Minggu, 02 Oktober 2016

Kepri Bakal Menjadi Pangkalan Pesawat Tempur

Kepri Bakal Menjadi Pangkalan Pesawat Tempur? Ini Penjelasan Soal Banyaknya Pesawat Sukhoi dan F-16Pesawat Sukhoi saat di Bandara Hang Nadim Batam ♆

Lanud Tanjungpinang sudah mengajukan permintaan lahan, untuk pembangunan bandara dan landasan pesawat militer. Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Ign Wahyu Anggono mengataka lahan itu juga dibangun untuk base camp pesawat perang di Tanjung Pinang.

Dia menambahkan, permintaan itu sudah ditanggapi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Keberadaan base camp menurut Wahyu penting mengingat Provinsi Kepri sebagai daerah berbatasan. Sebagai antisipasi menjaga keamanan NKRI dari gangguan pihak asing.

"Sudah di acc permintaan kami, sudah diusulkan, kita masih menunggu persetujuan Gubernur," ujar Anggono.

IMG-20161002-WA0012.jpgPesawat Hawk TNI AU di Ranai AFB [def.pk]

Saat ini TNI AU memiliki base camp pesawat tempur di sejumlah daerah, seperti di Pontianak Kalimantan Barat, Makasar Sulawesi Selatan, Pekanbaru Riau dan Jakarta.

Rencana pembangunan yang rencananya sebagai parkirnya pesawat jenis Sukhoi dan F-16 membutuhkan persetujuan Gubernur Kepri untuk memberikan bantuan alokasi lahan. Dia berharap realisasi permintaan lahan dan pembangunan ini bisa segera cepat terwujud.

"Daerah perbatasan haruslah memiliki keamanan yang kuat, sesuai undang-undang yang ada, pertahanan di perbatasan itu harus ada," ujarnya.

Koordinasi mengenai rencana pembangunan, pihak Lanud sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah menurutnya sudah mendapat respon positif.

Ke depannya kata Wahyu setelah terealisasi ini semua. Pihaknya kemungkinan akan menempatkan satu skuadron tempur. (*)

  ♆ Tribunnews  

[Video] Sea Trial KRI Nagapasa 403

Dua Unsur Changbogo Class TNI AL Tiba Tahun 2017 KRI Nagapasa 403 menjalani sea trial (defence.pk) ♆

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Kapal Selam ke-57, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur Ny. Ina Darwanto menghadiri acara temu kangen Korps Hiu Kencana bersama sesepuh dan Prajurit Kapal Selam kegiatan dilaksanakan di gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmatim Ujung, Surabaya. Jumat, (30/09/2016).

Temu kangen seluruh prajurit dan sesepuh Korps Hiu Kencana yang juga dihadiri oleh Laksamana TNI (Purn) Soeparno dan Laksda TNI (Purn) Adi Prabawa, S.I.P., M.M.,. Diawali dengan sambutan Pangarmatim yang menyampaikan acara temu kangen bertujuan untuk menunjukkan kemajuan dan perubahan-perubahan yang telah dicapai khususnya pada Korps Hiu Kencana. Kemajuan itu diantaranya telah diresmikannya Submarine Training Center di Kolatarmatim dan pembangunan Dermaga Kapal Selam.

Dengan adanya Submarine Training Center ini, para Prajurit Hiu Kencana dapat berlatih dan mengasah kemampuannya dengan lebih baik sehingga Profesionalitas prajurit dapat terwujud. Selain itu akan hadirnya tiga kapal selam type 209/1400 Dsme Class yang rencananya pada tahun 2017 akan tiba di indonesia sebanyak dua unsur, diharapkan akan mampu memperkuat TNI Angkatan Laut dalam mengemban tugas untuk mengamankan wilayah NKRI. Idealnya dalam mengamankan wilayah laut NKRI, setidaknya TNI Angkatan Laut harus memiliki 12 kapal selam.

“Kita berharap, kekuatan ideal tersebut akan tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. kita patut berbangga sebagai Korps Hiu Kencana, di mana peran kapal selam sangatlah penting karena kapal selam memiliki nilai strategis dan efek getar yang luar biasa terhadap kekuatan pertahanan Indonesia.“

Mengakhiri sambutannya Pangarmatim menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 57 tahun, Satuan Kapal Selam telah mampu membentuk dirinya menjadi kesatuan yang tangguh sebagai bagian dari kekuatan Armada RI. Tekad dan semangat pengabdian para pendahulu prajurit Hiu Kencana yang telah mengukir dengan tinta emas dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, haruslah menjadi kebanggaan, panutan dan spirit untuk ditumbuh kembangkan oleh generasi penerus prajurit Hiu Kencana saat ini dan di masa yang akan datang.

