Sabtu, 22 September 2012

Pangdam VII: terorisme masalah krusial yang mesti disikapi

Mamuju - Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Drs Muhammad Nizam mengemukakan, pergerakan terorisme menjadi masalah krusial yang mesti disikapi secara bijak karena menjadi ancaman serius yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

"Cara efektif yang harus dilakukan adalah melakukan deteksi dini untuk mempersempit pergerakan teroris yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi di kota-kota besar di Indonesia," katanya di Mamuju, Jum`at.

Menurutnya, pergerakan teroriseme akhir-akhir ini menjadi topik utama untuk menjadi perhatian seluruh komponem anak bangsa.

"Terorisme bukan hanya musuh bangsa Indonesia tetapi sudah menjadi musuh seluruh bangsa di dunia ini," kata dia.

Terorisme, kata dia, telah memiliki jaringan internasional yang terorganisir dengan melakukan perencanaan yang telah tersusun begitu rapi dalam melakukan teror di mana-mana sehingga patut diwaspadai.

"Baru-baru ini kita kembali dikejutkan dengan penemuan granat tangan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Granat tangan ini dilemparkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan ditemukan oleh masyarakat," kata dia.

Ia menuturkan, granat tangan ini bertertuliskan `Bismillahirahmanirahhim" dengan sasaran bandara udara Sultan Hasanuddin dan sasarannya adalah kantor kepolisian. 

"Ini menandakan aksi teror tidak hanya terjadi di Solo namun rupanya juga telah merambah masuk ke Sulsel," katanya lagi.

Bukan hanya itu kata dia, lagi-lagi di Makassar telah terjadi peledakkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). "Ini murni kriminal tetapi bukan tidak mungkin persoalan itu juga merupakan ancaman serius yang harus disikapi," ujarnya.

Dengan kemajukan masyarakat di Sulbar yang terdiri dari berbagai macam suku, agama juga harus disikapi secara bijaksana.

"Masyarakat yang hidup dalam kemajemukan dengan berbagai kultur dan budaya dan berbeda hendaknya diwaspadai dengan cara tetap menjaga kebersamaan dan memperdalam wawasan kebangsaan dan bernegara," kata dia.

Ia mengatakan, saat ini masyarakat telah mengalami penurunan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai gotong royong dan nilai-nilai kebersamaan.

"Apabila masalah nilai-nilai kebangsaan tidak kita sikapi secara bijak maka ini juga akan menjadi ancaman terhadap kerukunan dan kehidupan berbangsa," ungkapnya.(ACO)
© Antara

Korem 142/Taroda Tarogau di Parepare dipindahkan ke Mamuju

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguOANLYEnbQjpm5hgRJ1G-Vpqe8raN_k9-aC21lAz2UWGu9Iy_U8Ija3IrfvOQS8bYHGBFmZooN4NkSeE9syBKPjdzEV3sfGudDztap0EmBu7bmWTSOP-4QY4rKBlRJTwg0Csa3qSXHaU/s1600/Mayor-Jenderal-TNI-M-Nizam.jpgMamuju, Sulawesi Barat - Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Muhammad Nizam, mengemukakan, kemungkinan besar Korem 142/Taroda Tarogau yang berkedudukan di kota Parepare, Sulawesi Selatan, akan dipindahkan ke Mamuju, ibukota Sulawesi Barat.

"Saat ini kami telah melakukan kajian terkait rencana pembangunan Markas Korem di Mamuju. Alternatif terburuk memindahkan Markas Korem 142/Taroada Tarogau di Parepare ke Mamuju," kata Nizam, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Barat, di Mamuju.

Menurutnya, kajian ini dilakukan untuk menjawab permintaan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Saleh, yang selama ini telah lama menyiapkan lahan untuk pembangunan Korem di Mamuju.

Nizam mengatakan, jika nanti Korem 142/Taroda Tarogau ini dipindahkan maka wilayah kerjanya tetap membawahkan 10 Kodim dan satu batalyon infanteri, di antaranya Kodim1401/Majene di Majene, Kodim 1402/Polmas (Polewali), Kodim 1403/Luwu (Palopo), Kodim 1404/Pinrang (Pinrang), Kodim 1405/Parepare (Parepare), Kodim 1414/Tana Toraja (Tana Toraja).

