Senin, 27 Maret 2017

SSV ke-2 Filipina Siap Dikirim

Bulan April Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua produksi PT PAL ★

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menyelesaikan pesanan kapal perang kedua dari Filipina. Kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) rencananya akan dikirim ke Filipina pada April 2017 mendatang.

Sebelumnya pada Mei 2016 lalu, PAL telah mengirimkan kapal SSV pertama ke Filipina yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). di dok perkapalan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya.

Dua kapal SSV yang diproduksi PAL merupakan pesanan dari The Department of National Defense of The Philippines, atau Kementerian Pertahanan Filipina.

“Pertama sudah tahun 2016 yang lepas Pak Wapres. Kalau yang kedua ini sebetulnya tinggal finishing saja, jadi sekitar pertengahan, minggu kedua ketiga April (dikirim),” jelas Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Firmansyah Arifin, Minggu (26/3/2017).

Firmansyah menambahkan, kedua kapal perang yang diproduksi PT PAL Indonesia memiliki nilai kontrak sebesar US$ 90 juta. Pengiriman kapal perang SSV ke Filipina sekaligus kali pertama PT PAL dan Indonesia khususnya mengekspor alutsista.

“Ini dari mereka order pertama yang nilainya besar. Itu total US$ 90 juta. Untuk Indonesia ini juga ekspor pertama untuk alutsista,” tutur Firmansyah.

Sedangkan untuk kapal non alutsista, PT PAL sudah melakukan beberapa kali ekspor ke Turki hingga Jerman. “Kalau PAL sudah beberapa kali ekspor kapal non alutsista ke Turki, ke Jerman,” tutup Firmansyah.

  ★ detik  

First Steel Cutting Kapal PC 40 Meter

Dihadiri Danlanal Banten KRI Tatihu 853, Merupakan kapal sejenis PC 40 produksi Lokal [TNI AL] ★

Berkat keberhasilannya dalam membuat KRI jenis PC 40 M yang saat ini bernama KRI Kurau-856 yang telah di launching pada tanggal 07 Maret 2017, Galangan Kapal PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten kembali mendapat kepercayaan dari TNI Angkatan Laut untuk membuat kapal perang dengan jenis yang sama dan spektek yang tidak jauh berbeda dengan kapal sebelumnya.

Kapal yang akan dibuat kali ini juga akan dilengkapi dengan persenjataannya. (Kamis, 23/03/2017).

Dalam amanatnya Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T. yang dibacakan oleh Sekdisadal Kolonel Laut (T) Supriatno mengatakan ucapan terima kasih kepada Direktur Utama PT. CMS beserta jajarannya atas terselenggaranya First Steel Cutting kapal PC 40 M dengan senjata yang merupakan simbolisasi Formal dimulainya proses pembangunan satu unit kapal perang Republik Indonesia jenis PC jenis PC 40 meter dengan senjata.

Pembangunan kapal PC 40 M dengan senjata saat ini merupakan tindak lanjut pengadaan alut sista dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut mengacu kepada kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok Minimum Essential Force.

Kadisadal berharap dengan telah terselenggaranya kegiatan First Steel Cutting agar seluruh personel Satgas DN Yekda dapat mengawal pembangunan kapal ini dengan bekerjasama dan berkomunikasi yang baik, dengan pihak galangan maupun surveyor/biro klasifikasi yang ditunjuk sehingga produk kapal PC 40 Meter yang dihasilkan nanti sesuai dengan Requerement yang diharapkan serta sesuai dengan kualitas, schedule dan budget yang telah disepakati.

Dalam acara tersebut hadir Irdalog Itjenal Kol Laut (T) T Surachman, Paban 2 Mat Slogal Kolonel Laut (T) Ir. Yudi Trividya, Sekdisadal Kolonel Laut (T) Supriatno, Kasubdis dalada Kolonel Laut (T) Edhi Prasetya, Kasubdis adagri Kolonel Laut (T) Supriyanto, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Rudi Haryanto, S.E, DAN Satgas PC 40 TA. 2016 Kolonel Laut (T) Al Sunaryo, DAN Satgas PC 40 TA. 2017 Kolonel Laut (T) Christanto Pratomo, Dirut PT. CMS beserta jajaran direksi PT. CMS Banten.

