Senin, 25 November 2013

Misi Kemanusiaan Usai, TNI AU Mendapat Penghargaan

Misi Kemanusiaan Usai, TNI AU Dipuji Militer FilipinaJakarta : Setelah 9 hari melakukan tugas kemanusian di Filipina, pesawat Hercules dari Skuadron 31 TNI AU kembali ke Indonesia. Sebelum kembali, Komandan militer daerah Filipina, Letnan Jenderal Roy Deveraturda ditemani Dubes RI untuk Filipina Yohanes Kristiarto melakukan upacara pemberian plakat penghargaan.

Dalam sambutannya, Roy mengungkapkan, Indonesia dan Filipina memiliki hubungan erat. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah banyak berkontribusi dalam penanganan bencana Topan Haiyan.

"Ia menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden atas bantuan logistik dan personel yang telah menjalankan tugas lebih dari 1 minggu di sini," ungkap Yohanes di Bandara militer Cebu, Filipina, Minggu (24/11/2013).

Mantan Jubir Kemenlu itu menambahkan, militer Filipina juga bangga terhadap kinerja Mayor Pnb Puguh Yulianto bersama 15 krunya. Militer Filipina akan banyak belajar dari kerja keras kru pesawat Hercules C-130 itu.

"Tadi secara khusus pertemuan saya dengan Letjen Deveraturda beliau sangat terkesan dengan profesionalitas teman-teman baik dari TNI AU dan BNPB telah mendukung operasi kemanusian ini," ungkap Yohanes.(Mut)

  ● Liputan 6  

Minggu, 24 November 2013

TNI Kaji Kodam Baru di Papua Barat

http://vector.me/files/images/7/3/738459/kodam_xvii_cenderawasih.pngJakarta ♼ TNI belum memastikan pembentukan komando daerah militer di Papua Barat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman yang kemarin (22/11) berkunjung ke Manokwari menyatakan masih mengkaji kemungkinan peningkatan satuan militer di wilayah tersebut.

"Itu (pembentukan kodam) bergantung pada tingkat kepentingannya. Kalau Papua Barat sudah semakin memerlukan pertahanan dan keamanan yang lebih baik, satuan-satuan dapat ditingkatkan," ujarnya seperti dilansir Radar Sorong (JPNN Group).

Meski belum memiliki kodam, lanjut Budiman, TNI tetap berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat. Aparat TNI tidak menghendaki adanya peristiwa-peristiwa keributan yang merugikan masyarakat. "TNI berkomitmen mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegas Budiman yang berada di Manokwari sejak Rabu (20/11).

Menurut dia, dirinya pernah ke Manokwari pada 2008. Ketika kembali kemarin, ungkap dia, perkembangan di ibu kota Papua Barat begitu pesat. "Bila perlu dibentuk kodam, akan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan perkembangan lainnya," jelasnya.

Selain itu, Budiman mengingatkan warga Papua Barat untuk menjaga keamanan pada Pemilu 2014. TNI, lanjut dia, membantu kepolisian untuk menjamin keamanan pelaksanaan Pemilu 2014. "Kami berkomitmen netral dan berbuat yang terbaik demi lancarnya pemilu," tegasnya.

  ♞ JPNN 

Kisah tawanan Jerman buat Pulau Nias merdeka dari Belanda

Kepulauan Nias, Sumatera Utara ternyata mempunyai hubungan baik dengan Jerman. Pulau ini bahkan pernah dimerdekakan oleh 66 orang tawanan Jerman yang lolos dari hukuman Belanda.

Herwig Zahorka menuliskan sejarah merdekanya Nias. Cerita tersebut dimulai saat Pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk membawa 477 tawanan Jerman ke tangan kolonial Inggris India. Belanda menggunakan kapal yang bernama KPM 'VAN IMHOFF' dengan Kapten kapal bernama Bongvani.

Ratusan orang Jerman tersebut pada akhirnya ditawan dengan kawat berduri. Belanda pun mengawasi mereka dengan menurunkan 62 tentara bersenjata lengkap.

Penyiksaan mereka hanya berlangsung satu hari. Keesokan harinya, kapal tersebut mendapat serangan dari pesawat tempur Jepang. Kapal VAN IMHOFF diberondong tiga bom. Dua bom mendarat di laut, tetapi bom ke tiga mengenai kapal tersebut.