Kemudian kata dia, Kodim 1418/Mamaju berkedudukan di Mamuju, Kodim 1419/Enrekang berkedudukan di Enrekang, Kodim 1420/Sidrap berkedudukan di Pangkajene, Kodim 1421/Pangkep berkedudukan di Pangkajene dan Yonif Ter/721 berkedudukan di Benteng Pinrang. 

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, menyambut baik jika rencana pemindahan Korem Taroda Tarogau yang selama ini berkedudukan di Pare-Pare dipindahkan ke Mamuju.

"Saat ini pemerintah sudah lama menyiapkan lahan untuk pembangunan Markas Korem di Mamuju yang lokasinya tidak jauh dari kantor gubernur yakni di Kelurahan Rangas Kecamatan Simboro,"katanya.(KR-ACO)
© Antara

Latma Rajawali Ausindo 2012 Berakhir

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1Oj_VTyOE21gdnO_ShwpY1anq23Dj-6xwmqHsZMlv4dFcn-x5BGkwcohWj2asf_8cQPY-nJ0hg3QuBwaNpEiprwuF9dvfS_rxBkGpueZnkQcO52ZlnYLMXtHHqhlJrvbPdC6JoOrQiEsm/s280/PENUTUPAN+AUSINDO.jpgMalang - Komandan Wing 2 Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Andi Wijaya mewakili Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, S.IP menutup latihan bersama Rajawali Ausindo 2012 di ikuti oleh para pejabat Lanud beserta Insub serta anggota Lanud Abd Saleh dan peserta dari Australia (RAAF) yang terlibat latihan tersebut, bertempat di hangar Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh (21/9).

Kegiatan Latma Rajawali Ausindo 2012 yang yang berjalan selama empat hari dimulai tanggal 18 sampai dengan 21 September 2012 baru saja selesai dilaksanakan dan ini merupakan agenda tahunan, dilaksanakan secara bergantian antara Indonesia dan Australia, jelas Komandan Wing 2 Kolonel Pnb Andi Wijaya.

Diharapkan kepada seluruh peserta untuk tetap meningkatkan kerja sama latihan, saling bertukar pengalaman dan pengetahuan secara profesional serta mengutamakan keselamatan terbang dan kerja menuju zero accident.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOKwPRs6afAdGN9-iQO4vbPKMviLzKqFupwk_hRsYT5MjGFgB-TLfnUQJdvdXbtMyNdmQA7e7qP7qjoSRJSBpAgF1Xc2_S3Ik35fwhF-fbq91mfz7nGq4Zxb92JncoUd-0Gc0k4ncj_xGd/s280/20120918raaf8566593_0545.jpg
(Foto RAAF)
Pengalaman merupakan guru yang paling baik oleh karena itu, ambillah pengalaman yang sangat berharga dalam latihan ini untuk dijadikan pelajaran dimasa yang akan datang dan evaluasi mekanisme latihan tersebut, selanjutnya dikembangkan pada tahap-tahap latihan berikutnya.

Kegiatan di dalam Latihan Rajawali Ausindo meliputi materi cara-cara pengepakan barang untuk Cargo Delevery System CDS dan bandel (barang yang diterjunkan lebih ringan dari CDS) drouping pasukan untuk terjun statik dan freefall serta drouping CDS dan 4 bandel pada malam hari dan dari RAAF melakukan landing malam hari menggunakan infra red tanpa run way light. Dari semua materi yang dilatihkan selama 4 hari tersebut dapat dilaksanakan dengan aman, lancar dan sukses sesuai dengan harapan kita semua.
© Lanud Abdulrahman Saleh

Tawaran Helikopter Anti Kapal Selam Dalam EDA

SH-2G Super Seasprite
Amerika Serikat sejak beberapa bulan silam telah menawarkan sejumlah helikopter anti kapal selam bekas kepada Indonesia yang dimasukkan dalam paket EDA alias sistem senjata bekas pakai. Selain helikopter SH-2G Super Seasprite yang sekarang penggunanya tinggal tiga negara, Paman Sam juga menawarkan pesawat sayap putar SH-60 Seahawk. Sesuai dengan nomenklaturnya, SH-60 Seahawk merupakan varian dari UH-60 Blackhawk yang menjadi tulang punggung Angkatan Darat Amerika Serikat.

