Sabtu, 11 Oktober 2014

[Video] Upacara HUT TNI [III]

Video Defile Pasukan Video persembahan Agus Haryanto dari Youtube


  ♞ Youtube  

Astros II Mk6, Peluncur Roket Terbaru TNI AD

Mampu melepas 5 jenis roket MLRS Astros TNI AD

MLRS Astors II Mk 6 turut memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI). MLRS Astors II Mk 6 mampu menembakkan lima jenis roket dengan kaliber yang berbeda. Mulai dari kaliber 70, 127, 180 dan 300 mm.

Keunggulan lain MLRS Astors II Mk 6 adalah memiliki mobilitas tinggi dan perlindungan lapis baja serta mampu beroperasi di segala situasi termasuk pada malam hari. Alutsista jenis ini juga memiliki jarak tempuh hingga 85 km.

MLRS Astors II Mk 6 dimiliki TNI Angkatan Darat (AD) sejak tahun 2014, selanjutnya digunakan oleh Yonarmed 1 Kodam V/Brawijaya di Malang dan Yonarmed 10 Divisi Infanteri 1 Kostrad di Bogor.

MLRS Astors II Mk 6 ini merupakan senjata artileri medan buatan Avibras Aeroespacial Brazil. Alutsista ini didukung platform kendaraan TATRA dan dilengkapi dengan radar trajectography untuk kendali akurasi perkenaan sasaran serta dapat diangkut dengan pesawat Hercules C-130.(kur)

  ★ sindo  

[World Article] Kendaraan Tempur Baru Angkatan Darat Rusia Adopsi Konsep LEGO

Pasukan darat angkatan bersenjata Rusia tengah mengembangkan platform tempur universal untuk tank dan kendaraan tempur. Kendaraan Tempur Baru Angkatan Darat Rusia Adopsi Konsep LEGODalam banyak hal, Taifun berpenampilan futuristik dengan sebuah kelompok lengkap platform kendaraan multifungsi. Foto: RIA Novosti

Tank berat terbaru Rusia akan mulai beroperasi pada awal 2015. Berdasarkan keterangan Wakil Presiden Komisi Militer-Industri Pemerintah Rusia Oleh Bochkarev, tank tersebut akan ditampilkan dalam parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah.

Kehadiran tank bernama Armata menandai angkatan bersenjata Rusia telah memasuki era baru platform tempur universal yang digunakan sebagai basis produksi semua tank dan kendaraan tempur.

Victor Murakhovsky, ahli persenjataan kendaraan tempur lapis baja menjelaskan bahwa standardisasi tersebut menyederhanakan operasi militer dan penggunaan teknologi dalam pertempuran. Seperti balok LEGO, sebuah casis dapat digunakan untuk mengubah modul dan peralatan khusus tanpa harus melakukan banyak perubahan pada desain mesin itu sendiri.

Menurut sang ahli, proyek ini tengah dikembangkan di tiga bidang utama. Di bidang peralatan berat berbobot hingga 60 ton, proyek ini disebut Armata. Hasilnya akan berupa pembuatan tank tempur utama—sebuah kendaraan tempur berat infanteri dalam keluarga teknologi rekayasa angkatan darat Rusia.
Proyek Rahasia http://in.rbth.com/assets/images/2012-02/Armata2_468.JPGArmata (rbth)

A
rmata merupakan sebuah proyek yang sama rahasianya seperti proyek pesawat T-50 generasi kelima yang muncul beberapa waktu lalu. Satu-satunya yang diketahui tentang tank baru ini adalah bahwa tank tersebut akan memiliki menara kecil tanpa awak. Kru akan mengoperasikan tank ini dari sebuah kapsul lapis baja yang terisolasi, yang akan meningkatkan perlindungan dari tembakan musuh. Uji coba tank baru ini akan dimulai tahun depan dan pengiriman ke angkatan darat akan dilakukan dalam periode 2015-2020.

Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menyatakan, dalam periode tersebut tank baru ini akan dipamerkan dalam parade Moskow di Lapangan Merah. Kementerian Pertahanan berencana mendatangkan setidaknya 2.300 unit kendaraan ini pada parade Hari Kemenangan.
Kendaraan Lapis Baja Sederhana yang Canggih Bidang selanjutnya adalah lini kendaraan lapis baja berbobot hingga 25 ton, Boomerang dan Kurganets. Fitur utama kendaraan tersebut adalah mesinnya yang akan ditempatkan di depan, alih-alih di belakang. Ini akan melindungi kru dari tembakan langsung musuh, sekaligus memungkinkan untuk membuat kompartemen pasukan penuh di bagian belakang kendaraan. Personel akan keluar dari kendaraan melalui pintu ayun atau ramp berengsel.

Terakhir, bidang ketiga ialah kendaraan militer ringan yang disebut Taifun. Dalam banyak hal, kendaraan di bidang ini berpenampilan futuristik, yakni sebuah kelompok lengkap platform kendaraan multifungsi. Kendaraan “paling sederhana” adalah sebuah mobil multigandar lapis baja yang akan digunakan untuk mengangkut personel militer. Karakteristik dasar kendaraan ini ialah mampu mengatasi halangan air dengan kedalaman lebih dari dua meter dan kecepatan lintas alam hingga lebih dari 100 kilometer per jam.

Tempat duduk khusus antiranjau bagi personel disediakan di sisi-sisi dalam truk kontainer lapis baja. Tempat duduk tersebut dirancang untuk melindungi personel militer dari dampak ledakan jika truk melindas bom. Semua kursi memiliki basis ergonomis, sepenuhnya mengikuti garis punggung manusia. Tempat duduk ini dilengkapi dengan sabuk militer yang sama dengan yang terpasang pada mobil balap. Namun, semua tempat duduk di ruang kemudi tempur terpasang pada langit-langit kendaraan dengan lengkungan khusus. Desain ini sangat impresif dalam hal perlindungan dari ranjau darat.

Mesin-mesin tersebut sepenuhnya terkomputerisasi. Dalam ruang kemudi, layar LCD menampilkan informasi teknis tentang kendaraan ini serta gambar langsung dari kamera-kamera yang dipasang di luar truk. Bahkan ketika pengemudi sama sekali tidak dapat melihat, kendaraan Taifun dapat diarahkan ke medan tempur hanya dengan instrumen.
Bertaruh untuk Standardisasi Persyaratan lain kendaraan tempur modern adalah modularitas, yakni kemampuan untuk dipecah menjadi bagian-bagian terstandarisasi dan disusun ulang menjadi hal lain. Dalam keluarga KAMAZ Mustang baru, terdapat sepuluh jenis truk gandar dua, tiga, dan empat yang berbeda. KAMAZ telah menciptakan mobil lapis baja sendiri yang disebut Vystrel berdasarkan keluarga truk ini. Bahkan ada sebuah versi amfibi dari truk ini, yang dirancang untuk menggantikan GAZ-66 yang legendaris.

Setiap lini sepenuhnya memungkinkan pertukaran bagian atau mekanisme untuk memfasilitasi perbaikan di lapangan. Perusahaan juga menawarkan suatu platform untuk merangkai sistem senjata. Sebagai contoh, sebuah unit angkut empat gandar menjadi bagian dari sebuah sistem rudal-senapan antipesawat Pantsir otomatis. Modul ini memiliki berat 24 ton.

Kementerian Pertahanan Rusia berharap pembuatan jenis baru platform tempur terstandardisasi ini akan mengurangi biaya pemeliharaan armada dan meningkatkan efisiensi secara signifikan, karena casis yang sama dapat digunakan sebagai unit-unit tempur pelengkap dalam sebuah divisi tentara.

  ★ RBTH  

Mencari Pengganti F-5

F5 Tiger TNI AU

Bagaimana kita menentukan pesawat tempur pengganti F-5E Tiger?
--Raihan Pratama, Bandung --

TNI Angkatan Udara membutuhkan alat utama sistem senjata (alutsista) yang andal. Termasuk untuk melengkapi Skadron Udara 14 yang sejak awal pembentukannya telah mengoperasikan pesawat tempur strategis di eranya seperti MiG-21F Fishbed, F-86 Sabre serta F-5E Tiger.

