Minggu, 23 Juli 2017

Yonarmed 1 Kostrad Terus Asah Kemampuan

Jelang Lantacab Ujitembak MLRS Astros II [Yonarmed 1] ★

Batalyon Artileri Medan 1 Kostrad menggelar Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis), Selasa (18/7/17).

Batalyon Artileri Medan 1 Kostrad terus mengasah kemampuan para prajuritnya guna menghadapi latihan Antar Kecabangan (Ancab) yang akan dihelat bulan Agustus mendatang. Kali ini, Yonarmed 1 Kostrad menggelar Latihan Menembak Senjata Berat Teknis (Latbakjatratnis), Selasa (18/7/17).

Latihan yang diselenggarakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Kabupaten Situbondo ini digelar selama 5 hari, mulai tanggal 17 – 21 Juli 2017. Pada pelaksanaannya, Yonarmed 1 Kostrad mengerahkan 12 pucuk Roket MLRS Astros ll berasal dari 2 Baterai tempur.

Komandan Yonarmed 1 Kostrad, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, B.S, M.D.S menyampaikan, Latihan menembak senjata berat yang dilaksanakan ini sebagai bentuk puncak menghadapai Latihan Antar Kecabangan yang akan diikuti oleh Yonarmed 1 Kostrad di Baturaja, awal Agustus nanti.

“Roket MLRS Astros ll merupakan senjata canggih berupa peluncur roket dengan mobilitas dan fleksibilitas tinggi yang memiliki efek gentar terhadap musuh. Karena bisa meluncurkan beberapa roket sekaligus dengan jangkauan sasaran yang jauh dan tingkat akurasi yang tinggi. Selain itu, senjata ini juga memiliki jangkauan mencapai jarak 40 Km,” kata Danyonarmed 1 Kostrad.

Danyonarmed 1 Kostrad menambahkan, bahwa Latihan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Tim Pelaksana Tembakan dan menguji prosedur komunikasi. ”Kami berharap sasaran latihan ini dapat terwujud yakni mendukung pelaksanaan tugas pokok pertempuran membantu Satuan manuver,” pungkasnya.

  ♞ Siaga Indonesia  

TNI AU Segera Perkuat Pertahanan Udara

UAV MALE Anka TAI [monch]★

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan dalam rencana strategis (Renstra) kedua, TNI AU segera memperkuat sistem pertahanan di sejumlah wilayah Indonesia.

"Renstra kedua, kami akan memperkuat di Natuna, kemudian di Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, kemudian di Kupang. Dalam hal ini kami juga akan membangun pangkalan yang ada di Selaru sesuai dengan kebijakan-kebijakan Panglima TNI," katanya usai membuka kegiatan Bakti Sosial dan Karya Bakti TNI Angkatan Udara di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ahad 23 Juli 2017.

Sementara yang sedang berjalan untuk Renstra kedua 2014-2019, kata dia, TNI AU juga akan memperkuat sistem pertahanan di antaranya pengadaan pesawat tempur pengganti pesawat F5.

Selain itu, lanjut dia, penambahan pesawat Hercules tipe J, penambahan pesawat-pesawat latih termasuk pesawat helikopter, dan penambahan 12 radar. Menurut dia, penambahan radar itu sangat penting karena bisa mengawal dan mengamati seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dan yang sangat penting lagi, rencana pesawat 'drone' tanpa awak di Natuna dan Tarakan dengan kemampuan MALE (pesawat tanpa awak buatan PT Dirgantara Indonesia), terbang 24 jam sampai 36 jam dengan jarak jangkau kurang lebih 2.000 kilometer. Itu yang akan kami tempatkan dalam Renstra kedua ini di Tarakan dan Natuna," katanya.

Sementara dalam renstra ketiga, kata dia, TNI AU akan menempatkan pesawat tanpa awak di Morotai dan Selaru.

Dengan demikian, lanjut dia, TNI AU dapat melihat pengamanan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari samudra hingga daratan dengan menggunakan pesawat tanpa awak.