  ★ TNI AL  

[Dunia] Enam Tentara Rusia Tewas

Tentara berseragam tanpa pengenal berjaga di Balaklava, pinggiran Sevastopol, Ukrania, pada Sabtu (1/5/2014) (AP Photo/Andrew Lubimov/theblaze.com) ●

Rusia mengatakan pada Jumat bahwa enam tentaranya tewas, sementara mereka berhasil memukul mundur serangan pegaris keras terhadap sarana militer di Chechnya.

Garda Nasional Rusia mengatakan dalam pernyataan bahwa kelompok disebut "bandit bersenjata" melancarkan serangan di tengah kabut tebal pada Jumat di sarana militer, yang tidak disebutkan namanya.

Terjadi pertempuran, sejumlah tentara Rusia terluka dan enam lagi tewas. Sementara itu, enam penyerang juga dinyatakan tewas.

Moskow berjuang dalam dua perang melawan kelompok pemberontak sejak Soviet runtuh pada 1991, tetapi bentrok senjata kini jarang terjadi di Chechnya.

Kaukasus Utara adalah wilayah cukup stabil namun ketinggian angka pengangguran dan korupsi tinggi.

  ★ antara  

Pesawat Militer AS dari Diego Garcia Tiba di Aceh

✈️ Jemput 14 Kru✈️ Pesawat Militer AS dari Diego Garcia Jemput 14 Kru di Aceh [Agus-detikcom]

14 kru pesawat militer Amerika Serikat yang mendarat darurat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar dijemput. Mereka dijemput oleh satu unit pesawat yang berangkat dari Pangkalan Udara AS di Diego Garcia, Samudera Hindia.

Pantauan detikcom, pesawat penjemput jenis Boeing 707 WC tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh sekitar pukul 12.40 WIB, Minggu (26/3/2017). Pesawat berwarna abu-abu tersebut kemudian parkir tak jauh dari pesawat yang mendarat darurat. Tidak ada kru yang turun dari pesawat penjemput.

Sementara 14 kru pesawat satu persatu naik ke dalam pesawat yang menjemput mereka. Pesawat penjemput jenis tanker ini berangkat dari pangkalan militer Amerika di Diego Garcia di Samudera Hindia. Setelah berada di bandara SIM sekitar 50 menit, pesawat kemudian lepas landas dan kembali ke Diego Garcia.

"Tadi ada 14 personel yang jemput untuk bawa pulang. Tinggal 6 orang lagi di sini," kata Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (Danlanud SIM), Kolonel Pnb Suliono, kepada wartawan, di Bandara SIM.

Sebelum pesawat tiba, kata Suliono, pihaknya sudah mendapat informasi dari kedutaan besar Amerika di Indonesia terkait soal pengiriman pesawat untuk menjemput kru di Aceh. Untuk kru yang tersisa di Aceh dan semuanya militer, TNI AU tetap akan mengawasi mereka.

"Untuk pesawat, pengamanannya juga 24 jam dari TNI AU dan pihak bandara. Di depan pesawat parkir ada pos Avsec bandara," jelas Suliono.

Selama proses transfer penumpang tersebut, mesin pesawat yang baru tiba dibiarkan hidup hingga take off kembali.

"Kebetulan di sini kondisi kita tidak ada sarana mereka. Seandainya mereka mati mesin harus ada hal-hal yang kita lengkapi. Tadi kru pesawat penjemput tidak ada yang turun," ungkap Suliono. (rvk/rjo)

  ✈️ detik  

Minggu, 26 Maret 2017

[Foto] KRI Bimasuci

✈️ Tiga Layar Utama Sudah TerpasangKRI Bima Suci memiliki panjang 110 meter dengan lebar 12,6 meter. Kapal ini akan berfungsi sebagai platform kapal latih angkatan laut dengan daya tampung 200 orang.

Berikut penampakan KRI Bimasuci diposkan Pr1v4t33r dari sumber Javier JAC :


  ✈️ Garuda Militer  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...