Rabu, 05 Juni 2019

First Steel Cutting for Two New PC-40 Patrol Vessel

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1WmY04G3mFwUjLat3ywosc9U0jOSBpVVTLK5-hyKnuaF7NnmxQdH7LGocxmo8DN04h4BNU08pOj0VRGDD8VhBcTyC38WfpQjItsN5JlIMtO74FIPvY9XYueHmoxdBhdfiL0nTwNaM4nc/s400/61150599_1336931196446281_2494554195638616064_n.jpgFirst steel cutting for two new PC-40 at PT Karimun Anugrah Sejati shipyard, Batam (all photos : BVI) ☆

BV Class had been chosen again by Indonesian NAVY to supervise New Construction Project of PC-40 for the Procurement Program in 2019-2020.

There have been a total of 20-units of NAVY Vessels built under BV-Class since 2015 to 2018, they were in various sizes ranging from 28m to 40m to support fleet availability and fulfill Minimum Essential Force (MEF) as programmed by Ministry Of Defense.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSY4I56QHztq9bYWU-5ejxY4RlGtq6zspVp98_H1qYJOfSrWY-Z9TtULji5vgprT4URyZWkGbANZp2a1cxU3RcXCfjnL3vP0Lph3T0Xh4SiqQ2YKTuatK2Ej4QZCjG-RbFGaIAYoRW9hLx/s1600/Torani+860.jpgBy early 2019, BV Class is trusted again to become partner in assisting the New Construction program of Indonesian NAVY of 2019-2020, for the procurement program of 18-units of Patrol Vessels.

We believe the trust given by the NAVY is referring to BV-Class Technical Competency, Capability, and Professionalism of Surveyor at Yards (SAY) and Technical Experts reviewing the design.

These 2-units will be the 37th & 38th unit of Indonesia NAVY Ships built under BV-Class and constructed by PT. Karimum Anugerah Sejati - Batam, Indonesia.

  ★ BVI  

Selasa, 04 Juni 2019

AS Jual 8 Drone Pengintai ScanEagle pada Indonesia

Pesawat nirawak pengintai ScanEagle Amerika Serikat yang akan dijual kepada negara-negara Asia, termasuk Indonesia. [Foto/REUTERS/Romeo Ranoco] 

Pentagon Amerika Serikat (AS) akan menjual 34 pesawat nirawak atau drone pengintai ScanEagle buatan Boeing kepada negara-negara di kawasan Laut China Selatan. Menurut Pentagon, Indonesia delapan unit.

Penjualan drone pengintai itu gencar dilakukan pemerintahan Donald Trump ketika Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan Patrick Shanahan mengatakan Washington tidak akan lagi "berjingkat-jingkat" seputar perilaku China di Asia.

Dalam pidatonya di Shangri-La Dialogue di Singapura, Shanahan tidak secara langsung menyebut China ketika menuduh "para aktor" membuat destabilisasi di kawasan Laut China Selatan. Namun, dia kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengabaikan perilaku China.

Selain Indonesia, total 34 pesawat tanpa awak ScanEagle itu juga akan dijual kepada Malaysia, Filipina dan Vietnam. Total nilai penjualan itu sekitar USD 47 juta.

Seperti diketahui, China mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan yang strategis dan sering mengecam Amerika Serikat dan sekutunya atas operasi angkatan laut di dekat pulau-pulau yang sengketa yang diduduki Beijing. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam memiliki klaim pulau dan perairan yang saling tumpang tindih di kawasan tersebut.

Indonesia sejatinya tidak ikut bersengketa atas wilayah kepulauan di Laut China Selatan. Namun, Jakarta pernah terlibat perseteruan dengan Beijing karena kapal-kapal China menangkap ikan di perairan Natuna yang merupakan wilayah Indonesia.

Pentagon, seperti dikutip Reuters Selasa (4/6/2019), mengatakan penjualan kepada negara-negara Asia itu termasuk suku cadang dan perbaikan, peralatan pendukung, pelatihan dan layanan teknis. Proses itu diharapkan akan selesai pada Maret 2022.

Pada tahun 2018, pemerintahan Presiden AS Donald Trump meluncurkan perombakan kebijakan ekspor senjata AS yang telah lama ditunggu-tunggu yang bertujuan memperluas penjualan ke sekutu-sekutu Washington. Pemerintah Trump mengatakan akan meningkatkan industri pertahanan Amerika dan menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Inisiatif itu memudahkan aturan untuk mengekspor beberapa jenis drone buatan AS yang mematikan dan yang tidak mematikan ke negara-negara sekutu dan mitra.

