Selasa, 19 November 2019

Kerugian PT PAL Menurun di Tahun 2019

Ilustrasi LPD 143M yang ditawarkan PT PAL

Kinerja PT PAL Indonesia dianggap meningkat secara signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal itu ditunjukkan dengan kenaikan dalam perolehan order atau kontrak yang tercatat di tahun 2016 sebesar Rp 1,1 triliun meningkat menjadi Rp 2,2 triliun di tahun 2017.

Sementara itu, di tahun 2018 mencapai Rp 4,1 triliun. Peningkatan itu semakin signifikan setidaknya sampai November 2019 berhasil membukukan kontrak di angka Rp 8,7 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi PT PAL, hal tersebut menunjukkan keseriusan dan komitmen manajemen dalam pemenuhan on quality, on time dan right price terhadap produk dan jasa perusahaan.

Keberhasilan tersebut ditunjang dengan strategi pengembangan produk unggulan dan pasar yang lebih berorientasi pada customer, serta dukungan restrukturisasi di bidang finansial dan teknologi informasi.

Di samping itu, manajemen juga secara aktif merevitalisasi sarana dan prasarana, serta melakukan transformasi di bidang human capital.

Keberhasilan pembukuan kontrak berimbas pada kenaikan sales perusahaan. Akhir tahun 2016 tercatat sales sebesar Rp 683 miliar atau meningkat dua kali lipat menjadi Rp 1,250 triliun pada tahun 2017. Jumlah itu kembali naik menjadi Rp 1,582 triliun pada akhir tahun 2018.

Kenaikan perolehan kontrak tersebut juga berdampak positif pada menguatnya kondisi cash flow perusahaan yang diproyeksikan sebesar Rp 906,5 miliar pada akhir tahun 2019. Proyeksi cash flow ke depan juga menunjukkan likuiditas yang sangat baik.

Hal ini terlihat dari aliran kas yang diterima oleh perusahaan dan proyeksi 5 tahun ke depan menampilkan angka positif. Kondisi tersebut dianggap menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk membiayai kebutuhan operasional perusahaan, pembayaran pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang.

Sebagai perusahaan yang sahamnya 100 persen dimiliki oleh negara, PT PAL harus membukukan keuntungan di samping berperan sebagai agent of development.

Kinerja PT PAL terpantau membukukan kerugian akibat beban masa lalu di tahun 2017 sebesar Rp 45,3 miliar dan meningkat menjadi Rp 304,1 miliar di tahun 2018. Hal tersebut terjadi dirasa bukan disebabkan oleh operasional perusahaan. Namun, kerugian itu dipengaruhi oleh beban bunga pinjaman restrukturisasi yang diakibatkan oleh pinjaman di tahun 2005 hingga 2010. Perusahaan menganggap pembiayaan tersebut menjadi bermasalah akibat proyek terminasi pada kontrak kapal yang diperoleh di antara tahun tersebut.

Adapun terminasi terjadi dikarenakan masalah eksternal di luar kontrol PT PAL seperti naiknya harga bahan baku baja dunia pada tahun 2008, serta kerugian yang disebabkan beban pajak tangguhan. Beban bunga pinjaman yang harus ditanggung rata-rata mencapai Rp 82 miliar per tahun. Sedangkan pajak tangguhan akibat rugi fiskal yang harus dibukukan rata-rata sekitar Rp 58 miliar per tahun selama tiga tahun terakhir sebagai penangguhan pajak pada periode 5 tahun yang lalu yang jatuh tempo saat ini.

Khusus untuk tahun 2018, kontribusi terbesar adalah kerugian kurs bersih senilai Rp 136 miliar akibat pelemahan nilai tukar rupiah.

Untuk kinerja PT PAL di akhir tahun 2019 (prognosa), kerugian tahun berjalan diproyeksikan dapat ditekan menjadi Rp 26,3 miliar dari Rp 304,1 miliar. Bahkan di luar beban-beban non operasional di atas, laba usaha sejak tahun 2017 menunjukkan hasil yang positif dan diproyeksikan mencapai Rp 26 miliar pada akhir tahun 2019.

Pencapaian PT PAL sebagai perusahaan konstruksi di bidang industri maritim dan energi berkelas dunia menunjukkan tren yang positif dengan diperolehnya beberapa kontrak baru.

PT PAL memiliki kapabilitas membangun berbagai jenis kapal perang kombatan antara lain kapal cepat rudal, offshore patrol vessel, light frigate, kapal selam, landing platform dock, kapal bantu rumah sakit dan pembangkit listrik terapung/BMPP serta bangunan lepas pantai/offshore platform.

Perusahaan mengklaim, memiliki kelangsungan usaha atau going concern yang sangat baik termasuk pada pergerakan laba usaha yang meningkat. Sehingga bisa memberikan jaminan bahwa perusahaan mampu membiayai pelaksanaan proyek dengan baik dan menyelesaikannya tepat waktu dan tepat mutu.

