Senin, 09 Mei 2016

[Dunia] Inggris Menjual Kapal Induk HMS Illustrious

Kapal Induk HMS Illustrious ☆

Departemen Pertahanan Inggris siap untuk melakukan penjualan kapal induk Angkatan Laut Inggris yang sempat bertugas di Bosnia dan negara Teluk, dan kini telah dinonaktifkan.

Kapal induk invincible-class HMS Illustrious saat ini ditambatkan di Portsmouth Harbour setelah 32 tahun melakukan pelayanan.

Disposal Services Authority (DSA) sedang mencari calon pembeli untuk melakukan penawaran pada kapal berbobot 22.000 ton tersebut.

Namun, penjualan itu bisa dibatalkan jika dibukanya pilihan untuk menjadikan kapal induk tersebut sebagai satu warisan sejarah.

HMS Illustrious telah melakukan pelayaran sejauh 900.000 mil dalam berbagai operasi di seluruh dunia, termasuk terlibat Perang Falklands. Kapal induk itu juga pernah membantu mempertahankan zona larangan terbang di Bosnia pada tahun 1990-an dan melakukan hal yang sama di Teluk Arab pada tahun 1998.

Kapal induk yang dipensiunkan sejak tahun 2014 itu juga pernah membantu misi bantuan di Filipina setelah terjadinya Topan Haiyan.

DSA menjelaskan bahwa batas akhir penawaran akan ditutup pada 23 Mei, sementara hasil akhir akan diumumkan pada bulan Juni. [BBC]
 

  ☆ JKGR  

Wapres Lepas Ekspor Perdana Kapal Perang Produksi Indonesia

Diminati beberapa negaraBRP tarlac 601 [detik] ○

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla secara resmi melepas ekspor perdana kapal perang buatan PT PAL Indonesia ke Filipina yang dipesan Kementerian Pertahanan negara tersebut.

Kapal jenis "Strategic Sealift Vessel" BRP TARLAC (LD-601) tersebut merupakan pesanan pertama, dan dilepas di dermaga Divisi Kapal Niaga, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Kalla mengaku sangat mengapresiasi PT PAL Indonesia sebagai BUMN perkapalan yang sebelumnya harus bersaing ketat dalam tender kapal perang internasional, serta telah dapat menyelesaikan pesanan pemerintah Filipina dengan tepat waktu.

"Ini sekaligus memberikan kebanggaan bahwa bangsa ini dapat mengekspor kapal yang lebih baik dan canggih, sebab itu semua dapat dilakukan selama kita mau bekerja keras, serius dan fokus," ucap Kalla dalam sambutannya.

Ia mengatakan suksesnya ekspor kapal ini adalah sukses PAL Indonesia dalam penguasaan teknologi, sebab posisi PAL merupakan galangan yang sudah lama ada di Indonesia.

"Saya memberikan penghargaan yang sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya, sebab dengan kita mampu membuat kapal yang lebih baik, keberadaan laut bukan lagi pemisah, tapi penghubung dan mempersatukan. Namun, syaratnya angkutan laut harus baik, sehingga keberadaan maritim menjadi tujuan pembangunan bangsa," katanya.

Ia meminta agar PT PAL Indonesia terus mengembangkan teknologinya dengan masuk ke sejumlah pasar kapal dunia, salah satunya di kelas menengah.

"Saya harapkan PT PAL untuk selalu siap merebut ekonomi perkapalan, karena itu tidak bisa diminta dengan baik, tapi harus kita rebut," katanya.

Sebelumnya, Direktur PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin mengatakan ekspor perdana kapal perang ini menarik perhatian beberapa utusan negara, termasuk di wilayah Timur Tengah yang ingin memesan kapal serupa.

"Beberapa utusan negara Eropa dan Timur Tengah tertarik untuk memesan kapal sejenis SSV, semoga hal ini dapat mengangkat citra Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, setelah berlayar ke Manila Filipina, kapal dijadwalkan akan resmi diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan Filippina pada Jumat 13 Mei 2016.

 PKR & KCR Diminati Beberapa Negara 
Galangan kapal BUMN PT PAL Indonesia (Persero) akhirnya berhasil melakukan ekspor perdana kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac pertama pesanan Filipina. menyatakan bakal terus menjajaki pasar ekpor kapal, terutama kapal perang.

Direktur Utama PAL Indonesia, M. Firmansyah Arifin, mengatakan negara tujuan ekspor yang sedang dijajaki oleh perseroan saat ini adalah negara-negara Asia dan Timur Tengah. Bahkan sejumlah negara di antaranya sudah mengirim orang untuk datang ke PAL.

“Sudah ada beberapa negara dari tetangga seperti Asia dan Timur Tengah yang cukup berminat dan mereka sudah melakukan pembicaraan dengan kami,” katanya seusai upacara pelepasan ekspor perdana Kapal Perang SSV #1 Tarlac ke Filipina, Minggu (8/5/2016).

