Senin, 17 April 2017

Indobatt Ikuti March and Shoot Training dan Pengamanan Kunjungan Force Commander Unifil

Ilustrasi Bakamla ★

Indobatt berpartisipasi dalam kegiatan latihan menembak dan ketahanan (hanmarch) tim patroli yang diadakan di Sector East pada tanggal 15 April 2017.

Tim Indobatt mengikuti kegiatan March and Shoot Training yang diadakan Sector East UNIFIL di UNP 7-2 di wilayah Blate Lebanon Selatan. Selain Indobatt beberapa tim dari negara lain juga ikut serta diantaranya pasukan yang berasal Spanyol, Serbia, Nepal dan India Kegiatan tersebut meliputi latihan ketahanan fisik para personel dalam melaksanakan patroli dan ketrampilan menembak serta kekompakan tiap-tiap tim. Indobatt mengirimkan 6 personel dipimpin Komandan Regu Serda Fischailan.

Dengan pakaian dan perlengkapan tempur lengkap setiap tim terlebih dahulu melaksanakan lari sejauh 5 km, dan dilanjutkan lari 100 m dengan menembak senapan ringan kaliber 5,56 mm di jarak 100 m. Tujuan dari latihan ini adalah untuk melihat sejauh mana ketrampilan dan ketahanan fisik personel yang tergabung dalam UNIFIL di tiap-tiap kontingen dalam melaksanakan tugas operasi khususnya dalam hal melaksanakan patroli, menembak dan kekompakan tim.

Setiap tim yang dikirimkan untuk mengikuti latihan sudah barang tentu yang terbaik dari kontingennya. Begitu juga tim Indobatt diperkuat oleh prajurit-prajurit yang cakap, handal, profesional, dikarenakan mereka juga berasal dari satuan-satuan yang sudah beberapakali mengikuti kejuaraan ton tangkas di Indonesia. “Kami bukanlah yang terbaik tapi kami terlatih dan profesional” kata ketua tim Kapten Mar Risa Bekti Kumbara.

Selain melaksanakan kegiatan latihan march and shoot training, para prajurit Indobatt juga melaksanakan pengamanan Force Commander (FC) UNIFIL Major General Michael Beary yang sedang mengadakan kunjungan di Kompi Mekanis A Indobatt di UNP 9-15 wilayah Kafer Kela. Kunjungan FC UNIFIL ke AoR Indobatt untuk melihat secara langsung pengamanan Blue Line yang merupakan wilayah terdepan perbatasan antara negara Lebanon dan negara Israel.

Para pejabat UNIFIL selalu tertarik datang ke daerah perbatasan khususnya Blue Line mengingat daerah ini sebagai kunci atau barometer perdamaian di Lebanon. Dimana dapat diartikan apalagi wilayah Blue Line aman maka akan berpengaruh terhadap keamanan di daerah Lebanon yang lainnya.

  ★ TNI  

Penggunaan Komponen Dalam Negeri Akan Diawasi

Ilustrasi desain kapal patroli 36M produk Tesco Maritim ★

Pemerintah tengah mempersiapkan regulasi berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) untuk membentuk tim khusus pengawasan implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) guna menggencarkan penggunaan komponen lokal pada produk-produk industri.

Dengan implementasi TKDN, pemerintah ingin menggairahkan industri lokal untuk berperan menggarap kenaikan permintaan barang industri. Apalagi, pertumbuhan industri-industri berbasis permintaan konsumen (consumer-based) kian meningkat, tetapi keterlibatan industri lokal masih terbatas. Airlangga mengeluhkan proyek-proyek strategis nasional yang belum berorientasi pada penyerapan komponen produksi lokal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan saat ini Kemenperin dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tengah mempersiapkan beleid PP. Sejalan dengan pembahasan PP ini, pemerintah juga memperluas kewajiban implementasi TKDN. “Untuk implementasi TKDN ini pengembangannya harus menyeluruh. Mulai dari perencanannya, lalu proses pelelangannya, baru setelahnya harus kita monitor. Kalau kuenya dari Indonesia, harus industri lokal yang bekerja untuk sektor itu,” papar Airlangga di Surabaya, Senin (17/4).

Sebelumnya, pemerintah juga tengah menyiapkan beleid yang mendongkrak TKDN di sejumlah sektor, termasuk di industri maritim. Regulasi ini dirasa perlu untuk mengerek partisipasi industri komponen lokal dalam pembangunan kapal-kapal nasional. Saat ini, TKDN industri kapal nasional hanya mencapai 20%. Padahal, merespons kebijakan tol laut yang diusung Presiden Joko Widodo, investor beramai-ramai masuk ke lini usaha produksi komponen kapal namun daya serap output hingga saat ini terbilang masih rendah.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Yan Sibarang Tandiele mengatakan diskusi atas aturan tersebut masih berlangsung di tingkat Kemenko Kemaritiman. Yan menjelaskan menghitung pemenuhan TKDN untuk kapal terbilang cukup kompleks karena jenis kapal sendiri sangat banyak, dan komponen dominan yang dibutuhkan bervariasi. Untuk itu, TKDN setiap jenis kapal pun bisa berbeda-beda.

Dia mencontohkan untuk kapal tanker pengangkut gas misalnya, membutuhkan bahan baku aluminium khusus. Jika di dalam negeri belum ada ketentuan standardisasi aluminium, maka kemungkinan tingkat TKDN jenis kapal ini lebih tinggi. Sementara untuk jenis kapal barang dengan bahan utama baja, komoditas bahan bakunya terbilang cukup banyak di dalam negeri sehingga tingkat TKDN-nya bisa ditetapkan lebih tinggi. Untuk itu, pemerintah masih menyiapkan pemetaan industri pendukung.

