Senin, 31 Desember 2012

Dua Elang Muda Khatulistiwa Capai Terbang Solo

Dua Elang Muda Khatulistiwa Capai Terbang SoloKomandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga menyiramkan air kembang di kepala dua Elang Muda Khatulistiwa yaitu Lettu Pnb Rakhmanto Jati Waluyo dan Letda Pnb Andy P. Sihotang dalam upacara tradisi setelah melaksanakan terbang solo dengan pesawat Hawk 100/200, di Skadron Udara 1, Jumat (28/12). 

Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan, dengan adanya acara tradisi ini akan memberikan kebanggaan kepada para siswa agar dapat melaksanakan pendidikan lanjutan lebih baik dan lebih confident.Upacara tradisi terbang solo ini menandai bertambahnya kekuatan jajaran Penerbang di Skadron Udara 1 Lanud Supadio. 

Terbang solo merupakan tahapan pertama yang harus dilalui oleh para Penerbang dari rangkaian Pendidikan Transisi XII Penerbang Hawk 100/200 Skadron Udara 1.Lettu Pnb Rakhmanto Jati W, lahir di Magetan, 30 Maret 1983 dan Letda Pnb Andy P. Sihotang lahir di Pekanbaru, 6 Nopember 1987. 

Keduanya merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Udara tahun 2008 dan 2009, serta Sekbang Angkatan ke-80 dan 82.
 
”Untuk mencapai terbang solo sesuai dengan prosedur pendidikan Transisi XII, seorang Penerbang wajib melaksanakan 132 jam ground school (bina kelas), latihan terbang pre transisi (pengenalan pesawat Hawk) sebanyak 10 jam, latihan simulator 33 jam, dan lain-lain,” jelas Lettu Pnb Jati.

● TNI

Minggu, 30 Desember 2012

Dansatgas Indo FPC TNI Ikuti Pertemuan FC UNIFIL

banon-subLebanon - Komandan Satgas (Dansatgas) Indo FPC (Force Protection Company) TNI Kontingen Garuda XXVI-E2/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Mayor Inf Yuri Elias Mamahi mengikuti pertemuan pada acara Meet and Greet yang diselenggarakan oleh Force Commander (FC) UNIFIL Mayor Jenderal Paolo Serra dari Italia, bertempat di ruang MCC (Meeting Conference Centre), Naqoura, Lebanon Selatan, Sabtu (29/12/2012).

Turut hadir pada pertemuan tersebut, diantaranya Komandan Kontingen Indonesia Kolonel Inf Karmin Suharna, Wakil Komandan Sektor Timur Kolonel Inf Rezerius, Dansatgas Sempu Letkol Cpm Subiakto S.H., Dansatgas Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto, serta beberapa Dansatgas dari negara lain, seperti Austria, Italia, Finlandia, Hungaria, Slovenia, Ghana, Spanyol, Yunani, Turki, Korsel dan Sierra Leon.

Pertemuan yang di buka secara resmi oleh FC UNIFIL Mayor Jenderal Paolo Serra dilaksanakan sebagai ucapan selamat datang bagi semua Komandan Satgas yang baru bergabung dalam misi UNIFIL.

Pada kesempatan tersebut, Mayor Jenderal Paolo Serra juga melepas sejumlah Dansatgas yang akan kembali ke negaranya, beberapa dari mereka telah menyelesaikan tugasnya selama 6, 8 dan 12 bulan di UNIFIL diantaranya Dansatgas dari negara Serbia, Jerman, Tanzania, Belarusia dan Perancis.

banon-tengah

Dalam sambutannya Mayor Jenderal Paolo Serra, antara lain menyampaikan harapannya kepada Satgas yang baru datang untuk dapat segera menyesuaikan dengan keadaan daerah operasi serta dapat segera bekerja sama dalam menciptakan perdamaian di Lebanon Selatan.

Force Commander UNIFIL juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Satgas yang akan kembali atas kontribusi yang telah diberikan. Acara diakhiri dengan foto bersama.

Wadansatgas FPC Konga XXVI-E2/UNIFIL
Kapten Inf Fardin Wardhana

● Poskota

TNI Diminta Penuh Tanggung Jawab Jalankan Misi Perdamaian

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/61786-79177-0-3536-a7243d59a92f6fdf0407ce3158a0bf55.jpg?1356850014KOMANDAN Satgas (Dansatgas) Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto meminta prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) atau Indobatt (Indonesian Battalyon) agar melaksanakan misi ini dengan penuh tanggung jawab.

