Komisi I DPR RI yang belum lama ini terbentuk melakukan kunjungan kerja ke PT Len Industri (Persero) dalam rangka untuk mengetahui struktur organisasi, tugas dan fungsi perusahaan serta kesiapan Len dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI.
Rombongan Komisi I DPR RI yang diketuai oleh H. Ahmad Zainuddin diterima oleh Dirut Abraham Mose, Dirkeu Andra Y. Agussalam, Dirsar Adi Sufiadi beserta pejabat lainnya.
Pertemuan kali ini selain membahas track record Len dalam bisnis pertahanan, diskusi lebih fokus membahas kesiapan perusahaan strategis (BUMNIS) dalam pemenuhan kebutuhan peralatan elektronika pertahanan dan peralatan radar untuk TNI.
Dirut Abraham Mose juga menyampaikan rencana Len membangun Len Techno Park di Subang yang masih masuk dalam komplek PT Dahana. Tahap awal pembangunan Len Tecno Park sendiri adalah pembangunan gedung yang khusus memproduksi peralatan pertahanan.
Kunjungan kemudian diteruskan dengan peninjauan Ruang Display Produk, Ruang Pengembangan Simulator Pesawat, dan terakhir Ruang Fasilitas Produksi Elektronika di Len. Di hari yang sama, Komisi I juga mengunjungai BUMN lainnya yaitu PT Pindad dan PT Inti.
KRI Dewaruci
Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur atau Koarmatim, Ujung, Surabaya, menjadi arena pesta rakyat ketika ribuan warga dari berbagai daerah berdatangan menghadiri "Naval Base Open Day", Minggu (30/11). Kegiatan pembukaan pangkalan militer TNI Angkatan Laut untuk umum yang dimeriahkan berbagai acara itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Armada 2014 yang jatuh pada 5 Desember mendatang.
Sejak pagi, warga sudah berdatangan ke markas Koarmatim untuk mengikuti perlombaan sepeda santai mengelilingi lingkungan kompleks tersebut. Selain itu, ada juga lomba renang melintasi Selat Madura untuk prajurit TNI, Polri dan masyarakat umum.
Bagi masyarakat yang tidak mengikuti kedua lomba tersebut, bisa melihat pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari berbagai satuan TNI AL. Bisa juga mengunjungi kapal perang yang sandar di dermaga, atraksi marching band taruna AAL, terjun payung, pasar kuliner, dan panggung hiburan rakyat.
Untuk "open ship", kapal latih yang digunakan taruna AL, KRI Dewaruci menjadi "bintang" dan paling banyak dikunjungi masyarakat yang ingin melihat dari dekat kapal legendaris bertiang layar tiga milik TNI AL tersebut.
"Sudah lama saya membaca berita soal KRI Dewaruci, tapi baru kali ini berkesempatan naik dan melihat langsung kapal tersebut," ujar Supardi, warga asal Mojokerto dan datang bersama keluarganya ke Koarmatim.
Selain KRI Dewaruci, tiga kapal perang baru yakni KRI Bung Tomo, KRI Usman-Harun dan KRI John Lie, serta kapal rumah sakit apung KRI dr Soeharso juga tidak luput jadi sasaran kunjungan warga.
Atraksi lain yang membuat ribuan warga terhibur adalah ketangkasan dan ketrampilan marching band Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL, yang membawakan beberapa lagu. Selain itu, masih ada atraksi terjun payung belasan prajurit TNI AL yang mendarat tepat di Dermaga Koarmatim.
"Kegiatan Naval Base Open Day seperti ini diharapkan bisa lebih mendekatkan masyarakat dengan TNI AL," ujar Pangarmatim Laksda TNI Arie Henricus Sembiring Meliala.
(ANTARA/Dhoni Setiawan)
Tim SAR masih kesulitan menemukan posisi helikopter Super Puma milik TNI AU yang mendarat darurat di dekat kampung Pending, Distrik Kiwirok, Pedalaman Papua.
Kepala penerangan dan perpustakaan Lanud Jayapura Mayor (Sus) Juni Kurniawati kepada Antara di Jayapura, Minggu, membenarkan informasi bahwa tim SAR kesulitan mendapati lokasi pasti tempat helikopter itu mendarat darurat.
Dari data terungkap lokasi pendaratan heli naas itu berada sekitar lima menit penerbangan dari Batom atau di dekat kampung Pending, namun hingga kini lokasi itu belum terjejak.
Walaupun demikian, kata Juni, tim SAR sudah siap di Batom sehingga bila sewaktu-waktu heli ditemukan maka evakuasi dapat segera dilakukan.
Helikopter Super Puma milik TNI AU yang dipiloti Mayor Pnb Tarigan terpaksa mendarat darurat dalam perjalanan menuju Kiwirok dengan membawa 10 anggota Yon 133 dari satgas pengamanan perbatasan.
Dari 14 awak dan penumpang heli ini ada yang mengalami luka serius namun belum nosa dipastikan identitasnya.
