Jupiter Team TNI AU dengan pesawat latih KT1B (TNI AU)
Pesawat KT-1B merupakan pesawat latih dasar turboprop dengan dua kursi yang digunakan TNI AU sejak 2003, termasuk tim aerobatik Jupiter.
Pesawat yang juga memiliki kemampuan misi tempur ringan (COIN) ini, kabarnya akan diproduksi penuh di Bandung.
Dilansir dari indonesianaerospace.com, kerjasama yang ditandatangani antara PTDI dan Korea Aerospace Industries (KAI) memungkinkan Indonesia melanjutkan produksi penuh pesawat tersebut, sekaligus melayani perawatan dan ekspor ke negara-negara pengguna seperti Korea Selatan, Turki dan Peru.
Langit Indonesia dijaga dengan teknologi karya anak bangsa. Avionik Infoglobal untuk pesawat latih KT-1B Wong Bee menjadi bukti bahwa Indonesia mampu mandiri dalam teknologi pertahanan udara.
Berikut Avionik Infoglobal :
A 400M A-4001 TNI AU (@spotting)
Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal akan memulai negosiasi untuk menambah empat unit pesawat angkut berat A400M buatan Airbus.
Sinyal itu diberikan Prabowo usai secara simbolis menerima dan menyerahkan unit pertama A400M kepada TNI Angkatan Udara (AU) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (3/11/2025).
"Kita sudah aktif (kontrak pembelian pesawat A400M) dua unit. Kita sudah ada opsi empat unit. Kita mungkin negosiasi untuk kita tanda tangan (pembelian) empat unit lagi. Sementara itu," kata Prabowo, dikutip dari Antaranews.
Diketahui, kontrak pembelian dua unit pesawat A400M diteken oleh Presiden Prabowo saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) pada tahun 2021, di sela-sela acara Dubai Airshow 2021.
Dalam acara yang sama, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga meneken letter of intent (LoI) untuk pembelian empat unit A400M pada masa mendatang.
Kemudian, unit pertama pesawat A400M dari total dua pesawat yang dipesan oleh Indonesia resmi memperkuat Skadron Udara 31/Angkut Berat Lanud Halim Perdanakusuma dengan nomor ekor A-4001.
Pesawat Airbus A400M itu telah mendarat di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) atau Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin, 3 November 2025, pukul 07.35 WIB.
Sementara itu, unit kedua A400M pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di tanah air pada tahun 2026.
Spesifikasi dan Keunggulan Airbus A400M
Pesawat transport militer ini memiliki berbagai keunggulan dan spesifikasi yang mumpuni. Dikutip dari laman resmi airbus.com, pesawat A400M ini bisa memiliki kapasitas maksimal untuk mengangkut beban hingga 37 ton.
Sebab, volume penyimpanan pesawat ini mencapai 340 m³ dengan luas area 4x4 meter.
Tak hanya itu, pesawat A400M juga bisa mencapai ketinggian maksimal pada 40.000 kaki dan memiliki kecepatan maksimal sampai 0,72 Mach.
Pesawat A400M ini punya jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan dengan pesawat angkut berukuran sedang.
Dilengkapi dengan empat mesin turboprop, pesawat ini juga dapat digunakan untuk mengangkut kebutuhan militer hingga bantuan kemanusiaan dalam medan yang tidak rata.
Kemudian, 12 roda pada landing gear pesawat membuat distribusi beban pada model ini menjadi lebih stabil. Pesawat A400M ini juga dapat mendarat di landasan pacu yang pendek atau tidak rata.
Selain dapat menampung barang dalam jumlah lebih banyak, pesawat A400M juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar berkapasitas maksimal 51 ton, sehingga pesawat ini bisa dioperasikan untuk misi dengan periode yang lebih lama.
A 400M A-4001 TNI AU tiba di Jakarta (Dispenau)
Pesawat angkut Airbus A400M pertama yang dibeli Indonesia tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (2/10).
