Senin, 24 Juli 2017

Pemerintah Bisa Barter Minyak Afrika Selatan dengan Alutsista

Pesawat CN235 produk PT DI

P
emerintah Indonesia dan Afrika Selatan tengah membahas kerja sama perdagangan antar kedua negara dalam memperlancar realisasi ekspor. Kementerian Perdagangan akan memanfaatkan skema imbal dagang (counter trade) bagi produk yang pengelolaannya masih melibatkan peran antar pemerintah.

“Selain penjajakan preferential trade agreement (PTA), pemerintah juga membantu dari segi government to government lewat skema imbal dagang, serta melalui perwakilan di luar negeri, baik ITPC maupun Atdag,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (23/7).

Adapun beberapa produk yang akan dimanfaatkan untuk skema imbal dagang adalah energi (minyak dan gas) dari Afrika yang dapat dibarter dengan produk alutsista, transportasi, dan kelapa sawit dari Indonesia.

Peneliti Institute of Development Economics and Finance Eko Listiyanto menilai, bahwa konsep yang akan dilakukan tersebut bisa menguntungkan kedua pihak. Menurutnya, membuka pasar lewat Afsel adalah langkah yang tepat, karena Afsel adalah negara paling maju di Afrika.

“Konsepnya sih pasti bagus itu ya, karena kan bisa menguntungkan kedua pihak kan harapannya. Kalau di Afrika ya memang yang paling maju itu Afrika Selatan,” ujar Eko.

Eko mengatakan, hal yang tidak boleh luput dari perhatian pemerintah yakni, bagaimana hal tersebut nanti dapat terlaksana sesuai dengan harapan, baik dari segi dagangnya, maupun segi investasi.

“Yang harus dipikirkan adalah bagaimana cara mengimplementasikannya itu. Ketika kita menyodorkan model skema imbal dagang yang istilahnya fair trade, nanti bagaimana menindak lanjutinya dibawah, baik sifatnya dagang, maupun investasi, karena dua itu pasti terkait antara hubungan dagang dan hubungan investasi,” jelas Eko.

Eko menambahkan, jumlah investasi yang diberikan kepada suatu negara akan berbanding lurus dengan volume perdagangan yang dihasilkan. Bukan tidak mungkin, nantinya akan ada penerbangan langsung menuju ke Afsel akibat dari multiplier effectnya.

“Misalkan, investasi ke Afrika Selatan semakin besar, biasanya juga nanti akan diikuti oleh volume perdagangan yang semakin besar juga. Dari situlah kemudian bisa menimbulkan aktivitas ekonomi sekunder, misalkan penerbangan kesana jadi ada, kaya gitu multiplier effectnya,” pungkasnya.

  ♘ Merdeka  

TNI AU Akan Bangun Pangkalan Udara Tipe C

Di Jayawijaya Ilustrasi Papua [wikimedia]

K
omando Operasi TNI AU II siap membantu pendistribusian kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat di pegunungan tengah Papua. TNI AU akan membangun pangkalan udara tipe C di Pegunungan Jayawijaya.

"Saya akan berusaha membantu kelancaran pembangunan atau perkembangan ekonomi di sini melalui penyediaan ataupun melengkapi, atau meningkatkan frekuensi kargo yang mengangkut kebutuhan material yang dibutuhkan," kata Panglima Komando Operasi TNI AU II, Marsekal Muda TNI Yadi Sutanandika, di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Jumat.

Selain membantu pendistribusian kebutuhan masyarakat, dalam waktu dekat akan dibangun juga pangkalan TNI AU untuk mendukung pelayanan itu.

"Nanti kami bangun pangkalan udara tipe C di sini. Saya dengar ada niat dari masyarakat Jayawijaya memberikan lahan kepada kami untuk mendirikan pangkalan TNI AU," katanya.

Dia memastikan, setelah ada pangkalan TNI AU di sana, frekuensi penerbangan di sana akan meningkat dan dapat membantu pembangunan di sana sebab rata-rata pendistribusian barang ke pegunungan hanya melalui pesawat.

  ♘ Antara  

[World] UEC has Signed Contracts for the Repair of Engines Su-30MKM of the RMAF

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg42tXADpu1LfonvpgVqCNzXDCYhuADlaI2n4KzVDAyFHSQKhLD5KCk_S7Fqqu1oO6e2buYiDP-r9ZgezGiA_vc1p_HS2Rs-yLjHe6KS42YF5OSy-Im9CGPoE7T5D5eSfJ0QgGOYqkUQMw/s400/45_PPara_AL31-FP.jpgFlanker Indonesia [Saturn AL-31FP engine [HAL]] 

The joint engine building corporation during the MAKS-2017 airshow has signed a package of agreements on the repair of AL-31FP engines installed on the Su-30MKM Air Force fighters of Malaysia, the press service of the UEC told journalists on Wednesday.

"UEC within the framework of the International Aviation and Space Salon held in the city of Zhukovsky MAKS has concluded a number of agreements on the overhaul of the fleet of turbojet engines AL-31FP and their units installed on the Su-30MKM multi-role fighters of the Royal Air Force (RMAF) of Malaysia," - The report said.

The documents were signed by the general director of the UEC Alexander Artyukhov and the general director of the Malaysian company ATSC (Aerospace Technology Systems Corp.) Mohd Fadzar in the presence of the Commander-in-Chief of the RMAF Malaysia, Dato Sri Haji Affendi.

"For us, Malaysia is one of the key partners in the Asia-Pacific region. As part of the development of cooperation with Malaysian partners, our corporation is interested in the formation of a system of comprehensive after-sales technical support of previously delivered products.

"I am confident that the agreements signed today will strengthen the foundation of our relations with Malaysian operators "- quoted in the message of the word Artyukhov.