Pada zamannya pesawat F-5E/F Tiger II memiliki daya detterent (penggentar) yang cukup ampuh karena bisa melakukan berbagai jenis operasi antara lain: operasi pertahanan udara, operasi serangan udara strategis, operasi lawan udara ofensif dan operasi dukungan udara seperti penyekatan udara, serangan udara langsung, bantuan tembakan udara, perlindungan udara dan pengamatan/ pengintaian.

F-5E sudah digunakan selama 33 tahun sejak 1980 dan saat ini tingkat operasionalnya menurun, karena di samping usia, juga terbatasnya sumber pasokan suku cadang dan mahalnya perawatan. Hal ini membuat TNI AU mempertimbangkan mengganti dengan pesawat tempur strategis baru yang lebih modern dan andal serta mampu menjawab tantangan tugas operasi udara modern.

Pemilihan pesawat sebagai kandidat pengganti F-5E TNI AU dimulai dengan melirik berbagai jenis pesawat tempur modern, di antaranya pesawat tempur Sukhoi Su-30 MKI, F-15SE Silent Eagle, Eurofighter Typhoon, F-16E/F Block 60/62, Rafale-B, F-18E/F Super Hornet, Su-35 Flanker, dan JAS-39 Gripen NG. Semuanya adalah pesawat tempur modern terbaru generasi 4,5 yang secara kasar diperkirakan memenuhi kriteria pesawat tempur strategis TNI AU.

Pihak TNI AU memulai proses pemilihan secara serius dan profesional dengan pertama-tama melihat semua kemampuan pesawat yang menjadi kandidat lewat faktor antara lain: karakteristik umum, performance, persenjataan, dan avionik. Semuanya melalui analisa mendalam terkait aspek operasi, aspek teknis dan aspek non-teknis.

Setelah itu dilakukan perbandingan apakah memenuhi persyaratan operasi TNI AU dengan kriteria penilaian antara lain: pesawat harus jenis multirole minimal generasi 4,5, mampu menjangkau sasaran strategis dengan radius of action jauh baik sasaran permukaan dan bawah permukaan, mampu melaksanakan misi pertempuran siang dan malam hari pada segala cuaca, memiliki radar modern dengan jangkauan jauh, mampu melaksanakan network centric warfare, perawatan mudah, alat avionik, navigasi dan komunikasi modern tersandi, peralatan perang elektronika pasif dan aktif serta memiliki kemampuan meluncurkan senjata konvensional, senjata pintar dan senjata pertempuran udara jarak sedang atau beyond visual range.(Kol. Pnb. Agung "Sharky" Sasongkojati)

  ♞ Angkasa  

Membandingkan SS2 Pindad dengan yang lain

Senapan serbu SS2 buatan PT Pindad adalah generasi kedua dari senapan serbu Pindad SS1. Senapan ini digunakan sebagai senapan standar TNI dan Polri.

Sebelumnya, TNI menggunakan M16, Steyr AUG dan AK-47 sebagai senapan organik. Namun setelah PT Pindad mampu Keunggulan SS2 dibandingkan dengan pendahulunya yaitu memiliki desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi dan lebih ringan.

"90 persen TNI menggunakan senjata ringan dari Pindad, itu andalan semua, amunisi juga demikian," kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya kepada merdeka.com, Jumat (3/10).

Senapan ini tersedia dalam tiga versi dasar, yakni standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4). Namun pada tahun 2008 mulai diperkenalkan subcompact versi SS2-V5.

Senapan SS2 tergolong mumpuni untuk digunakan. Sebelumnya pada saat SS1, para prajurit sering mengeluh senapan macet atau laras yang kelewat panas. Semua itu diperbaiki di SS2.

Senapan ini memiliki berat 3,2 kg dengan panjang 930 mm dengan panjang laras 460 mm. Menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO, rata-rata tembakan peluru 700 butir/menit.

Kecepatan peluru yang ditembakan sekitar 710 m/detik, dengan jarak efektif tembakan sejauh 450 m. Menggunakan alat bidikan besi, amunisi yang dipakai SS2 merupakan Magazen box isi 30 butir.