Pesawat dengan nomor A-4001 tersebut disambut dengan tradisi water salute. Pesawat menempuh perjalanan tiga hari dari Sevilla, Spanyol sebelum tiba di Indonesia.
Turut dalam penerbangan itu sejumlah personel TNI AU yakni Letkol Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Mayor Pnb Fathir Muhammad dan Kapten Pnb Indra Kusuma.
Pesawat disambut langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tonny Harjono dan jajaran perwira tinggi TNI AU.
Sebelumnya, Indonesia meneken kontrak pembelian dua unit Airbus A400M pada 2021.
Melansir website Kemhan, A400M disebut mampu diandalkan untuk pengangkutan taktis dan pengiriman personel dan barang untuk pendaratan di berbagai medan.
Untuk pengangkutan strategis, A400M dapat mengangkut barang-barang dan alat logistik yang berat dan berdimensi lebar. Ruang angkut maksimal pesawat ini dapat menampung beban hingga 37 ton.
A400M adalah airlifter besar pertama yang mampu mengangkut beban berat seperti truk bahan bakar berkapasitas 80 ton dan ekskavator.
Selain itu, pesawat ini mampu mengangkut 116 personel dengan peralatan lengkap siap tempur, dan juga mampu mengangkut Patriot Launcher dan Hemtt Truck, 9 Palet Military beserta 54 personel sekaligus. (yoa/isn)
Ilustrasi sailing past KRI TNI AL (dispenal)
Markas Besar TNI Angkatan Laut mengonfirmasi rencana penambahan dua Komando Armada (Koarmada) baru.
Saat ini, diketahui TNI Angkatan Laut (AL) telah memiliki tiga Koarmada yang bertanggung jawab atas pertahanan laut di wilayah perairan Indonesia yakni Barat (Koarmada I), Tengah (Koarmada II), dan Timur (Koarmada III).
Koarmada I bermarkas di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Koarmada II (wilayah Tengah) di Surabaya, Jawa Timur, dan Koarmada III di Sorong, Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengakui TNI AL berencana untuk menambah dua Koarmada lagi.
"Sesuai Postur TNI AL memang benar adanya rencana Pembentukan 2 Koarmada tersebut yang pembentukannya sesuai dengan Konsep Pertahanan Pulau-pulau Besar dan Gugusan Pulau strategis," kata Tunggul saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (2/11/2025).
"Untuk lokasi: Koarmada IV direncanakan di Kalimantan Timur dan Koarmada V di Ambon," ungkap dia.
Selain itu, Tunggul juga mengungkapkan TNI AL juga berencana mengembangkan satuan-satuan pendukung.
"Seiring dengan rencana penggelaran lima Koarmada tersebut TNI AL juga rencananya akan mengembangkan Satuan-Satuan pendukung sesuai Konsep SSAT sebanyak dukungan logistik sesuai wilayah," pungkasnya.
Informasi dihimpun, secara struktur, ketiga Koarmada tersebut berada di bawah garis komando Koarmada Republik Indonesia (RI) yang bermarkas di Jakarta.
Koarmada sendiri merupakan kesatuan utama TNI AL yang dipimpin oleh seorang Panglima perwira tinggi bintang tiga (Laksamana Madya TNI) untuk Koarmada RI atau seorang Panglima perwira tinggi bintang dua (Laksamana Muda TNI) untuk Koarmada I, II, dan III.
Setiap Koarmada memiliki satuan operasi berupa Gugus Tempur Laut (Guspurla) dan Gugus Keamanan Laut (Guskamla).
Selain itu, setiap Koarmada juga memilik satuan pelaksana berupa Komando Latihan, Satuan Marinir, Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) atau Satuan Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (untuk Koarmada I, II, dan III), Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) atau Satuan Kapal Selam (untuk Koarmada I, II, dan III), Pusat Komando Pasukan Katak (Puskopaska) atau Satuan Pasukan Katak (untuk Koarmada I, II, dan III), dan satuan-satuan lainnya.
