Minggu, 23 November 2014

Oleh-oleh dari Vietnam

AARM-24 in Hanoi [Madokafc]

Memasuki Hari kedua pertandingan menembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke 24 di Hanoi, TNI mempersembahkan yang terbaik dengan merebut sekitar 16 mendali (8 Emas, 6 Perunggu, 2 Perak).

Pertandingan belum selesai, semoga Indonesia berhasil menjadi Juara Umum seperti sebelumnya dan menjadikan kado tahunan pengharum bangsa dari TNI.

Dibawah ini hasil perolehan mendali diposkan oleh madokafc :

[AARM-2014] - In the first two days of AARM-24, the 10 shooting contingents have competed in Match 1 including: Rifle, Machine Gun, Carbine, Men Pistol and Ladies Pistol.

These are the results after two days of competition:

Rifle Match 1:

- The Gold Medal taken by Rodney L Rizano (the Philippines).
- The Silver Medal taken by Sugeng Widocdo (Indonesia).
- The Bronze Medal taken by Atthantowit Toonarsoon (Thailand).

Carbine Match 1:

- The Gold Medal taken by Hader DHammara (the Philippines).
- The Silver Medal taken Asnawi Bin Ahmad (Malaysia).
- The Bronze Medal taken by Suranto (Indonesia).

Men Pistol Match 1:

- The Gold Medal taken by Suparjono (Indonesia).
- The Silver Medal taken by Passakhon Somyom (Thailand ).
- The Bronze Medal taken by Safrin (Indonesia).

Ladies Pistol Match 1:

- The Gold Medal taken by Eva Triana (Indonesia).
- The Silver Medal taken by Winarsih (Indonesia).
- The Bronze Medal taken by Pham Thi Ha (Vietnam).

Machine Gun Match 1:

- The Gold Medal taken by Tuyato and Samudin (Indonesia).
- The Silver Medal taken by Andarias Bede and Priyanta (Indonesia).
- The Bronze Medal taken by Mohamad Samsui Bin Sulong and Muhamad Erwan Bin Muhammad Himi (Brunei).

Berikut foto penampakan Kontingen Kebanggaan Indonesia memperoleh mendali di negeri orang diposkan rondo.royal :




  ★ Garuda Militer  

Dan di laut kita (ingin) jaya

"Nenek moyangku orang pelaut//Gemar mengarung luas samudra...//Pemuda berani bangkit sekarang//Ke laut kita beramai-ramai."

Sebaris lirik lagu "Nenek Moyangku Seorang Pelaut" itu tampaknya dapat mewakili semangat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim.

Mengingat kondisi geografis bangsa yang berupa kepulauan, lebih kurang 17.000 pulau, wajar kiranya jika bangsa ini pernah dikenal sebagai negara bahari dengan para pelaut ulung yang mengembara menjelajahi kepulauan.

Letaknya yang sangat strategis berada di persimpangan antara dua samudra, Samudra Hindia dan Pasifik, pun telah membawa Indonesia menjadi salah satu hub pelayaran yang sangat populer di abad pertengahan.

Hub-hub tersebut telah tercatat dalam sejarah dunia menjadi persinggahan pelaut-pelaut ulung masa lampau. Kapal-kapal pedagang asing yang merapat di pelabuhan-pelabuhan nasional itu pulalah yang memperkenalkan bangsa ini pada keragaman budaya dunia yang menciptakan akulturasi budaya yang unik dan khas.

Namun, masa kejayaan para pelaut bangsa tak berlangsung lama. Selama beberapa dasawarsa terakhir hampir semua pelabuhan di nusantara meredup pamornya di saat pelabuhan di beberapa negara tetangga terus meroket.

Sejarawan Hilmar Farid menilai kegagalan menguasai dan mengendalikan laut sesuai ritme bangsa adalah akar masalah Indonesia.

Ditemui dalam acara Pidato Kebudayaan 2014 bertema "Arus Balik Kebudayaan: Sejarah sebagai Kritik" awal pekan ini, dia menjelaskan bahwa laut yang sejatinya fundamental dalam kehidupan sebuah negeri maritim telah ditinggalkan sejak zaman Amangkurat I.

Tanpa menajemen pengelolaan perairan yang baik maka laut yang seharusnya menjadi penghubung justru menjadi penghalang. Tak perlu lagi dipertanyakan ketika harga satu sak semen di provinsi paling timur, Papua, bisa sepuluh hingga 20 kali lebih mahal daripada di Pulau Jawa.

