Minggu, 17 Mei 2015

RI - AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dan Militer

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, sepakat meningkatkan kerja sama bidang pertahanan dan militer yang selama ini sudah terjalin sangat baik.

Hal itu dinyatakan saat pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu dengan United States Pacific Command (US PACOM) Commander, Admiral Samuel J. Locklear dan United States Army Pacific (US ARPAC) Commander, General Vincent K. Brooks, di Hawaii, Jumat (8/5).

Peningkatan kerjasama pertahanan dan militer tersebut, meliputi pelatihan maupun latihan bersama, pertukaran instruktur dan latihan untuk Korps Kopassus serta Marinir.

Khusus untuk Angkatan Darat, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama dalam hal latihan operasi khusus menghadapi ancaman terorisme antara Korps Kopassus Indonesia dan Kopassus Amerika Serikat.

Selain peningkatan kerjasama pertahanan dan militer, hal lainnya yang menjadi topik pembicaraan antara lain, pertukaran pandangan tentang perkembangan situasi keamanan di Laut China Selatan, yang berisi ajakan kepada semua pihak untuk menjaga stabilitas dan keamanan Laut China Selatan dengan menghormati kode etik dan code of conduct di Laut China Selatan.

Menhan juga menyampaikan kebijakan pertahanan Indonesia saat ini, dimana ancaman nyata yang dihadapi meliputi terorisme, bencana alam, bencana akibat kelengahan manusia seperti longsor, kebakaran hutan dan pemanasan global, keamanan maritim khususnya perompakan, kemudian separatisme, pelanggaran perbatasan, kejahatan trans-nasional serta wabah penyakit seperti flu burung, SARS, MARS maupun ebola.

Melalui pertemuan itu, kedua pihak menyatakan kesepakatannya meningkatkan kerja sama bidang pertahanan dan militer secara terus menerus, dalam menghadapi ancaman-ancaman nyata di atas.

Usai melakukan pembicaraan dengan dua pejabat tinggi militer AS, Menhan RI juga berkesempatan mengunjungi Squadron US Navy P-3C Orion sebagai satuan penerbang pengintai Keamanan Maritim Angkatan Laut AS, dirangkai dengan ziarah ke lokasi pelabuhan militer Pearl Habour yang diserang Angkatan Bersenjata Jepang saat Perang Dunia-II, sehingga mengakibatkan tenggelamnya sejumlah Kapal Perang Amerika Serikat.


  ♘ DMC  

[World] Alutsista Jepang Memasuki Pasar Dunia

http://jpx.responsejp.com/jpx/images/2013/03/26/194486_1.jpg?fit=normalPesawat patroli maritim P-1 ☆

Dua produsen pertahanan utama Jepang, Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan Kawasaki Heavy Industries (KHI), sedang menunggu masukan pemerintah pada kesempatan yang paling tinggi sejak Tokyo membuka pembatasan ekspor pada 2014, kata para pejabat di MAST Asia 2015 di Yokohama.

Kemungkinan penjualan kapal selam Soryu kelas MHI ke Australia akan tertunda dikarenakan masih dalam proses penilaian kompetitif terbatas. India juga telah mengundang Jepang karena berminat untuk akuisisi kapal selam diesel Soryu dalam program kapal selam masa depan Proyek 75I India. Namun, pejabat perusahaan tersebut menekankan bahwa mereka masih menunggu keputusan akhir dari pemerintah Jepang.

Peluang lain alutsisita jepang untuk ekspor yang ramai dibicarakan adalah pesawat patroli maritim P-1 KHI (MPA), namun keputusannya akan lebih rumit. [IHS Janes]

  ★ Garuda Militer  

[World] Pasukan Komando AS membunuh komandan senior ISIS

https://static-ssl.businessinsider.com/image/5557414569bedd7156381ad0-830-519/map%20syria.jpgGoogle Maps

Operasi Khusus AS menewaskan seorang komandan senior ISIS pada serangan semalam di Suriah timur, ungkap Menteri Pertahanan AS Ash Carter hari Sabtu.

"Abu Sayyaf terlibat dalam operasi militer ISIL dan membantu mengarahkan minyak organisasi teroris terlarang, gas, dan operasi keuangan juga," katanya.

Istri Sayyaf, Umm Sayyaf, ditangkap selama pertempuran dan saat ini sedang dalam tahanan militer di Irak, kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Bernadette Meehan dalam sebuah pernyataan.

Umm Sayyaf "memainkan peran penting dalam kegiatan teroris ISIL ini, dan mungkin telah terlibat dalam perbudakan wanita muda Yezidi yang diselamatkan tadi malam," kata Carter.

Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia menegaskan adanya operasi militer di ladang minyak, dan mengatakan setidaknya menewaskan 19 anggota IS, termasuk 12 orang asing. Namun kelompok ini tidak mengatakan yang melakukan serangan itu. [Business Insider]

  ♞ Garuda Militer  

[World] Rusia Kembangkan Supercarrier SHTORM

http://www.janes.com/images/assets/452/51452/1634522_-_main.jpgDesain KRSC Kapal Induk SHTORM [Nikolai Novichkov] □

Russia’s Krylovsky State Research Center (KRSC) telah mengembangkan desain kapal induk besar serbaguna yang disebut Proyek 23000E atau SHTORM (Badai). Desain kapal akan diperlihatkan untuk pertama kalinya di International Maritime Defence 2015 di St Petersburg dari Juli 1-5, ungkap Valery Polyakov, wakil direktur KSC kepada IHS Jane.