Dia memaparkan, potensi ekspor kapal perang saat ini sangat terbuka lebar. Apalagi sejumlah negara mulai memperbesar anggaran untuk belanja kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Selain kapal jenis Landing Platform Dock [LPD] seperti SSV ini, ada dua jenis kapal militer lain yang juga dilirik negara lain, seperti Perusak Kawal Rudal [PKR] dan Kapal Cepat Rudal [KCR]. Mereka sudah melihat bahwa ketiga jenis kapal ini sudah dimiliki oleh negera kita yang sebelumnya sudah dipesan oleh TNI AL,” jelasnya.

Selain menjajaki pasar ekspor kapal perang, PT PAL juga berencana menggali potensi pasar luar negeri untuk pasar purna jual. Dalam hal ini, PAL menyediakan layanan perbaikan dan perawatan kapal perang tersebut.

“Purna jual ini jadi potensi bisnis kami karena ada divisi maintenance. Untuk konsumen dari Filipina ini perlu ada pembicaraan lagi terkaitg penawaran purna jualnya,” imbuhnya.

Adapun sebelumnya PAL Indonesia berhasil memenangkan tender internasional kapal perang SSV di Filipina dengan nilai proyek kapal mencapai US$ 90 juta dan mengalahkan 8 negara peserta tender lainnya. PAL Indonesia mendapat pesanan dua kapal perang sekaligus.

Kapal SSV pertama telah rampung dalam waktu 2 tahun dan telah dilepaskan pada 8 Mei 2016, dan rencananya untuk kapal SSV kedua bakal segera digarap dan ditargetkan rampung pada Mei 2017.

Direktur Produksi PAL Indonesia, Edi Widarto menambahkan, kapak SSV pertama sendiri saat ini sudah mengandung komponen lokal mencapai 30%. Diharapkan, ke depan konten lokal yang digunakan bisa meningkat hingga 35%. “Dengan semakin seringnya ada order kapal seperti ini diharapkan, industri komponen kapal dalam negeri ini ikut bergairah,” ujarnya.

Dalam sambutannya saat meresmikan pelepasan kapal perang SSV ke Filipina, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sebagai negara maritim harus bisa membuktikan kemampuannya untuk memproduksi kapal hingga merebut pasar ekspor yang selama ini sudah dikuasai oleh Korea, Jepang, dan China.

“Saat ini lah waktu yang tepat untuk ambil alih industri galangan kapal dunia. Diharapkan industri kapal kita siap untuk maju dan merebut pasar,” katanya.

  ★ antara | Solopos  

[Dunia] Baterai Tank Oplot Thailand Cepat Tekor

T-84 Oplot M

T
ank Oplot buatan Ukraina yang dimiliki Angkatan Darat Thailand ternyata memiliki tenaga baterai yang lemah. Tank Oplot menjalani uji coba selama musin hujan beberapa waktu lalu di Thailand. Dari hasil pengujian menunjukkan baterai penyuplai kelistrikan untuk perangkat elektronik tank Oplot ternyata sangat boros dan harus sering di charger.

Pihak Ukraina yang mendapat keluhan menyangkal dan menyatakan Tank Oplot dan baterai serta perangkat kelistrikannya di desain sesuai dengan iklim di Ukraina, dan akibat perbedaan iklim dengan Thailand, baterai Oplot mendapatkan beban kerja yang lebih berat dan sangat cepat mengalami kondensasi yang menyebabakan baterai mudah tekor.

Baterai tersebut juga berumur pendek dan harus lebih sering diganti, namun celakanya Perusahaan penyuplai baterai tank Oplot yang berbasisi di Lugans sudah hancur akibat perang yang terjadi di Ukraina. [MilitaryInformant]

  ♘ Jakarta Greater  

Minggu, 08 Mei 2016

[Video] Detik Detik Penyerahan Kapal Pesanan Filipina

BRP Tarlac (LD 601)Berikut ini video dari Youtube, penyerahan kapal perang pesanan Filipina produksi PT PAL Indonesia yang di hadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.



  ☠ Youtube  

Jusuf Kalla Dijadwalkan Hadiri Prosesi Pengiriman Kapal Perang

Ke FilipinaBRP Tarlac bersama PKR 10514 di Surabaya [kaskus] ☆

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah menteri dijadwalkan mengikuti prosesi pengiriman kapal perang ke Filipina, Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 di Dermaja Ujung Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (8/5/2016) pagi.

Kapal perang itu adalah karya anak bangsa melalui PT PAL Indonesia, perusahaan galangan kapal (BUMN) yang berlokasi di Surabaya.

Kapal perang tersebut adalah pesanan Kementerian Pertahanan Filipina. Sesuai jadwal, hari ini adalah delivery time ke negara pemesan.

"Delivery time adalah tantangan tersendiri. Pengiriman ini lebih cepat dari kontrak yang tertulis 15 Mei 2016," kata Project Manager SSV Philipine, Turitan Indaryo.

Selain memesan kapal perang SSV, Filipina juga meminta kapal Perusak Kawal Rudal (PKR).

Sesuai nilai kontrak, harga setiap satuan kepal perang pesanan Filipina adalah lebih dari 40 juta dolar AS. Karena pesan dua unit, nilainya sekitar 90 juta dolar AS.
 

  ☠ Huntnews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...