Usai menyimak sambutan dari Pangarmatim, tatapan seluruh peserta temu kangen tertuju pada penayangan Filler berupa film sekilas tentang profil Korps Hiu Kencana sejak mulai berdirinya hingga kemajuan-kemajuan yang telah dicapai sampai dengan sekarang. Acara temu kangen Prajurit dan Sesepuh Korps Hiu Kencana diakhiri dengan ramah tamah, pembagian doorprice serta dimeriahkan oleh penampilan grup kroncong Opo Onone binaan Ny. Ina Darwanto.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., Komandan Guskamlabar Laksma TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., Dirjian Kodiklatal Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr.(Han)., Kadislaikmatal Laksma TNI Moelyanto, M.Si (Han)., Komandan Guspurlatim Kolonel Laut (P) Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)., Dansatsel Koarmatim Kolonel Laut (P) Indra Agus Wijaya, Para Pejabat Utama Koarmatim dan Para Komandan Satuan Jajaran Koarmatim, Para Pengurus Daerah Jalasenastri Armatim, serta Para Sesepuh Korps Hiu Kencana.

 Berikut Video sea trial KRI Nagapasa 403 diposkan Lancer Cell Indonesia dari Youtube : 


  ♆ Koarmatim  

PAL Indonesia Luncurkan Kapal Tunda Ketiga

Pesanan TNI AL PAL INDONESIA melaksanakan peluncuran atau launching kapal tunda ketiga pesanan TNI AL di Shiplift, Divisi Kapal Perang PT PAL INDONESIA (Persero), Jumat pagi (30/09). Dihadiri oleh Kepala Dinas Pengadaan TNI AL, Sekretaris Dinas Pengadaan TNI AL, Sekretaris Dinas Kelaikan Material TNI AL, Pejabat Biro Klasifikasi Indonesia, serta Komisaris dan Direktur PT PAL INDONESIA (Persero).

Kapal tunda ketiga setelah KRI Galunggung dan KRI Anjasmoro yang telah diserahterimakan pada 2013 lalu. Pembangunan kapal tunda 2400 HP ini akan difungsikan untuk membantu dan mendukung TNI AL dalam menjaga dan mengamankan wilayah perairan NKRI khususnya sebagai kapal pandu dan pemadam kebakaran.

Selain untuk melengkapi armada milik TNI AL dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari, pembangunan ini sebagai salah satu bentuk implementasi PT PAL INDONESIA (Persero) sebagai Lead Integrator dalam pemenuhan kebutuhan Alutsista dalam negeri.

IMG-20160929-WA0001.jpgBerkekuatan mesin 2×1200 HP dan berbeban tarikan 30 Ton, kapal ini memiliki kecepatan hingga 12 knots. Kapal dengan panjang 29 Meter dan lebar 9 meter ini mampu menampung hingga 8 ABK dan 2 Penumpang. Berkapasitas 7 tangki penampung, mampu berlayar selama 7 hari.

Rencananya kapal ini akan diserahterimakan kepada TNI AL pada Desember mendatang. Hal ini menunjukkan komitmen kuat baik dari TNI AL maupun PT PAL INDONESIA (Persero). TNI AL berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri pertahanan nasional dan PT PAL INDONESIA (Persero) berkomitmen dalam pemenuhan kebutuhan Alutsista Matra Laut.

 Spesifikasi Kapal Tunda 2400 HP : 
♆ Panjang = 29 m
♆ Lebar = 9 m
♆ Draft = 3,5 m
♆ Ketahanan = 7 hari
♆ Mesin = 2 x 1200 HP
♆ Beban tarikan = 30 Ton
♆ Kapasitas Penumpang = 8 ABK + 2 Penumpang

  ♆ PAL Indonesia  

Kisah Putera Indonesia Terbangkan Pesawat Hercules ke Empat Lanud

Dalam SehariMarsekal TNI (Purn) Sukardi (berdiri kedua dari kanan) bersama para kru udara pesawat Hercules. [Dok. Pribadi] ☆

Pada 27 Agustus 1964, di sekitaran Samudera Indonesia melintas kapal induk Inggris HMS Victorious dengan puluhan pesawat tempur jenis Buccaneer di atas deknya. Kapal induk yang dikawal oleh dua kapal perusak (destroyer) itu kemudian melintasi Selat Sunda.