Kesepuluh anggota Yon 133 dalam heli ini adalah Sertu Nanang, Serda Arman,Praka Gunawan, Praka Joko, Praka Roy Candra, Praka Ulil,Prada Setia,Prada Adek Ananda dan Prada Andra.
Pemkot Salatiga Diserang Gerombolan Tak Dikenal, 411 Terjunkan Pasukan Dengan Helikopter
12 pria bersenjata laras panjang menyerbu Kantor Walikota di Kompleks Pemkot Salatiga pada Jumat (28/11) pagi. Gerombolan yang datang dengan menggunakan mobil pikap tersebut memaksa masuk ke ruangan Walikota Salatiga, Yulianto dan sempat melakukan penyanderaan terhadap walikota dan beberapa pejabat tinggi di lingkungan pemkot.
Beruntung, informasi penyerangan tersebut terdengar oleh Komandan Batalyon Infantri 411/Raider, Mayor Inf Nandang Dimyati. Nandang kemudian memerintahkan sejumlah prajuritnya untuk membebaskan para sandera. Satu tim beranggotakan 25 personel kemudian diterjunkan menuju pemkot Salatiga untuk melakukan penyergapan dan pembebasan tawanan.
Pada saat yang bersamaan, muncul helikopter jenis Bell 412 milik Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) di atas gedung kantor walikota dan sejumlah prajurit TNI segera turun dari helikopter untuk melakukan pengamanan. Selang beberapa saat, suara tembakan dan ledakan bom muncul dari ruangan walikota, sejumlah prajurit terlihat telah membawa walikota untuk dinaikkan ke mobil rantis PJD menuju lapangan Pancasila untuk dievakuasi menggunakan helikopter.
Rangkaian aksi tersebut merupakan bagian dari simulasi operasi pembebasan tawanan oleh Yonif 411/Raiders. Nandang Dimyati mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai rangkaian program peningkatan kemampuan tempur para prajurit.
“Kami sebenarnya mentargetkan operasi berlangsung selama 10 menit. Namun di lapangan ternyata sampai 14 menit. Ini masih dalam batas kewajaran,“ terangnya.
Aksi simulasi ini sempat mengundang perhatian para pegawai negeri sipil (PNS) dan warga. Maklum saja, kegiatan tersebut tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk memberikan surprise. “Saya mengira ada kerusuhan. Ternyata hanya simulasi dan ini sangat menarik karena jarang ada di Salatiga,” terang Joko, salah satu PKL di Lapangan Pancasila.(Guruh Cahyono)

Prajurit Yon 411 Raider lengkap dengan senjata mereka bersiap melakukan penyergapan teroris pada simulasi di kantor Walikota Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (28/11). Simulasi pembebasan sandera tersebut untuk meningkatkan kemampuan para prajurit dalam menghadapi ancaman teroris. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Prajurit TNI-AD dari Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri bersama TDM (Tentara Darat Malaysia) beristirahat saat melakukan patroli koordiansi patok perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (28/11). Patroli gabungan TNI dengan TDM mulai dari Serudung (Malaysia) hingga Seimenggaris (Indonesia) berlangsung 21-29 Nopember 2014.(ANTARA FOTO/M Rusman)
Prajurit TNI-AD dari Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri bersama TDM (Tentara Darat Malaysia) dari Brigade MK 5 saat berada pada salah satu patok perbatasan Indonesia-Malaysia, Jumat (28/11). Patroli gabungan TNI dengan TDM mulai dari Serudung (Malaysia) hingga Seimenggaris (Indonesia) berlangsung 21-29 Nopember 2014.(ANTARA FOTO/M Rusman)
Prajurit TNI-AD dari Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri bersama TDM (Tentara Darat Malaysia) pada salah satu patok perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (28/11). Patroli gabungan TNI dengan TDM mulai dari Serudung (Malaysia) hingga Seimenggaris (Indonesia) berlangsung 21-29 Nopember 2014.(ANTARA FOTO/M Rusman)
Prajurit TDM (Tentara Darat Malaysia) berfoto di depan pos gabungan bersama pengamanan perbatasan dengan Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri di Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (29/11). Patroli gabungan TNI dengan TDM mulai dari Serudung (Malaysia) hingga Seimenggaris (Indonesia) berlangsung 21-29 Nopember 2014.(ANTARA FOTO/M Rusman)
Prajurit TNI-AD dari Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri berfoto dengan seorang prajurit TDM (Tentara Darat Malaysia) di Pos Gabungan Bersama Indonesia-Malaysia di Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (29/11). Prajurit pengamanan perbatasan kedua negara (Indonesia-Malaysia) telah melaksanakan patroli koordinasi (gabungan) patok perbatasan dari Serudung Negeri Sabah, Malaysia hingga pos gabungan bersama di Kecamatan Seimenggaris pada 21-29 Nopember 2014.(ANTARA FOTO/M Rusman)