Terkait dengan hal itu, KSAU mengatakan pihaknya telah membangun jaringan komunikasi data (network centric corporation) di TNI AU dan akan dikembangkan di Markas Besar TNI.

"Kemungkinan juga pada tingkatan yang lebih tinggi sehingga seluruh informasi di negeri kita ini bisa terpantau dari 'drone' dan bisa disebarkan ke seluruh satuan-satuan yang ada di bawah dan tidak bisa dibohongi karena semua menggunakan sistem digital yang bisa dibaca. Di mana ada ancaman, entah itu ancaman laut, ancaman darat, ancaman udara, itu yang sekarang sedang kita bangun," Marsekal Hadi menambahkan soal tindak lanjut kapasitas TNI AU bersama matra yang lain.

  ♞ Tempo  

[Dunia] Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Terbesar AS-Australia

Kapal mata-mata China, Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class, dilaporkan mengintai latihan perang AS-Australia di Queensland. [Foto/ABC News] ✮

Sebuah kapal mata-mata canggih China mengintai latihan perang internasional terbesar yang digelar Amerika Serikat (AS) dan Australia di Queensland. Pejabat militer AS menyebutnya sebagai pengintaian yang tidak biasa.

Dalam beberapa pekan terakhir, kapal mata-mata China dilaporkan telah berkeliaran di lepas pantai Alaska, Guam, India, dan sekarang kapal serupa berada di lepas pantai Queensland.

Departemen Pertahanan Australia mengonfirmasi kepada ABC News, Sabtu (22/7/2017), bahwa kapal mata-mata China telah berkeliaran di perairan internasional, memantau, menyadap komunikasi, sinyal dan gerakan radar.

Latihan perang bertajuk “Operation Talisman Sabre (TS17)” sudah dimulai sejak pekan lalu dan berlangsung selama sepuluh hari. Manuver besar-besaran ini dilaporkan melibatkan sekitar 30.000 tentara gabungan kedua negara.

TS17 adalah latihan gabungan angkatan laut, udara dan darat yang dimaksudkan untuk menguji dan mengembangkan interopabilitas pasukan Australia dan AS. Latihan ini juga menjadi kesempatan pertama salah satu kapal selam baru Australia, HMAS Camberra, terlibat dalam peristiwa berintensitas tinggi.

”Kapal China tetap berada di luar perairan teritorial Australia namun berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Australia di Laut Coral,” kata pihak Departemen Pertahanan Australia. ”Kehadiran kapal belum mempengaruhi tujuan latihan,” lanjut departemen tersebut.

Kapal tersebut dilaporkan merupakan kapal Auxiliary General Intelligence (AGI) Type 815 Dongdiao-class Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Kapal ini tercatat sebagai salah satu kapal mata-mata terbaru dan salah satu kapal paling canggih di dunia.

Euan Graham, pakar dari The Lowy Institute mengatakan kepada ABC News bahwa kehadiran kapal tersebut berpotensi menjadi provokasi.

”Saat ini apa yang kita lihat adalah standar ganda di mana China memilih wilayah 'Law of the Sea' yang disukai dan menolak untuk menerapkan yang bukan,” ujar Graham. (mas)

  ⚓ sindonews  

Enam BUMN Pertahanan Siapkan Alat Marketing Bersama

⚓️ Seriusi KonsolidasiSalah Satu desain produk BUMNIS

Demi memenuhi Peta Jalan (roadmap) BUMN 2015-2019 yang telah ditetapkan Kementerian BUMN, sebanyak enam Badan Usaha Milik negara Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam kluster National Defence and Hightech Industry (NDHI) seriusi konsolidasi pemasaran dan promosi produk secara bersama, Hal ini dilakukan melalui website gabungan yang siap diresmikan pada perhelatan Indonesia Business and Development (IBD) Expo 2017, September mendatang.

