Rabu, 08 November 2017

Indonesia Tawarkan N-219 ke Tiongkok dan Meksiko

N219 PTDI ☆

Pemerintah Indonesia menawarkan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), yakni N-219, kepada Tiongkok dan Meksiko. Kedua negara itu dinilai potensial untuk menyerap pesawat yang saat ini masih dalam tahap pengujian tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Agus Santoso menjelaskan, pihaknya ingin pemasaran atas pesawat N-219 dilakukan secara ekspansif. Maka dari itu, Kemenhub mendorong upaya pemasaran armada yang dimaksud dengan menawarkannya kepada Tiongkok dan Meksiko.

"Kita sudah punya pesawat sendiri N-219. Pesawat ini pada 17 Agustus 2017 sudah test flight diharapkan nanti test flight kemudian tes lainnya akan segera rampung tahun-tahun mendatang. Kami juga ingin buat ekspansi terhadap produk PT DI untuk konsumsi di negara Tiongkok dan Meksiko," jelas Agus di Tangerang, Senin (6/11).

Dia menuturkan, Indonesia sudah mempunyai perjanjian bilateral dengan Tiongkok terkait kelaikudaraan sehingga kedua negara tinggal membahas lebih detail mengenai rencana penjualan pesawat N-219. Perjanjian tersebut sudah ditandatangani pada tahun 2000 silam.

Sedangkan, dengan Meksiko, Indonesia masih perlu menyepakati perjanjian bilateral kelaikudaraan terlebih dahulu sebelum membahas detail perihal rencana penjualan N-219. Agus menyatakan, Indonesia dan Meksiko akan menandatangani perjanjian yang dimaksud pada 10 November 2017.

"Kami dengan direktur kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara pada tanggal 10 November akan ke Meksiko tandatangani bilateral airworthiness agreement," imbuh mantan Direktur Bandar Udara Kemhub ini.

Agus menjelaskan, upaya pemasaran perlu dilaksanakan sebelum pesawat N-219 lulus uji keseluruhan dan diproduksi massal. Hal tersebut guna memastikan saat pesawat sudah dibuat banyak, PT DI bisa segera mengirimkannya kepada pemesan sehingga tak akan terjadi penumpukan lantaran tak laku.

"Pesawat dipasarkan mulai saat dia itu didesain, mulai saat dia dites dan sebagainya. pemasaran harus sudah ada. PT DI sudah produksi pesawat sendiri N-219. Inilah yang akan kami produksi dan pasarkan luas seluruh dunia. Ini juga untuk push PT DI produksi pesawatnya sesegera mungkin dan segera dipasarkan," terang Agus.

Di tempat yang sama, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Muzaffar Ismail menyatakan, proses sertifikasi N-219 terus berjalan dengan mengacu pada program yang sudah dibuat PT DI. Dia mengharapkan, seluruh proses pengujian dapat selesai sesegera mungkin.

"Kita laksanakan bersama (proses pengujian) mudah-mudahan proses sertitikasi bisa cepat tuntas. Dengan cepat tuntas proses sertifikasi setelah itu bisa lanjut ke tahap berikutnya," papar Muzaffar.
 

  ☠ Berita Satu  

[Video] Medium Tank

Liputan PT PindadPT Pindad (Persero) untuk pertama kalinya menampilkan prototipe medium tank hasil pengembangan bersama dengan FNSS Turki dalam perayaan HUT TNI ke-72 pada 5 Oktober 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon. Presiden RI, Joko Widodo dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyaksikan langsung penampilan perdana medium tank pada sesi Alutsista Demo/Defile.

Medium tank rancangan Pindad dan FNSS memiliki kemampuan pertahanan balistik dan anti ancaman ranjau terkini. Medium tank generasi terbaru ini dilengkapi dengan kemampuan daya gempur yang luas mulai dari perlindungan jarak dekat untuk pasukan infantri hingga pertempuran antar kendaraan tempur.

Medium Tank memiliki spesifikasi: berbobot maksimal 35 ton, mempunyai power 20 HP/ton, kecepatan maksimal 70 km/jam, dapat menampung 3 orang kru yang terdiri dari Komandan, penembak, dan pengemudi, serta memiliki senjata utama turret kaliber105 mm yang mmiliki daya hancur besar.

Medium tank dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru, seperti sistem kewaspadaan mandiri,hunter killer system, perlindungan pasif (laser warning system), battle management system, serta proteksi level 5. Turret medium tank memiliki mekanisme autoloader, dengan 12 butir peluru di turet dan 30 butir peluru cadangan di dalam hull.



  ✈️ Youtube  

Selasa, 07 November 2017

Panglima TNI Hadiri The Defense & Security 2017

Di ThailandPanglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri The Defense & Security 2017-The Asian Defense And Security Exhibition di Bangkok, Thailand, Senin (6/11/2017). Foto/Puspen TNI]

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama 10 orang Delegasi menghadiri The Defense & Security 2017-The Asian Defense And Security Exhibition yang secara resmi dibuka oleh Menteri Pertahanan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon di Impact Exhibition & Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (6/11/2017).