Hal itu disampaikan saat memberikan pengarahan kepada personel Kompi Cheta (Kompi C) UN Posn 9-2 Desa Deir Seryane, Lebanon Selatan, Sabtu pagi (29/12) melalui siaran pers Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL, Lettu Sus Sundoko.

Dalam pengarahan tersebut, turut hadir Komandan Kompi C, Kapten Mar Alex Zulkarnaen, para Komandan Peleton, Kepala Seksi dan Perwira Staf serta seluruh personel Kompi C.

Dansatgas berharap seluruh personel agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena apa yang kita terima dan kita lakukan hingga saat ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa kehendak-Nya dan kita harus selalu bersyukur atas karunia-Nya.

”Apabila ada permasalahan sekecil apapun, jangan ragu-ragu menyampaikannya kepada para Komandan kalian di lapangan, untuk dicarikan jalan pemecahannya,” katanya.

Lebih lanjut, seluruh personel juga diminta agar selalu berpegang teguh pada Sapta Marga dan 8 Wajib TNI sehingga dimanapun kita bertugas terhindar dari segala bentuk pelanggaran seperti pelanggaran asusila, perkelahian, narkoba, perjudian dan lain sebagainya yang semua itu hanya dapat merugikan diri sendiri dan satuan.

Usai memberikan pengarahan, Dansatgas Indobatt didampingi Komandan Kompi C memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada personel yang berulang tahun di bulan Desember, dilanjutkan berkeliling compound untuk melihat fasilitas yang berada di Kompi C.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di tiap-tiap Kompi dan akan berlangsung secara terjadwal dengan tujuan agar moril seluruh personel tetap terbina dan kedekatan antara pimpinan dan bawahan selalu tetap terjaga.


● Jurnas

TNI AU Rekomendasikan Pembangunan Bandara Sangkima

Sangatta - Dukungan Pemkab Kutim untuk segera membangun Bandara Sangkima kini muncul dari TNI Angkatan Udara (AU). Dukungan ini tertuang dalam surat rekomendasi dengan No 13/336/X/2012 yang dikirim ke Pemkab Kutim, serta ditembuskan ke berbagai pihak termasuk kementerian Kehutanan dan lainnya. Alasan TNI AU mendukung pembangunan Bandara Sangkima adalah untuk kepentingan mobilitas TNI pada umumnya, pada saat melakukan latihan gabungan di Sekerat. Surat rekomendasi ditandatangani oleh Marsekal Pertama TNI AU Polter Gultom selaku Kepala Disbagops TNI AU.

Karena dukungan ini, Kepala Dinas Perhubungan Kutim Johansyah Ibrahim mengatakan, dukungan ini merupakan hal yang positif. Apalagi, pihak kementerian Kehutanan juga sudah memberikan sinyal akan melepaskan lokasi tersebut sesuai dengan permintaan enclave dari Pemkab Kutim karena itu pihaknya yakin bandara ini akan dibangun.

"Karena itu, tahun ini kami sudah melakukan perencanaan. Kami sudah siapkan anggaran perencanaan. Setelah ada persetujuan enclave, pekerjaan fisik langsung dimulai," jelas Johansyah ditemui dua hari lalu di kantornya.

Diakui, keberadaan bandara tersebut sangat dibutuhkan untuk menghidupkan dan mempermudah jalur transportasi di Kutim. Karena itu, pembangunannya akan dipercepat jika pelepasan dari Kemenhut sudah selesai. Karena itu perencanaanya harus dipersiapkan dari sekarang.

Disebutkan, proses pelepasan hak penggunaan lahan yang semula dikelola PT Pertamina kini sudah diserahkan kembali ke Kementerian Keuangan. Ini artinya kawasan tersebut sudah merupakan aset negara. Bahkan, Kementerian Keuangan sudah menghibahkan kawasan tersebut kepada Pemkab Kutai Timur melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Namun finalisasi hibah masih terkendala dengan belum terbitnya persetujuan Kementerian Kehutanan terkait status kawasan yang termasuk TNK.