“Proyek 23000E supercarrier dirancang mampu melakukan operasi di daerah terpencil dan laut, terlibat target musuh darat dan laut, menjamin stabilitas operasional angkatan laut, melindungi pasukan, dan menyediakan pertahanan anti-pesawat,” kata Polyakov.

Desain ini memiliki beban sekitar 90-100,000 ton, dengan panjang 330 m, lebar 40 m, dan memiliki draft 11 m. Kapal juga memiliki kecepatan tertinggi 30 kt, kecepatan jelajah 20 kt, ketahanan sampai 120-hari, awak kapal sekitar 4-5,000, dan dirancang untuk mampu berlayar dalam kondisi sea state 6-7.

Saat ini telah dirancang dengan pembangkit listrik konvensional, meskipun ini bisa diganti dengan tenaga nuklir, sesuai dengan kebutuhan pelanggan potensial.

Kapal induk in akan membawa 80-90 pesawat termasuk pesawat T-50 PAKFA versi Angkatan Laut dan MiG-29K, serta pesawat peringatan dini, dan helikopter Ka-27.

Dek kapal induk menggunakan dual desain, memiliki dek penerbangan miring, dan empat posisi peluncuran: dua melalui ski-jump dan dua melalui ketapel elektromagnetik. Perlindungan terhadap ancaman udara akan disediakan empat modul sistem rudal tempur anti-pesawat. Juga tersedia persenjataan anti-torpedo.

Dukungan kompleks elektronik termasuk sensor terintegrasi, termasuk multifungsi bertahap array radar, sistem peperangan elektronik, dan komunikasi suite. Polyakov mengatakan spesifikasi ini dapat berubah, koreksi, dan modifikasi sesuai kebutuhan pembeli. [IHS Jane]

  ⚓️ Garuda Militer  

Personel KRI BJM-592 Lakukan Latihan Perang di Samudera Hindia

Personel KRI BJM-592 Lakukan Latihan Perang di Samudera HindiaMemasukihari ketiga dalam pelayarannya di Samudera Hindia menuju Kochin, India, beberapa hari lalu, Komandan KRI Banjarmasin (BJM) 592 Letkol (P) Rakhmat Arief B menyiapkan sejumlah personelnya di beberapa pos penjagaan. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi gangguan keamanan dari berbagai ancaman musuh maupun tindak kejahatan laut yang seringkali dilakukan para perompak yang biasa beroperasi di wilayah tersebut.

Tidak ingin mengambil resiko keamanan, dalam hitungan menit para prajurit sigap itu sudah menempati berbagai pos intai guna mengantisipasi serangan-serangan tidak terduga.

“Peran jaga perang merupakan suatu kegiatan dalam membagi dan menempatkan anggota dan perwira kapal di pos-pos tempur secara efektif dan efisien ketika terdapat kemungkinan ancaman serangan mendadak dalam jangka waktu lama, sehingga dapat menggunakan alat-alat teknis secara efisien,” ujar Rakhmat.

Pada pelaksanaannya di KRI BJM-592, seluruh kekuatan dan personel dibagi menjadi dua kelompok yaitu peran jaga perang lambung kanan dan lambung kiri. Kesigapan tersebut antara lain adalah dengan menempatkan sniper-sniper di luar anjungan, sejumlah personel bersenapan MP5 dan AK 47 serta personel bersenapan otomatis GPMG menempati sejumlah pos digeladak buritan kiri dan kanan.

Selain itu, di halauan kapal telah berjaga personel siap mengoperasikan meriam 40 mm guna mengantisipasi serangan atas laut. Di bagian sisi kiri dan kanan anjungan pun telah sedia beberapa personel berjaga dengan meriam 20 mm untuk mengantisipasi serangan atas laut dan udara.

Sementara di anjungan utama KRI BJM-592 sedikitnya 10 orang perwira memantau serta mengkoordinir pergerakan pasukan dari ruang komando.

“Tujuan peran jaga perang adalah untuk dapat menangkis serangan mendadak dengan memberikan kesempatan berisitirahat kepada setengah awak kapal, dengan memperhitungkan situasi atau kondisi dan bahaya ancaman serangan musuh,” ungkap komandan KRI.

Lebih lanjut, dirinya kembali menjelaskan peran jaga perang digunakan saat kapal melintasi daerah atau perairan yang memiliki kemungkinan ancaman serangan mendadak dalam jangka waktu lama, “Sehingga dibutuhkan pembagian jumlah anggota yang menempati pos tempur untuk dapat mempertahankan tingkat kesiagaan selama perlintasan,” paparnya.

Terkait dengan kebedaraan para taruna yang turut serta menyaksikan latihan Peran Jaga Perang di KRI Banjarmasin 592 ini, dirinya mengungkapkan hal itu sengaja dilakukan guna memberikan pandangan yang nyata tentang aksi Peran Jaga Perang diterapkan.

“Peran Jaga Perang ini memang sengaja kita tampilkan dengan harapan para taruna yang sedang tergabung dalam Satgas KJK Milan 2015 ini dapat mengetahui secara nyata atau kita memberikan pembelajaran secara nyata bahwasanya bagaimana Peran Jaga perang itu diterapkan, bagaimana ABK itu menempati pos tempurnya dengan baik dan bagaimana pembagian-pembagian sesuai dengan pos tempur itu dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya. (Firmanto)

  ★ JMOL  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...