Pameran Pertahanan dan Keamanan yang dilaksanakan dari tanggal 6-9 November 2017 ini merupakan pameran pertahanan dan keamanan dua tahunan. Pameran ini diikuti oleh 400 perusahaan pertahanan dan keamanan terdepan di dunia dari 50 negara, di hadiri lebih dari 300 delegasi resmi dari 35 negara yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata terutama dari negara-negara Asean.

The Defense & Security 2017 di Thailand merupakan pameran pertahanan dan keamanan yang menampilkan berbagai macam peralatan sistem senjata diantaranya, rudal, tank, kapal angkutan kendaraan dan barang, satelit komunikasi, dan berbagai peralatan elektronik dalam bidang teknologi pertahanan. Dari tahun ke tahun, pameran ini semakin pesat perkembangannya, baik dalam keikutsertaan perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang peralatan pertahanan dan keamanan, maupun peningkatan jumlah delegasi yang hadir.

Pameran ini menjadi kesempatan bagi produsen internasional dalam memperkenalkan berbagai macam peralatan-peralatan pertahanan dan keamanan yang semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi, sehingga pameran ini merupakan salah satu acara militer yang penting bagi perusahaan keamanan dan militer yang ingin melakukan bisnis di Asean.

Sejumlah perusahaan pertahanan nasional Indonesia turut berpartisipasi di pameran internasional Defense and Security 2017 di Thailand dan berbagai alat pertahanan canggih buatan Indonesia dipamerkan, mulai senjata organik, bahan peledak, pesawat militer, sampai teknologi antisadap.

Berbagai alat yang dipamerkan tersebut, semuanya di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI sebagai upaya promosi industri pertahanan dalam negeri. Produk pertahanan tersebut merupakan karya anak bangsa, baik hasil produksi BUMN maupun perusahaan swasta nasional.

Di sela-sela menghadiri dan meninjau Pameran Pertahanan dan Keamanan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama delegasi melaksanakan CC (Courtessy Call) kepada Wakil Perdana Menteri/Menteri Pertahanan Kerajaan Thailand Jenderal Prawit Wongsuwon dan CC dengan Commander in Chief of Defence Services Myanmar Senior General Min Aung Hlaing di lokasi pelaksanaan The Defense & Security 2017, guna peningakatan kerja sama militer khususnya Angkatan Bersenjata. (kri)

  ✈️ Sindonews  

Senin, 06 November 2017

Kalimantan Utara Sedang Jajaki Pembelian Pesawat N219

✈️ Buatan PT DI✈️ Pesawat N-219 [TheJakartaPost]

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengakui sedang dilakukannya penjajakan dengan pihak PT Dirgantara Indonesia (PT DI), perusahaan industri pesawat terbang satu-satunya di Tanah Air dan Asia Tenggara, terkait kemungkinan dilakukannya pembelian pesawat terbang.

Irianto Lambrie kepada Tribun saat ditemui di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Sabtu (4/11/2017) mengungkapkan, pihaknya masih melihat lebih detil dan mempelajari keunggulan pesawat termasuk skema pembelian dan pengelolaannya nanti.

Pesawat yang ditaksir ialah pesawat Tipe N219. Jenis pesawat ini cocok untuk dioperasikan di daerah perintis.

"Kita memang sedang penjajakan. Kalau dimungkinkan, tentu kita bersama DPRD akan membicarakannya. Kami masih melihat, dan kalau bagus, kenapa tidak. Kita ikut mempelopori pesawat bikinan dalam negeri," kata Irianto kepada Tribun pukul 12.10 siang.

Harga pesawat N219 dijual PT DI di kisaran Rp 70 miliar hingga Rp 85 miliar rupiah. Di kisaran harga tersebut dianggap masih bersahabat dengan kapasitas APBD Kalimantan Utara saat ini, Rp 3 triliun lebih.

"Bisa lah APBD kita," ujarnya.

Skema pembeliannya belum dapat dipastikan. Irianto mengatakan, mesti ada pembicaraan dengan DPRD. Apakah membeli dengan sistem kredit perbankan atau melalui pola sewa atau leasing.

"Skema pembeliannya bisa kredit, atau juga leasing. Tidak sekaligus bayar. Atau bisa juga bekerjasama dengan maskapai yang sudah punya izin terbang," katanya.

Jika akan dikelola sendiri oleh Pemprov, maka harus ada Perusahaan Perseroan Daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk.

"Jika oleh BUMD atau Perusda, itu untuk komersialnya. Yang jelas kita bahas dulu dengan DPRD. Nanti tergantung keputusannya bagaimana. Karena ini untuk kepentingan masyarakat bukan untuk yang hal lain. Kita lihat tahun ini apa sempat dibahas dengan DPRD atau tidak. Tetapi yang jelas kami sedang menjajakinya (dengan PT DI)," katanya.

Melihat keunggulan pesawat tersebut, katanya, cocok dioperasikan di wilayah perintis yang karakteristiknya seperti di pedalaman dan perbatasan negara di Kalimantan Utara.

Pesawat N219 ini rencananya dioperasikan untuk menjangkau masyarakat yang memerlukan pengobatan kerena menderita sakit.