Laut menjadi tembok penghalang terbesar yang kemudian membebani pola distribusi barang dan jasa nasional.

Tak hanya itu, tidak maksimalnya pemanfaatan laut mengakibatkan laut menjadi salah satu lokasi terjadinya aksi-aksi kejahatan transnasional antara lain pencurian ikan dan penyelundupan manusia.

 Poros Maritim Dunia 

Setelah beberapa waktu lamanya laut dengan segala potensinya seakan lepas dari perhatian para pemimpin negeri wajar kiranya jika ide Presiden Jokowi untuk mengusung gagasan Poros Maritim Dunia menarik perhatian banyak kalangan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Tak sedikit yang penasaran dengan gagasan tersebut, termasuk para kepala negara sahabat yang menurut Presiden Jokowi bertanya langsung padanya.

"Tidak jauh-jauh dari poros maritim dan tol laut. Ngomong sana kemari akhirnya itu lagi," kata Presiden dalam sebuah wawancara doorstop di sela kunjungan kerjanya di Pulau Sulawesi pada pekan kedua masa kerjanya.

Namun selain membentuk kementerian koordinator kemaritiman hingga pekan ketiga pemerintahannya tak banyak yang diketahui publik terkait elaborasi gagasan Poros Maritim Dunia tersebut.

Menjawab semua rasa penasaran tersebut, Presiden Jokowi memaparkan gagasan Poros Maritim Dunia dalam sidang panel Pertemuan Puncak ke-9 Asia Timur (EAS) di Nay Pyi Taw, Myanmar.

Di hadapan 17 kepala pemerintahan negara-negara EAS, Presiden menyampaikan seiring terjadinya sebuah transformasi besar yang menggeser pusat gravitasi geo-ekonomi dan geo-politik dunia dari Barat ke Asia Timur, Indonesia menegaskan dirinya sebagai Poros Maritim Dunia mengingat Tiga Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan "lorong" lalu lintas maritim dunia.

Ia juga mengatakan bahwa posisi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia tersebut akan membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama regional dan internasional bagi kemakmuran rakyat.

Presiden menyampaikan bahwa agenda pembangunan untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia tersebut memiliki lima pilar utama yaitu pertama, pembangunan kembali budaya maritim Indonesia mengingat sebagai negara kepulauan Indonesia harus menyadari jika kemakmurannya, dan masa depannya, sangat ditentukan oleh bagaimana mengelola samudera.

Pilar kedua adalah komitmen untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut, dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut, melalui pengembangan industri perikanan, dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

Kemudian pilar ketiga adalah komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, dengan membangun Tol Laut, pelabuhan laut dalam, logistik dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.

Sedangkan diplomasi maritim yang mengajak semua mitra-mitra Indonesia untuk bekerjasama di bidang kelautan ditempatkan sebagai pilar keempat.

"Bersama-sama kita harus menghilangkan sumber konflik di laut, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan dan pencemaran laut," ujarnya.

Sementara itu pilar terakhir adalah sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia memiliki kewajiban untuk membangun kekuatan pertahanan maritim.

"Hal ini diperlukan bukan saja untuk menjaga kedaulatan dan kekayaan maritim kami, tetapi juga sebagai bentuk tanggungjawab kami dalam menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim," katanya.

Pada kesempatan itu Presiden mengakui jika ia sengaja memilih forum tersebut untuk memaparkan gagasannya mengingat peran penting forum itu bagi keamanan, stabilitas dan kemakmuran ekonomi di kawasan.

Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata tujuh persen pertahun dan total GDP sekitar 40 triliun dolar AS, kawasan Asia Timur memang merupakan kawasan paling dinamis secara ekonomi mengingat sekitar 40 persen perdagangan dunia ada di kawasan tersebut.

 Merajut Komitmen 

Tak hanya mengkampanyekan konsep Poros Maritim Dunia, dalam kunjungan kerja pertamanya ke luar negeri, Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kerja sama internasional terutama di bidang infrastruktur dan maritim.

Selama satu pekan penuh, Presiden menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para timpalannya dari negara-negara sahabat, sebut saja Perdana Menteri India Narendra Modi, Perdana Menteri Australia Tony Abbot, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Selandia Baru John Key, dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Ia juga tampil dalam sebuah forum bisnis di hadapan para pemimpin dunia industri untuk secara khusus menyampaikan rencana Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia dan mengundang para pengusaha itu turut ambil peran menuju sebuah Indonesia baru.

