✬ Afghanistan Berkabung Nasional
Tentara Afghanistan di depan pangkalan militer yang diserang Taliban. [CNN Indonesia/REUTERS/Anil Usyan] ✮
Presiden Afghanitan Ashraf Ghani mengumumkan hari Minggu (23/4) sebagai hari berkabung nasional setelah lebih dari 100 prajuritnya tewas diserang Taliban pada Jumat (21/4).
Presiden Ghani menilai serangan itu adalah tindakan pengecut. Para tentara di pangkalan militer Shaheen di dekat Mazar-e Sharif di utara Afghanistan itu diserang sekitar 10 pejuang Taliban yang berseragam dan mengendarai kendaraan militer.
Mereka ditembaki saat sedang makan setelah menunaikan ibadah salat Jumat. Kebanyakan mereka sedang tak bersenjata.
Kementerian Pertahanan, seperti dilansir Reuters, menyebutkan korban tewas lebih dari 100 orang. Tapi CNN, melalui sumbernya, menyatakan korban tewas mencapai 140 orang.
Juru bicara militer Afghanistan Abdul Qahar Araam mengatakan, penyerang berseragam itu memasuki pangkalan dengan kendaraan dan langsung melepas tembakan dan melempar granat.
Tembakan kemudian disusul ledakan di salah satu gerbang masuk ke pangkalan. Setelah enam jam bertempur, serangan pun berakhir. Dari pihak penyerang, setidaknya 5 orang tewas dan satu orang ditangkap.
“Situasinya sangat kacau dan saya tak tahu harus melakukan apa,” kata seorang tentara yang terluka, kepada Reuters. “Ada letusan senjata api dan ledakan di mana-mana.”
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, pada Sabtu (22/4), mengatakan serangan itu adalah balasan atas pembunuhan terhadap pemimpin Taliban di utara Afghanistan. Quari Tayib, seorang komandan Taliban, tewas dalam serangan udara Amerika Serikat pada 17 April lalu.
Taliban sendiri mengklaim korban tewas di pangkalan itu mencapai 500 orang, termasuk perwira-perwira senior. Empat dari penyerang adalah simpatisan Taliban yang pernah bergabung sebagai tentara nasional Afghanistan.
Pangkalan Shaheen adalah markas pusat Korps ke-29 Tentara Nasional Afghanistan. Korps ini bertanggung jawab untuk kawasan utara Afghanistan, termasuk Kunduz, provinsi yang menjadi tempat pertempuran tersengit sejak perang meletus. (ded/ded)
✬ Melakukan eksplorasi bawah air secara ilegal
Tim WFQR-4 Lanal Tarempa menangkap dan mengamankan Kapal asing berbendera China yang diduga melakukan eksplorasi bawah air ilegal di perairan Anambas, Tarempa, Natuna ✮
Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dan mengamankan kapal asing berbendera China yang diduga melakukan eksplorasi bawah air secara ilegal di perairan Anambas, Tarempa, Natuna, Kamis (20/4).
Menurut rilis Kadispenarmabar, kapal asing berbendera China tersebut ditangkap oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa di sebelah barat Pos Angkatan Laut (Posal) Jemaja, Letung, kurang lebih berjarak 45 mil.
Kapal tersebut bernama Chuan Hong 68 berbobot kurang lebih 8352 GT dengan jumlah crew kapal 20 orang terdiri dari 16 WNA China, 3 WNA India dan 1 WNA Malaysia.
Saat diperiksa oleh Tim WFQR-4 Lanal Tarempa, di dalam Kapal Chuan Hong 68 tersebut ditemukan muatan barang-barang berupa besi dan tembaga campuran dari bawah laut dengan berat kurang lebih 1000 ton.
Adapun pelanggaran yang dilakukan diantaranya, kapal tidak dilengkapi dokumen resmi dari pemerintah RI, dalam hal ini Kemenhub dan Kementrian KKP untuk eksplorasi bawah air dengan dugaan pengambilan barang-barang berharga dibawah air/ BMKT dan pengangkatan kerangka kapal.
Selain itu, kapal beserta ABK tidak dilengkapi oleh dokumen yang sah, kapal tidak mengibarkan bendera Indonesia saat bekerja di wilayah perairan Indonesia dan nakhoda tidak ada diatas kapal.
Berdasarkan pelanggaran tersebut, Tim WFQR-4 Lanal Tarempa mengambil tindakan tegas dengan mengamankan dan menghentikan kegiatan operasional kapal tersebut serta mengamankan ABK-nya dan dikawal menuju Posal Letung, Lanal Tarempa. (*/win)
2 Agen Intelijen Ditembak Mati
Kantor FSB Rusia diserang pria bersenjata pada Jumat (21/4/2017). Dua agen intelijen Rusia dan seorang pengunjung kantor FSB ditembak mati. [REUTERS]
Seorang pria bersenjata menembak mati tiga orang dalam serangan di kantor Dinas Keamanan Federal (FSB), sebelum akhirnya pelaku bunuh diri. Tiga orang yang ditembak mati adalah dua agen intelijen dan seorang pengunjung kantor.