Berikut perbandingannya dengan senapan-senapan dari negara lain :

 1. M4 Carbine 

M4 Carbine merupakan senapan buatan Amerika yang digunakan hampir di seluruh dunia. Diproduksi tahun 1994, senapan ini sudah digunakan dalam berbagai perang, seperti perang di Afganistan, perang Irak, perang Libanon bahkan sampai perang obat-obatan di Mexico. Panjang senapan 840 mm dengan panjang laras 756 mm.

M4 Carbine juga memiliki berat 2,88 kg. Menggunakan peluru kaliber 5,56 45 mm standar NATO, senapan laras panjang ini dapat menembakkan peluru sebanyak 700-950 butir/menit dengan kecepatan peluru mencapai 880 m/detik.

Jarak efektif yang tembakan dari M4 Carbine ini sejauh 500-600 m. Amunisi yang digunakan juga sama dengan SS2 milik Indonesia, yakni Magazen box STANAG isi 30 butir.

 2. Famas 

Senapan buatan Prancis ini merupakan jenis senapan serbu yang diproduksi mulai tahun 1981. Kini Famas digunakan oleh berbagai negara seperti Perancis, Argentina, dan secara terbatas di Filipina.

Famas juga teruji dalam medan tempur. Dia sudah digunakan saat perang Afganistan, perang Libanon pada tahun 1982 dan beberapa perang lainnya.

Famas memiliki panjang 965 mm dengan panjang laras yang beragam. Untuk tipe F1/G2 panjangnya 488 mm, G2 Commando 405 mm, G2 SMG 320 mm, dan G2 Sniper 620 mm.

Peluru kaliber yang digunakan sama dengan SS2 dan M4 Carbine, namun jumlah peluru yang ditembakkan berbeda, yakni 900-1000 butir/menit untuk jenis F1, dan 1000-1100 butir/menit untuk jenis G2.

Jarak efektif tembakan pun berbeda, 300 m untuk jenis F1 dan 450 m untuk jenis G2 dengan jarak maksimum tembakan 3200 m. Untuk jenis Famas G2 menggunakan amunisi Magazen box STANAG isi 30 butir, sedangkan jenis F1 menggunakan Magazen box isi 25 butir.

 3. SAR 21 

Singapore Assault Rifle 21 (SAR 21) merupakan senapan laras panjang yang diproduksi Singapura. Senapan yang dibuat pada tahun 1996 oleh Tuck Wah Chee dan Felix Tsai ini, mulai digunakan pada tahun 1999 oleh beberapa negara.

SAR 21 juga memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah SAR 21, SAR 21 GL/M203, SAR 21 P-Rail, SAR 21 MMS, dan SAR 21 Light Weight Carbine. Masing-masing jenis pun mempunyai berat yang berbeda, yaitu berkisar antara 3 kg- 5,3 kg. Begitupun dengan panjangnya antara 640 mm sampai 805 mm.

Menggunakan peluru kaliber yang sama dengan SS2, rata-rata peluru yang ditembakkan SAR 21 mencapai 450-650 butir/menit dengan jarak efektif tembakan mencapai 460 m untuk jenis M193 dan 800 m untuk jenis SS109. Amunisi yang dipakai SAR 21 juga sama dengan yang dipakai SS2.

 4. AK-104 

Diproduksi di Rusia pada tahun 1994, senapan laras panjang ini dibuat oleh Mikhail Kalashnikov. Namun, AK-104 baru mulai digunakan pada tahun 2001 dan hanya digunakan oleh Rusia dan Venezeula.

Dengan berat 3,2 kg dan panjang 824 mm, senapan ini menggunakan peluru kaliber 7,62 x 39 mm. Peluru yang ditembakkan rata-rata berjumlah 600 butir/menit dan kecepatannya 670 m/detik. Jarak efektif tembakan sejauh 500 m dan menggunakan amunisi magazen isi 30 butir.

Senapan ini memiliki bentuk yang sama dengan AK-74 M, AK-101, dan AK-103. Seperti varian Avtomat Kalashnikov lainnya, senapan ini pun dikenal bandel.

  ★ merdeka  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...