Pesawat SU-30 T-3008 TNI AU (KERIS reborn)
TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Indian Air Force (IAF) menyepakati sejumlah kerja sama strategis dalam 6th Air Staff Talks yang diselenggarakan di Bali pada 7–10 Oktober 2025.
Forum tersebut dipimpin oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops Kasau) Marsda TNI Suliono, S.Sos., dan diikuti oleh delegasi dari kedua angkatan udara.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak menyepakati beberapa langkah kerja sama penting, antara lain pembentukan Su-30 Forum sebagai wadah koordinasi dan pelatihan bersama.
Selain itu, TNI AU dan IAF akan mengembangkan program air-to-air refueling yang melibatkan pesawat tanker milik India dan pesawat tempur TNI AU.
Kedua angkatan udara juga berkomitmen memperkuat interoperabilitas serta meningkatkan kesiapan kedua angkatan udara.
Air Staff Talks merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Paban III/Lat Sopsau sebagai sarana mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan udara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan bilateral antara TNI AU dan Indian Air Force semakin erat, serta meningkatkan kemampuan kedua angkatan udara dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
🛡 Ada RI hingga Turki
TNI siapkan ranpur ke Lebanon, Presiden intrusikan pengiriman ribuan pasukan untuk Gaza (Pindad) 🛡
Sejumlah negara menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, guna mengawasi perdamaian di sana.
Israel dan kelompok milisi Hamas Palestina sepakat gencatan senjata pada Kamis (9/10) lalu sesuai dengan proposal damai yang disodorkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kedua pihak setuju untuk menjalani fase pertama gencatan senjata, yang meliputi pertukaran sandera.
Menyusul pengumuman gencatan senjata ini, beberapa negara pun mengaku sedang bersiap untuk mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza. Berikut negara-negara yang akan mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempersiapkan pasukan perdamaian guna ditugaskan ke Gaza. Perintah itu disampaikan dalam sesi rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Prabowo pada Minggu (12/10) malam.
"Kalau memang terjadi kesepakatan yang konstruktif, tidak menutup kemungkinan arahnya akan ke sana (pengiriman pasukan, red). Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik, dalam artian terjadi perdamaian, dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian. Alhamdulillah, yang hadir Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui selepas rapat.
Instruksi Prabowo ini disampaikan menjelang kepergiannya ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai perdamaian di Gaza yang digelar pada Senin (13/10).
Italia
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani juga telah menyatakan bahwa negaranya siap untuk ikut dalam misi perdamaian di Gaza.
Italia akan mengirim pasukan begitu pasukan perdamaian internasional terbentuk di Gaza.
"Perdamaian semakin dekat. Italia yang selalu mendukung rencana AS, siap mengambil bagian untuk mengonsolidasi gencatan senjata, mengirimkan bantuan kemanusiaan, dan berpartisipasi dalam rekonstruksi Gaza," kata Tajani melalui akun media sosial X.
"Kami juga siap mengirim pasukan jika pasukan perdamaian internasional sudah terbentuk untuk menyatukan kembali Palestina," lanjutnya.
Amerika Serikat
AS juga mengerahkan sekitar 200 tentara untuk mengawasi gencatan senjata di Jalur Gaza. Ratusan tertara tersebut saat ini sudah mulai tiba di Israel untuk mendirikan pusat koordinasi yang bertujuan memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan, logistik, serta keamanan ke Gaza.
Meski begitu, pasukan AS ini disebut tak akan memasuki Gaza, demikian dilaporkan Euronews. Pengerahan mereka sendiri berkat permintaan dari otoritas Mesir agar AS ikut terlibat dalam mengawasi jalannya gencatan senjata.
Menurut seorang pejabat AS yang bicara kepada BBC, militer AS akan membentuk satuan tugas multinasional di Israel, yang kemungkinan mencakup pasukan dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Turki
Pemerintah Turki menyatakan kemungkinan akan mengerahkan pasukan perdamaian ke Gaza pada akhir Oktober, dilansir dari Turkiye Today.
Pengerahan pasukan Turki tersebut sebagai bagian dari misi pasukan perdamaian internasional di Gaza.
Berdasarkan keterangan sumber dari Kementerian Pertahanan Turki pada Jumat pekan lalu, Angkatan Bersenjata Turki (TAF) menyatakan kesiapannya untuk ditugaskan dalam satuan tugas multinasional di Gaza. (blq/bac)
Ilustrasi Helikopter Caracal TNI AU menembakan roket (Dispenau)
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Laksamana Pertama TNI I Nyoman Suadnyana memastikan TNI AU akan terus mengasah kemampuan tempur baik dari segi serangan udara ataupun pasukan di darat.
Salah satu upaya yang dilakukan TNI AU dalam mengasah kemampuan tempur yakni menggelar latihan Attack Training Mission (ATM) di Air Weapon Range (AWR) Salatri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (8/10).
"Latihan terus dilakukan secara rutin demi mempersiapkan kemampuan tempur pasukan," kata I Nyoman saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan latihan tersebut TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8.
Pilot helikopter diharuskan untuk melatih ketepatan menembak dari udara ke darat dalam rangka simulasi memberikan bantuan serangan kepada pasukan.
Selain melatih daya bidik para penerbang helikopter, kata I Nyoman, latihan ini juga melatih kedisiplinan serta kemampuan manuver helikopter para penerbang.
