Senin, 04 September 2017

China Tuntut RI Batalkan Penamaan Laut Natuna Utara

Laut Natuna Utara (Istimewa) ●

China menuntut agar RI membatalkan keputusan untuk mengganti nama bagian dari Laut China Selatan. Indonesia memutuskan untuk mengganti nama wilayah maritimnya di bagian barat daya Laut China Selatan dengan nama Laut Natuna Utara.

Kementerian Luar Negeri China mengirim sebuah catatan resmi ke Kedutaan Besar Indonesia di Beijing untuk menyatakan penolakannya terhadap langkah 14 Juli di Jakarta. Saat itu, pemerintah Indonesia mengumumkan sebuah peta resmi baru kepulauan nasional yang mengungkapkan penggantian nama wilayah tersebut.

Dalam surat tertanggal 25 Agustus, China mengatakan bahwa langkah Indonesia untuk mengubah nama yang diterima secara internasional menghasilkan komplikasi dan perluasan perselisihan, serta mempengaruhi perdamaian dan stabilitas.

“Hubungan China-Indonesia berkembang dengan cara yang sehat dan stabil, dan perselisihan Laut Cina Selatan berkembang dengan baik,” kata Kementerian Luar Negeri China.

“Tindakan perubahan nama sepihak unilateral tidak kondusif untuk mempertahankan situasi yang sangat baik ini,” sambung isi surat itu seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (3/9/2017).

Beijing juga mengatakan China dan Indonesia memiliki tumpang tindih klaim maritim di barat daya Laut Cina Selatan. Beijing mengatakan bahwa penggantian nama daerah tersebut tidak akan mengubah fakta ini.

Indonesia tidak pernah mengklaim bagian dari Laut Cina Selatan, yang diperselisihkan China dengan Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam. Tapi perairan yang sekarang disebut Laut Natuna Utara tumpang tindih dengan Garis Sembilan-Dash yang dinyatakan secara sepihak oleh China, yang menguasai hampir seluruh Laut Cina Selatan.

Langkah Indonesia dilakukan setelah pada tahun 2016 pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, memutuskan perselisihan Laut China Selatan antara China dan Filipina. Dalam putusannya, pengadilan arbitrase internasional menyimpulkan bahwa tidak ada dasar hukum atau historis untuk klaim China terhadap perairan yang kaya sumber daya alam itu.

Pada bulan Juli, Menteri Koordinator Kelautan Indonesia Luhut Pandjaitan menyangkal bahwa Indonesia mengganti nama Laut Cina Selatan. Luhut menyatakan perairan utara kepulauan Natuna merupakan bagian dari zona ekonomi eksklusif Indonesia.

  ★ Sindonews  

[Video] KRI Bima Suci

Dari awal sampai siap melayar


  ♘ Youtube  

Minggu, 03 September 2017

Latihan Siskomsat dan VSAT KRI Tahun 2017

Sebanyak 57 peserta latihan Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) KRI tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Elektronika (Diskomlek) Koarmatim melaksanakan praktek pengoperasian VSAT, bertempat di gedung Serbaguna Diskomlek Koarmatim, Rabu (30/08/17).

Dalam latihan tersebut sebelum melaksanakan praktek, para peserta menerima materi pengenalan VSAT yang diberikan oleh teknisi VSAT dari Sinergi Mitra Komunikasi (SMK) Jakarta. Dalam pengenalan VSAT yang disampaikan oleh Bapak Bambang H dari SMK menyapaikan pengertian VSAT yaitu stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

Selanjutnya para peserta juga dikenalkan komponen VSAT, Grand Desain Siskomsat TNI AL, Topologi Network Jaringan VSAT System, Topologi Antena VSAT BB110 Ku Band dan Jenis Antenna VSAT System yang dipasang pada KRI oleh Bapak Pinaka Puri dan Sukma Wijaya. Setelah menerima materi Pengenalan VSAT para peserta melaksanakan Praktek pemasangan VSAT dan penggunaan VSAT.