Dilihat dari sisi usia kerangka pesawat maupun jam terbang pesawat, SH-60 Seahawk jelas memiliki usia yang lebih muda dibandingkan dengan SH-2G. Apalagi populasi SH-60 Seahawk masih sangat banyak di seluruh dunia dan digunakan oleh banyak negara. Dari sisi Amerika Serikat, ada harapan agar kekuatan laut Indonesia memilih salah satu dari dua tawaran tersebut. Artinya, Angkatan Laut Indonesia diharapkan oleh Amerika Serikat memanfaatkan fasilitas FMS, karena semua yang tercantum dalam EDA adalah bagian dari FMS.

SH-60 Seahawk
Namun berdasarkan berbagai pertimbangan, Indonesia memutuskan menggunakan fasilitas DCS. Dalam hal fasilitas DCS, hal prinsip yang harus dipenuhi adalah notifikasi oleh Defense Security Cooperation Agency (DSCA) kepada Kongres dan selanjutnya Kongres akan memutuskan apakah setuju atau menolak rencana penjualan tersebut. Pada dasarnya prinsip ini sama dengan fasilitas FMS.

Apabila para senator dan representative di Capitol Hill telah memberikan persetujuan, maka fase berikutnya memunculkan perbedaan. Kalau memakai fasilitas FMS, maka yang terjadi adalah hubungan segitiga antara Pentagon-pabrikan-Departemen Pertahanan Indonesia. Sedangkan bila menggunakan fasilitas DCS, hubungan yang tercipta adalah langsung antara Departemen Pertahanan Indonesia dengan pabrikan.

Karena memakai fasilitas DCS, tentu saja Indonesia harus menyediakan dana yang cukup besar untuk dibayarkan kepada pabrikan. Bila memanfaatkan fasilitas FMS, Indonesia harus mengeluarkan dana untuk perbaikan helikopter itu. Bisa saja helikopternya berstatus hibah, akan tetapi biaya perbaikan tentu saja tidak gratis. Itulah yang terjadi dengan F-16C FMS yang akan digunakan oleh kekuatan udara Indonesia.
© Damn The Torpedo

Jumat, 21 September 2012

Caesar 155 mm Howitzer

The French Caesar truck-mounted gun-howitzer, developed by GIAT, is a successor to self-moving artillery guns, fitted with auxiliary power unit. It evolved from the F3 self-propelled howitzer, based on the AMX-13 light tank chassis. This artillery system was designed to meet the fire support requirements of rapid deployment forces. The Caesar was revealed in 1994. Initial five systems were delivered to the French Army for evaluation in 2003. First production vehicles were delivered in 2007. French Army ordered a total of 72 systems to replace the towed TRF1. Export operators are Thailand and Saudi Arabia.

The Caesar is completed with 155-mm / L52 gun-howitzer, fitted with semi-automatic loading system. It fires all standard NATO 155-mm ammunition, including ordinary and rocket-assisted HE-FRAG rounds, cargo rounds with anti-tank or fragmentation bomblets, smoke and illumination projectiles. It is also capable of firing Bonus precision-guided anti-tank munitions. The Bonus round carries two smart anti-tank submunitions to a range of 34 km. Maximum range of fire is 42 km with rocket-assisted HE-FRAG projectile. Maximum rate of fire is 6 rounds per minute. Vehicle carries 18 complete rounds.

The Caesar artillery system has an armored cab which protects the crew members during traveling. It accommodates six crew members and provides protection against small arms fire and artillery shell splinters. A 12.7-mm machine gun can be mounted on top of the roof for self-protection. 

Caesar
The Caesar can be set into and out of action in less than one minute. Brief redeployment time allows to avoid counter-battery fire. Vehicle can be also used on shoot-and-scoot missions.