Program tol laut mendorong masifnya pembangunan kapal oleh pemerintah. Selama 2015-2017, catatan Kementerian Perhubungan menyebut ada total 168 kapal yang akan dibangun dari program tiga direktorat di kementerian tersebut yang telah dianggarkan dalam APBN. Data yang sama menunjukkan saat ini ada total 47.873 jumlah kapal yang beroperasi di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 35,29 juta GT (gross tonnage).

  ★ Bisnis  

SSV Pesanan ke-2 Filipina Dikirim Minggu Depan

SSV-2 BRP Davao Del Sur 602 [Gombaljaya] ★

PT PAL Indonesia (Persero) akan mengekspor kapal perang kedua jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Filipina 27 April 2017 mendatang. Kapal perang ini dibangun langsung oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya pada Mei 2016 lalu, PT PAL Indonesia telah mengirimkan kapal SSV pertama ke Filipina yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) di dok perkapalan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya.

Melihat lebih dekat kapal SSV pesanan Filipina, kapal ini memiliki panjang 123 meter dengan lebar 21,80 meter. Kapal ini mampu melesat hingga 16 knots dengan jarak tempuh mencapai 9.360 nm hingga 30 hari.

Berdasarkan data PT PAL, kapal perang ini mampu mengangkut 621 penumpang dengan rincian 121 kru dan 500 pasukan. Kapal ini juga mampu mengangkut dua helikopter sekaligus dengan tipe Black Hawk dan Agusta 109.

Selain itu, kapal yang dipesan Filipina ini juga mampu mengangkut beberapa kendaraan perang seperti truk hingga ambulans. Kapal SSV pesanan The Departement of National Defence Armed Forces of The Philippines ini dilengkapi dengan meriam kaliber 76 mm.

PT PAL Indonesia sendiri menggarap dua proyek kapal perang SSV dengan nilai kontrak US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.

  ★ detik  

Indonesia Shuts Malaysian Firm's Station

It deems landing station, part of sub-marine cable project, a threat that violates sea law http://www.straitstimes.com/sites/default/files/resize/articles/2017/04/12/st_20170412_cable12b_3071090-1536x1007.jpgIndonesia has shut down what it believes is an illegal landing station built by a Malaysian company as part of a sub-marine cable project linking Peninsular Malaysia to Sarawak.

Indonesia's Foreign Ministry has confirmed that a landing station for a large underwater optic cable with 400GB bandwidth owned by Sacofa, a Malaysia-based communications company, in Anambas, Riau Islands, violates international maritime law.

Indonesia and Malaysia have had an agreement for sub-marine cable placement since 1982, Foreign Ministry spokesman Arrmanatha Nasir told The Jakarta Post.

"According to the agreement in 1982 and also the Unclos (United Nations Convention on the Law of the Sea), only the right to put a cable under the sea for the sake of communication between East and West Malaysia is given. It does not include the establishment of a landing station for the cable on Indonesian land," he said.

The ministry, he added, had demanded that the facility remain completely underwater, as stipulated in the 1982 agreement.

  ★ Straitstimes  

Minggu, 16 April 2017

[Dunia] Militer Korsel Komentari Peluncuran Rudal Korut

Peluru kendali Korea Utara [The Drive] ○

Korea Utara berusaha untuk meluncurkan peluru kendali pada Minggu di dekat Sinpo, pantai timur semenanjung, tetapi usaha itu diyakini telah gagal, kata pihak militer Korea Selatan.

Peluncuran rudal dilaksanakan sehari setelah Korea Utara mengadakan parade militer di Pyongyang, memperingati ulang tahun kelahiran pendiri negara itu. Dalam parade tersebut turut ditampilkan rudal balistik terbaru mereka.

"Korut berusaha untuk meluncurkan sebuah rudal tak dikenal dari dekat wilayah Sinpo pagi ini, namun diduga telah gagal," Kantor Gabungan Kepala Staf Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Tidak ada rincian lebih lanjut, dan instansi tersebut mengatakan bahwa mereka sedang menganalisis peluncuran itu.

Militer Korsel komentari peluncuran rudal KorutKorea Utara meluncurkan rudal balistik dari daerah yang sama dengan peluncuran yang dilakukan awal bulan ini, ketika pertemuan puncak antara pemimpin Amerika Serikat dan China, untuk membahas program senjata Korea Utara yang semakin mengkhawatirkan.

Ketegangan semakin meningkat tajam di wilayah tersebut di tengah kekhawatiran terhadap Korea Utara yang akan segera melakukan uji coba nuklir keenam atau uji coba peluncuran rudal balistik pada 15 April, yang waktunya bertepatan dengan peringatan ulang tahun pendiri negara itu, dimana penduduk sekitar biasa menyebutnya dengan "Hari Matahari".

Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberikan "peringatan" kepada Korea Utara, atas kemungkinan adanya tindakan militer AS terhadap Pyongyang seperti yang dilakukannya terhadap Suriah pada 7 April lalu.

Trump telah memerintahkan pasukan serang angkatan laut unggulan mereka dengan kapal induk bertenaga nuklir berlayar ke wilayah tersebut sebagai aksi unjuk kekuatan, beberapa pejabat AS menilai perlu memberikan sanksi ekonomi yang ketat serta opsi militer terhadap Korea Utara.

Korea Utara pada gilirannya juga memperingatkan akan melakukan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat jika mereka dihasut.

Wakil Presiden AS, Mike Pence tiba di Korea Selatan pada Minggu, sebagai bagian dari 10-hari perjalanan ke Asia, sebagai tanda komitmen AS terhadap sekutu dalam menghadapi meningkatnya ketegangan atas program senjata Korea Utara.

  ★ antara  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...