Latihan Siskomsat dan VSAT ini bertujuan meningkatkan kemampuan personil pengawak Komunikasi Satuan dan VSAT guna mendukung pelaksanaan tugas kedepan. Dengan harapan tercapainya kesiapan dan kemampuan personel Komunikasi TNI AL khususnya Komsat dan VSAT, tercapainya tingkat pengetahuan dan ketrampilan personil pengawak, tingkat kesiapan Komsat unsur KRI serta tersusunnya buku – buku petunjuk Siskomsat dan VSAT KRI dilingkungan TNI AL.

  ♘ Koarmatim  

[Video] Skenario Tempur Infantri Mekanik TNI AD

Lantacab di Lampung Latihan antar cabang (latancab) merupakan latihan puncak TNI-AD tiap tahunnya. Latihan kali ini dipusatkan di Puslatpur TNI AD Baturaja Sumatera Selatan. Berbeda dengan sebelumnya, Latancab 2017 banyak melibatkan satuan-satuan mekanis dengan alutsistanya berupa tank dan ranpur, sesuai dengan judul resminya yaitu Latancab Brigif Mekanis 6 Divisi 2 Kostrad. Karena itu, fokus dari latihan TNI AD ini adalah menguji doktrin, taktik, dan strategi infantri mekanis yang merupakan hal yang relatif baru di lingkungan TNI-AD.

 Berikut video liputan CNN dari Youtube : 


  ♘ Youtube  

Kemampuan dan Peran Satuan Armed Roket MLRS ASTROS

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXWl6Bauze8cikApI17LWt5dXcOhXWx0qXZkozcpX9ob2Y2M60qYYbpFXCEVrPtLVV_IMSor0GZL2yNJEzXaTEiyuT9WRyN7zD5MVZIRQQXdVvXRmC8cUmM0wYHWJ74Y1im_Ptb6Q3_kGj/s1600/14574012_Indonesian+Army+Astros+II+MLRS+in+Natuna.+Credit+to+Renanda+Putra.jpgDengan adanya modernisasi alutsista Armed dan secara interoperabilitasdihadapkan pada perubahan taktik bertempur infanteri serta perkuatan lainnya dan perkembangan alutsista kecabangan TNI AD termasuk matra lainnya, doktrin taktik bertempur Armed TNI AD juga akan berubah menyesuaikan dengan jenis alutsista yang dimilikinya serta pengaruhnya terhadap kecabangan lain.

Contoh dengan adanya peningkatan kemampuan dan jarak capai (range of fire)alutsista Armed Roket yang dapat mencapai 85 Km, satuan Armed yang selama ini ditempatkan sebagai unsur tembakan (bantuan tembakan) dalam daya tempur yang seolah-olah terkekang pada tupoksi membantu satuan manuver dengan memberikan bantuan tembakan, sekarang memungkinkan dilaksanakannya Artillery Strike secara mandiri untuk menghancurkan sasaran strategis maupun sasaran taktis. Contoh lain perubahan yang dapat terjadi di dalam doktrin Armed adalah perbandingan jumlah bantuan Armed ideal bagi satu Brigif adalah satu Rai Armed. Tetapi dengan kemampuan Roket ASTROS yang memiliki jarak capai ± 80 Km (jarak 300 Km dalam tahap pengembangan) dan dengan daya hancur ± 52 hektar serta mobilitas yang tinggi, maka satuan Armed Roket ASTROS dapat memberikan tembakan hanya dengan satu pucuk saja, dengan catatan jarak capai dan sistem komunikasi yang dimiliki masih dapat terjangkau oleh Pengendali Tembakan.

Saat ini satuan Armed Roket ASTROS yang ada di Indonesia adalah Yonarmed-10/Kostrad dan Yonarmed-1/Kostrad yang berkedudukan langsung di bawah Danmenarmed Kostrad. Sebagai perbandingan, pada doktrin negara-negara lain yang telah terlebih dahulu menggunakan senjata jenis MLRS ini, maka satuan dengan alutsista MLRS yang merupakan sarana Bantem strategis dan berkedudukan langsung di bawah Panglima Divisi.