Vehicle is fitted with the FAST-Hit computerized fire control system, muzzle velocity radar and navigation system with Global Positioning System. It provides onboard terminals for communication and firing sequence management.

Prototypes of this artillery system used a Mercedes-Benz Unimog 6x6 truck chassis. Production systems for the French Army are mounted on the Renault Sherpa 5 6x6 truck chassis. It is powered by Renault dCI 6 turbocharged diesel engine, developing 240 horsepower. Vehicle is fitted with a central tyre pressure system, which is adjusted from the driver's seat. The Caesar is fully air transportable and can be airlifted by the C-130 Hercules transport aircraft.

A battery of eight Caesars can disperse more than 1 tone of projectiles in one minute. A salvo of six Ogre cargo rounds releases 378 bomblets and saturates area of 3 hectares. Each Caesar is escorted by the ammunition resupply vehicle
.


 Spesifikasi :


Entered service 2007
Crew 6 men
Dimensions and weight
Weight 18.5 t
Length (gun forward) 10 m
Hull length ?
Width 2.5 m
Height 3.26 m
Armament
Main gun 155-mm
Barrel length 52 calibers
Machine guns 1 x 12.7-mm (optional)
Projectile weight 43.7 kg
Maximum firing range 42 km
Maximum rate of fire 4 - 6 rpm
Elevation range 0 to + 60 degrees
Traverse range 30 degrees
Ammunition load
Main gun 18 rounds
Machine guns ?
Mobility
Engine Renault dCI 6 diesel
Engine power 240 hp
Maximum road speed 100 km/h
Range 600 km
Maneuverability
Gradient 60%
Side slope 40%
Vertical step 0.5 m
Trench 0.9 m
Fording 1.2 m


 Berikut Foto Caesar 155 mm di Halim:


sumber foto dari ARC

Indonesia diberitakan akan mengakusisi puluhan unit Howitser Caesar 155 mm, Howitzer Caesar buatan Nexter Prancis ini digolongkan sebagai howitzer yang dapat bergerak sendiri dengan bentuk yang lebih inovatif.

Dengan modernisasi TNI, maka Angkatan Darat khususnya merencanakan mengakusisi  dua batalion howitzer Caesar. Satu batalion Artileri Medan terdiri dari 3 baterai, dimana 1 baterai terdiri dari 6 meriam, dengan demikian jumlah howitzer Caesar untuk TNI AD akan mencapai jumlah 36 unit.

Saat ini TNI AD memiliki 2 batalion howitzer gerak sendiri, masing-masing adalah Yon Armed 7/105 GS di Cikiwul Bekasi (Kodam Jaya), dan Yon Armed 5/105GS Cimahi Jawa Barat (Kodam Siliwangi). Howitzer yang digunakan adalah AMX Mk-61 eks Belanda berjumlah 50 unit yang diperoleh pada akhir 1970-an hingga tahun 1982. Howitzer beroda rantai dengan berat 13,7 ton ini memiliki meriam kaliber 105 mm.

TNI AD juga memiliki howitzer caliber 155 mm tipe tarik (towed) yang diperoleh dari Singapura pada tahun 1997. Howitzer FH-88 ini (di Indonesia sering disebut FH-2000) mempunyai bobot 12,9 ton dan digunakan oleh Batalyon Armed 9 Kostrad di Sadang, Purwakarta.

Menilik dari jangkauan tembakan maka pilihan atas howitzer Caesar ini menjadikan korps Artileri Medan memiliki jangkauan tembakan yang meningkat drastis. Bila AMX Mk-61 hanya mempunyai jangkauan tembakan 15 km, dan FH-88 mempunyai jangkauan tembakan maksimal 30 km, maka Caesar mampu melakukan tembakan dengan jangkauan hingga 42-50 km. Jauh-dekatnya jangkauan tembakan ditentukan pula oleh pilihan proyektil yang dipakainya.

Howitzer Caesar ini dapat diangkut dengan pesawat seperti C-130 Hercules ataupun A-400M, ini sangat memudahkan bagi howitzer ini untuk dapat disebar ke daerah konflik dengan cepat.
© Military Today, ARC, Defense Studies
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...