  Kumparan  

Senin, 18 November 2019

PT PAL Uji Coba Kapal Selam Alugoro

Hanggar Kapal Selam di PT PAL Indonesia (Persero). [Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan]

PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan tahapan First Trimming Test Kapal Selam Alugoro pada 24 Oktober 2019.

Uji coba itu digelar di dermaga kapal selam PT PAL untuk menguji keseimbangan kapal baik di permukaan maupun di bawah permukaan.

Dalam pelaksanaan tes ini dibutuhkan kondisi perairan yang tenang dan memiliki kedalaman antara 15 hingga 18 meter. Berdasarkan keterangan resmi PT PAL dikutip kumparan, Minggu (17/11), Kapal Selam Alugoro berhasil memenuhi syarat kestabilan di kedua lokasi tersebut.

Keberhasilan uji coba Kapal Selam Alugoro menjadi pengalaman pertama di Indonesia. Sebab, kapal tersebut merupakan kapal selam pertama yang dibangun PT PAL Indonesia. Selain itu, uji coba itu menjadi salah satu kesiapan sebelum dites di laut lepas.

Kapal Selam Alugoro masih harus menjalani beberapa tahapan tes lain seperti Sea Acceptance Test (SAT) atau tes berlayar di perairan terbuka hingga tahapan Final Completion sebelum akhirnya dapat beroperasi penuh (Comissioning).

Pembangunan Kapal Selam Alugoro merupakan investasi jangka panjang negara untuk memiliki penguasaan teknologi tertinggi alutsista laut yaitu kapal selam. Investasi itu diharapkan bisa menjadi legasi kepada generasi penerus bangsa. Setelah adanya Alugoro, diharapkan ada kapal-kapal berikutnya yang bisa diproduksi dalam negeri.

Kapal selam diesel wlwctric u209/1400 PT PAL. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Sebagai catatan, BUMN memiliki tugas sebagai agent of change negara yang tidak semata-mata menjalankan proses bisnis. Namun juga menjadi faktor penggerak perubahan dan pembangunan bagi bangsa.

PT PAL Indonesia menjadi salah satu BUMN industri pertahanan dan sekaligus lead integrator sesuai dengan amanah UU Nomor 16 tahun 2012 Pasal 11 dan Keputusan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) nomor 13/2013 ditunjuk sebagai Lead Integrator Alutsista Matra Laut atau Kapal Kombatan.

  Kumparan  

[Video] Tes Dinamis Kelima Rhan 122B

Dipublikasikan PT Pindad Official Dalam upaya pemenuhan kebutuhan alat pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) di Indonesia, PT Pindad (Persero) sebagai salah satu BUMN strategis telah berkomitmen melakukan penguasaan teknologi dan pengembangan industri pertahanan nasional agar tercipta kemandirian Alpalhankam nasional.

Salah satu program prioritas yang telah diselesaikan Pindad yakni R-Han 122B berhasil melewati berbagai ujicoba dan saat ini dalam proses sertifikasi.

Adapun tujuh program prioritas Industri Pertahanan Nasional yang telah dicanangkan lainnya yakni Rudal, Propelan, Radar, Kapal Selam, Pesawat Tempur dan Medium Tank.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Ade Bagdja menyatakan keberhasilan konsorsium R-Han 122B merupakan hasil kerja keras bersama.

Program R-Han 122B yang telah dimulai sejak tahun 2005 dibawah Konsorsium Ristek dilanjutkan oleh Kementerian Pertahanan. Pindad mendukung dalam segi pengerjaan assembling roket yang telah menjadi keahlian kami. Salah satu hal yang paling mendebarkan adalah saat proses pengujiannya.” Ujar Ade Bagdja

Dalam sambutannya, Ade Bagdja menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung keberhasilan konsorsium R-Han 122B, termasuk kepada korps marinir yang telah bekerjakeras membantu sekaligus mencoba roket yang telah dibuat sehingga telah terbina kerjasama yang baik.

Sementara itu, Dirjen Pothan, Bondan Tiara Sofyan menyampaikan apresiasi yang paling tinggi kepada konsorsium R-Han 122B dan seluruh pihak yang telah menyelesaikan program R-Han 122B dengan tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi.

Program R-Han 122B, merupakan program pengembangan secara mandiri yang telah berlangsung sejak lama.

Dari hasil uji statis dan dinamis, diketahui bahwa performa Roket R-Han 122B sudah Baik dan Konsisten sesuai dengan target desain.

Kami berharap program ini dapat berlanjut ke tahap berikutnya yaitu produksi massal. Proses sertifikasi juga telah dilakukan bersamaan dengan proses uji coba. Besar harapan sertifikasi kelayakan dapat segera terbit,” ujar Bondan.


  Youtube  

Dahana Bakal Ekpor Bahan Peledak ke 3 Negara

Senilai Rp 29 Miliar Ilustrasi Rhan 122B Kemhan yang menggunakan peledak produksi PT Dahana

PT Dahana (Persero) akan melakukan ekspor bahan peledak ketiga negara tujuan yakni Timor Leste, Jepang dan Australia pada 2020 mendatang. Adapun ekspor yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan jauh lebih besar dibanding tahun ini.

Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan untuk ekpor bahan peledak ketiga negara tujuan tersebut ditaksir nilainya mencapai Rp 29,64 miliar. Ada pun jenis bahan peledak yang diekspor berupa ammonium nitrat 435.000 kilogram (kg) dan dayagel extra 509.500 kg.

"Ini rencana ekspor, kita sudah tahu karena mereka kontrak dengan Dahana. Tahun 2020 kita mau ekspor ke Timor Leste, Australia dan Jepang," kata Budi di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (12/11).

Budi mengatakan, pada tahun ini, pihaknya hanya mengekspor bahan peledak ke Australia dan Timor Leste saja. Dengan nilai masing-masing mencapai Rp 7,02 miliar dan Rp 2,57 miliar.

Di mana, ekspor dilakukan ke Timor Leste untuk kebutuhan bahan peledak pembangunan Pelabuhan Internasional Tibar. Tahun depan, Dahana juga akan membangun pabrik bahan peledak di wilayah tersebut.

"Jadi ekspor itu memang ada MoU dan kalau Timor Leste untuk Tibar Port pelabuhan internasional," imbuhnya.

Sementara, keberhasilannya menembus pasar negara kangguru tersebut lantaran harga bahan peledak di sana relatif lebih mahal. "Kita tahu di Australia harga bahan peledak mahal-mahal kita telah kolaborasi pengusaha Australia dia tertarik. Dia (Australia) tertarik macam-macam pertama kali impor dari Dahana," ungkap Budi.

 Dahana Bakal Ekspor Bahan Peledak ke Fiji dan Jepang 

PT Dahana (Persero) mulai melebarkan sayap bisnis bahan peledaknya ke sekitar Pacific. Negara tujuannya adalah Australia yang bekerjasama dengan Jhonex. Beberapa kali pengiriman ekspor bahan peledak sudah dilakukan.

Tak puas dengan hal ini, beberapa negara lain juga menjadi sasaran ekspansi Dahana, mulai dari Fiji hingga negara maju seperti Jepang.

"Selain itu, kami ekspor juga ke Timor Leste untuk mendukung project pelabuhan Tibar Bay Port di Dili. Dan beberapa waktu ke depan kami sedang mempersiapkan ekspor ke Fiji dan Jepang," ungkap Direktur Operasi Dahana, Bambang Agung dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Sebagai salah satu upayanya dalam berekspansi, Dahana juga bakal mengikuti perhelatan Pacific Exposition 2019 baru akan digelar pada 12 - 14 Juli 2019 di Auckland Selandia Baru. Ini merupakan ajang pameran bisnis dan diplomatik besar di Selandia Baru.

Kehadiran Dahana dalam event internasional ini disambut gembira oleh Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.

Menurutnya, Ia bangga BUMN sangat berperan dalam mensyiarkan bahwa Negara RI adalah negara yang berdaulat dengan dukungan Industrinya.

"Kami sangat gembira bahwa produk Dahana sudah masuk ke Australia, dan mengharapkan Produk Dahana bisa masuk ke negara-negara Pasifik lainnya, diantaranya Selandia Baru," ungkap Tantowi Yahya.

  Liputan 6  

Minggu, 17 November 2019

Menhan RI Tawarkan Medium Tank Buatan PT Pindad Ke Filipina

Ketika Bertemu Menhan FilipinaMedium Tank Harimau [Pindad] ★

T
awaran Menhan RI ini didasari atas ketertarikan Filipina untuk membeli produk – produk Alutsista buatan industri pertahanan Indonesia yang disampaikan langsung oleh Menhan Filipina Delfin Negrillo Lorenzana pada saat pertemuan bilateral dengan Menhan RI di sela – sela pertemuan ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) Retreat and 6th ADMM Plus 2019, Sabtu (16/11) di Bangkok, Thailand.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan Filipina menyampaikan apresiasi dan merasa puas dengan pembelian produk kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dibuat oleh industri galangan kapal nasional Indonesia PT PAL Indonesia (Persero) Surabaya.

Selain terkait dengan industri pertahanan, pada pertemuan bilateral Menhan RI dan Menhan Filipina juga membahas beberapa hal lainnya terkait kerjasama pertahanan kedua negara antara lain kerjasama pertukaran informasi intelijen, kerjasama pratoli bersama, hingga kerjasama peningkatan kemampuan personel militer kedua negara.

Menhan RI menyampaikan mendukung semua upaya kerjasama dalam mengatasi ancaman bersama di kawasan yang dapat dilakukan oleh kedua negara baik melalui patroli laut, patroli udara, latihan bersama atau apapun bentuknya.

Sementara itu, Menhan Filipina mengharapkan adanya kerjasama pertukaran informasi terkait dengan perkembangan radikalisme maupun pergerakan terrorisme yang berdapak terhadap keamanan.

  Kemhan  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...