Yonarmed Roket bertugas pokok menyelenggarakan bantuan tembakan utama di darat dalam rangka mendukung tugas pokok satuan yang dibantu. Dengan kemampuan Roket Astros memberikan bantuan tembakan yang cukup besar dan cepat dengan efek kehancuran yang luas maka Yonarmed Roket dapat mendukung beberapa operasi yang ada seperti pada Operasi Linud ataupun Operasi Pertahanan Pantai. Dalam beberapa operasi tempur lainnya, penggunaan Roket Astros juga sangat memungkinkan dan bersifat fleksibel, hal ini dikarenakan dalam penggunaannya Roket Astros dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan efek kehancuran yang ingin dicapai. Kemampuan ini dimiliki karena jenis Astros bersifat multi kaliber dengan varian jenis roket: saturasi dan non saturasi, kaliber besar maupun kaliber kecil (SS 09 TS, SS30, SS40, SS60 dan SS80).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHVg0WHWranHdKybD2HyXm0fttUVNgAHxf7FJ1O2yjebeJkQrKFIYDNEZIOrsbe5bxuyMO9tb07OeOMz8tzfLJxcunOqNy5t3ze3SyTSgYHWW5Cdjf2XnrW9oLt9FN9fI22nkf6905__S4/s1600/Ancab+2016+Astros+01.JPGKeberadaan Astros menempatkan Satuan Artileri Medan TNI-AD memiliki dua peran penting di dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama, sebagai Sarana bantuan tembakan utama di darat dengan kemampuan membantu satuan yang dibantu dengan tembakan secara tepat dan teliti, memberikan tembakan lawan baterai sejauh jarak capai, memberikan kedalaman pertempuran, mencari dan menemukan kedudukan musuh/sasaran lawan baterai dan memberikan efek tangkal (deterrent effect)serta Perang Urat Syaraf terhadap musuh. Kedua, sebagai pelaksana serangan artileri (Artillery Strike).

Kemampuan alutsista ASTROS (Armed Roket)saat ini dan masa depan yang modern memungkinkan peningkatan kemampuan Armed dalam melaksanakan Artillery Strike secara mandiri untuk menghancurkan sasaran strategis dan sasaran taktis. Satuan Armed Roket dalam pelaksanaan tugasnya tidak bersifat menduduki, menguasai ataupun mempertahankan suatu wilayah tertentu namun lebih cenderung untuk melaksanakan penghancuran instalasi, melumpuhkan atau menetralisir sasaran-sasaran yang memiliki kepentingan strategis. Sebagai contoh, ASTROS yang memiliki jarak capai sampai dengan 7x lipat dari meriam 105 mm dan memiliki daya hancur yang juga berkali lipat dari meriam-meriam yang sebelumnya telah dimiliki oleh TNI AD tentunya tidak diharapkan hanya menembaki “musuh-musuh kecil” seperti satu peleton infanteri musuh diperkuat mortir 80 tetapi memberikan bantuan tembakannya untuk menembaki dan menghancurkan sasaran-sasaran yang bernilai taktis dan strategis.

Artillery Strike merupakan suatu bentuk serangan yang sangat menentukan dalam pertempuran, dimana terjadi pengerahan kekuatan Armed Roket yang besar untuk menghancurkan musuh/instalasi dengan mengoptimalkan kemampuan jarak capai yang jauh dan daya hancur yang luas, ketika pasukan sendiri masih berada di jarak yang aman/belum terlibat operasi secara keseluruhan, sehingga dapat menimbulkan keuntungan bagi pasukan sendiri dan operasi selanjutnya.

Satuan Armed Roket dapat melaksanakan tugas atau diberikan tugas secara mandiri terlepas dari tugas pokok memberikan bantuan tembakan kepada satuan yang dibantu yang mampu memberikan daya kejut dan daya hancur melalui tembakan-tembakan artileri yang terencana terhadap kedudukan senjata pertahanan udara, pos komando, senjata artileri musuh maupun sasaran strategis lainnya yang dapat mempengaruhi perbandingan daya tempur dan pertempuran selanjutnya, dalam kondisi tertentu perlu adanya perkuatan dari satuan kecabangan lain untuk melindungi satuan Armed yang akan melaksanakan tugas sebagai pelaksana Artillery Strike tersebut sehingga kemenangan dalam pertempuran dapat tercapai dalam waktu yang lebih singkat dengan kerugian tempur seminimal mungkin.