Tidak ada versi bersenjata dari drone ScanEagle, tetapi Insitu, divisi Boeing yang membuat drone, juga membuat RQ-21A Blackjack yang merupakan drone bersenjata pilihan yang digunakan oleh Angkatan Laut dan Korps Marinir AS. (mas)

  ★ sindonews  

Senin, 03 Juni 2019

Indonesia Berharap Rusia Pasok 11 Jet Tempur Su-35

✈️ Akhir 2019✈️ Pesawat jet tempur Su-35 Rusia. [Foto/Marina Lystseva/TASS]

Pemerintah Indonesia berharap pesanan 11 jet tempur Su-35 mulai dipasok oleh Rusia pada akhir 2019. Harapan itu disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di sela-sela pertemuan Shangri-La Dialogue di Singapura hari Minggu (2/6/2019).

"Saya pikir masalah ini akan diselesaikan tahun ini," katanya kepada kantor berita TASS.

Menteri Ryamizard mengatakan tantangan tertentu dalam menyelesaikan kontrak pembelian 11 jet tempur canggih Rusia itu adalah tiga departemen terlibat dalam prosesnya.

"Kementerian Pertahanan telah menandatangani semua dokumen, sedangkan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan masih dalam proses persetujuan," katanya. "Fakta bahwa akan ada berbagai bentuk pembayaran."

Dia menambahkan, diskusi masih dilakukan dan masih berlangsung. "(Namun) secara mendasar masalah ini telah terpecahkan," katanya.

Sebelumnya Menteri Ryamizard mengatakan kepada TASS bahwa Jakarta tidak akan membatalkan kontrak pembelian jet tempur tersebut meskipun ada sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia. Penandatanganan kontrak pembelian 11 jet tempur Su-35 oleh kedua pihak sudah diumumkan pada awal tahun lalu.

Indonesia menjadi negara kedua setelah China yang membeli pesawat Su-35 dari Rusia. Jet tempur supersonik Su-35S generasi 4++ melakukan penerbangan debutnya pada 19 Februari 2008.

Jet tempur tersebut adalah turunan dari pesawat Su-27. Su-35 berbobot 19 ton, memiliki kemampuan terbang hingga di ketinggian 20.000 meter dan dapat mengembangkan kecepatan maksimum 2.500 km/jam. Pesawat dengan awak satu pilot ini dilengkapi berbagai jenis senjata, termasuk 8 ton muatan senjata misil dan bom dari berbagai jenis di 12 titik bawah sayap. (mas)

  ✈️ sindonews  

Sabtu, 01 Juni 2019

[Video] Peluncuran KRI 523 Palu

Dipublikasikan oleh angger syadatPT Daya Radar Utama kembali meluncurkan LST pesanan ke 6 TNI AL.

Berikut video dari Youtube :



  ☠ Youtube  

Jumat, 31 Mei 2019

Panglima Kolinlamil Pimpin Pendaratan ke Pulau Edam

Latihan pendaratan dengan metode beaching dan operasi pindah (all photos : Kolinlamil)

“Pada Mei 201E Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) setelah melewati tahapan embarkasi personel dan meterial di pangkalan Jakarta - lintas laut menuju daerah serbuan amfibi, akhirnya berhasil mendaratkan pasukan Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) di Pantai Pulau Edam yang masih dikuasai musuh dengan metode beaching dan operasi pindah.” demikian skenario latihan yang mengantar pelaksanaan manuver lapangan (Manlap) Latihan Operasi Pandaratan Administrasi TA 2019 yang resmi dibuka oleh Panglima Kolinlamil pada senin 27 mei lalu.

Onboard pada LCVP KRI BAC 593, Pangkolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. memimpin dan mengendalikan secara langsung manuver lapangan latopsratmin TA 2019 guna meyakinkan pelaksanaan latihan berjalan sesuai rencana.

Tiba di titik atur 1 unsur-unsur Kogasgabratmin terdiri dari KRI ABN 503 dan KRI BAC 593 siap melaksanakan debarkasi personel dan material tempur. KRI ABN 503 melaksanakan beaching (memantai) untuk menurunkan personel dan material tempur pasukan Kogasratgab, sedangkan KRI BAC 593 melaksanakan operasi pindah menurunkan personel dengan menggunakan LCU dan LCVP.

Pasukan yang turun dari kapal akan dijemput oleh regu aju menuju Daerah Berkumpul (DB), yakin seluruh personel dan material kogasratgab telah berada di DB alihkodal dari Pangkogasgabratmin kepada Pangkogasgabfib.

Selanjutnya Pasrat akan memandu pasukan Kogasratgab melaksanakan operasi pelintasan menuju daerah persiapan (DP) sebelum alih kodal dari Pangkogasgabfib kepada Pangkogasratgab. Latihan Operasi pendaratan administrasi ini akan berlangsung selama 5 hari sejak tanggal 27 hingga 31 mei 2019.

  ⚓️ Kolinlamil  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...