenan," jelas Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (27/2).
Gambaran target market 2025 Defend ID mencakup di sektor pertahanan dan nonpertahanan (komersial).
Dengan rincian sektor pertahanan PT Len Industri mencakup customer Kementerian Pertahanan (Kemhan) nilainya Rp 3,26 triliun, PT Dirgantara mencakup customer Kemhan, Nigerian Army, Nepal, dan Pantai Gading senilai Rp 9,40 triliun, PT Dahana melayani kebutuhan Kemhan senilai Rp 0,22 triliun, dan PT Pal melayani Kemhan, dan UAE Rp 7,32 triliun.
Di sektor nonpertahanan, ada PT Len memenuhi kebutuhan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BMKG, ESDM, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PNR Phillipine, BUMS, dan BUMD senilai Rp 2,22 triliun. PT Dirgantara memenuhi permintaan MOAC, Avitra, TA, Pemerintah Daerah, dan Bappenas senilai Rp 2,52 triliun.
Lalu ada PT Pindad memenuhi kebutuhan BUMN, Kementerian, Dinas Provinsi, dan Dinas Kota/Kabupaten senilai Rp 2,36 triliun, PT Dahana melayani BUMN, BUMS, dan Johnex Australia dengan nilai Rp 4,02 triliun, serta PT Pal melayani BUMN dan BUMS senilai Rp 0,55 triliun.
"Target market 2025 dengan nilai kontrak Rp 37,6 T," sebut dia.
Dengan EBITDA tumbuh Rp 3,16 triliun atau ditargetkan meningkat 41 persen dibandingkan nilai EBITDA 2024 yang hanya di angka Rp 2,24 triliun. Untuk laba bersih 2025, BUMN pertahanan Defend ID ini menargetkan total Rp 937 miliar atau tumbuh 34 persen dibanding tahun sebelumnya di angka Rp 700 miliar.
"Total aset RKAP 2025 diprediksi mengalami penurunan 4 persen dari tahun lalu, dipengaruhi oleh menurunnya aset kontrak seiring terealisasinya efektif kontrak," lanjut Joga.
Sedangkan, total ekuitas pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 ditargetkan mengalami kenaikan 7 persen yang dipengaruhi karena penerimaan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2025, kenaikan laba, serta penurunan liabilitas sebesar 8 persen.
Dari sisi Cash Flow Operation (CFO) Defend ID tahun ini ditargetkan sebesar Rp 4,29 triliun atau bertumbuh 166 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,61 triliun.
"CFO masing-masing perusahaan PT Len Rp 821,2 miliar, Pindad Rp 503,2 M, PAL Rp 982,5 miliar, Dahana Rp 349,6 M, dan PT Dirgantara Rp 1,7 T," kata Joga.
Adapun, roadmap sasaran 2025-2026 Defend ID akan membentuk New Len dan revitalisasi fasilitas produksi.
Detailnya, Defend ID bakal spin off bisnis induk ke New Len, penguatan peran strategis induk, pembangunan dan pengoperasian fasilitas radar, kapal selam, N219, CN235, dan galangan kapal, peningkatan kapasitas produksi, juga modernisasi dan optimalisasi fasilitas MRO khusus untuk pesawat terbang dan galangan kapal.
Ihwal anggaran investasi 2025, Defend ID mengkomposisikan Rp 2,42 triliun dengan pembagian Rp 2,21 triliun untuk pengembangan dan Rp 211 miliar untuk perihal rutin. Sumber dana investasi ini berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,42 triliun dan non-PMN Rp 1,01 triliun.
Anggaran investasi tersebut akan dibagi ke anggota dari holding Defend ID. Di mana, PT Pal mendapat anggaran paling besar sebesar Rp 748,7 miliar, PT Pindad dianggarkan Rp 492,6 miliar, PT Dahana Rp 460,7 miliar, PT Dirgantara Rp 354,9 miliar, dan PT Len Industri mendapat Rp 365,4 miliar.
★ Kumparan
Maung MV3 Komando
♘ Produksi Pindad
Maung MV3 Komando menjadi mobil dinas Menhan (Pindad)
Maung MV3 Komando, kendaraan taktis produksi PT Pindad, hadir sebagai simbol inovasi dan kekuatan industri pertahanan nasional.
Dirancang dengan mobilitas tinggi, ketahanan optimal, serta kemampuan adaptasi di berbagai medan, Maung Komando menjadi aset strategis dalam mendukung operasi pertahanan Indonesia.
Dirancang dengan mobilitas tinggi, ketahanan optimal, serta kemampuan adaptasi di berbagai medan, Maung Komando menjadi aset strategis dalam mendukung operasi pertahanan Indonesia.
Berikut video liputan Kemhan RI :
>
Maung MV3 Komando menjadi mobil dinas Menhan (Pindad)Maung MV3 Komando, kendaraan taktis produksi PT Pindad, hadir sebagai simbol inovasi dan kekuatan industri pertahanan nasional.
Dirancang dengan mobilitas tinggi, ketahanan optimal, serta kemampuan adaptasi di berbagai medan, Maung Komando menjadi aset strategis dalam mendukung operasi pertahanan Indonesia.
Dirancang dengan mobilitas tinggi, ketahanan optimal, serta kemampuan adaptasi di berbagai medan, Maung Komando menjadi aset strategis dalam mendukung operasi pertahanan Indonesia.
Berikut video liputan Kemhan RI :
>
🎥 Garuda Militer
Langganan:
Postingan (Atom)