"Attack Training Mission tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis penerbangan dan penembakan, tapi juga membentuk disiplin, ketangguhan, serta kemampuan melaksanakan misi dukungan udara jarak dekat secara efektif," jelas dia.
Dia menjelaskan kegiatan latihan rutin ini berjalan dengan lancar dan aman. Seluruh alutsista dan pilot serta prajurit di lapangan tidak mengalami insiden apapun saat latihan.
Dengan adanya latihan ini, I Nyoman berharap kemampuan tempur personel TNI AU semakin terasah sehingga siap diterjunkan dalam misi apapun demi menjaga NKRI.
Indonesia digadang jadi calon pembeli
Jet tempur J10 ramai diberitakan akan dibeli Indonesia (Wikimedia)
China semakin gencar mempromosikan jet tempur multiperan Chengdu J-10 versi terbaru ke pasar internasional dalam upaya memperluas ekspor senjata.
Laporan dari media pemerintah menunjukkan strategi Beijing untuk menampilkan kemampuan J-10C yang kini digadang setara dengan pesawat tempur buatan Amerika Serikat, F-16.
Dalam hal ini, Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang tengah mempertimbangkan pembelian pesawat generasi 4,5 tersebut, di tengah modernisasi besar-besaran kekuatan udara nasional.
Peningkatan kapasitas dan teknologi J-10C
Dalam wawancara yang disiarkan China Central Television (CCTV) pada Senin (6/10/2025), Wang, perancang utama J-10C, menegaskan bahwa pesawat ini telah mengalami peningkatan signifikan dibanding versi awal.
“J-10C kini dapat membawa lebih dari 40 jenis persenjataan, naik drastis dari hanya sekitar 10 pada model sebelumnya,” ujar Wang.
Ia menambahkan, fleksibilitas itu memungkinkan pesawat menjalankan berbagai misi udara, darat, maupun maritim.
Wang juga menjelaskan bahwa desain badan pesawat dilengkapi sistem asupan udara (air intake) berbentuk bump untuk meningkatkan aliran udara ke mesin, menambah keandalan, dan mengurangi jejak radar pesawat.
Selain itu, canard—sirip kecil di bagian depan pesawat—meningkatkan stabilitas dan kemampuan manuver di kecepatan tinggi.
Fitur ini disebut memberinya keunggulan atas JF-17, jet yang juga diproduksi Chengdu untuk Pakistan, sekaligus menempatkannya sejajar dengan F-16 buatan Amerika Serikat.
Perubahan penting lainnya ada pada sistem radar Active Electronically Scanned Array (AESA), yang menggantikan radar mekanis lama.
“Radar AESA membuat pilot mampu mendeteksi dan melacak target lebih cepat serta menghadapi beberapa musuh sekaligus, dengan risiko gangguan sinyal yang jauh lebih kecil,” ujar Wang.
Di samping itu, jet ini juga dibekali sistem perang elektronik (electronic warfare) canggih yang meningkatkan kesadaran situasional pilot dan mengurangi peluang terdeteksi oleh radar lawan.
China tingkatkan ekspor senjata
Chengdu J-10C milik Angkatan Udara Pakistan.(defence.pk)
Menurut data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), China kini menjadi pemasok senjata terbesar keempat di dunia, menjual drone, rudal, dan jet tempur ke hampir 50 negara.
Meningkatnya kemampuan industri pertahanan China juga didorong oleh diversifikasi produk militernya.
Sementara jet siluman J-20 kini menjadi andalan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), versi yang lebih ringan dan ekonomis, J-10C, mulai dilirik pasar luar negeri.
Saat ini, Pakistan menjadi satu-satunya operator asing J-10C. Negara itu bahkan mengeklaim jet tempurnya berhasil menembak jatuh pesawat India selama konflik lima hari pada Mei lalu – membuat popularitas J-10C meningkat pesat.
Namun, India membantah klaim tersebut, sementara CEO Dassault Aviation, Eric Trappier, mengatakan kehilangan satu jet Rafale disebabkan “gangguan teknis,” bukan serangan lawan.
Siapa pembeli berikutnya?
Meski belum ada konfirmasi resmi, sejumlah negara dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membeli J-10C.
Iran disebut sedang dalam tahap pembicaraan tingkat tinggi dengan Beijing untuk mengakuisisi jet ini, menyusul ketegangan dengan Israel awal tahun ini.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia juga telah mengakui sedang menimbang pembelian 42 unit J-10C sebagai bagian dari program modernisasi militer nasional.
Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Jiang Bin, pada Juli lalu menegaskan, Beijing siap “berbagi pencapaian dalam pengembangan peralatan militernya dengan negara-negara sahabat,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Pengamat militer China, Zhang Xuefeng, kepada Global Times menilai reputasi J-10C kini meningkat pesat.
“Dulu, orang hanya menilai jet tempur China dari segi harga yang lebih murah. Sekarang, J-10C telah membuktikan kemampuan tempurnya di dunia nyata,” ujarnya.
🎥 Liputan KRI BWJ 320
MPCS KRI BWJ 320 (Dispenal)
KRI Brawijaya-320 merupakan kapal perang tercanggih yang dimiliki TNI Angkatan Laut saat ini.
Dengan teknologi dan sistem elektronik versi terbaru, kapal ini mampu melaksanakan peperangan konvensional maupun modern, mulai dari peperangan antikapal permukaan, antiserangan udara, antikapal selam, hingga peperangan elektronika.
📹 Video from Kompas TV :
🎥 Youtube