Tak tanggung-tanggung, Presiden juga menjamin untuk mencarikan jalan ke luar segala persoalan yang dulu menjadi hambatan utama dalam investasi di Indonesia, masalah perizinan dan pembebasan lahan.

Kepala Negara dalam berbagai kesempatan memang telah menyampaikan penilaiannya bahwa salah satu hambatan peningkatan investasi dan iklim usaha di Indonesia saat ini adalah prosedur perizinan yang rumit sehingga menyulitkan kalangan pengusaha.

Ditegaskannya, proses yang seharusnya bisa berjalan dengan sederhana tidak perlu dibuat rumit karena pada gilirannya akan menyulitkan semua pihak dan mengganggu perekonomian.

"Masalah izin terlalu lama, saya sudah mendengar dari bawah, investor lokal maupun dari luar, masa izin pembangkit tenaga listrik sampai dua tahun, ada yang empat tahun belum rampung, terakhir ada yang enam tahun belum selesai, ya udah bubar dong, gimana?" kata Presiden saat melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Brisbane, Australia.

Dalam forum G20, yang beranggotakan negara-negara ekonomi berpengaruh dunia, Presiden mengatakan bahwa dalam enam bulan mendatang Indonesia akan memiliki sistem perizinan investasi terintegrasi tingkat nasional yang dapat diakses secara online atau dalam jaringan.

Ia juga menyampaikan pengalamannya dengan pembebasan lahan baik saat menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah maupun Gubernur DKI Jakarta, yang memperoleh sambutan positif.

Merangkum kunjungan kerja pertamanya ke manca negara tersebut, di dalam pesawat kepresidenan, sesaat sebelum mendarat di Tanah Air, Presiden Jokowi mengakui telah mengantongi sejumlah komitmen kerja sama dengan beberapa negara sahabat.

Ia berjanji untuk segera memerintahkan para menterinya menindaklanjuti semua komitmen tingkat kepala negara tersebut agar membuahkan hasil nyata bagi rakyat.

Untuk melihat bukti nyata buah perjalanan tersebut tentu publik masih harus bersabar. Namun genderang telah ditabuh; "Pemuda berani bangkit sekarang".

  ★ Antara  

[World Article] Tak Ada Negara yang Bisa Menekan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)

Sanksi dan tuduhan yang selama ini ditunjukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia, menurut Vladimir Putin, bukanlah dimaksudkan untuk mempermalukan negaranya, tapi AS sedang berusaha untuk menundukkan Rusia.

Melansir Russia Today, Rabu (19/11/2014), pemimpin Negeri Beruang Merah itu berujar, AS terus berusaha untuk bisa mengendalikan Rusia, dengan terus menerus menekan Rusia. Namun, menurutnya hal itu tidak akan pernah bisa terjadi.

Putin menjabarkan, selama Rusia berdiri, belum pernah ada satupun negara yang bisa menekan Rusia, apalagi menundukan atau mengendalikan Rusia.

"Sepanjang sejarah belum pernah ada yang berhasil melakukannya terhadap Rusia dan sejarah tidak ada akan berubah. Sampai kapanpun tidak akan ada negara yang bisa menundukan Rusia," ucap Putin saat berpidato di forum masyarkat Rusia semalam.

Dalam pidatonya, Putin juga meyebutkan pada dasarnya orang-orang Rusia tidak jauh berbeda dengan AS, kedua warga negara juga saling menghormati dan akur. “Yang tidak disukai oleh warga Rusia adalah politik luar negeri yang diambil oleh AS,” ucapnya.(esn)
Putin Peringatkan AS tak Ikut Campuri Internal Rusia Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan AS tak campuri internal Rusia. | (Reuters / RIA Novosti)

Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri urusan internal Rusia.

Peringatan itu disampaikan Putin saat menyambut duta besar baru AS untuk Rusia, John Tefft. Komentar Putin sekaligus menandakan semakin panasnya ketegangan antara Rusia dengan AS yang mengingatkan pada momen Perang Dingin.

Tefft diyakini menjadi diplomat utusan Presiden Barack Obama untuk menormalkan hubungan AS dengan Rusia. Dia menggantikan duta besar AS sebelumnya, Michael McFaul.

Suasana tegang diabadikan para fotografer saat Putin menyambut Tefft. Mereka dengan sedikit senyum berdiri berdampingan, tapi tampak kaku.

”Kami siap untuk kerjasama praktis dengan mitra kami Amerika di berbagai bidang, berdasarkan prinsip-prinsip menghormati kepentingan satu sama lain, persamaan hak dan tidak campur tangan masalah internal,” kata Putin, seperti dikutip Reuters, Kamis (20/11/2014).