Menurut Johan, program pembangunan dan pengembangan Bandara Sangkima sudah direncanakan sejak lama. Namun hal itu terkendala masalah izin. Saat ini kondisi Bandara Sangkima memiliki landasan sepanjang 800 meter, lebar 23 meter dengan menggunakan aspal lapen (lapisan penetrasi macadam). Sesuai dengan perencanaan, bandara tersebut rencananya akan mengalami peningkatan, baik itu dari segi panjang maupun lebarnya. Untuk panjang landasan pacu rencananya ditambah menjadi 2.700 meter dengan lebar 40 meter. "Karena ada perluasan kawasan bandara, secara otomatis perlu ada izin dari Menteri Kehutanan. Begitu izin di keluarkan proses pembangunannya langsung dimulai. Termasuk pembuatan amdalnya dan meminta instansi teknis terkait untuk membebaskan lahan untuk pelebaran bandara," jelasnya.

Johan mengaku, keberadaan bandara ini mempunyai peranan penting untuk pengembangan kawasan Kutim yang didaulat menjadi salah satu daerah pengembangan koridor ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan jarak tempuh jalur darat cukup jauh. "Dengan adanya bandara, jarak tempuh antara Kutim dengan Samarinda sebagai ibukota Kaltim dan beberapa daerah lainnya dapat lebih singkat. Bandara ini juga akan memudahkan arus transportasi warga keluar daerah. Secara tidak langsung akan mendukung perkembangan ekonomi daerah," katanya. (jn/agi)


● Sapos

★ Menanti Kapal Selam Indonesia

Tak lama lagi, kejayaan Hiu Kencana akan kembali. Cakra dan Nanggala tak lama lagi akan mendapat teman, seiring dengan makin nyatanya rencana kerjasama PT PAL dengan galangan DSME Korea Selatan berdasar skema JOA (Joint Operations Agreement).


Berdasarkan kunjungan Wamenhan ke PT PAL pada 28 Desember 2012 lalu, sudah mulai ada sedikit sinar terang mengenai perkembangan proyek kapal selam Type-209 DWT 1.400 ton untuk TNI-AL. Dari kontrak awal sebanyak 3 kapal selam, dirinci bahwa kapal selam I dan II akan dibangun di galangan DSME, sementara untuk kapal selam ketiga modulnya akan dibangun oleh DSME, sementara final joint (penyambungan antar modul / segmen) akan diselesaikan oleh PT PAL.


Mengingat krusialnya proses tersebut, maka proses ToT (Transfer of Technology) menjadi sangat penting. Apalagi PT PAL belum pernah melakukan rekayasa rancang bangun kapal selam sebelumnya. ARC sebelumnya memberitakan bahwa PT PAL telah menyiapkan sejumlah tenaga kerja yang akan melakukan OJT (On Job Training) ke DSME. 

Tak tanggung-tanggung, 416 orang teknisi PT PAL akan dikirim untuk melakukan observasi dan belajar pada saat kapal selam I dan II dibangun di DSME, lebih banyak dari jumlah 186 yang diberitakan sebelumnya. Bagi yang sedang mencari lowongan pekerjaan dan memiliki kualifikasi teknik khususnya desain dan produksi, ada kabar gembira. PT PAL masih membutuhkan 254 orang tenaga kerja baru untuk engineering, technician / foreman, dan worker.


Untuk menyiapkan sejumlah orang dan fasilitas produksi yang diperlukan untuk memproduksi kapal ketiga ini dibutuhkan anggaran sebesar US$ 215,2 Juta, yang terbagi USD 29,8 juta untuk manpower, USD 149,9 juta untuk fasilitas dan perlengkapan produksi yang meliputi 11 workshop, 8 instalasi, perlengkapan produksi dan ujicoba.

Lebih jauh lagi, PT. PAL juga sudah menyiapkan lokasi tempat pembangunan kapal selam III. Lokasi yang disiapkan itu berada di Sektor B Galangan PT. PAL.


Apabila semua pihak berkomitmen untuk mendukung proses ini, PT PAL sejak jauh hari sudah menyatakan sanggup untuk menyiapkan segala aspek teknis dalam rangka pembangunan kapal selam ketiga. Komitmen tersebut dibutuhkan untuk menjaga agar kapal selam U-209 DWT 1.400 ton ini dikerjakan sesuai dengan jadwal, yaitu kapal I selesai pada 2016, kapal II pada pertengahan 2017, dan kapal III pada pertengahan 2018. Mari sama-sama kita doakan bersama agar kejayaan Hiu Kencana bisa kembali.

● ARC
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...