"Jadi itu untuk ambulance udara. Kita gunakan untuk membantu orang sakt di pedalaman dan perbatasan. Dan sekaligus pada saat tertentu bisa digunakan mengangktu orang dan barang kalau situasi darurat," ujarnya.

Dilansir dari Wikipedia, N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang untuk dioperasikan di daerah terpencil.

Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.

Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA.

Pesawat ini berkapasitas 19 penumpang (konfigurasi tiga sejajar). Yang tak kalah pentingnya, pesawat ini memiliki kinerja sangat baik saat lepas landas dan mendarat di landasan pendek/STOL (600 m).

Pesawat dilengkapi dengan dua mesin turboprop produksi Pratt and Whitney yang berkemampuan 850 shp dan memiliki daya jelajah 1.580 NM. Kecepatan maksimumnya, 213 knots.

  ✈️ Tribunnews  

Minggu, 05 November 2017

Dua Kapal Perang Korea Selatan Kunjungi Surabaya

http://www.shipspotting.com/photos/middle/0/3/1/2276130.jpgKang Gam Chan (DDH-979) [shipspotting] ☆

Surabaya kedatangan tamu asing lagi di Pelabuhan Tanjung Perak. Kali ini bukan kapal pesiar berisi wisatawan, melainkan dua kapal perang Korea Selatan yang mengunjungi Kota Surabaya dan bersandar di dermaga jamrud Utara Tanjung Perak Surabaya, Minggu (5/11).

Kedatangan mereka disambut Wakil Komanfan Pangkalan Utama TNI AL V (Wadan Lantamal V) Kolonel Marinir Nana Rukmana, S. E,. Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto. Tarian “Remo” dan pengalungan bunga sebagai ucapan selamat datang di Kota Pahlawan, diberikan kepada prajurit laut negeri Ginseng tersebut.

Kunjungan ini merupakan yang pertama kali bagi kedua kapal perang Republik Korea Selatan ini. Dua kapal perang tersebut adalah Republik Of Korea Navy (KORN) Kang Gam Chan (DDH-979) dan Republik Of Korea Navy (KORN) Hwacheon (AOE-59) membawa serta Kadet atau Taruna Angkatan Laut Korea Selatan. Onboard di atas kapal tersebut RDML Yang Yong Mo (Commander Cruise Training Task Group).

Kedua Kapal Angkatan Laut Korea Selatan tersebut datang ke Surabaya dalam rangka kunjungan kenegaraan. Menurut Wadan Lantamal V, kunjungan pertama KORN di Surabaya ini, merupakan kunjungan penting bagi kami untuk merekatkan kerja sama Angkatan Laut kedua negara. Sesuai dengan rencana Kapal Perang Korea Selatan tersebut akan sandar di Dermaga Jamrud Utara Tanjung Perak hingga 9 November mendatang.

Ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan selama sandar di Kota Surabaya ini antara lain melaksanakan kunjungan kehormatan ke Gubernur Akademi Angkatan Laut, open Ship, jamuan makan malam, pertunjukan kebudayaan, onboard reception, melaksanakan wisata sejarah dan kebudayaan di Kota Surabaya.

Apabila dimungkinkan, akan diadakan olahraga bersama antara TNI-AL dan ABK KORN, selain itu juga dijadwalkan mengunjungi PT PAL dan Kantor Wali Kota Surabaya meskipun sifatnya masih tentatif. ABK akan memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi Kota Surabaya. Rencananya, para ABK KORN akan menyuguhkan pertunjukan di geladak heli yang dikemas dalam acara onboard reception dengan mengundang masyarakat Korea yang ada di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Republik Of Korea Navy (ROKN) Kang Gam Chan (DDH-979) merupakan kapal jenis destroyer yang dibangun di Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, mempunyai panjang 150 meter dan lebar 17,4 meter, mempunyai kecepatan 29 knot, bisa membawa 2 buah helikopter super Link.

Kapal Perang ini juga dilengkapi dengan VLS: 64,MK 41 Cell: SM-2 Blok IIIA, K-VLS 32 Cell 8 Hong Sang Eo (Red Shark) Rocket-Based Torpedo (K-Asroc), Hyunmoo III Ship-to-Shore Cruise Missiles, 21 RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM), 8 SSM-700K Haeseong Anti-Ship Missile, yang diresmikan pada 1 Oktober 2007 silam. Sedangkan Republik Of Korea Navy (KORN) Hwacheon (AOE-59) termasuk dalam Cheonji-class (Fast Combat Support Ship) yang diresmikan pada tahun 1998.

Hadir dalam penyambutan Republik Of Korea Navy (ROKN) tersebut Asisten Intelijen Danlantamal V, Dantim Intel Lantamal V, Pjs Kadissyahal, Kadisang, Kadisbek, Dansatkamla, Karumkital dr. Oepomo, dan Kadispen Lantamal V.

Selain dari pejabat TNI AL, tampak hadir juga Athase Pertahanan Republik Korea Selatan, Konsulat Jenderal Korea di Surabaya dan segenap warga Korea Selatan yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya.

  ★ Berita Lima  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...