Peringatan Putin itu menyusul rentetan tekanan dari Washington terhadap Moskow terkait krisis Ukraina. Di mana AS menuduh Rusia terlalu intervensi dalam krisis Ukraina di wilayah timur.

Sementara itu, Tefft, mengatakan, pihaknya akan menjaga komunikasi terbuka dengan pihak berwenang Rusia.

”Kami memiliki perbedaan serius atas kebijakan Rusia di Ukraina. Seperti saat Presiden Obama mengatakan di KTT G20 di Brisbane. Kami berharap Rusia akan memilih jalan yang berbeda, untuk menyelesaikan masalah Ukraina dengan cara yang menghormati kedaulatan Ukraina dan konsisten dengan hukum internasional,” katanya.

”Kami akan lebih memilih Rusia yang sepenuhnya terintegrasi dengan ekonomi global,” lanjut dia.(mas)
Barat Ingin Ada Perubahan Rezim di Rusia Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov (Reuters)

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov melihat adanya sebuah agenda lain dari serangkaian sanksi yang dijatuhkan Barat terhap Rusia. Menurut Lavrov, Barat ingin mencoba membuat adanya perubahan rezim di negaranya melalui sanksi-sanksi tersebut.

“Barat dengan jelas telah menunjukan, bahwa mereka tidak ingin Rusia merubah kebijakan mengenai situasi di Ukraina melalui sanksi-sanksi yang mereka jatuhkan, tapi mereka ingin Rusia melakukan perubahan rezim,” ucap Lavrov. Seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (22/11/2014).

Dirinya mengatakan, bukan hanya dengan sanski, Barat merubah rezim kepemimpinan di Rusia. Namun, Barat juga sedang berusaha bermain dengan opini, dengan menggunakan tokoh-tokoh pentinf di Barat, untuk menarik perhatian masyarakat internasional.

“Tokoh-tokoh masyarakat di negara-negara Barat mengatakan bahwa sangat untuk terus menjatuhakan sanksi kepada kami, yang menurut mereka akan menghancurkan ekonomi dan dapat membangkitkan protes publik di Rusia," tambahnya.

Rusia sendiri saat ini tengah berada dalam ancaman sanksi lanjutan, baik dari Barat maupun dari negara Eropa. Ancaman itu disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden saat melakukan kunjungan ke Turki kemarin.(esn)
Barat Tak Akan Bisa Isolasi Rusia Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)

Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali menegaskan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Barat terhadap Rusia tidak akan berdampak besar bagi Rusia. Barat memang mencoba mengisolasi dan menghancurkan ekonomi Rusia melalui serangkaian sanksi yang dijatuhkan.

Melansir Reuters, Minggu (23/11/2014), Putin yang menggambarkan sanksi sebagai tirai besi bagi ekonomi Rusia. Ia menyatakan negaranya tidak akan bisa diisolasi oleh sanksi-sanksi yang dijatuhkan oleh Barat yang mayoritas menargetkan pengusaha Rusia.

“Moskow tidak akan terjebak dalam serangkaian rencana yang coba dibuat oleh Barat dengan terus menjatuhkan sanksi ekonomi kepada kami, walaupun di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang kacau saat ini,” ucap Putin.

Pemimpin Negeri Beruang Merah itu menyatakan, sebenarnya dia menyadari betul efek dari sanksi yang dijatuhkan Barat kepada Rusia. Akan tetapi, sekali lagi Putin menegaskan, hal itu tetap saja tidak cukup kuat untuk bisa mengisolasi dan menghancurkan Rusia.

“Saya sangat paham dengan efek, yang kemungkinan bisa sangat merusak dari sanksi yang dijatuhkan Barat. Namun, kita tidak akan bisa dijatuhkan oleh hal ini. Tidak ada satupun yang bisa membangun dinding pembatas di sekitar kami, sangat tidak mungkin untuk melakukannya,” tegas Putin.(esn)

  ★ Sindonews  

[World Article] Panser Kanon Negara Jiran

Sibmas AFSV-90 Malaysia

Jika Indonesia baru saja meluncurkan panser badak 6×6, maka tetangga Jiran kita Malaysia sudah lebih dulu memilikinya. Sibmas 6×6. Pada tahun 1983 Angkatan Darat Malaysia memesan 150 Sibmas 6×6 AIFV dari Belgia dan 450 Condor 4×4 APC dari Jerman.