Masa itu memang sedang terjadi konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia. Penerjunan-penerjunan pasukan dilakukan di beberapa tempat di daratan Malaysia serta kawasan Kalimantan Barat dan Timur. Intensitas penerbangan pun meningkat antara pihak Inggris dan sekutunya dengan Indonesia. AURI mengerahkan pesawat-pesawat pengebom Tupolev Tu-16 dan Tupolev Tu-16KS, juga penempur MiG-21 dan MiG-17, serta pesawat C-130B sebagai pendukung mereka.

“Segera pencarkan pesawat-pesawat Hercules keluar dari Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma Jakarta!” Demikian kira-kira isi perintah dari Panglima Komando Operasi kepada Marsekal TNI (Purn) Sukardi yang waktu itu masih aktif menjadi penerbang pesawat Hercules berpangkat perwira menengah. Di saat perintah itu turun, sukardi sedang mengikuti pendidikan Seskau di Jakarta.

Waktu itu AURI memiliki 10 pesawat Hercules sebagai pesawat angkut berat yang tergabung dalam Skadron 31 dengan home base di Halim Perdanakusuma. Empat pesawat harus secepatnya diungsikan ke pangkalan-pangkalan udara sekitar hanya dalam satu hari. Keempat pangkalan udara itu adalah Gorda di Serang, Semplak –sekarang Atang Senjaya— di Bogor, Kalijati –sekarang Suryadarma— di Subang, dan Tasikmalaya –kini Wiriadinata.

Masalahnya setahu Sukardi, kecuali Lanud Tasikmalaya yang memliki landasan sepanjang 1.100 meter, belum pernah ada Hercules yang mendarat atau lepas landas dari Semplak, Gorda, dan Kalijati. Di ketiga pangkalan udara itu, landas pacunya kurang dari 1.000 meter, lembek, dan bergelombang.

Sukardi tidak punya waktu untuk mengecek kondisinya waktu itu. “Sekarang atau hancur semua!” Demikian bunyi terakhir dari perintah yang ia terima.

Persiapan-persiapan dilakukan di Skadron 31 Angkut Berat. Ban pada roda-roda utama tekanannya dikurangi dan sedikit dikempeskan. Bahan bakar dikurangi, hanya tinggal 7 ton. Hal ini dilakukan sesuai dengan prosedur darurat agar landasan pacu tidak rusak dan pendaratan aman.

Gorda yang pertama. Di sini tidak tersedia komunikasi radio antara pesawat udara dengan petugas lapangan di darat. Karena itulah, upaya pendaratan yang pertama gagal karena di landasan pacu ada banyak sapi dan kerbau yang sedang merumput.

Untuk mengusir binatang-binatang tersebut, pesawat bermesin empat ini harus terbang rendah di atas landasan pacu. Setelah itu, barulah pesawat dapat mendarat dengan selamat. Inilah kali pertama pesawat Hercules mendarat di Gorda. Hercules kemudian diparkirkan di tempat yang aman. Bergegas bersama awak pesawat lainnya, ia kembali ke Lanuma Halim menggunakan helikopter yang sudah tersedia.

Pengungsian kedua di Semplak. Landasan pacu di sini panjangnya 800 meter berupa lapangan rumput yang kondisinya bergelombang dan lembek, juga becek setelah tersiram hujan. Pendaratan hanya bisa dilakukan dari arah utara karena di ujung selatan landasan terdapat pepohonan yang tinggi dan dapat menyulitkan proses pendaratan.

Setelah sekitar 10 menit terbang dari Halim, sampailah kami di atas lapangan terbang Semplak.

Kru Pesawat Hercules dalam sebuah briefing sebelum operasi. Sumber foto: Dok. PribadiKru Pesawat Hercules dalam sebuah briefing sebelum operasi. [Dok. Pribadi]

Sukardi tak segera melakukan pendaratan, tapi simulasi approach dan pendaratan dulu. Simulasi itu dilakukan dengan konsentrasi penuh sambil mengamati situasi dan kondisi landasan rumput, yang katanya semalam diguyur hujan lebat, dari jarak dekat. Setelah yakin kalau landasan rumput itu bersih dan bebas rintangan, Sukardi pun siap mendarat.