Pada saat satuan Armed Roket sedang melaksanakan Artillery Strike, satuan pendukung seperti Infanteri dan Kavaleri ditempatkan di sekitar satuan Armed Roket untuk melaksanakan pertempuran jarak dekat jika terjadi hambatan atau gangguan musuh. Satuan Arhanud ditempatkan untuk melindungi satuan Armed Roket jika terjadi serangan udara musuh, sedangkan satuan Penerbad untuk membantu Peninjau Depan dan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) dalam konfirmasi dampak kehancuran sasaran yang telah ditembaki.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH12wQmaxUXFmqGRsotym0UhOm409QVAZ3W-7kdN0s62l7dgWnttS6zAtwtYr1aJaI9OmJWtfsLysd1sVcbrsElJRsOq-SBnM-ZgigXt-r9Tk1Li_9fdp5fzOuPISyMnkF_-1cQKb4Lsjl/s1600/20214629_Indonesian+Army+1st+Field+Artillery+Battalion-Rocket+Astros+MLRS+live+firing+exercise.+Credit+to+Yonarmed+1+Roket.jpgPenugasan Satuan Armed Roket sebagai pelaksana Artillery Strike dilaksanakan atas perintah Pang/Dan tertinggi (minimal pada tingkat Divisi/Kogab/Kogasgab) yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasi secara keseluruhan.

Satuan Armed Roket TNI AD saat ini diharapkan dapat mengoptimalkan tugas dalam memenuhi kebutuhan taktis mendukung satuan manuver secara optimal diantaranya dalam pertempuran terbatas (limited war) seperti pertempuran di pemukiman dan daerah perkotaan (urban) serta dalam pertempuran menghadapi insurjen. Dihadapkan dalam situasi pertempuran seperti itu dan berbagai aturan tentang HAM, collateral damage dalam perang maka satuan Armed Roket yang dalam pengendaliannya tetap berada di bawah Panglima/Dan tertinggi dapat dipecah ke dalam hubungan yang lebih kecil.

Dalam operasi serangan di daerah pemukiman atau bangunan tersebut maka untuk dapat memberikan tembakan yang maksimal satuan Armed Roket dipecah menjadi Seksi yang dalam penembakannya menggunakan roket-roket non saturasi (pin point accuracy). Tugas-tugas penembakan yang dapat diberikan kepada satuan Armed Roket diantaranya menghancurkan markas musuh yang diperkuat dengan senjata bantuan ataupun membumihanguskan wilayah musuh yang telah disterilkan terlebih dahulu dari penduduk sipil oleh satuan maneuver, menutup jalan-jalan pelolosan musuh. Satuan Armed Roket yang dimodernisasi diantaranya dilengkapi dengan radar yang dapat mendeteksi keberadaan ataupun posisi musuh sehingga dapat direncanakan terlebih dahulu untuk sasaran-sasaran yang perlu ditembaki dan bernilai strategis. Satuan Armed Roket dapat menitik beratkan tembakannya pada jalan-jalan di daerah terbuka atau di daerah yang bangunannya tidak permanen, sehingga mengurangi terjadinya collateral damage.

Beberapa asumsi tentang kerusakan non-tempur (collateral damage) yang ditimbulkan Bantem Armed sering menghalangi keterlibatan Armed dalam pertempuran di daerah perkotaan atau pemukiman (urban). Dengan argumen ini, maka biasanya Bantem Armed hanya diarahkan hanya sebagai tembakan penutup dalam pertempuran tersebut. Dihadapkan pada kemampuan alutsista Armed yang modern saat ini dan ke depan dengan kemampuan hit precision secara akurat maka akan mampu meminimalisir korban non tempur/sipil maupun pasukan kawan. (darmaputra/Dispenad)

  ♘ TNI AD  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...