Panser Sibmas dilengkapi canon Cockerill 90mm Mk III serta senjata mesin coaxial 7.62 mm dan senjata anti-pesawat 7.62 mm machine gun yang ditujukan Malaysia sebagai fire support. Kendaraan ini memiliki top speed 100 km dan daya jelajah 1000 km.

Bedanya dengan Indonesia, Sibmas 6×6 ini buatan Belgia, sementara Panser Badak buatan dalam negeri, PT Pindad.
AV-8 Malaysia

Namun demikian, kini Malaysia telah melompat mengadopsi panser 8×8 yakni AV-8 yang akan digunakan untuk APC maupun IFV. AV-8 8×8 merupakan kandidat pengganti Sibmas 6×6 dan Condor 4×4. AV-8 atau PARS merupakan kerjasama Malaysia dengan FNSS Turki yang sebelumnya mensupport Malaysia dan Tank ACV-300.

Dengan format 8×8 maka panser ini bisa mengadopsi berbagai varian, karena memiliki platform yang lebih stabil. AV-8 bersifat modular dan memiliki perlindungan armor tingkat 4 yang mampu menangkis amunisi 14.5 mm, 7.62mm dan 14.5mm. Kemampuan menangkis amunisi 14.5 mm setara dengan kemampuan Stryker AS.
contoh mast mounted sensors

AV-8 menggunakan sistem integrator Thales yang membuatnya bisa berkomunikasi dan bertukar data dengan MBT PT-91 Malaysia. Kendaraan 8×8 ini menggunakan mesin diesel Deutz turbocharged buatan Jerman yang menghasilkan tenaga 524 hp dengan mesin yang terletak di tengah hull, di belakang kompartemen sopir dan bersifat fully amphibious, bisa diangkut oleh pesawat kargo C-17 atau pun A400M.

Malaysia memesan 178 AV8 dengan konfigurasi: turret 30 mm, turret 25mm, RCWS 12,7. Varian lainnya adalah kendaraan surveillance yang dilengkapi battlefield radar dan mast mounted sensors (24), command vehicles (13), armored ambulances (9), armored recovery vehicles (9), maintenance vehicles (9), 120-mm mortar carriers (8), engineering and NBC reconnaissance vehicles (4) dan signals vehicles (3).

  ★ JKGR  

Kasau ‎Baru Harus Mampu Perkuat Konsep Negara Maritim

Sejumlah pesawat TNI AU melintas

Kepala Staf Angkatan Udara (Ksau) Marsekal Ida Bagus Putu Dunia akan segera mengakhiri masa jabatannya di TNI dalam waktu dekat.

Pengamat militer Universitas Padjajaran, Muradi, Phd, menyatakan pengganti Ida Bagus harus orang yang berkompeten dan memahami orientasi politik besar Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sehingga diharapkan dapat lebih membantu mewujudkan gagasan Indonesia sebagai negara maritim.

"Jangan sampai "jenderal salon" yang jadi Ksau atau yang hanya bermodalkan kedekatan dengan presiden atau menteri di era sebelumnya," kata Muradi, Sabtu (22/11).

Ditegaskan, Jokowi harus mengangkat orang yang punya kemampuan penuh untuk memperkuat Indonesia sebagai negara maritim.

Ksau mendatang harus profesional dan tidak hanya menguasai matra udara. Namun, juga bisa berkoordinasi dengan baik dengan matra lainnya. "Maka, pergantian orang nomor satu di setiap matra menjadi sangat penting untuk segera dilakukan," ucapnya.

Saat ini diungkapkan, pihaknya mengamati beberapa calon Ksau yang beredar, termasuk Wakil Ksau Marsdya Bagus Puruhitno dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya Ismono Wijayanto.

Marsdya Bagus Puruhitno alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1984 adalah bekas ajudan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dan dekat dengan Cikeas. Bagus dinilai tidak cukup memiliki prestasi dan kenaikan karirnya dianggap lebih karena kedekatandengan elit politik di rezim sebelumnya.

Sementara Ismono yang dekat dengan seniornya, Marsekal (purn) Joko Suyanto juga dianggap kurang terdengar sebagai jenderal yang banyak prestasi.

Presiden Jokowi, menurut Muradi, membutuhkan figur yang satu visi dan sanggup membantu untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang disegani dunia. "Negara maritim artinya kita harus punya Angkatan laut dan Angkatan Udara yang kuat sekaligus," ujarnya.

  ★ Berita Satu  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...