Ia berkonsentrasi penuh untuk melakukan proses pendaratan. Sukardi pun melakukan touch-down di bagian paling ujung landasan. Setelah itu, pesawat full reversed tanpa menggunakan rem layaknya prosedur pendaratan darurat. Proses itu dilakukan agar pesawat tidak tergelincir karena lapangan rumput licin dan becek.

Pendaratan berhasil! Setelah pesawat diparkirkan di tempat yang sudah disediakan, seluruh kru terbang kembali ke Halim dengan helikopter.

Giliran ke Kalijati. Sebelumnya, Sukardi memang pernah beberapa kali mendarat di sana, tapi dengan pesawat C-47 Dakota dan Avia-14 buatan Czechoslovakia. Landasan pacu Kalijati memang lebih panjang dari yang di Semplak. Namun kondisinya sama; beralas rumput, lembek, dan becek kalau diguyur hujan.

Penerbangan dari Halim ke Kalijati hanya 15 menit. Sebelum mendarat, ia terbang rendah dulu di atas landasan untuk mengetahui situasinya. Clear, proses pendaratan pun dilakukan dari arah barat. Seperti pendaratan di Gorda dan Semplak, ini juga rekor sebagai pendaratan pertama C-130B Hercules di Kalijati. Setelah memarkirkan pesawat, segera kami diterbangkan helikopter ke Halim.

Pengusian ke empat di Tasikmalaya. Sukardi memang sudah beberapa kali mendarat di sana, termasuk dengan pesawat Hercules. Maka ia pun merasa bahwa pendaratan di sana tak akan ada masalah karena landasan beraspal. Panjang landasan pun cukup, yakni 1.100 meter, walaupun tidak sempurna.

Memang proses pengungsian pesawat Hercules ke Tasikamalaya tidak ada masalah. Namun karena dalam satu hari melakukan ferry ke empat pangkalan, yang tiga di antaranya tidak normal sehingga memerlukan konsentrasi tenaga dan pikiran, Sukardi mengaku kelelahan. Ditambah lagi beban pikiran untuk mengembalikan lagi pesawat-pesawat itu dari Gorda, Semplak, Kalijati, dan Tasikmalaya ke Halim Jakarta, kalau situasi kembali aman.

Bersama kru lain, Sukardi tiba kembali di Halim sekitar pukul 17.00 petang. Beruntung, Inggris tidak melancarkan serangan udara ke pangkalan udara-pangkalan udara atau pesawat-pesawat AURI. Kapal induk milik Royal Navy berlalu begitu saja tanpa terjadi insiden.

**Dikisahkan dari buku Biografi Marsekal TNI (Purn) Sukardi yang berjudul “Saatnya Berbagi Pengalaman dan Rasa”

Author: Remigius Septian & Reni R.
 

  ☆ Angkasa  

[Dunia] Rusia Sukses Uji Rudal Balistik Bulava Berbasis Laut

Misil tersebut diluncurkan dari kapal selam nuklir di Laut Putih. https://cdn1.img.sputniknews.com/images/104296/92/1042969252.jpgPeluncuran rudal balistik Bulava dari kapal selam nuklir (Armada Utara)

Rusia melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antar benua Bulava berbasis laut dari kapal selam nuklir Yuri Dolguruky kelas Borei di Laut Putih, Selasa (27/9), demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir dari Sputnik.

Melalui keterangan resmi, pihak kementerian menyebutkan hulu ledak dari rudal Bulava pertama telah melakukan rangkaian uji coba skala penuh dan berhasil menghancurkan target yang ditempatkan di lokasi uji coba Kura, yang terletak di Semenanjung Kamchatka. Sementara, rudal kedua hancur dengan sendirinya setelah menyelesaikan peluncuran tahap pertama.

Rudal balistik antar benua Bulava dirancang untuk mempersenjatai kapal selam tenaga nuklir strategis Borei dan Borei-A. Misil ini didesain untuk mengangkut beberapa hulu ledak sekaligus dan memiliki jangkauan sekitar delapan ribu kilometer.

 ♖ RBTH  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...