Para tentara Belanda pun kocar-kacir menerima serangan dari Jepang. Mereka menyelamatkan diri dengan menggunakan lima perahu kargo yang ditarik dengan perahu motor penarik. Dengan kapal kargo tersebutlah, orang-orang Belanda meninggalkan kapal dan menuju ke Sumatera.

Beberapa tawanan Jerman yang panik pun akhirnya dapat kabur dari penjara. Mereka menyadari bahwa kapal tersebut akan tenggelam akibat terkena bom dari Jepang.

Dalam upaya menyelamatkan diri, mereka menemukan sebuah sekoci yang tidak sempat dibawa Belanda. Akhirnya beberapa orang tawanan Jerman pun naik dan menyelamatkan diri. Sekitar 200an orang terjun ke laut berharap datangnya bantuan dan diduga mereka tidak selamat.

Hari-hari berlalu, mereka terombang-ambing di tengah laut menahan lapar, terjemur matahari dan bahkan ada yang bunuh diri karena sudah pasrah. Tepat pada hari ke 4 tepatnya 23 Januari 1942, mereka sampai di Pulau Nias.

Keesokan paginya, para tawanan yang sudah lemah dibantu beberapa orang Nias dan seorang pastur Belanda, Ildefons van Straalen, memberikan makanan dan minuman kepada tawanan yang selamat.

Namun sayang, keberadaan mereka di Pulau Nias diketahui oleh Belanda. Mereka akhirnya dibawa ke Ibukota Gunung Sitoli dan dipenjara dengan penjaga dari Belanda dan polisi Indonesia dari daerah Sumatra Utara.

Para tawanan Jerman yang sempat merasakan kebebasan sejenak, akhirnya berusaha mendekati polisi Indonesia. Ide itu pun berhasil. Sepertinya, nasib Jerman kala itu sedang beruntung. Jepang sebagai sekutunya sedang mendarat di Sumatera dan Jawa.

Bantuan Jepang dan kerja sama dengan polisi Indonesia membuat mereka bisa menghirup udara kebebasan kembali. Sedangkan nasib para penjaga Belanda, mereka dibawa ke pengasingan dan tersiksa.

Atas kerja sama tersebut, Jerman dengan Nias menyatakan 'Kemerdekaan Republik Nias'. Rakyat Nias pada saat itu sangat gembira menerima kemerdekaan tersebut. Dan dua orang tawanan Jerman, Herr Fischer dan Albert Vehring menjadi Perdana Menteri dan Mentri Luar Negeri.

Sorak-sorai rakyat Nias wajar, karena mereka merasa mendapatkan kekuatan atas kemerdekaannya. Beberapa minggu setelah merdeka, orang Jerman bersama dengan Nias membuat perjanjian, yang kini dikenal sebagai perjanjian Pulau Nias.

Namun Republik Nias ini tak bertahan lama. Tahun 1942, saat Jepang datang, orang-orang Jerman ini menyerahkan 'Republik Nias' ke tangan balatentara Nippon. Sebab Jepang adalah sekutu Jerman dalam Perang Dunia II. Indonesia diakui sebagai jajahan Jepang.

"Republik Nias ini umurnya hanya beberapa bulan," kata Peneliti soal Jerman dan Nazi di Indonesia, Alif Rafik Khan saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (22/11).

Warga Nias sendiri tak banyak tahu soal kiprah para orang Jerman ini. Mereka umumnya hanya mengetahui orang Jerman banyak menjadi misionaris di pulau yang terkenal dengan lompat batunya.(mdk/ian)


 ♞ Merdeka 

Pasukan Penjaga Pulau Terluar di NTT Butuh Mesin Pengolah Air Laut

Atambua ♼ Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk menjaga wilayah kedaulatannya dari bangsa lain meski hanya sejengkal.

Namun sangat miris ketika kewajiban itu tak diimbangi dengan fasilitas kebutuhan dasar bagi penjaganya.

Ini yang dialami para personel TNI yang menjaga Pulai Batek yang berbatasan dengan Timor Leste.

Pulau terdepan ini terletak di Laut Sawu dan masuk pada wilayah administrasi pemerintah Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, NTT. Pulau ini adalah satu dari empat pulau terdepan yang ada di NTT.