  ✈ RIA Novosti  

Kapal Perang China Bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok

Kapal Perang Angkatan Laut China Deng Jiaxian-874. [Foto/Isra Triansyah/SINDOnews] ☆

Kapal Perang Angkatan Laut China Deng Jiaxian-874 tiba di Jakarta dan bersandar di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kedatangan kapal perang jenis kapal survei dengan Komandan Kapal Commander Bao Yang dalam rangka Technical Port Calling tersebut, disambut Asops Danlantamal III Jakarta Kolonel Laut (P) Teddie Bernard Hernawan.

Kadispen Lantamal III Jakarta, Mayor Laut Ign M Pundjung mengatakan, kedatangan kapal perang China ini dilakukan penyambutan dan dimeriahkan dengan tari-tarian daerah Jawa Barat.

"Serta pengalungan rangkaian bunga melati kepada Komandan Kapal Deng Jiaxian," kata M Pundjung, dalam siaran pers, Minggu (23/7/2017).

Kemudian kata Pundjung, dilanjutkan penyerahan plakat dari Komandan Kapal kepada Asops Danlantamal III dan diakhiri dengan kunjungan ke atas kapal survei Deng Jiaxian-874.

Kapal ini memiliki karakteristik panjang 129,35 meter, lebar 17 meter, draf 8,1 meter, berat 6.025 ton dan jumlah ABK 149 orang. Kapal perang China ini sandar di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok hingga 26 Juli 2017 mendatang. (maf)

  ☠ Sindonews  

[Dunia] Filipina Perpanjang Darurat Militer

Di Mindanao Filipina memperpanjang masa darurat militer di Mindanao hingga akhir tahun. [Foto/Istimewa] ★

Legislator di Filipina telah memilih untuk memperpanjang undang-undang darurat militer untuk menghadapi pemberontakan Islam di pulau Mindanao yang bergolak. Militan yang terkait dengan ISIS telah menduduki bagian Marawi, sebuah kota di selatan, sejak bulan Mei lalu.

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa perpanjangan itu diperlukan untuk menghancurkan pemberontakan. Namun para pengritiknya mengatakan bahwa ini adalah bagian dari untuk meraih kekuasaan yang lebih luas.

Mindanao adalah rumah bagi sejumlah kelompok pemberontak Muslim yang menuntut otonomi. Darurat militer memungkinkan penggunaan militer untuk menegakkan hukum dan menahan orang tanpa tuduhan untuk waktu yang lama.

Ini adalah isu sensitif di Filipina, di mana darurat militer diberlakukan oleh mendiang diktator Ferdinand Marcos untuk sebagian besar pemerintahannya seperti dikutip dari BBC, Minggu (23/7/2017).

Darurat militer selama 60 hari yang diberlakukan sejak 23 Mei lalu akan berakhir pada akhir pekan ini. Penetapan situasi tersebut dilakukan beberapa jam setelah terjadi bentrokan mematikan antara tentara dan sekelompok orang bersenjata yang terkait dengan ISIS. Perpanjangan ini berarti akan tetap berlaku sampai 31 Desember.

Pada bulan Mei, Presiden Duterte memperingatkan bahwa darurat militer dapat diperluas di seluruh Filipina setelah gerilyawan membunuh petugas polisi di Marawi.

Beberapa anggota parlemen oposisi mempertanyakan mengapa hal itu harus diterapkan ke seluruh pulau selatan, bukan hanya di kota itu.

"Saya khawatir bahwa rencana untuk memperpanjang darurat militer di Mindanao akan membuka jalan bagi undang-undang darurat militer di Filipina," kata Senator Risa Hontiveros.

Senator lain, Franklin Drilon mengatakan perpanjangan itu terlalu lama, sementara anggota kongres Edcel Lagman mengatakan bahwa tidak ada dasar faktual untuk itu.

Aksi demonstrasi sempat mengganggu jalannya sidang di parlemen. Para demonstran meneriakkan "tidak untuk darurat militer."

Kepala staf Angkatan Darat Jenderal Eduardo Ano mengatakan bahwa perlu untuk membatasi pergerakan militan Islam, memperingatkan bahwa pemberontakan yang sedang berlangsung dapat menyebar ke kota-kota lain di pulau itu.

Dia menggambarkannya sebagai "tipe Mosul perang perkotaan hibrida," mengacu pada pertarungan di kota Irak yang baru-baru ini dibebaskan dari ISIS.

Pejabat keamanan menyampaikan pesan kepada kongres jelang pemungutan suara mengatakan bahwa undang-undang tersebut diminta untuk menstabilkan kawasan tersebut, di mana para pendukung ISIS dapat menginsipirasi pemberontakan serupa di daerah Mindanao lainnya.

Mereka mengatakan hanya sekitar 60 orang bersenjata yang tersisa di 49 hektar daerah Marawi. Meski begitu ada hampir 1.000 militan pro ISIS yang aktif di tempat lain di wilayah selatan, menahan 23 sandera.

Marawi adalah rumah bagi 200.000 penduduk namun banyak yang melarikan diri pasca pecahnya peperangan. Ada kekhawatiran bagi mereka yang terjebak akan menghadapi kekurangan makanan dan air.

Lebih dari 420 gerilyawan, 100 tentara dan 45 warga sipil tewas dalam pertempuran tersebut.

Bentrokan dimulai ketika tentara gagal dalam upaya untuk menangkap Isnilon Hapilon, yang diyakini sebagai pemimpin utama ISIS di Filipina dan terkait dengan kelompok Maute setempat, yang telah menyatakan kesetiaannya kepada ISIS.

Menanggapi kelompok Maute menyerang bagian kota, mengambil sandera. (ian)

  ♞ sindonews  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...