Kantor FSB yang jadi lokasi serangan berada di Khabarovsk, dekat perbatasan China. Menurut FSB, pelaku melepaskan tembakan di luar pos pemeriksaan keamanan ruang tamu kantor pada hari Jumat (21/4/2017). FSB membenarkan dua petugasnya terbunuh.
Masih menurut FSB, pelaku merupakan anggota jaringan kelompok nasionalis. Pelaku pernah membunuh seorang instruktur di sebuah klub tembak dan mencuri sebuah senapan buru dan dua pistol untuk melakukan serangan di kantor FSB.
FSB adalah organisasi penerus utama KGB yang ditakuti terkait operasi kontra-terorisme. Namun, operasi intelijen FSB hanya untuk dalam negeri Rusia.
Kelompok ISIS, dalam pernyataan di media sosial yang dipublikasikan SITE, Sabtu (22/4/2017) mengklaim bertanggung jawab atas serangan pria bersenjata itu. Namun, klaim itu belum bisa diverifikasi.
Dalam serangan bom bunuh diri di stasiun Metro St Petersburg yang menyebabkan 11 orang tewas, kelompok ISIS juga mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab. Namun, dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Rusia, tidak ada bukti yang menghubungkan ISIS dengan aksi bom bunuh diri tersebut.
Tersangka dalam serangan bom di St Petersburg adalah Akbarzhon Jalilov, warga Rusia kelahiran Kyrgyzstan, yang berusia 22 tahun. (mas)
ISIS Klaim Serangan Mematikan
Anggota aparat keamanan berjaga-jaga di kantor intelijen yang diserang oleh pria bersenjata. [Istimewa]
Kelompok ekstrimis ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sebuah kantor agen intelijen domestik utama Rusia, FSB, di negara Asia Timur. Demikian laporan kelompok pemantau yang berbasis di Amerika Serikat.
Kantor Berita Amaq, sebuah sayap propaganda ISIS, merilis klaim tersebut dalam sebuah laporan singkat dalam bahasa Arab. Klaim ini disebar melalui aplikasi media sosial Telegram yang mengutip sebuah sumber keamanan, seperti dinukil dari laman al Arabiya, Sabtu (22/4/2017).
Menurut teks yang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh kelompok pemantau SITE, sumber tersebut mengatakan bahwa seorang "pejuang" ISIS menyerang sebuah kantor FSB di Khabarovsk, menewaskan tiga orang dan melukai yang lainnya.
Pejabat Rusia mengatakan dua orang tewas dalam insiden tersebut yaitu seorang pegawai FSB dan seorang warga sipil. Satu orang lainnya dilaporkan terluka. Penyerang itu tewas ditembak, kata FSB, menambahkan, "Ada informasi serangan ini terkait kelompok neo-Nazi."
Laporan Amaq ini datang satu hari setelah ISIS juga mengklaim sebuah serangan di Paris yang menyebabkan seorang polisi tewas dan dua petugas lainnya terluka.
Serangan mematikan terhadap petugas penegak hukum Rusia jarang terjadi di luar wilayah Kaukasus Utara yang bergejolak. Negara ini telah melihat dukungan signifikan bagi kelompok sayap kanan yang telah memicu konfrontasi brutal dengan imigran dari wilayah bekas Soviet.
Rusia telah siaga tinggi sejak dugaan serangan bom bunuh diri di kereta bawah tanah di kota Saint Petersburg pada 3 April lalu menewaskan 15 orang. (ian)
♘ sindonews
✈ Special Mission Update
CN235 MPA TNI AU [Hindawan H]
PT DI was energetically marketing its CN-235 turboprop special mission aircraft. The firm builds the CN-235 under licence from Airbus. The Indonesian company has worked on two batches of CN-235MPA maritime patrol aircraft under the Indonesian government’s Maritime Patrol-1 (MARPAT-1) and MARPAT-2 contracts in recent years. Tackling piracy, smuggling, people-trafficking and illegal fishing is now a top priority for a country boasting the biggest archipelago in the world.
PT DI experienced in MPA/MSA [PT DI]
The first batch of three CN-235MPAs for the Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut/TNI-AL) have been integrated with a FLIR Systems Star Safire-III optronics payload and Thales AMASCOS mission system. All three of these aircraft are now operational with the TNI-AL’s 800 Squadron in Surabaya, East Java. Work on a second batch of three aircraft started in 2014, which saw the integration of the the Telephonics AN/APS-143C(V)3 Ocean Eye X-band (8.5 Gigahertz/GHz to 10.68GHz) airborne surveillance radar and a Star Safire-III system onto two navy CN-235MPAs and a single example for the Indonesian Air Force (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara/TNI-AU).