Diberitakan sebelumnya, rencana penambahan dua Koarmada baru itu sebelumnya terungkap usai Kemenko Polkam menggelar Rakor Sinkronisasi Rencana Pembangunan Kekuatan TNI Tahun 2025 sampai 2029 pada Rabu (29/10/2025) lalu.
Dalam rilis di laman resmi Kemenko Polkam disebutkan, TNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral).
Selain itu TNI AL juga berencana meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru yang berbasis teknologi informasi.
Muncul unggahan akun Instagram Haluoleo Air Force Base disertai foto Chengdu J-10. (Lanud Haluleo)
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono memimpin rapat pembahasan rencana pembangunan infrastruktur di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin dan Haluoleo (HLO) di Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/10/2025). Dalam rapat tersebut, Tonny bersama jajaran menyepakati pengembangan dua lanud, yang difokuskan di Sultan Hasanuddin dan Haluoleo.
Rapat tersebut diisi pemaparan Wakil Kepala Asrena KSAU Marsma Wastum tentang rencana pembangunan infrastruktur kedua lanud. Kemudian, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam berbagai aspek teknis.
Adapun pengembangan kedua lanud, meliputi runway, hanggar, fasilitas quick reaction alert (QRA), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh aspek dirancang dengan mempertimbangkan faktor keamanan, efisiensi, efektivitas, serta fungsi operasional agar hasil pembangunan mampu memperkuat pertahanan udara nasional.
Rapat pengembangan Lanud Haluoleo di Mabesau sebelumnya juga digelat pada Senin (20/10/2025). Dipimpin Wakil KSAU Marsdya Tedi Rizalihadi S, rapat mendengarkan pemaparan Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto.
Rapat tersebut membahas arah strategis pengembangan fasilitas pertahanan udara untuk memperkuat kesiapan operasional. Langkah itu sekaligus untuk mendukung pembangunan postur pertahanan udara yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.
"Pembangunan infrastruktur di Lanud Sultan Hasanuddin dan Lanud Haluoleo harus menjadi bagian integral dari desain besar pembangunan kekuatan udara nasional yang modern, adaptif, dan berkelanjutan, demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara," ucap Tedi.
Dia menjelaskan, pengembangan runway, hanggar, fasilitas QRA, radar, hingga sistem komando dan kendali merupakan elemen vital yang menentukan kesiapan serta efektivitas operasi TNI AU pada masa mendatang. Selain itu, Tedi menekankan empat aspek krusial yang menjadi fokus perhatian.
Di antaranya, kualitas konstruksi yang memenuhi standar military-grade, optimalisasi fungsi operasional, jaminan aspek keamanan, serta penyelesaian proses pembebasan lahan secara tepat dan transparan.
Sementara itu, dalam unggahan di akun Instagram Lanud Haluoleo pada 22 Oktober 2025, dalam rapat internal sempat dipaparkan slide jet tempur Chengdu J-10. "Haluoleo Air Force Base," begitu keterangan dalam paparan dengan ditampilkan gambar jet tempur produksi China yang digunakan Pakistan untuk menjatuhkan jet tempur Rafale milik India dalam peperangan Mei lalu.
Munculnya konten itu terkait kunjungan Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda Djoko Hadipurwanto didampingu Danlanus Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto meninjau aset tanah TNI AU di wilayah Bombana. Selain menjadi lokasi pembangunan radar, juga akan dibangun skadron udara baru di Lanud Haluoleo.
"Kami siap melaksanakan setiap arahan dan perintah pimpinan untuk mempersiapkan aset Lanud dalam rangka pengembangan Lanud Haluoleo menjadi main operation base," ujar Tarmuji.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengakui, TNI AU melalui Kemenhan akan membeli jet tempur Chengdu J-10 dari China. Bahkan, Sjafrie membenarkan, jet tempur generasi 4,5 tidak lama lagi tiba di Jakarta.
"Sebentar lagi terbang di Jakarta," kata Sjafrie menjawab pertanyaan Republika di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025). Hanya saja, Sjafrie tidak menjelaskan spesifikasi jet tempur Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC) itu.
✈️ Republika