“Website NDHI ini harus menjadi sarana konsolidasi dalam promosi produk bersama. Jika konsisten, maka website ini akan berdampak pada penghematan biaya promosi masing-masing perusahaan,” ucap Asisten Deputi Kementerian BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Yuni Suryanto, pada Rapat Teknis Persiapan Pameran Bersama dan Soft Launching Website Kluster National Defence and Hightech Industry (NDHI) bersama Kementerian BUMN, di Garut, Jumat (21/07).

Yuni mengungkapkan, website konsolidasi ini nantinya akan menjadi virtual aset bisnis bagi BUMN untuk pemasaran produk dan jasanya. Apalagi, target pemasaran masing-masing perusahaan memiliki portofolio bisnis dan area beragam. Hasilnya, sinergi ‘jualan bareng’ NDHI pun akan berjalan sesuai dengan Roadmap BUMN 2015-2019 yang telah ditetapkan Kementerian BUMN.

Ketua Konsolidasi BUMNIS INDONESIA Mamat Ruhimat ikut menambahkan, website gabungan ini bisa dibilang memiliki unsur strategis. Sebab, media ini akan menjadi pilot project bagi perusahaan holding lainnya. “Website NDHI ini bisa jadi contoh bagi holding lainnya untuk promosi dan publikasi bersama,” ujarnya.

Konsolidasi ini pun tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar target penjualan, tapi juga penggodogan sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama. Publikasi yang telah berjalan di antaranya media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN. Publikasi bersama ini juga akan dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo 2017. Menurut Mamat, konsep publikasi ini dilakukan sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.

Pada tahun ini, enam perusahaan kluster NDHI ini terdiri dari PT DAHANA (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero) ini sepakat mengejar target penjualan melalui Indonesia and Business Development Expo (IBD) dan RiTech Expo 2017.

Dua perhelatan besar yang diadakan pada Agustus dan September 2017 akan menjadi ‘gong’ sinergi pemasaran NDHI dan ajang untuk mengekspos BUMNIS INDONESIA kluster NDHI yang resmi dibentuk 22 November 2015 silam pada momen Focus Group Discussion (FGD) Menteri BUMN dengan Direktur Utama seluruh BUMN. ”Targetnya, publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI,” tambahnya.

  ⚓️ BUMN  

Pedidikan Sustek Radar 2017

⍟ Danlanud Adisoemarmo tutup pendidikan Sustek Radar 2017Ilustrasi radar TNI AU [kohanudnas] ☆

Komandan Landasan Udara Adi Soemarmo Kolonel Pnb M Tonny Harjono telah menutup Pedidikan Sustek Radar 2017 di Gedung Mohammad Iwan Lanud Adi Soemarmo Karanganyar, Jateng, Jumat.

Pada acara penutupan Pedidikan Sustek Radar Plessey AR-325 Commander" Angkatan ke-18 dan "Thomson TRS" Angkatan ke-16 pada tahun ini diikuti sebanyak 20 siswa.

Harjono mengimbau para mantan siswa untuk terus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi perkembangan dinamika tentang radar yang selalu diiringi dengan perkembangan teknologi.

"Kami imbau mantan siswa menyadari pentingnya peran radar bagi pertahanan negara, sehingga terus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi perkembangan dinamika tentang radar," kata Danlanud.

Harjono mengatakan agar para mantan siswa untuk selalu belajar dan berlatih.

"Jangan hanya membatasi diri dari segi pengetahuan, tetapi juga harus diiringi dengan keterampilan yang memadai," kata Danlanud.

Oleh karena itu, kata Danlanud, prestasi dapat dicapai dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa.

Menurut Danlanud, radar merupakan komponen utama dengan salah satu tugas melakukan peringatan dini (early warning) terhadap adanya kedatangan objek-objek di suatu wilayah udara.

"Jika ada suatu objek terdeteksi oleh radar, maka identitas itu dapat dengan mudah diketahui pada layar monitor," tegasnya.

Danlanud berpesan agar para mantan siswa terus belajar dan berlatih dimanapun dan kapanpun. Tetap semangat dalam mengabdi dan berkarya, serta berikanlah yang terbaik bagi institusi TNI AU. (U.B018/J008)

  ☠ antara  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...