CN-235 ASW of the Turkish Navy [Marco Papa]
Work to this effect commenced in 2015 and was completed by late 2016. However, the TNI-AU example has also been fitted with a Leonardo SAGE electronic support measure. The SAGE system allows the TNI-AU to detect and locate potentially threatening radar systems. There is a requirement for the first TNI-AU CN-235MPA delivered in 2007 to be upgraded now, probably with a similar systems, possibly including SAGE, but so far no contract has been signed. This aircraft was one of three ordered in 1996 which were to be fitted with the Thales AMASCOS system. However only a single airframe was ever delivered (in 2007) because of the 1997 Asian financial crisis which saw the devaluation of the Indonesian rupiah. The balance of two aircraft were delivered in a transport configuration.
CN-235 MPA of the TNI AL [Prime Kurniawan]
Meanwhile PTDI’s Ade Yuyu Wahyuna, vice president of business development and marketing was keen to point out to asianmilitaryreview.com recent successes in other areas of CN-235 business. The company continues to market the CN-235ASW anti-submarine warfare aircraft with which it collaborated with Turkish Aerospace Industries on a Turkish Navy contract for six CN-235ASWs. It carried out the aircraft modifications and assembly of the aircraft’s magnetic anomaly detector boom; the only CN235s fitted with such a system.
CN-235 MSA of the Korea Coast Guard [Jan Seba]
Moreover, in the unlikeliest of partnerships, PTDI worked with Israel Aerospace Industries’ (IAI) ELTA Systems division on a Republic of Korea Coast Guard acquisition for four CN-235-220MSA maritime surveillance aircraft between 2011 and 2012. PTDI built the aircraft’s radome which housed the IAI EL/M2022 X-band airborne surveillance radar.
✈ Selamatkan Sukhoi
✈ Pesawat tempur Su-30Mk2 TS-3009 [TNI AU]
Penerbang TNI Angkatan Udara, Letkol Pnb Anton Palaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika berhasil menyelamatkan diri bersama Sukhoi-30 MK setelah salah satu mesin pesawatnya mendadak bermasalah karena ditabrak seekor burung.
Penerbang dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin Makassar itu mengalami kejadian tersebut pada saat gladi bersih HUT TNI AU, 7 April 2017 lalu di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
Anton menjelaskan, kejadian itu dialaminya pada saat Sukhoi yang dibawanya itu berada di ketinggian 700-800 kaki. Menurutnya, mesin sebelah kiri ditabrak burung, setelah Sukhoi yang dibawanya itu baru saja melakukan take off.
"Kami take off dengan benar, yaitu dengan daya dorong yang maksimum, tapi pada saat kami sudah melaksanakan clean konfiguration, tiba-tiba di ketinggian kurang lebih 700-800 feet, ada sesuatu yang menabrak kami," kata Anton di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Jumat (21/4/2017).
Setelah mengetahui mesin sebelah kiri Sukhoi itu mengalami masalah, Anton kemudian meminta Ahmad yang berada di belakangnya untuk mengecek keadaan. Ternyata, mesin itu sudah mengalami ledakan api sebanyak lima kali.
Anton kemudian segera mengambil tindakan untuk menghindari resiko besar yang bakal terjadi. Dia memutuskan, untuk mematikan mesin sebelah kiri sambil mempertahankan yang kanan untuk menyelamatkan diri dan pesawat yang dibawanya.
Penyerahan sertifikat Well Done oleh KSAU [Angkasa]
"Karena kalau kami tidak mematikan engine itu, maka pesawat ini akan meledak. Kami matikan," ujarnya.
Anton menegaskan, bisa saja keduanya melakukan penyelamatan diri dengan keluar melalui kursi lontar dari pesawat tersebut. Namun apabila itu dilakukan, katanya, maka Sukhoi-30 yang merupakan alutsista milik TNI AU dan juga masyarakat yang ada di sekitarnya akan mengalami bahaya.
Anton kemudian memutuskan untuk tetap melakukan landing dengan satu mesin sebelah kanan. Ia mencoba mengurangi bahan bakar dengan memutar-mutar dulu untuk memudahkan mendarat.
"Ini sulit, karena biasanya pada saat landing pilot akan mengurangi power, tapi kita harus dengan full power," ungkap dia.
Keberhasilan kedua perwira TNI AU itu kemudian mendapatkan apresiasi dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Keduanya langsung diberikan 'Penghargaan Welldone' atas tindakan berani dan tepat yang dilakukannya tersebut.
"Semoga penghargaan ini dapat memberikan motivasi yang baik bagi seluruh personel TNI AU," kata Hadi.