Tiga pulau lainnya adalah Ndana Rote, Ndana Sabu, serta Pulau Mengudu di Sumba Timur.

Adalah Komandan Batalyon 744 Atambua, Letkol Teddy Arifyanto yang memikul beban tanggungjawab personelnya yang bertugas di Pulau Batek dan Ndana Rote.

Menurut dia, tidak mudah untuk menjaga dua pulau terluar tersebut, terlebih Pulau Batek, selain karena faktor alam, fasilitas penunjang pun bisa disebut minim.

Di Pulau Batek, pulau seluas lapangan sepakbola dan berbentuk seperti perbukitan, setiap personel harus dapat mengakali bagaimana mereka bertahan hidup.

Guna memenuhi kebutuhan air minum, mereka harus wara-wiri ke pulau berpenduduk dan membawa beberapa jeriken untuk menampung air tawar. 

 Pasukan TNI di Perbatasan Wait and See 

Hubungan Australia-Indonesia memanas setelah otoritas negeri kanguru tersebut melakukan penyadapan terhadap Presiden dan Ibu Negara Indonesia.

Meski sejumlah kerjasama militer saat ini status quo, belum ada penambahan personel di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kita wait and see, namun kesiapan tetap, menunggu dari pimpinan tertinggi," kata Komandan Korem 161/Wire Sakti Kolonel Ashamed Yuletide, totem do Ku pang, Kumar (22/11/2013).

Provinsi paling selatan di Indonesia memang ada yang bersinggungan dengan Australia. NTT juga memiliki beberapa pulau utama; Timor, Sumba, dan Flores. Terkait dengan penjagaan pulau-pulau terdepan, menurut Yuliarto, pihaknya masih tetap melakukan penjagaan.

"Untuk penambahan pasukan di pulau terdepan tidak ada, biasa saja. Namun kesiapan tetap, anggota perbatasan siap dalam," ujarnya.

Yuliarto merinci, terdapat 700 personel yang menjaga perbatasan dan 300 personel menjaga teritori Indonesia.

  ♞ detik 

Proyek Pesawat Tempur KFX Dipercepat

Korea Selatan kembali mengkaji program pengadaan pesawat tempur modern bagi Angkatan Udara mereka. Jumat 22/11/2013, mereka memutuskan untuk membeli 40 pesawat siluman (stealth) yang akan digunakan Republic of Korea Air Force (ROKAF) pada tahun 2018-2021. Dengan keputusan ini jalan masuknya F-35 Lockheed Martin ke dalam AU Korsel terbuka lebar.

Dalam rapat gabungan kepala staff tersebut, militer memutuskan membeli 40 pesawat tempur siluman dengan opsi tambahan 20 pesawat, tergantung situasi keamanan dan perkembangan teknologi ke depan.

“Dalam rapat itu kemampuan operasional pesawat direvisi, mensyaratkan kemampuan siluman tingkat tinggi serta perangkat perang elektronik untuk mencegah provikasi yang dilakukan Korea Utara”, ujar Brigjen Shin Ik-hyun, selaku anggota JCS.

F-35 merupakan pesawat Stealth dari segara aspek yang masih dalam pengembangan. Korea Selatan berupaya membeli pesawat tempur anti-radar, setelah melihat negara tetangganya seperti: China, Jepang dan Rusia yang berupaya menciptakan pesawat siluman juga.

Analis mengatakan Korea Selatan masih memungkinkan membeli 20 pesawat tempur lainnya, dari perusahaan lain seperti Boeing dan European Aeronautic Defense and Space, untuk mendapatkan teknologi bagi pesawat tempur KFX, yang dibangun terpisah, sebagai bagian kemandirian Korea Selatan.

Dewan Militer ini (JCS) juga memutuskan untuk mengubah proyek KFX, yang awalnya berupa proyek jangka panjang, menjadi proyek jangka menengah. Proyek KFX didorong lebih cepat untuk segera terwujudnya konstruksi awal pembangunannya.

Sumber menduga, pengembangan KFX akan selesai sekitar tahun 2020 dan operasional mulai tahun 2023.

Indonesia terlibat dalam proyek KFX Korea Selatan ini, dengan penyertaan modal 20 persen dan diharapkan memperoleh 50 pesawat KFX, jika nanti terwujud.(Song Sang-ho / koreaherald.com)

  ● JKGR  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...